
pak Mansyur dan Haikal tidak tahu sama sekali kalau vaizah dan salsa tidak bersama lagi dan Arini tidak berniat memberi tahu mereka, Arini merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur karena lelah, setelah beberapa saat Arini pun tertidur.
Pagi harinya Arini sudah selesai bersiap-siap, dia akan berangkat ke restoran, tapi saat mau masuk ke mobi ibu sisil menghentikan Arini.
"Arini bagaimana kondisi Nabilla?" Tanya ibu sisil
"Saya juga belum tahu Tan." Kata Arini karena vaizah belum memberikan kabar pada Arini
"Kenapa kamu tidak tahu, Nabilla di bawa ke rumah sakit mana?"
"Vaizah belum memberi tahu kabar terkini nabilla, sekarang Nabilla di bawa ke rumah sakit di London." Jelas Arini
"Kenapa harus di bawa ke London, apakah sakitnya separah itu?" Tanya ibu sisil heran, selama ini nabilla terlihat baik-baik saja pikir ibu sisil
"Karena dia ingin melakukan pengobatannya di sana, dia mengidap penyakit kanker Tan." Kata Arini
Ibu sisil yang mendengar penjelasan arinipun sangat terkejut, pasalnya dia tidak ingin kehilangan putrinya lagi, karena ibu sisil menganggap salsa putrinya.
"Ya Allah, sejak kapan, apakah ada kemungkinan dia sembuh dan kembali ke sini lagi?" Tanya ibu sisil khawatir
"Sejak 1 tahun yang lalu, doakan saja Tan semoga oprasi yang akan di lakukan oleh Nabilla berjalan dengan lancar."
"Pasti Tante akan mendoakan yang terbaik untuknya, lalu kenapa kamu tidak ikut bersama mereka?"
"Ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa Arini tinggalkan di sini Tan, nanti kalau Arini ada waktu Arini akan menyusul mereka."
Setelah berbicara dengan ibu sisil cukup lama, arinipun akhirnya berangkat ke restoran, sesampainya di restoran Arini mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk karena beberapa hari ini Arini tidak masuk bekerja karena menemani salsa di rumah sakit.
Saat sedang fokus mengerjakan pekerjaannya, mba Nova masuk keruangan arini.
"Arini ini pemasukan kemarin." Kata mba Nova
"Owh terimakasih mba." Kata Arini
"Tadi di tv ada berita pesawat jatuh ke laut mba." Kata mba Nova
"Jam berapa mba, tujuan ke mana?" Tanya Arini
"Tadi sekitar jam 7, tujuan London." Kata mba Nova
Arini yang mendengar apa yang mba Nova katakan pun menghentikan pekerjaannya, arinipun langsung mencari di internet, ternyata pesawat yang jatuh itu pesawat yang di tumpangi vaizah dan salsa tadi malam, Arini pun langsung menjatuhkan telfonnya, mba Nova yang melihat Arini menjatuhkan telfonnya pun terkejut.
"Kenapa Arini?" Tanya mba Nova sembari mendekati arini
"Mba pesawat yang jatuh." Perkataan Arini terhenti, Arini menangis di pelukan mba Nova
"Tenangkan diri kamu dulu, nanti bicara." Kata mba Nova menepuk punggung Arini dengan perlahan
"Mba di dalam pesawat yang jatuh ada kedua adik aku mba, vaizah dan salsa semalam aku mengantarkan mereka ke airport." Jelas Arini sembari menangis tersedu-sedu
Mba Nova yang mendengarnya pun terkejut, dia tidak bisa bicara apapun mba Nova juga bingung harus bagaimana, dia hanya mencoba menenangkan Arini sebisa mungkin.
"Aku harus memberi tahu ayah dan kak Haikal."
Arini pun mengambil ponselnya yang jatuh dan mencari nomor telfon Haikal dan pak Mansyur namun tidak ketemu juga.
"Biar saya yang Carikan." Kata mba Nova mengambil ponsel yang Arini pegang, setelah tersambung dengan pak Mansyur mba Nova memberikan ponselnya pada Arini lagi.
"Yah." Kata arini sembari menangis dia tidak sanggup memberi tahu pak Mansyur
"Kenapa ai, kenapa kamu menangis?" Tanya pak Mansyur
"Yah vaizah." Perkataan Arini terhenti
"Ai jangan bikin ayah takut, ada apa dengan vaizah." Kata pak Mansyur khawatir
__ADS_1
"Ayah sudah melihat berita di tv kan, pesawat yang menuju ke London jatuh." Kata Arini
"Lalu apa hubungannya sampai kamu menangis seperti itu?" Tanya pak Mansyur heran
"Di dalam pesawat itu ada vaizah dan salsa yah." Kata Arini, tangis arini pun pecah
Pak Mansyur yang mendengar penjelasan arinipun langsung menjatuhkan ponselnya, tidak mungkin putri satu-satunya meninggal dalam kecelakaan pesawat tersebut, Haikal yang baru turun dari lantai duapun lari menghampiri ayahnya yang terlihat sangat syok mendengar kabar tersebut.
"Ayah kenapa, duduk dulu yah." Kata Haikal
"Bang vaizah." Perkataan pak Mansyur terhenti
"Kenapa dengan vaizah yah?" Tanya Haikal
"Vaizah dan salsa pergi ke London semalam dan pesawat yang mereka tumpangi jatuh ke laut bang." Jelas pak Mansyur sembari meneteskan air matanya bagaimana pun dia putri yang baik
Haikal yang mendengarnya pun sangat terkejut.
"Kata siapa vaizah dan salsa pergi ke London?" Tanya Haikal, dia tidak mempercayainya
"Tadi Arini telfon, semalam Arini mengantarkan vaizah dan salsa ke airport." Jelas pak Mansur
"Ini tidak mungkin yah, Adek pasti masih ada di Indonesia dan baik-baik saja." Kata Haikal
"Aku akan memastikan bahwa vaizah tidak dalam pesawat itu." Kata Haikal
Haikal pun mencari nama-nama penumpang yang ada di dalam pesawat yang terjatuh ke lauit, Haikal sangat terkejut karena nama vaizah dan salsa tercantum di nama-nama penumpang, Haikal yang melihat nama adiknya terdaftar pun terkejut dan menjatuhkan telfonnya.
"Ayah ini tidak mungkin kan yah." Kata Haikal
"Lebih baik kita ke Jakarta untuk memastikan dan kita akan meminta penjelasa Arini kenapa vaizah dan salsa pergi ke London dan tidak memberi tahu kita." Kata pak Mansyur mencoba menenangkan dirinya dan Haikal
"Baiklah yah." Kata Haikal
Sedangkan ibu sisil yang melihat berita tersebut pun sangat terkejut pasalnya dia berharap besar untuk bertemu dengan Nabilla lagi namun harapannya pupus, entah kenapa ibu sisil menangis saat melihat berita tersebut.
"Jelaskan ai kenapa Adek dan salsa pergi ke London." Tanya Haikal sedikit sinis, karena Arini tidak memberi tahunya kalau adinya pergi ke London
"Aini minta maaf sebelumnya karena tidak memberi tahu ayah dan kakak kalau mereka pergi ke London." Kata Arini
"Sebenarnya ini juga mendadak yah pasalnya kondisi salsa memburuk, selain itu salsa dan vaizah menyembunyikan kalau salsa sakit kanker." Jelas Arini sembari menangis
"Kenapa kamu tidak memberi tahu kami ai?" Tanya pak Mansyur
"Arini akan memberi tahu ayah dan kakak saat mereka sudah sampai di london, maaf kan Aini yah, aku tidak menyangka akan seperti ini kak." Kata Arini sembari memeluk Haikal
Pak Mansyur yang menjelaskan penjelasan arinipun semakin terkejut pasalnya dokter yang merawat salsa selama ini tidak memberitahunya, pak Mansyur juga sangat sedih kenapa harus putrinya yang mengalami semua ini.
Sedangkan di tempat pesawat terjatuh sudah banyak orang yang mencari korban penumpang pesawat tersebut, namun belum menemukan jasad satu orangpun, mereka masih menelusuri tempat kejadian dan menyelam ke dasar laut.
"Ai apakah kita harus memberi tahu orang tua salsa, kalau Nabilla itu putri kandungnya?" Tanya pak Mansyur
"Aku bingung yah menjeladkan semua ini, mereka akan membenci Arini yah kalau mereka tahu kalau Nabilla sebenarnya salsa." Kata Arini
"Sebaiknya kita tidak memberi tahu mereka sebelum kita menemukan salsa dan vaizah, aku yakin mereka berdua baik-baik saja." Kata Haikal
"Terserah kalian berdua saja dan ayah juga berharap mereka tidak jadi naik pesawat tersebut dan sekarang mereka baik-baik saja di mana pun mereka berada sekarang." Kata pak Mansyur berharap
"Ai apakah kamu sudah mencoba menghubungi mereka?" Tanya Haikal
"Sudah kak tapi ponsel mereka tidak aktif."
******
Sudah beberapa hari ini pencarian tidak ada perkembangan apapun, pak mansyur, Arini dan Haikal pun menanti perkembangan pencarian korban namun tidak kunjung ada pemberitahuan dari pihak pencarian.
__ADS_1
"Kak bagaimana ini kenapa belum ada kabar sama sekali." Tanya Arini
Pak Mansyur, Arini dan haikal, tidak bisa tertidur nyenyak makan pun mereka tak berselera, Arini tidak berangkat bekerja beberapa hari ini karena tidak fokus.
"Kakak juga tidak tahu ai, kata pihak yang mencari korban kecelakaan tersebut, mereka akan menghentikan pencarian korban karena cuacanya sangat buruk akan ada badai beberapa hari kedepan." Jelas Haikal
"Apakah kita tidak bisa melakukan apapun kak, aku tidak mau kehilangan mereka berdua, hanya mereka berdua keluarga Aini kak, Aini juga belum menyelesaikan permasalah Aini dan salsa kak." Kata Arini sembari menangis, Arini sangat frustasi karena tidak ada kabar tentang keberadaan salsa dan vaizah
"Tenanglah ai, kita sekarang tidak bisa berbuat apapun ai, kita hanya bisa menunggu." Kata Haikal
Sedangkan pak Mansur sedang menelfon orang yang ikut membantu mencari putrinya dan salsa namun orang tersebut juga tidak bisa memberikan kabar apapun.
"Kalau dalam beberapa hari ke depan kita belum menemukan atau mendapat kan kabar keberadaan salsa dan vaizah, Aini kamu harus memberi tahu orang tua salsa." Kata pak Mansyur.
"Baiklah yah." Kata Arini pasrah, Arini akan menceritakan semuanya pada orang tuanya salsa
Dan sudah beberapa hari berlalu, namun pencarian korban belum ada perkembangan,.akhirnya Arini hari ini akan memberi tahu orang tua salsa, hari ini juga hari weekend pak Satya juga ada di rumah, hampir 12 hari pencarian di lakukan namun belum ada hasil sama sekali.
"Permisi pak apakah saya boleh masuk?" Tanya pak satpam
"Eh nona Arini silahkan non." Kata pak satapam
Sedangkan Haikal dan pak Mansyur sekarang ada di tempat terjatuhnya pesawat tersebut, mereka ingin memastikan bahwa vaizah dan salsa tidak dalam pesawat tersebut, arini pun masuk lalu memencet bel rumah keluarga pak Satya, bibi sumi membukakan pintu untuk Arini.
"Permisi bi ada tante dan om nya tidak?" Tanya Arini
"Eh nona Arini, ada non mereka ada di ruang keluarga, silahkan masuk." Bibi sumi mempersilahkan masuk Arini, sesampainya di ruang keluarga bibi sumi pun pergi untuk membuatkan minuman untuk Arini.
"Arini maafkan tante, Tante tidak sempat berkunjung kerumah kamu, apakah ada perkembangan tentang pencarian korban." Kata ibu sisil
"Tidak apa-apa Tan, belum ada perkembangan tan, Arini ke sini mau memberitahukan sesuatu." Kata Arini
"Mau memberitahu apa?" Tanya pak Satya
"Sebelumnya Arini mohon maaf sebesar-besarnya kepada om dan Tante, Arini selama ini membohongi Tante dan om sebenarnya Nabilla adalah salsa putri om dan Tante." Kata Arini
Sedangkan pak Satya dan ibu sisil yang mendengarkan perkataan arinipun sangat-sangat terkejut, seketika air mata ibu sisil mengalir begitu saja.
"Apa maksud kamu, salsa sudah meninggal 2 tahun yang lalu, kalau memang benar Nabilla adalah salsa jelaskan pada om kenapa kamu melakukan ini pada om dan tante." Kata pak Satya
"Sebenarnya Arini menukar jasad salsa dengan jasad orang yang tidak mempunyai keluarga, Arini juga melakukan ini atas permintaan salsa, Arini membawa salsa ke London untuk melakukan pengobatan, maafkan Arini om Tante." Kata Arini sembari menangis
"Saat Arini tahu salsa mengidap penyakit kanker, Arini sebenarnya ingin memberi tahu om dan Tante Namun salsa mengancam Arini kalau Arini memberi tahu om dan Tante salsa akan pergi dan tidak akan ada orang yang bisa menemukannya." Lanjut Arini
Sedangkan pak Satya yang mendengar putrinya sakit kanker pun sangat terkejut pasalnya ibu sisil tidak memberi tahunya sama sekali.
"Malam itu pun Arini tidak menyetujui vaizah dan salsa pergi ke London, tapi ini demi kebaikan salsa dia akan melakukan oprasi di sana salsa tidak ingin melakukannya di sini." Kata Arini lagi
Sedangkan ibu sisil yang mendengarnya hanya bisa menangis, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, ibu sisil mau menyalahkan Arini pun ini bukan kesalahan Arini sepenuhnya, Arini yang berusaha mengobati putrinya.
"Lalu kenapa kamu memberi tahu kami saat sudah seperti ini, kami lebih sedih ketimbang salsa yang meninggal karena penyakitnya karena masih ada makam yang bisa kita kunjungi, sekarang kita bingung kalau merindukannya kita harus ke mana." Kata ibu sisil sembari menangis
"Tante juga saat itu berharap besar bahwa Nabilla adalah salsa, namun kalian semua menyembunyikannya secara rapat, Tante sangat bahagia ketika melihat salsa bermain dengan sofiya, Tante juga baru sadar bahwa senyumannya begitu manis, Tante belum memeluknya dan pertama kalinya Tante melihat salsa tertawa lepas bersama kamu dan vaizah di restoran." Kata ibu sisil membayangkan saat itu sembari menangis
"Maafkan Arini Tan seharusnya Arini memberi tahu Tante sejak salsa datang ke indo dan soal kenapa aku memberi tahu Tante sekarang karena ayah yang meminta Arini untuk memberi tahu kalian." Kata Arini
"Kenapa salsa sangat membenci om dan Tante?" Tanya pak Satya
"Salsa tidak membenci om dan Tante dia hanya kecewa pada kalin, tapi saat sofiya mendapatkan kasih sayang sepenuhnya salsa sangat bahagia, setidaknya om dan Tante tidak memperlakukan sofiya sepertinya." Jelas Arini
"Dan kenapa salsa tidak memberi tahu kalau dia sebenarnya salsa bukannya nabilla, sekarang om dan Tante sudah berubah kenapa dia tidak mau kembali pada kami." Tanya ibu sisil
"Kata salsa, biarkan mereka beranggapan kalau aku suda tiada setidaknya aku masih bisa melihat papa dan mama baik-baik saja itu sudah cukup mereka tidak perlu tahu kalau aku masih hidup, salsa sangat menyayangi om dan Tante dia juga sangat rindu pada kalin dan ingin memeluk kalian, mungkin dia juga ingin saat sedang sakit om dan Tante ada di sampingnya menyemangatinya dan memberi kasih sayang yang belum om dan Tante berikan padanya." Kata Arini sembari menangis
Ibu sisil yang mendengar perkataan Arini pun menangis tersedu-sedu, pasalnya dia tidak menemani putrinya pada saat sedang berjuang untuk hidupnya dan ibu sisil merasa bukan ibu yang baik dia juga merasa tidak pantas menjadi seorang ibu, sedangkan pak satya sangat kecewa pada dirinya sendiri dia tidak bisa menjadi ayah yang baik bagi putrinya.
__ADS_1
TERIMA KASIH
LANJUT EPISODE SELANJUTNYA