Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 21


__ADS_3

Arini pun membangunkan salsa, sedangkan salsa yang merasa ada yang memanggilnya pun terbangun.


"Sa bangun, makan siang dan minum obat Dudu nanti istirahat nya di lanjutkan lagi." Kata Arini


"Heeemm iya ai." Jawab salsa


"Apa kondisimu sudah lebih baik sa?" Tanya Arini


"Sudah mendingan ai, tidak seperti tadi." Kata salsa


"Kak mau di suapin atau makan sendiri?" Tanya vaizah


"Kakak makan sendiri saja, maaf ya ai, zah aku jadi ngerepotin kalin terus." Kata salsa meminta maaf pada mereka


"Kenapa harus meminta maaf kita semua kan bersaudari." Kata Arini


"Benar apa yang di bilang kak aini, jadi kak salsa jangan sungkan meminta tolong pada kita." Sambung vaizah


"Ternyata Adek kakak sudah dewasa, bisa menasehati kakak." Kata salsa sembari mengacak-acak rambut vaizah


"Aduh kakak rambut Adek jadi berantakan." Kata vaizah kesal


"Jangan mulai deh kalian berdua, cepet di makan sa nanti keburu dingin setelah itu minum obatmu dan beristirahat, kamu vaizah nanti temenin kakak belanja katanya mau di bikinin spaghetti bolonese." Kata Arini pada vaizah dan salsa


Salsa pun memakan makan siangnya, sedangkan vaizah duduk di samping salsa sembari mengganggu nya, Arini yang melihat mereka berdua seperti itupun hanya diam memainkan ponselnya karna harus bekerja dari rumah.


Setelah salsa menghabiskan makan siangnya dan meminum obat salsa langsung beristirahat, sedangkan vaizah dan Arini pergi berbelanja di supermarket, Arini berpesan pada pak satpam tidak boleh ada orang yang di izinkan masuk.


"Kak kenapa si belanjanya naik motor kenap tidak naik mobil saja kakak kan juga punya SIM mobil, nanti Adek bawa belanjaannya repot." Kata vaizah mengeluh


"Kakak males bawa mobil dek ribet, kakak juga tidak akan belanja banyak kok dek, pasti kamu yang akan membeli cemilan banyak." Kata Arini


"Hehehe itu si pasti kak." Kata vaizah


Sesampainya di supermarket vaizah dan Arini mencari keperluannya masing-masing, Arini mencari bahan makanan sedangkan vaizah mencari cemilan dan minuman, mereka semua di rumah tidak ada yang meminum produk susu apapun, saat sedang asik memilih sayuran, ponsel Arini berbunyi, arinipun mengangkat panggilan telfon dari Haikal.


"Bagaimana ai, salsa baik-baik saja?" Tanya Haikal


"Dia baik kak, hanya efek samping saja sebab itu dia muntah-muntah." Jelas Arini


"Syukur deh ai, ramai sekali kamu sedang di mana?" Tanya Haikal


"Aku sedang di supermarket kak, belanja stok di rumah sudah pada habis." Kata Arini menjelaskan


"Bersama siapa ai?"


"Bersama Adek kak, kakak sedang ada di kampus?"


"Di mana dia sejak pulang dari London dia tidak pernah menelfon kakak, iya ai sedang makan siang di kantin."


"Adek entah di mana sekarang, katanya mencari cemilan kesukaannya."


"Katakan padanya suruh telfon ke kakak ya ai, sudah dulu ya ai mata kuliah kakak akan segera di mulai."


"Baiklah." Arini pun mematikan sambungan telfonnya


Arini melanjutkan berbelanja, saat membayar vaizah tidak datang-datang sampai Arini selesai dia belum datang juga.


"Dek kamu di mana, kakak sudah membayar kakak tunggu di depan kalau 5 menit tidak keluar kakak tinggalin." Kata Arini melalui sambungan telfon


"Eh iya kak Adek akan cepat." Kata vaizah


Saat vaizah mengantri di kasir arini kaget karena vaizah membeli snacks banyak sekali sampai trolli yang di dorong penuh, saat sudah membayar vaizah kesusahan membawanya.


"Kenapa tidak sekalian beli supermarket nya saja." Kata Arini


"Hehehe buat stok di rumah kak." Kata vaizah yang tersenyum


"Terserah, sekarang yang bikin repot belanjaannya siapa?" Tanya Arini


"Iya kak Adek yang bikin repot." Kata vaizah pasrah


Mereka pun pulang, di depan rumah sudah ada ibu sisil yang menunggu mereka bersama seseorang.


"Maaf Tan ada apa ya?" Tanya Arini yang sudah mempersilahkan ibu sisil dan wanita yang bersamanya


"Ini Arini orang yang akan bekerja di rumah kamu sebagai pembantu." Kata ibu sisil menunjuk wanita yang bersamanya


"Owh, kelihatannya umurnya tidak terlalu jauh dari umur aku Tan." Kata Arini


"Iya dia beda 1 tahun lebih tua darimu, perkenalkan namanya mika." Ibu sisil memperkenalkan wanita yang ada di sampingnya


"Iya salam kenal nama saya Arini, adik pertamaku namanya Nabilla dan adik terakhirku namanya vaizah mereka berdua sekarang ada di lantai atas." Kata Arini memperkenalkan adik-adiknya


"Kata pak satpam tadi siang ada dokter ke sini, apakah Nabilla baik-baik saja?" Tanya ibu sisil khawatir


"Dia baik-baik saja tan, sekarang sedang beristirahat, dan semoga kamu nyaman bekerja di sini mita." Kata Arini


"Aku bingung harus memanggil anda siapa." Kata Mita karena umur mereka sama

__ADS_1


"Panggil nama saya saja." Kata Arini


"Tidak, bagaimana pun anda majikan saya." Kata Mita


"Baiklah panggil saya nona Arini saja dan saya akan memanggil kamu mba Mita." Kata Arini


Tante sisil pulang ke rumahnya dengan terburu-buru karena sofiya menangis mencarinya.


"Mba Mita kamarnya di sana dan satu lagi mba jangan pernah naik ke lantai atas." Kata Arini


"Lalu siapa yang akan membersihkan lantai atas nona?" Tanya Mita heran


"Lantai atas biar saya yang akan membersihkannya, dek turun sebentar." Teriak Arini pada vaizah


"Kenapa harus teriak-teriak si kak, seperti di hutan saja." Kata vaizah


"Perkenalkan dia yang akan bekerja di rumah, namanya mba Mita." Kata arini memperkenalkan Mita


"Iya, perkenalkan nama saya vaizah adik terakhirnya." Kata vaizah sembari memeluk Arini


"Salam kenal juga nona muda, kalau nona Nabilla di mana?" Tanya Mita


"Dia sedang ada di atas sedang beristirahat karena tidak enak badan." Jelas Arini


Setelah memberikan tugas apa saja yang akan di kerjakan rumah, Arini naik ke atas kenapa mba Mita tidak boleh naik kelantai atas karena di lantai atas ada banyak foto Arini dan salsa saat masih sekolah di malang dan satu lagi di ujung tangga atas ada pintu kaca, pintu tersebut hanya bisa di buka oleh sidik jari mereka bertiga.


"Dek jangan panggil kak salsa, panggilnya kak Nabilla saja, takut kalau Tante sisil menyuruhnya mengawasi kita." Kata Arini memberi tahu vaizah


"Baiklah kak." Kata vaizah sembari memakan snacks


*****


Sudah beberapa hari salsa sekarang sudah bisa beraktifitas seperti biasanya, Haikal dan teman-temannya hari ini akan datang karena hari ini hari weekend, Arini juga menyuruh Vita datang untuk bertemu dengan Haikal dan teman-temannya.


Mereka semua datang pada siang hari, Arini membantu mba mika untuk memasak, mereka semua akan makan siang di taman belakang, sedangkan salsa dan vaizah menyiapkan tempat di taman belakang rumah, saat sedang asik memasak Haikal dan teman-temannya serta Vita datang bersamaan.


"Hai ai apa kabar?" Tanya Azril


"Baik, kabar kalian semua baik, owh ya ayo masuk." Kata Arini mempersilakan mereka untuk masuk


"Baik kok ai, dia siapa?" Tanya Azril menunjuk Vita


"Ah perkenalkan dia teman aku, namanya Vita, perkenalkan dia Haikal, Azril, Aditya dan Athaya." Arini memperkenalkan mereka pada vita


"Ingat jangan pernah kalian memanggil nabilla dengan sebutan salsa." Lanjut Arini memperingati mereka


"Ia ai tenang saja, di mana mereka berdua?" Tanya Azril


"Kalian mau minum apa?" Tanya Arini pada mereka


"Minuman dingin saja ai." Kata Athaya


"Baiklah, mba mika buatkan minuman dingin 5 mba." Suruh Arini pada mika, mika pun membuatkan minuman dingin untuk mereka semua


Saat sedang asik mengobrol vaizah dan salsa datang, mereka terkejut mereka semua sudah datang namun tidak memberi tahu mereka berdua.


"Kapan kalian datang dan kenapa kamu tidak memberi tahu kita ai." Tanya salsa


"Santai saja dong, nanti kalau memberi tahu kalian berdua pasti kita di suruh bantuin kalian." Kata Azril


"Bagaimana bisa santai, kalian enak-enak di sini sedangkan gue harus mempersiapkan tempat untuk makan siang kalian." Kata salsa kesal


"Sabar nabilla, mereka juga baru datang kok." Kata Arini menenangkan salsa


Sedangkan vaizah takut sama kakaknya, di suruh telfon kakaknya namun dia tidak menelfon ya.


"Kenapa kamu berdiri di situ, sini?" Kata Haikal pada vaizah yang berdiri di belakang Arini


"Tidak, nanti kakak memarahi Adek." Kata vaizah


"Kenapa kamu tidak pernah menelfon kakak sejak pulang dari london." Kata Haikal


"Tidak kenapa-kenapa kak, Adek sibuk." Kata vaizah


"Memang Adek sibuk ngapain, sampai-sampai tidak ada waktu untuk menelfon kakak." Tanya Haikal sembari mendekati vaizah


"Sibuk bantuin kak Arini, iya kan kak." Kata vaizah meminta bantuan pada Arini


"Apa benar ai." Tanya Arini memastikan


"Iya si tapi kadang-kadang." Kata Arini


"Kakak." Rengek vaizah pada Arini


"Ia ia dia sering bantuin aku di restoran, kadang jadi kasir kadang juga jadi pelayan semaunya dia saja." Arinipun menjelaskan


"Baiklah sini duduk dengan kakak, kakak kangen sama adek." Kata Haikal menarik vaizah


"Kakak, sakit tangan Adek." Kata vaizah

__ADS_1


Merepun asik menobrol sampai lupa waktu, makan siang mereka sudah siap di taman belakang, mereka semua makan siang sembari bergurau lebih tepatnya saling mengejek satu sama lain, setelah selesai makan siang mereka semua duduk bersantai di gazebo sedangkan Arini dan Vita membantu mba mika membereskan bekas makan siang mereka.


Sedangkan Arini yang masuk membantu mba mika Haikal menghampiri Arini lalu mengajaknya duduk di gazebo depan rumah.


"Ai bagaima apakah kamu sudah memutuskan apa jawabanmu atas pertanyaan ku, ini sudah 2 tahun berlalu ai." Tanya Haikal


"Aini juga bingung kak, kita tidak mengenal terlalu jauh satu sama-lain, Aini takut mengecewakan kakak." Kata Arini


"Aini takut mengecewakan kakak atau Aini takut kakak mengecewakan Aini?" Tanya Haikal


Arini hanya diam saja, namun sebenarnya Arini sudah mulai suka dengan haikal, namun dia takut Haikal mempermainkannya seperti wanita-wanita yang telah di permainkan oleh haikal.


"Kita sudah sama-sama dewasa ai, apa salahnya kita mencoba hubungan kita lebih dari sekedar teman, aku janji ai tidak akan mengecewakan kamu." Katahaikal mencoba meyakinkan Arini


"Baiklah, kak janji tidak akan mengecewakan Aini." Kata Arini


"Benar ai kamu menerima kakak." Tanya Haikal senang


"Iya kak, hilangkan kebiasaan kakak jangan lakukan lagi." Kata Arini


"Iya ai aku akan melakukan apa yang kamu mau." Kata Haikal sembari memeluk Arini


Sedangkan di belakang mereka ada vaizah, vaizah di suruh salsa untuk memanggil Arini dan Haikal ternyata mereka berdua sedang berduaan dan berpelukan.


"Kalian berdua sedang ngapain disini." Tanya vaizah


Suara vaizah mengagetkan mereka berdua, arinipun buru-buru melepaskan pelukan Haikal.


"Dek kamu ganggu saja." Kata Haikal pada vaizah yang menggangu mereka


"Kalian enak-enak di sini, mereka sudah nungguin kalian tahu tidak, apakah ada kabar baik?" Tanya vaizah


"Maksud Adek kabar baik apa?" Tanya Haikal bingung


"Ya ampun kakak, apakah kalian sudah berpacaran." Kata vaizah senang


Vaizah lari meninggalkan mereka berdua, menghampiri orang-orang yang ada di taman dan memberi tahu mereka semua bahwa Arini dan Haikal sudah berpacaran.


Salsa yang mendengarnya pun terkejut, karena salsa tidak menyetujui hubungan Haikal dan Arini, walau haikal perna membantunya dia tetap tidak percaya Haikal akan meninggalkan kebiasaannya dan salsa sangat takut kalau Arini tersakiti oleh Haikal.


Setelah Haikal dan teman-temannya pergi dari rumah mereka, salsa menarik Arini ke taman belakang.


"Kenapa kamu menerimanya ai, aku kan sudah bilang kalau aku tidak setuju hubunganmu dengannya." Kata salsa kesal


"Sebenernya aku sudah menyukainya sa, dia juga mau berubah demi aku." Kata Arini


"Apakah kamu bodoh ai, orang sepertinya tidak akan pernah berubah demi siapapun." Kata salsa semakin kesal


"Sudah lah sa, lagi pula apa salahnya mencoba."


"Jangan bermain dengan perasan ai, kalau kamu terlalu dalam kamu orang yang akan tersakiti." Kata salsa sembari meninggalkan Arini


Arinipun masih duduk di taman belakang sembari merenungi perkataan salsa.


"Asal kamu tahu sa aku juga ingin di sayangi, di cintai oleh orang yang tulus mencintaiku." Kata Arini pelan


Sedangkan salsa keluar rumah dengan bersepeda ke taman meluapkan kekesalannya.


"Apa yang Arini pikirkan dia sudah tahu Haikal orang seperti apa, tapi kenapa dia masih menerimanya, bukannya aku menghalangi kebahagiaannya hanya saja aku tidak ingin dia terluka." Kata salsa sembari menggoes sepedanya dengan sangat kencang


Sudah beberapa hari ini salsa tidak mau berbicara dengan Arini, vaizah yang tidak tahu apa-apa bingung kenapa salsa tidak bicara sama sekali pada Arini.


"Kak kenapa beberapa hari ini kakak menghindar dari kak Aini?" Tanya vaizah


"Adek janagn ikut campur urusan kakak dan kak Aini." Kata salsa jutuk


"Kenapa Adek tidak boleh ikut campur kalian berdua adalah kakak Adek." Kata vaizah


"Sudahlah dek, kakak tidak ingin membahas masalah ini lagi."


"Kalau tidak di bahas masalahnya tidak akan pernah terselesaikan kak." Kata vaizah


Salsa pun meninggalkan vaizah begitu saja, salsa pulang dengan menaiki mobil meninggalkan vaizah di kampus, vaizah pun akhirnya menelfon Arini untuk menjemput nya, arinipun menjemput vaizah dan mempertanyakan kenapa vaizah tidak pulang dengan salsa.


"Kenapa minta di jemput kakak, di mana salsa?" Tanaya Arini


"Kak salsa ninggalin Adek, mangkanya Adek minta di jemput oleh kakak." Jelas vaizah


"Kenapa salsa ninggalin Adek di kampus?"


"Adek hanya bertanya pada kak salsa kenapa kak salsa dan kak Aini beberapa hari ini tidak berbicara, kak salsa langsung marah sama adek." Jelas vaizah


"Memang ada masalah apaan si kak?" Kata vaizah bertanya pada Arini


"Nanti kakak akan menyelesaikan permasalah kakak dengan kak salsa, Adek tenang saja dia hanya kesal pada kakak, menurutnya keputusan kakak salah."


Setelah berbicara dengan vaizah Arini melanjutkan pekerjaannya.


TERIMA KASIH

__ADS_1


LANJUT EPISODE SELANJUTNYA ;)


__ADS_2