
Saat pulang sekolah Arini, Haikal dan teman-temannya pergi ke restoran yang Haikal dan teman-temannya kelola, restorannya di pusat kota malang adalah restoran pusat, mereka suda punya cabang di semua kota tinggal di Jakarta yang belum.
Saat mereka sampai direstoran mereka langsung masuk keruangan milik mereka ada banyak karyawan yang heran soalnya baru pertama kali Haikal dan teman-temannya membawa seorang wanita masuk ke ruangan tersebut, bahkan karyawan yang sudah lama bekerja di sana pun belum pernah masuk keruangan tersebut.
Mereka pun masuk dan duduk di sofa ruang kerja mereka.
"Ai mau makan atau minum apa?" Tanya Haikal
"Terserah kalian saja." Jawab Arini
"Baiklah kita pesan spaghetti bolonese, minumnya apa kamu ai." Tanya Athaya
"Aku jus alpukat saja." Kata Arini
"Baiklah yang lain." Kata Athaya
"Samain saja." Kata yang lainnya
"Baiklah aku keluar dulu." Pamit Athaya
Athaya memesan pesanan mereka dan menunggunya sampai jadi, setelah sudah jadi Athaya membawa makanan mereka masuk ke dalam ruangan tersebut, setelah semuanya menyantap makanan mereka masing-masing, Arini menanyakan maksud dari haikal dan teman-temannya tadi pagi.
"Apa maksud kalian menyuruh saya untuk mengurus bisnis kalian di jakarta?" Tanya Arini
"Begini ai kita akan buka cabang di Jakarta tapi belum ada orang yang cocok untuk mengurusnya, lalu bagaimana kalau kamu saja yang mengurusnya." Jelas Haikal sembari bertanya pada Arini
"Aku si mau-mau saja, tapi aku belum perna bekerja di restoran bagaimana aku bisa mengurus restoran kalian, lagi pula aku juga harus sekolah." Kata Arini
"Tenang saja ai akan ada seseorang yang akan mengajari kamu semuanya, tentang sekolah kamu, sekolah kamu akan berjalan seperti biasanya, anggap saja kamu bekerja paruh waktu di restoran milik kita ai." Jelas Haikal panjang lebar
"Baiklah, lalu kapan aku akan bekerja, besok aku akan ke Jakarta." Kata Arini
"Kamu berangkat ke Jakartanya besok?" Tanya Athaya
"Iya." Jawab Arini singkat
"Itu terserah kamu ai kapan saja boleh, kamu urus kepindahan sekolah kamu dulu dan tempat tinggal, nanti kalau sudah beres kamu hubungi kita saja." Kata Aditya menjelaskan
"Besok biar aku yang mengartarkan kamu ai." Kata Haikal
"Tidak usah kak nanti Aini berangkat naik kereta saja." Aini menolak ajakan haikal
"Tidak ada penolakan ai, aku juga akan mengurus kepindahan sekolah dan tempat tinggal kamu." Kata Haikal tegas
"Baiklah, terimakasih kepada kalian semua karna mau membantu saya pada saat sulit seperti ini." Kata Arini berterimakasih pada Haikal dan teman-temannya
"Kenapa harus berterimakasih si ai kita kan teman tidak ada kata terimakasih dan kata maaf ai." Kata Azril
"Iya ai apa kata monyet benar." Kata Aditya
"Baiklah lalu aku mau bilang apa pada kalian atas kebaikan kalian." Tanya Arini
"Kalau mau berterimakasih sekali-sekali masakin kita ai." Kata Azril
"Benar apa yang di katakan monyet ai, kita juga pengen merasakan masakan kamu ai." Kata Athaya
"Baiklah kalau kalian semua datang ke Jakarta saya akan masakkan kalian yang spesial." Kata Arini
"Ok janji ai." Kata Azril sembari menaikkan kelingkingnya
"Janji." Kata Arini sembari menautkan klingking Azril pada klingking nya
Setelah mendiskusikan keberangkatan Arini besok, mereka pun pulang, Haikal yang bertugas mengantarkan Arini pulang, yang akan mengantar Arini ke Jakarta hanya Haikal mereka akan naik mobil milik Haikal ke jakarta.
Sesampainya di rumah Arini, Arini turun dan menawarkan Haikal mampir ke rumahnya namun Haikal tidak mau karna masih ada keperluan yang lain, Arini pun masuk rumah untuk beristirahat.
*****
Pagi pun menjelang Arini sudah bersiap-siap, dia sedang menunggu Haikal di depan rumahnya berselang beberapa menit Haikal pun datang lalu turun dari mobil dan menghampiri Arini.
__ADS_1
"Sudah siap ai, apakah tidak ada yang tertinggal, kamu cantik banget hari ini ai." Kata Haikal
"Sudah kak, sudah tidak ada yang tertinggal, apaan si kak." Kata Arini malu di bilang cantik oleh Haikal
"Benar kok ai kamu cantik banget." Haikal semakin menggoda Arini karna Arini malu-malu
"Sudahlah, lebih baik kita berangkat nanti sampai Jakarta kemaleman, belum di jalan nanti macet." Kata Arini mengalihkan pembicaraan
"Baiklah ayo." Ajak Haikal
Haikal memasukkan barang-barang bawaan Arini ke bagasi mobil, lalu mereka berangkat menuju ke Jakarta, perjalanan pun sudah sangat jauh Haikal menghentikan mobilnya di depan restoran karna sangat lapar.
"Ai bangun, kita makan siang dulu." Haikal mengguncang tubuh arini yang sedang tertidur pulas, namun Arini tidak bangun juga Haikal pun memperhatikan seluruh lekuk tubuh arini yang sempurna, melihat bibir Arini yang ranum Haikal ingin ******* lembut dan menghisapnya.
"Sadarlah Haikal belum waktunya." Haikal menggelengkan kepalanya untuk tidak berfikiran negatif pada Arini, Haikal pun membangunkan Arini lagi akhirnya Arini pun bangun.
"Kak apa sudah sampai, maaf Aini ketiduran." Kata Arini
"Belum ai kita makan siang dulu, aku sudah lapar." Kata Haikal sembari memegangi perutnya
"Owh kirain suda sampai, ayo kak kita turun katanya sudah sangat lpar." Ajak Arini pada Haikal yang masih berfikiran negatif pada Arini
"Ah iya ayo." Kata Haikal sembari turun dari mobil
Merekapun masuk dan memesan makanan yang mereka sukai, Arini memesan nasi goreng dan jus alpukat sedangkan Haikal memesan burger dan jus jeruk serta air putih untuk mereka berdua.
"Kak pasti kakak cape banget mengemudi sejauh ini, kenapa kita tidak naik kereta saja kak." Kata Arini
"Tidak kok ai, kakak sering keluar kota dengan mengemudi sendiri menyenangkan kok ai, kadang-kadang juga aku dan teman-teman ku pergi Turing paling jauh malang-Bali." Jelas Haikal menceritakan pengalamannya
"Wah seru dong kak, Turing paling mengesankan ke mana kak." Tanya Arini
"Ia, ai kapan-kapan nanti aku ajak kamu, banyak juga cewek yang Turing bersama kita, walau mereka dari luar kota, yang paling mengesankan ke Bali." Kata Haikal
"Boleh tuh kak pasti Aini ikut, memang ada komunitasnya atau bagaimana sampai-sampai mereka dari kota yang berbeda." Tanya Arini antusias
"Ok nanti kakak kabarin kalau ada Turing lagi, ada komunitasnya kadang kakak yang nyamperin kota mereka kadang juga mereka yang nyamperin ke malang." Jelas Haikal
"Iya mereka mengendarai motor sport, karna komunitas kita komunitas motor sport, terkagang juga mereka membawa pacarnya." Kata Haikal
"kirain motor apa saja boleh, apa kakak juga pernah membawa pacar kakak Turing bersama komunitas kakak." Tanya Arini penasaran
"Tidak, kakak tidak pernah membawa pacar kakak Turing." Kata Haikal
Memang benar Haikal tidak pernah membawa wanita Turing bersamanya, sebenarnya Haikal tidak pernah pacaran hanya memanfaatkan wanita untuk memuaskannya di ranjang setelah itu Haikal akan meninggalkannya begitu saja.
Setelah selesai makan siang, mereka melanjutkan perjalanan mereka lagi, Haikal tidak fokus mengemudi karna terus memperhatikan Arini, Arini yang di perhatikan oleh Haikal masih belum sadar kalau sedang di perhatikan.
Perjalananpun masih cukup jauh, sedangkan Arini sudah tertidur karna lelah, haikalpun memperhatikan paha Arini yang mulus karna rok yang Arini pakai tersingkap ke atas dan memperlihatkan pahanya, Haikal pun tidak bisa lagi menahannya karna si Joni punyanya Haikal yang di bawah sudah meronta-ronta.
Haikal pun mencoba fokus mengemudi namun tidak bisa fokus juga, akhirnya Haikal menepikan mobilnya dan mengambil selimut yang ada di kursi belakang untuk menutupi paha Arini, Haikal tidak mungkin menarik rok Arini kebawah nanti Arini terbangun dan berpikir bahwa Haikal ingin berbuat mesum padanya.
"Joni Joni kenapa kamu bereaksi secepat ini baru saja melihat pahanya kamu sudah tegang, bagaimana melihat yang lainnya." Kata Haikal pelas sembari mengelus-elus joninya
Akhirnya mereka sampai di Jakarta, mereka akan menginap di hotel terlebih dahulu sebelum mencari tempat tinggal untuk arini, saat mereka sampai Jakarta hari sudah gelap, Arini dan haikal masuk ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan tubuh mereka setelah selesai mereka turun ke restoran hotel untuk makan malam.
Setelah makan malam mereka pun keluar untuk berjalan-jalan di taman hotel tersebut.
"Ai kenapa kamu memilih kota ini untuk kamu tinggali." Tanya Haikal
"Aku juga tidak tahu si kenapa aku ingin ke Jakarta tiba-tiba terlintas di benak Aini saat Aini memikirkan mau pindah kemana." Jelas Arini
"Lah kok bisa ya, kamu jaga diri baik-baik, karena Jakarta kota yang keras ai." Kata Haikal menasehati Arini
"Ia kak Arini akan menjaga diri baik-baik." Kata Arini
Mereka pun menuju kursi taman untuk menikmati malam pertama mereka di kota Jakarta, haikalpun memberanikan diri membicarakan soal perasaannya pada Arini.
"Ai apak kamu pernah berpacaran?" Tanya haiakl
__ADS_1
"Belum kak, memang kenapa." Tanya Arini
"Tidak hanya bertanya saja, lalu kenapa kamu belum pernah pacaran apakah tidak pernah suka sama cowok di sekolahan atau di pelanggan kamu di perpustakaan." Tanya Haikal
"Tidak aku belum perna suka sama cowok manapun, karna Aini ingin fokus sekolah dan Aini tidak ada waktu untuk berpacaran karna Aini juga harus bekerja kak, kenapa kakak bertanya masalah ini." Jelas Arini
"Sebenarnya kakak suka sama kamu Aini." Kata Haikal sembari memegang tangan Arini
"Apaan si kak jangan bercanda." Kata Arini sembari melepaskan genggaman tangan Haikal
"Ai kakak tidak bercanda, dari pertama bertemu dengan kamu kakak suda suka, kamu juga berbeda dengan wanita di luar sana yang hanya mengincar harta saja." Jelas Haikal
Arinipun hanya diam, tidak manjawab sama sekali, karna Arini takut jatuh cinta pada orang yang salah.
"Kenapa diam saja ai, apakah kamu tidak mau sama kakak karna kakak sering mempermainkan wanita dan menikmati tubuhnya saja." Tanya Haikal
"Tidak kak Aini tidak berfikiran sejauh itu, tapi Aini takut mencintai seseorang yang salah." Jawab Arini sembari menundukkan kepalanya
"Kakak janji kalau kakak akan berubah ai, kakak tidak akan datang ke bar untuk minum-minum dan memuaskan nafsu kakak, kakak janji ai." Kata Haikal menvoba meyakinkan Arini
"Beri Aini waktu kak, Aini tidak ingin membuat keputusan secara gegabah." Kata Arini
"Baiklah kakak akan menunggu Aini sampai kapanpun, jangan canggung seperti ini ai kita jalanin saja seperti biasanya." Kata Haikal yang melihat Arini canggung terhadapnya
Setelah mengatakan perasaannya pada Arini, Haikal dan Arini pun masuk ke hotel karna sudah sangat larut dan masuk ke kamar mereka masing-masing.
*****
Pagi harinya mereka bersiap-siap untuk mengurus sekolah Arini yang baru, mencari tempat tinggal untuk arini dan mendatangi restoran yang akan Arini kelola.
Merekapun sarapan pagi direstoran lalu setelah selesai, mereka menuju sekolah yang Arini inginkan Arini sekolah di SMA negeri biasa, sebenarnya Haikal ingin mendaftarkan Arini di sekolah elit namun Arini menolaknya.
Saat mereka sudah sampai, banyak murid-murid yang baru datang, Arini dan Haikal pun mencari ruang kepala sekolah, sesampainya di ruang kepala sekolah mereka langsung mengurus pendaftaran Arini, setelah selesai mereka keliling sekolah untuk melihat-lihat sekolah baru Arini, setelah puas, haikal mencari kontrakan untuk sebenarnya haikal menawarkan rumah kepada arini namun Arini menolaknya.
"Ai kamu mau tinggal di kontrakan dekat sekolahan atau dekat restoran." Tanya Haikal
"Lebih baik dekat restoran saja kak, nanti kalau selesai bekerja tidak terlalu jauh pulangnya." Kata Arini
"Baikalah setelah menemukan kontrakan yang cocok dengan kamu kita akan langsung kerestoran." Kata haikal, sedangkan Arini hanya menganggukkan kepalanya
Mereka pun sudah mencari ke beberapa kontrakan namun tidak ada yang sesuai denga keingin Haikal, Haikal menginginkan tempat yang akan di tinggali Arini nyaman dan aman, setelah mencari cukup lama akhirnya mereka menemukan tempat yang menurutnya bagus, nyaman dan aman, kontrakan yang akan di tempati Arini khusus putri.
Arini dan Haikal pun menemui pemilik kontrakan dan menanyakan fasilitas dan keamanan di kontrakan tersebut setelah berbincang cukup lama akhirnya mereka sepakat dengan harganya, karna Arini tidak mau Haikal membayar kontrakan yang akan di tempati nya Arini membayarnya sendiri.
Setelah menemukan kontrakan yang sesuai Arini akan pindah besok, sekarang mereka akan ke restoran milik Haikal dan teman-temannya, sesampainya di sana haikal memperkenalkan Arini pada pegawai yang ada di sana.
"Perkenalkan dia Rini Anggraini, dia akan mengurus pekerjaan di sini, semoga kalian semua bisa membantunya belajar." Kata haikal kepada karyawan di restoran
"Iya nama saya Rini Anggraini salam kenal dan semoga kita bisa bekerja sama dan saling membantu." Kata Arini
Setelah memperkenalkan diri Arini pun mengelilingi restoran untuk melihat-lihat, setelah selesai Haikal memberi tahu Arini apa saja pekerjaannya.
"Ai kamu bisa mulai bekerja kapan." Tanya haikal
"Sepertinya lusa kak, aku harus membereskan barang-barang ku dulu kalau besok, lalu kerjaan aku di sini ngapain." Jelas Arini dan bertanya pada Haikal
"Owh ya sudah, kenapa tidak Minggu depan saja kamu harus menyesuaikan lingkungan baru kamu, kamu akan mengurus pembukuan restoran." Kata Haikal
"Tidak apa kak, lebih cepat lebih baik, maksudnya pembukuan apa kak?" Tanya Arini
"Maksudnya pemasukan dan pengeluaran restoran dan kamu juga akan memantau pegawai disini di siplin atau tidak, seperti kamu menjadi atasan di restoran ini."
"Baiaklah, tapi aku juga boleh membantu yang lain kan misalnya melayani pengunjung." Kata Arini bertanya
"Itu terserah kamu ai lakukan apa yang kamu inginkan." Kata haikal
Setelah selesai mengurus semuanya Arini dan Haikal kembali ke hotel untuk beristirahat karna hari ini hari yang panjang dan melelahkan bagi mereka.
TERIMA KASIH
__ADS_1
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA YA