
namun di tengah-tengah saat makan dia mencium aroma yang dia tidak suka sama sekali, yaitu aroma susu yang di bawa bibi untu mamanya.
"Hwek hwek, salsa berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan makanan yang dia makan tadi." Bayangkan saja suaranya seperti itu hehehe
Mama dan papa nya mengikuti salsa ke kamar mandi, mereka terkejut melihat salsa yang sudah duduk di lantai kamar mandi.
"Sa kamu kenapa." Tanya mamanya khawatir dengan keadaan salsa dan menghampiri salsa, namun salsa melarangnya dan mengusir orang tuanya
"Jangan mendekat lebih baik kalin keliar, dan buang susu yang ada di meja makan." Usir salsa pada orang tuanya
Orang tua salsa pun keluar dan menyuruh membuang susu yang ada di rumahnnya, salsa pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sangat pucat.
"Sa lebih baik kita kerumah sakit, muka kamu pucat sekali sa." Ajak mamanya yang semakin khawatir dengan keadaan salsa
"Tidak usah, bi buatkan aku jus alpukat dingin." Suruh salsa pada bibi
"Kamu nggak makan lagi sa." Tanya papanya
"Sudah tidak nafsu." Jawab salsa singkat
Salsa pun meminum jus nya di ruang tamu sendirian, orang tuanya menghampiri salsa namun salsa tidak memperdulikannya, dia masih memainkan ponselnya.
"Nona muda apakah barngnya sudah di packing?" Tanya bibi
"Memang kamu mau kemana sa." Tanya mamanya
"Mau ada penelitian di alam bebas selama satu Minggu." Jawabnya singkat
"Owh iya bi, masukkan beberapa sarung tangan di dalam tas aku lupa memasukkan nya." Kata salsa
"Tidak ada lagi non." Tanya bibinya
"Tidak bi sudah beres semua tinggal itu saja."
Orang tuanya hanya mendengarkan percakapan mereka, salsa bicara lebih lembut saat berbicara dengan bibi di bandingkan dengan mereka.
"Kenapa kamu tidak berbicara tentang kepergian kamu sa." Tanay mamanya
"Apakah kalin pernah bertanya kepadaku, kalian hanya berpikir kalau aku hanya butuh uang dari kalin." Jawab salsa sembari memainkan ponselnya
"Sa bisa tidak kalau sedang berbicara taruh dulu ponselnya dan kenapa kamu selalu menyebut mama dan papa kalian." Tanya papanya tegas
"Karna tidak ada yang mengajarkan ku sopan santun, puas kalian." Salsa menjawab sembari beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan orang tuanya
"NAURA SALSABILA, papa belum selesai bicara." Teriak pada putrinya
"Sudah la pah." Mamanya salsa menenangkan suaminya
Salsa masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuh di ranjang serta memperhatikan setiap sudut kamarnya setelah puas memperhatikan isi kamarnya salsa pergi ke balkon kamarnya, saat dia sedang duduk di balkon kamarnya ada pengantar paket di depan rumahnya, buru-buru salsa lari keluar kamar dia takut satpam memberikan paketnya pada orang tuanya.
"Maaf tuan nyonya ada paket untuk Nona muda." Kata satpam
"Malam malam begini kenapa masih ada pengiriman paket." Papanya heran
"Mungkin paketnya buat penelitian salsa besok, jadi di kirimnya jam segini." Kata mamanya
Satpam itu memberikan paketnya kepada papanya salsa, papanya salsa heran kenapa paketnya dari apotek luar negeri.
"Ma bukannya ini dari apotek luar negeri, obat apa di dalamnya." Papanya salsa semakin bingung apa isi di dalamnya
"Apakah benar pah, coba buka saja." Kata mamanya
Sebelum paketnya di buka, salsa mengambil paksa paketnya dari papanya.
"Kalau bukan paket kalin kenapa mau dibuka." Kata salsa jutek
"Itu paket isinya apa, kenapa paketnya dari apotek luar negri sa?" Tanya mamanya
"Bukan apa apa, ini obat yang akan aku bawa untuk penelitian, di indo tidak ada stok obatnya." Jawabnya berbohong
"Buat apa obatnya, apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari papa sa?" Tanya papanya
"Ini obat untuk kemungkinan yang tidak di inginkan di sana, semua kelompok harus membawa obat yang berbeda dan mengumpulkannya menjadi satu obat yang harus aku bawa tidak ada di indo jadi aku pesan dari luar negri, tidak ada yang aku sembunyikan." Jelas salsa panjang lebar agar orang tuanya tidak curiga pada dirinya
__ADS_1
"Owh kirain obat buat kamu." Kata mamanya
Salsa naik ke lantai dua di kamarnya, salsa menghembuskan nafas lega karena hampir ketahuan oleh orang tuanya, dan membuka paket tersebut ternyata memang isinya obat-obatan.
*****
Pagipun tiba, salsapun turun kebawah untuk sarapan pagi, sesampainya di meja makan tidak ada siapa-siapa, tapi baginya sudah terbiasa tidak ada bedanya ada atau tidak ada orangtuanya.
"Bi sarapan salsa mana bi, jangan lupa bawakan bekal untuk perjalan salsa." Kata salsa pada bibi
"Ini nona, bekalnya isinya apa nona?" Tanya bibinya
"Seperti biasa saja bi tidak boleha ada yang manis di bekal salsa, kalau memang ada harus alami buah atau sayur." Kata salsa sembari memakan sarapannya
"Owh iya bi mereka kemana?" Tanyanya pada bibi yang sudah berbalik mau pergi ke dapur
"Mereka sudah berangkat pagi-pagi sekali nona." Bibi sudah mengerti apa yang dimaksud salsa
"Bahkan mereka tidak mau mengantar keberangkatan ku." Salsa berbicara di dalam hatinya
Salsa menjemput Arini di rumahnya lalu menuju ke Sokola mereka, sesampainya di sana murid-murid yang lain sudah berkumpul, Arini dan menghampiri Haikal dan teman-temannya serta vaizah yang sedang menunggu kedatangan mereka.
"Kenapa kalian lama sekali, kita sudah lama menunggu kalian." Tanya Azril kesal
"Siapa suruh kalian nungguin kita." Jawab salsa sinis
"Sa Lo kemarin kemana, seperti di telan bumi saja lo hahaha." Azril mengejek salsa
"Memang mau di telan bumi, kenapa ha, puas Lo." Jawab salsa
"Apaan si sa, sudah la Lo tau sendiri kalau di tanya salsa jawabnya ngaco." Kata Arini memberi tahu Azril
"Iya juga si." Kata Azril
"Kalian naik bus atau bawa mobil sendiri." Tanya Haikal pada Arini dan salsa
"Owh kita naik mobil nya salsa, kalian?" Jawab Arini dan tanya balik
"Boleh juga tuh, biar aku gak cape nyetir mobil." Jawab salsa setuju usulan Haikal
"Baikah aku ngikut kalin saja." Jawab Arini
Mereka pun berangkat di mobil Haikal, Arini duduk di depan di samping kursi kemudi sedangkan vaizah duduk bersama salsa di kursi belakang, sesampainya di kaki gunung Semeru mereka beristirahat makan siang di warung, setelah semuanya sudah makan siang mereka bersiap-siap untuk pendakian.
Pendakian di mulai dengan membaca doa sesuai agamanya masing-masing bersama, semuanya akhirnya memuali pendakian, mereka beristirahat di pos pertama dan melanjutkan perjalanan mereka sampai ke tempat perkemahan mereka.
"Gue capek banget baru pertama naik gunung, dan membawa barang-barang sebanyak ini." Keluh Azril
"Gue gak percaya sama lo nyet baru pertama naik gunung, bukannya setiap malam kalin selalu naik gunung kembar." Kata salsa
"Lo tahu saja sa, tapi beda gunung kembar si sangat nikmat, lah ini bawa beban kalin." Kata Azril
"Sudahlah kalian bicara apaan si." Kata Arini melerai mereka yang membahas yang tidak berfaedah
"tahu tuh salsa yang memulai duluan." kata Azril
"lah kenapa jadi gue yang di salahkan, Lo yang mengeluh nyet." kata salsa
"sudahlah kalian berdua salah, kamu juga sa jangan deket-deket dengan Azril, Deket sedikit saja pasti ribut." kata Arni
"benar apa Arini katakan kalian seperti magnet saja." haikalpun ikut berbicara sembari mengejek salsa dan azril
setelah salsa dan Azril berjarak agak jauh perjalanan pun berjalan dengan aman dan damai.
sesampainya di tempat yang mereka tuju, mereka beristirahat sebentar lalu akan mendirikan tenda mereka masing-masing.
Haikal dan teman-temannya mendirikan tenda untuk Arini, salsa dan vaizah dan untuk mereka sendiri, sedangkan arini, salsa dan Faizah duduk di bawah pohon rindang sembari memakan cemilan yang mereka bawa.
"Kak capek tidak, aku capek banget soalnya baru pertama naik gunung." Tanya vaizah
"Capek banget dek, kakak juga baru pertama naik gunung, padahal kita tidak bawa barang banyak." Jawab salsa
"Iya juga ya yang bawa keperluan kita kan mereka, apakah mereka tidak capek, lalu membuatkan tenda untuk kita." Kata Arini menunjuk Haikal dan teman-temannya
__ADS_1
"Biarkan saja mereka laki-laki harus kuat." Kata salsa cuek
Mereka melanjutkan berbincang sampai tenda yang Haikal dan teman-temannya dirikan sudah jadi saking asiknya mengobrok mereka lupa harus mencari kayu bakar untuk api unggun nanti malam.
"Kalian enak-enak ngobrol, mana kayu bakarnya kita sudah bagi tugas malah enak-enakan." Kata Azril
"Ya, kita lupa ini sudah hampir petang, lebih baik kalian saja yang cari sana." Suruh salsa pada Azril
"Enak saja Lo, sana cari kayu bakar." Suruh Azril
"Sudahlah ini juga sudah petang, kita lebih cepat cari kayu bakar sebelum semakin larut." Ajak Haikal
Haikal dan teman-temannya pun mencari kayu bakar, sedangkan Arini, salsa dan vaizah memasukkan barang-barang ke dalam tenda mereka, dan mempersiapkan makan malam untuk mereka, mereka membawa alat masak yang bisa di bawa untuk berkemah.
Haikal dan teman-temannya sudah datang membawa kayu bakar dan membuat api unggun di depan tenda mereka, sedangkan mahasiswi dan siswi lain melihat salsa, Arini serta vaizah dengan tatapan sinis, tapi mereka tidak memperdulikan mereka sama sekali.
"Ah akhirnya selesai juga, lapar sekali." Kata athaya
"Iya kita semua juga lapar, apakah meraka sudah memasak." Tunjuk Aditya pada Arini, salsa dan vaizah
"Kalian sudah masak untuk makan malam." Tanya Haikal
"Sudah tapi maaf kita hanya masak mie instan." Jawab Arini
"Sudah tidak apa kita juga sudah lapar sekali." Jawab Athaya
Merekapun memakan mie instan dengan lahap, sedangkan salsa hanya memakan roti tawar saja, vaizahpun hanya memakan buah-buahan sedangkan Arini makan bersama Haikal dan teman-temannya, setelah makan malam mereka beristirahat untuk beraktifitas besok pagi.
Ke esokan paginya Haikal dan teman-temannya membuatkan kamar mandi dengan hanya menggunakan kain yang mereka bawa di dekat danau untuk arini, salsa dan vaizah sedangkan mereka langsung terjun saja ke danau, banyak wanita yang terkagum dengan tubuh mereka yang atletis, sedangkan Arini, salsa dan vaizah acuh terhadap mereka.
Setelah mendi mereka duduk di pohon tumbang yang ada di bawah pohon untuk sarapan, namun ada mahasiswi yang menghampiri mereka kavya dan 2 temannya.
Kavya mahasiswi baru yang di godain teman-temannya haikal
"Kalian enak sekali duduk di sini kalian memperbudak Haikal dan teman-temannya dari membuat kan kalin tenda mencarikan kalin kayu bakar apa hubungan kalian dengan mereka?" Tanya kavya jutek
"Mereka saja tidak keberatan, kenapa Lo yang marah ha." Jawab salsa
"Kalian berani-beraninya menyuruh mereka ini itu, memang dasar kalian wanita murahan." Kata kavya
"Jaga ucapan lo, belum tahu kalau ada mahasiswi yang di keluarkan dari kampus karna kata-katanya." Kata vaizah marah pada kavya dan teman-temannya
"Memang mahasiswi siapa, terus apa urusannya dengan kita." Kata kavya
"Kalian sedang apa di sini, mana makan siang kita." Haikal pertanya pada Arini
"Hai kenapa minta sarapan pada mereka." Kata kavya sembari menghampiri Haikal dan bergelayut manja
"Hah bahkan dia yang murahan kenapa jadi kita yang di bilang murahan." Kata vaizah memancing kemarahan kavya
"APA Lo bilang, lihatlah Haikal mereka mengataiku wanita murahan." Adu kavya pada Haikal
"Lah Lo yang duluan ngatain kita, dasar wanita penjilat." Kata salsa
"LO." Kavya mengangkat tangannya untuk menampar salsa, namun tangan kavya di cekal oleh Aditya
"Jangan berani-beraninya Lo mengusik mereka, benar apa yang di bilang adek, Lo murahan." Kata Aditya
"Lihatlah Haikal teman-teman mu membela mereka yang murahan." Kata kavya
"Jaga bicara Lo, mereka yang Lo sebut murahan mereka adalah adik sepupu kita bahkan mereka lebih terhormat dari pada Lo tahu." Marah Haikal pada kavya sembari mencekik leher kavya
"Kakak sudah, nanti dia kehabisan oksigen." Arini menghentikan Haikal
Haikalpun melepaskan cekikan pada leher kavya dan mendorongnya sampai terduduk sedangkan teman-temannya hanya diam saja, Arini dan salsa pun syok mereka baru melihat Haikal semarah itu pada wanita sedangkan vaizah sudah terbiasa hanya duduk memakan sarapannya.
Setelah kejadian itu banyak mahasiswi dan siswi yang enggan mengusik vaizah, Arini dan salsa, hari pertama penelitian mereka mencari jamur liar yang bisa di makan dan tumbuh-tumbuhan yang bisa menjadi obat di gunung Semeru.
Hari kedua penelitian berjalan dengan lancar, saatnya makan malam mereka membakar ikan yang Haikal dan teman-temannya pancing di danau tadi sore dan membakar beberapa sosis yang mereka bawa, mereka makan malam dengan tenang salsa pun ikut makan malam dengan mereka, banyak mahasiswi dan siswi yang memperhatikan mereka dari kejauhan mereka sangat iri dengan salsa, Arini dan vaizah.
TERIMA KASIH
LANJUT BAB SELANJUTNYA YA :)
__ADS_1