
"Arini anggraini"
Arini Anggraini berumur 15 tahun, dia siswi SMA ternama di malang, dia berwajah manis, berkulit putih dan berambut panjang, saat umur 12 tahun orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan, dia tinggal di rumah peninggalan orang tuanya sendirian, dia bekerja paruh waktu di perpustakaan, ibu adira adalah pemilik perpustakaan di mana Arini bekerja, ibu adira sudah menganggap Arini seperti putrinya sendiri.
"Haikal Mansyur malik"
Haikal Mansyur Malik berumur 21 tahun dia merupakan putra Mansyur Malik dan Mikaila Malik, Haikal merupakan mahasiswa di universitas ternama di malang, dia mengambil jurusan bisnis, Haikal berwajah tampan, humoris dan mudah tersenyum hanya dengan orang-orang terdekat nya.
"Naura Salsabila"
Naura Salsabila biasa di panggil salsa, dia sahabat Arini sejak kecil, rumah salsa hanya berjarak 50 meter dari rumah Arini, salsa berwajah cantik keturunan Jawa dan Inggris, berkulit putih dan manis, dia humoris salsa sering menghibur Arini saat sedang bersedih, salsa adalah gadis yang sederhana walau dia dari keluarga yang berkecukupan.
"Vaizah putri malik"
Vaizah adalah adik dari Haikal, dia juga seorang siswi SMP ternama di malang, dia cantik cuek sombong dan manja, dia tidak bergaul dengan teman-teman nya, karna teman-temannya hanya memanfaatkan kepintarannya.
Pagi itu di kediaman keluarga Malik, terjadi keributan kecil di meja makan, karena Haikal tidak bisa makan satu meja makan dengan ibu tirinya Mikaila Malik.
"Pagi pah." ucap Haikal pada pak Malik dia bahkan tidak menyapa ibu Mikaila
"Pagi juga, kenapa kamu tidak menyapa mamamu." pak Malik marah pada Haikal
Sudah lah pah jangan perbesar masalah di pagi hari, bahkan dia saja tidak masalah dia hanya ibu tiri" jawab Haikal sinis kepada pak Mansur
"Kamu, jaga ucapan mu haiakal, walaupun dia ibu tiri mu dia menyayangi mu dan adik mu." pak Malik semakin marah pada ucapan Haikal
"Sudah lah pah pagi-pagi udah ribut, tidak baik ribut-ribut di meja makan masih pagi juga, mama juga tidak masalah atas sikap Haikal." jawab ibu Mikaila
__ADS_1
"Lihatlah bahkan dia tidak mempermasalahkan sikap mu, di mana adikmu vaizah Haikal." tanya pak Mansur
Mungkin dia masih siap-siap pah" jawab Haikal singkat
Vaizah turun dari tangga
Vaizah sudah datang good morning semua" ucap vaizah sambil berjalan ke meja makan
Vaizah sering di panggil oleh keluarganya atau orang terdekatnya Adek dan Haikal di panggil oleh vaizah Abang
"Gimana dek sekolah kamu yang baru suka." tanya pak Mansur
"Suka pah, Adek suka sekolah di sana." jawab vaizah
"Abang kenapa muka di tekuk seperti itu, seperti baju yang belum di setrika saja hahaha." gelak tawa vaizah memecah keheningan di meja makan tersebut
"Dek jangan mulai abang sedang kesal, sudahlah ayo berangkat sekolah nanti terlambat." ajak Haikal kepada vaizah
Vaizah dan Haikal meninggal kan orang tuanya tanpa berpamitan. Orang tuanya memang sudah terbiasa dengan sikap mereka.
Haikal dan vaizah tiba di sekolah mereka pun langsung menuju kelas mereka masing-masing, sebelum itu.
"Siap abang ku." ucap vaizah sambil berjalan ke kelasnya sambil mengacungkan ibu jarinya.
"Haikal, vaizah, salsa dan Arini sekolah di yayasan yang sama."
****
Sedangkan ariini berangkat ke sekolah lebih awal dari hari biasanya, dia ingin mengunjungi perpustakaan ibu adira terlebih dahulu, karena Arini membawakan sarapan untuk ibu adira, dia pun langsung menuju perpustakaan dengan menaiki kendaraan umum, Arini pun sampai di perpustakaan ibu adira dan masuk ke ruangannya.
"Assalamualaikum." Ucap Arini sambil mengetuk pintu
"Waalaikumsalam. Masuk"
Arini membuka pintu, langsung masuk dan menghampiri ibu adira yang sedang merapikan buku yang ada di rak buku ruangannya, lalu mencium tangannya.
__ADS_1
"Bu, ibu sudah sarapan, Arini bawakan makanan untuk ibu," sambil meletakkan makanan di atas meja kerja ibu adira.
"Wah terimakasih Arini, repot-repot bawa makanan untuk ibu."
"Tidak repot kok Bu, karna Arini suka memasak jadi Arini masakan juga untuk ibu."
"Ibu adira memakan makanan yang di bawah oleh Arini." Eh.... Enak banget masakan mu Arini".
"Masa si Bu? Syukur kalo ibu suka masakan aku."
"Iya bener enak lo, gimana sekolah kamu lancar?..."
"Sekolah lancar Bu, Arini juga suka sekolah di sana, Arini juga punya sahabat seperti salsa yang baik sama Arini."
"Syukur kalau kamu suka sekolah di sana."
"Arini tersenyum dan melihat jam dinding di ruangan ibu adira. "Maaf bu, Arini harus berangkat sekolah dulu nanti terlambat."
"Ya sudah sana berangkat nanti terlambat."
"Ya Bu assalamualaikum, ucap Arini sambil mencium tangan ibu adira."
"Waalaikumsalam, hati-hati di jalan."
Arini sudah sampai di gerbang sekolah, Arini berjalan dari perpustakaan ke sekolah karna tidak terlalu jauh, di parkiran mobil sudah ada salsa yang sedang menunggu Arini, sebenarnya salsa sering mengajak Arini berangkat sekolah bersama nya, tapi Arini selalu menolak ajakan nya, karna Arini sering di ejek oleh taman sekelasnya, mereka pikir Arini hanya memanfaatkan kebaikan salsa, salsa tidak memperdulikan apa yang mereka pikirkan, bahkan salsa sering menjadi tameng bagi Arini, karna sering di ganggu oleh siswa-siswi lainnya, karna Arini sekolah di situ hanya dapan dari beasiswa.
"Hai salsa sudah lama menunggu?" Arini juga membawa makanan untuk makan siang bersama salsa."
"Hai juga, tidak aku saja baru sampai," itu makanan kita untuk makan siang."
"Iya, ayo kita masuk kelas nanti bel masuk sekolah berbunyi."
Mereka pun berjalan berdampingan menuju kelas mereka, pelajaran berjalan dengan lancar, bel istirahat pun berbunyi, Arni dan salsa selalu makan siang di taman di bawah pohon besar yang ada di belakang sekolah, karena di belakang sekolah sangat tenang jarang ada siswa-siswi yang datang ke sana.
Merekapun makan dengan tenang, tiba-tiba ada segerombolan laki" yang menghampiri mereka, mereka adalah Haikal Mansyur Malik dan teman-temannya.
__ADS_1
Lanjut ke bab selanjutnya ya
TERIMA KASIH