
Pagi-pagi buta Haikal dan Arini sudah bersiap-siap menuju kontrakan arini, merekapun berangkat Arini sudah memakai seragam sekolah karna setelah menaruh barang-barang nya Arini langsung berangkat sekolah.
Hari ini hari pertama Arini di sekolah baru, Haikal mengantarkan Arini kesekolah lalu dia akan mengurus beberapa keperluan Arini yang harus di miliki, saat Arini sampai di sekolah banyak laki-laki yang kagum dengan kecantikan Arini.
"Lihat dia cantik sekali, sepertinya dia murid baru." Kata siswa-siswa yang sedang duduk di parkiran
"Benar dia sempurna." Kata siswa lainnya
Haikal melihat banyak siswa yang mengagumi kecantikan arinipun tidak bisa berbuat apa-apa karna arini yang meminta sekolah di sekolah tersebut.
"Ai jaga diri baik-baik dan jaga hatimu untuk Kaka." Kata Haikal sembari mengacak-acak rambut Arini
"Apaan si kak, rambut Aini kan jadi berantakan." Kata Arini sembari merapikan rambutnya
"Iya maafin kakak, ingat perkataan kakak ai." Kata haikal tegas
"Baiklah Aini akan jaga hati untuk kakak." Kata Arini sembari meninggalkan haikal di parkiran
Haikal pun merasa senang dengan apa yang Arini katakan, setelah itu Haikal meninggalkan sekolahan Arini.
Kelaspun di mulai guru memperkenalkan Arini s bagai murid baru, banyak siswa-siswi yang mengagumi kecantikan Arini yang natural, karna Arini tidak suka ber makeup terlalu berlebihan.
"Perkenalkan dia murid baru, coba perkenalkan dirumu." Kata guru menyuruh Arini memperkenalkan dirinya
"Perkenalkan nama saya Rini Anggraini saya murid pindahan dari kota malang." Kata Arini memperkenalkan diri pada siswa-siswi yang ada di kelas
"Semoga kalin bisa berteman dengan baik, sekarang Arini duduk di sebelahnya Vita sisana." Tunjuk guru pada kursi kosong
Arinipun duduk di sebelah vita, dan memulai belajarnya, saat istirahat Arini pergi ke kantin bersama Vita.
"Arini kamu kenapa pindah ke jakarta.?" Tanya Vita
"Ada kejadian yang harus aku lupakan di kota malang, oleh sebab itu aku pindah ke Jakarta." Jelas Arini
"Owh lalu kamu tinggal di Jakarta bersama orang tua kamu?" Tanya Vita lagi
"Tidak, aku tinggal di Jakarta sendirian, karna kedua orang tua ku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu." Jelas Arini sembari menunggu pesanan mereka
"Maaf, lalu bagaiman dengan biaya sekolahmu?" Tanya Vita
"Tidak apa-apa, aku bekerja paruh waktu untuk membayar sekolah dan kontrakan, kalau kamu tinggal bersama siapa di sini." Tanya Arini
Vita gadis yang periang, humoris dan banyak bicara, berbeda dengan salsa dia gadis yang menyebalkan tapi baik.
Ada banyak siswa-siswa yang memperhatikan Arini dari kejauhan, mereka mengagumi kecantikan Arini, Arini dan Vita tidak memperdulikan mereka sama sekali, Arini dan Vita melanjutkan perbincangan mereka.
"Owh, aku tinggal di Jakarta bersama kedua orang tua ku." Jawab Vita
Makanan pun datang, merekapun menikmati makan siang mereka setelah selesai mereka kembali ke kelas kelaspun di mulai , bel pulang sekolahpun berbunyi para murid berhamburan keluar kelas masing-masing, sedangkan Arini dan Vita berjalan ke parkiran, Haikal yang melihat arinipun memanggilnya.
"Ai." Teriak Haikal pada Arini sembari melambaikan tangannya, vita yang melihat haikalpun terpesona oleh ketampanannya
Arini dan Vita menghampiri Haikal, Vita pun masih bengong melihat Haikal semakin dekat semakin tampan.
"Hai kak, kenapa kakak kemari, Aini kan sudah bilang tidak usah di jemput." Kata Arini kesal pada Haikal pasalnya Arini sudah menyuruh Haikal untuk tidak menjemput nya.
"Hehehe maaf, kelihatannya sudah punya teman baru dan sepertinya teman kamu terpesona oleh ketampanan kakak lihatlah." Kata Haikal sembari menunjuk Vita yang melihatnya tanpa berkedip
"Iya kak perkenalkan dia Vita." Kata Arini sembari menyenggol Vita yang terbengong
Vita yang di senggol oleh Arini pun tersadar, ah iya
"Ai dia siapa tampan sekali." Kata Vita berbisik pada Arini
"Hai perkenalkan nama saya Haikal." Haikal menjulurkan tangannya pada vita
"Hai nama saya Vita temannya Arini." Kata Vita sembari menjabat tangan haikal
Setelah selesai berkenalan Haikal mengajak Arini pulang.
"Ayo ai kita pulang." Kata Haikal pada Arini
"Iya kak, Vita mau bareng pulangnya rumah kamu kan searah." Tawar Arini pada vita yang masih kagum dengan ketampanan haikal
"Eh iya, apa boleh." Tanya Vita pada Arini
"Boleh kan kak." Tanya Arini pada haial
__ADS_1
"Boleh, ayo kalian masuk." Kata Haikal menyuruh mereka masuk
Mereka pun masuk ke mobil Haikal Arini dan Haikal duduk di depan sedangkan Vita duduk di kursi belakang, Vita ingin tahu siapa Haikal kenapa Haikal sangat akrab dan perhatian dengan Arini, kalau kakaknya tidak mungkin karena muka mereka tidak mirip sama sekali.
"Arini dia kakak kamu." Tanya Vita memberanikan diri
"Bukan, dia kakak kelas waktu aku sekolah di malang." Kata Arini singkat menjawab pertanyaan Vita
Haikal yang mendengar jawaban arinipun sedikit kesal pasalnya Haikal hanya di anggap kakak kelasnya saja.
"Tapi kelihatannya tidak seperti itu." Kata Vita, karna terlihat sekali bahwa Haikal menyukai Arini
"Apa maksud kamu Vita, jangan ngada-ngada deh." Kata Arini kesal
"Benar karna aku menyukai Aini tapi belum di jawab oleh Arini." Kata Haikal memberi tahu Vita
"Ya kan aku sudah menebak kalau kalian berdua tidak mungkin hanya berteman saja." Kata Vita
"Sudahlah, kalau kamu mau ambil saja." kata Arini kesal
"Apa boleh Arini, nanti kamu menyesal loh." kata Vita
"Iya ambil saja." jawab Arini singkat
"Memangnya aku barang tinggal di kasih kan kalau tidak mau." kata Haikal kesal atas jawaban yang Arini berikan pada vita
Sedangkan Arini hanya diam, tidak memperdulikan perkataan haikal padanya,
Akhirnya mereka sampai di rumah Vita yang sederhana namun cukup besar, Vita menawarkan Arini untuk mampir kerumahnya namun Arini menolak tawaran Vita karna harus bekerja, di teras rumah Vita ada mamanya Vita yang sedang menyapu lantai lalu memperhatikan putrinya yang turun dari mobil mewah.
Haikal dan Arini pun meninggalkan rumah vita, mereka masih terdiam tidak mau berbicara karna sama-sama kesal, Vita masuk dan di tanya oleh mamanya.
"Kamu pulang dengan siapa Vita." Tanya mamanya
"Vita pulang dengan teman baru Vita ma." Jawab Vita sembari melepaskan sepatunya
"Laki-laki atau perempuan, kelihatannya teman kamu orang kaya mobilnya mewah sekali." Tanya mamanya
"Perempuan mah dia murid pindahan dari malang, dan yang punya mobil mewah itu kekasihnya ma." Jelas Vita
Lalu Vita masuk kerumah meninggalkan ibunya, sedangkan Arini sudah sampai kontrakan untuk mengganti bajunya lalu akan pergi ke restoran.
*****
Haikal pun sudah sampai di malang saat malam sudah larut, pagi harinya Haikal berangkat ke kampus teman-temannya sudah menunggu di parkiran.
"Hai bro bagaimana, apakah sukses?" Tanya Azril
"Belum nyet susah banget mau dapetin Arini." Kata Haikal
"Wah wah baru kali ini seorang Haikal tidak bisa menaklukkan seorang wanita hahaha." Kata Azril sembari mengejek Haikal
"Sudah la nyet, asal kalian tahu aku hampir menerkam Aini saat di mobil." Kata Haikal sembari mengingat kejadian itu
"Memang ada kejadian apa sampai-sampai kamu ingin menerkam Aini." Tanya Aditya
"Kalau kalian yang ada di posisi gue kalian pasti sudah menerkamnya, saat Aini ketiduran di mobil rok yang Aini pakai tersingkap ke atas tahu tidak pahanya mulus banget sampai-sampai si Joni langsung tegang." Jelas Haikal
"Wah wah kita ketinggalan tontonan yang langka." Kata Azril
"Nanti malam kita ke bar, katanya ada wanita baru yang masi perawan." Kata Athaya
"Wah itu jatah gue, gue mau merasakan keperawanan wanita, gue kalau dapet wanita jalang yang sudah longgar tidak ada tantangannya, tinggal kocok goyang samapai keluar, gue pengen yang sempit masuknya sepertinya nikmat." Kata Haikal
Setelah berbincang mereka pun masuk dan memulai mata kuliah mereka, malam harinya mereka pergi ke bar bersama-sama, sesampainya di sana mereka masuk ke ruang VIP di sana sudah banyak wanita-wanita jalang terbaik di bar tersebut termasuk yang mereka bahas tadi pagi.
Haikal pun masuk dan menikmati minuman beralkohol yang sudah di sediakan, wanita-wanita melayani minuman dan melayani hasrat mereka.
Haikal membawa wanita tersebut ke dalam kamar yang sudah dia pesan, dan menikmatinya lalu meninggalkannya begitu saja, setelah selesai Haikal kembali ke ruangan tempat teman-temannya berada, yang sudah ada di ruangan tersebut hanya Athaya dan Aditya sedangkan Azril masih ada di kamar yang di pesannya.
Haikal, Athaya dan Aditya sekarang menikmati minumannya, sembari mengobrol tentang yang barusan mereka lakukan.
"Bagaimana rasanya merasakan keperawanan wanita." tanya Aditya
"Wah rasanya nikmat, berbeda dengan wanita yang sudah sering di pakai oleh laki-laki." jelas Haikal
"Pantas saja lama sekali, berapa ronde." tanya Athaya
__ADS_1
"Pasti dong, 12 ronde." jawab haikal santai
"Gila Lo bro, sekali dapat yang perawan Lo kendorin langsung hahahaha." kata Aditya
"Harus dong gue bayar dia mahal-mahal." kata Haikal sembari meminum-minuman beralkohol.
"Lalu bagaimana rencana selanjutnya untuk mendapatkan arini." tanya Aditya
"Tenang saja, gue sudah punya rencana agar Arini mau Nerima gue." kata Haikal yakin
"Owh iya di mana monyet." tanya Haikal
"Dia masih menikmati wanitanya, mungkin belum puas tahu sendiri dia kan." kata Aditya
Mereka pun melanjutkan minum-minum nya, akhirnya Azril datang lalu duduk bersama mereka, mereka akan pulang dari bar menjelang pagi, sampai di rumah mereka akan tidur sampai siang dan akan berangkat kuliah siang hari.
Setiap hari mereka seperti itu kalau di tegur oleh orang tua mereka, mereka akan menjawab sedang menikmati masa mudanya kalau sudah menikah juga akan dengan satu wanita saja, katanya hitung-hitung cari pengalaman.
Orang tua mereka lelah menasehati anaknya namun tidak di dengarkan sama sekali oleh anak-anak mereka, sekarang orang tua mereka membebaskan mereka berbuat sesukanya kalau ada masal jangan bawa-bawa nama keluarga.
Merekapun pulang ke rumah mereka masing-masing, sedangkan Haikal tidak pulang ke rumah pak Mansyur dia pulang ke rumahnya sendiri, ya Haikal sudah mempunyai rumah dari usahanya membuka restoran bersama taman-taman nya dan mengembangkannya, perkembangan restoran sangat cepat sampai-sampai mereka punya cabang di mana-mana.
******
Sedangkan Arini yang di Jakarta sedang sibuk bekerja, karena hari ini hari weekend restoran sangat ramai. Arini membantu melayani pelanggan karna karyawan yang lain kewalahan dengan banyaknya pelanggan.
Setelah hampir tengah malam restoran mulai sepi pelanggan dan restoran pun akan tutup, Arini dan karyawan di sana makan malam bersama, setelah selesai makan mereka merapikan restoran tersebut bersama-sama biar besok mereka tinggal membuka restoran nya.
"Arini besok mba Nova harus membeli udang, kepiting, daging dan bahan-bahan lainnya, buah-buahan juga sudah tidak ada, karna stok sudah habis." kata mba Nova
"Baiklah, mba Nova akan belanja dengan siapa Arini tidak bisa menemani mba Nova, karena Arini belum membereskan barang-barang Arini di kontrakan, maaf mab." kata Arini
"Tidak apa, mba akan berbelanja keperluan restoran bersama Sinta." kata mba Nova
"Baiklah, nanti aku transfer uangnya." kata Arini
Setelah membersihkan restoran, mereka pun pulang ke rumah mereka masing-masing, sedangkan Arini berjalan kaki ke kontrakannya karna tidak terlalu jauh jarak antara restoran dan kontrakannya.
Sesampainya di kontrakan Arini membersihkan dirinya dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Sedangkan vaizah yang ada di luar negri mencoba menghubungi Arini, namun tidak di angkat-angkat, sekarang vaizah sudah pindah ke London lagi katanya pergaulan di indo dengan di London sangat berbeda, karna vaizah sudah terbiasa di London hidup sesukanya, sedangkan di sini banyak aturan dari kakaknya.
Di London vaizah mengendari mobil atau motor sendiri karna dia sudah punya SIM di London, di sana tidak ada yang melarangnya, vaizah juga tidak punya teman di sana karna menurutnya pergaulan di London lebih berbahaya dari pergaulan di indo, dia akan menikmati harinya dengan mengunjungi tempat-tempat wisata, perpustakaannya dan ke mall.
Ke esokan paginya Arini sedang membersihkan kontrakannya, lalu dia mencari telfonnya, ternyata telfonnya ada di bawah bantalnya, Arini pun memeriksa telfonnya ada banyak panggilan telfon dari vaizah, akhirnya Arini menghubungi vaizah.
Tut Tut sambungan telfon berdering, vaizah pun mengangkatnya.
"Halo dek ada apa telfon kakak sebanyak itu, apa semuanya baik-baik saja." tanya arini
"Adek baik-baik saja kak, Adek hanya rindu saja." kata vaizah
"Kirain terjadi sesuatu pada Adek, apakah dia juga baik-baik saja?" tanya Arini
"Tidak kak Adek baik-baik saja, dia juga baik-baik saja." kata vaizah
"Apakah ada perkembangan tentang kesehatannya dek?" tanya Arini
"Belum ada kak, kata dokter kita harus menyemangatinya agar dia ingin hidup lagi, katanya semangat hidupnya tidak ada lagi." jelas vaizah pada Arini
"lalu kita harus bagaimana." tanya Arini bingung
"kakak ke London dan semangati dia, mungkin saat mendengar suara kakak dia akan mulai merespon." kata vaizah
"Baiklah kalau ada waktu, kemungkinan kakak akan ke sana, tolong Adek jaga dia baik-baik untuk kakak." kata Arini pada vaizah
"iya kak pasti Adek akan menjaganya dengan baik, bagaimanapun dia juga baik pada Adek walau ngeselin." kata vaizah
"Lalu apakah sekolah Adek tidak terganggu karna harus memantau kesehatannya." tanya Arini
"Tenang saja kak Adek bisa mengatur waktunya ko kak." jawab vaizah
"Baiklah sekali lagi kakak terimakasih pada Adek, karena mau membantu kakak." kata Arini
Siapakah yang dimaksud arini dan vaizah?....
LANJUT BAB SELANJUTNYA
__ADS_1
TERIMA KASIH