Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 46


__ADS_3

Sedangkan Haikal setelah sarapan bersama keluarga nya dia sudah bersiap-siap untuk mencari keberadaan Arini.


"Kamu mau kemana?" Tanya nindi, dia adalah istrinya Haikal putrinya Haikal bernama Qiana Putri Malik


"Aku harus keluar, kamu dan Qia di hotel saja." Kata Haikal lalu pergi meninggalkan istrinya begitu saja


Haikalpun mencari Arini namun dia bingung harus mencarinya kemana, sedangkan nindi akan membawa keluar Qia karena bosan sendiri di hotel.


Arini, Salsa dan Vaizah sudah sampai di seminyak, mereka berkeliling dan akhirnya mereka duduk di kafe banyak orang yang berlalu-lalang, sedangkan flu Arini sudah membaik.


"Kenapa kak Aini bisa terserang flu?" Tanya vaizah


"Semalam kak Aini duduk di tepi pantai cukup lama, anginnya juga cukup kencang jadi kak Aini flu." Jelas Arini


"Jam berapa kamu ke pantai?" Tanya salsa


"Tengah malam." Kata Arini


"Pantas saja, berapa lama kak Aini di tepi pantai semalam?" Tanya vaizah


"Satu jam lebih." Kata Arini, salsa dan vaizah pun langsung melihat Arini, namun Arini hanya tersenyum


Setelah selesai mereka akan ke spa untuk merilekskan tubuh mereka, setelah selesai mereka akan makan malam di restoran di sana, seharian mereka akan di Seminyak, rencana mereka berubah tadinya mereka akan dua Minggu di Bali namun sekarang mereka akan di Bali hanya satu Minggu dan satu Minggu di raja Ampat, Sedangkan Oliv akan tinggal bersama orang tuanya selama libur semester Oliv ingin ikut bersama mereka ke raja Ampat namun orang tua oliv melarangnya.


Malam harinya saat mereka sedang menikmati makan malam Haikal tiba-tiba datang dan menarik tangan Arini namun dengan sigap para bodyguard menarik Haikal dan memegangnya dengan erat dia terus berontak.


"Lepaskan, aku akan berbicara dengannya?" Kata Arini pada bodyguard


"Apa kamu bisa menghadapinya?" Tanya salsa, Arini hanya menganggukan kepalanya dan bodyguard itu melepaskan Haikal


"Ikut aku." Kata Arini pada Haikal, Haikal pun mengikuti Arini dari belakang ada satu bodynya yang ikut dengan Arini, haikal dan Arini berdiri di tepi pantai yang sepi pengunjung


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Arini


"Selama ini kamu kemana saja?" Tanya Haikal


"Aku tinggal bersama vaizah dan yang lainnya."


"Selama ini aku mencari kamu kemana-mana."


"Memang ada apalagi kamu mencari aku?"


"Aku ingin menjelaskan kejadian di bar." Kata Haikal


"Tidak perlu di jelaskan, lagi pula itu sudah lama dan kita tidak ada hubungan apapun lagi." Kata Arini


"Tapi aku ingin menjelaskan semuanya."


"Tidak perlu, lagian kamu sudah menikah dan mempunyai seorang putri jadi tidak ada yang harus di jelaskan kita sudah mempunyai kehidupan masing-masing."


"Tapi aku masih mencintai kamu Aini." Kata Haikal


"Kalau kamu masih cinta sama aku, kamu tidak akan menghamili wanita saat kamu masih mempunyai hubungan dengan aku." Kata Arini


"Itu sebuah kecelakaan ai."


"Apakah pada waktu di bar kamu berhasil menodai kesucian aku, apakah itu juga sebuah kecelakaan?" Tanya Arini kesal


"Tidak seperti itu." Kata Haikal bingung


"Mas, sedang apa kamu di sini?" Tanya nindi, Haikal sangat terkejut kenapa nindi di sini malam-malam begini bersama Qia


"Kamu sedang apa di sini malam-malam, nanti Qia bisa sakit keluar malam." Kata Haikal


"Dia siapa?" Tanya nindi pada Haikal


"Dia." Perkataan Haikal terpoton


"Perkenalkan nama aku Arini." Kata Arini memperkenalkan dirinya


"Salam kenal, aku nindi istrinya Haikal." Kata nindi menjabat tangan Arini


"Apakah kalian mau bergabung makan malam bersama aku dan adik-adik aku." Tawar Arini pada nindi


"Boleh." Kata nindi


Arinipun berjalan lebih dulu dengan di ikuti oleh bodyguard, sedangkan Haikal dan nindi berjalan di belakang Arini, merekapun duduk bersama vaizah dan salsa, mereka semua menikmati makan malam mereka, setelah selesai mereka berbincang.


"Bagaimana kabar kak Haikal?" Tanya vaizah


"Baik, kabar kamu bagaimana dek?" Tanya Haikal


"Baik juga." Jawab vaizah singkat


"Kalian akan di Bali berapa lama?" Tanya Haikal


"Beberapa hari lagi kita akan kembali ke London kakek sudah menyuruh kami semua pulang." Kata vaizah berbohong pada Haikal


"Siapa nama anak kakak?" Tanya vaizah


"Qiana sering di panggil Qia." Kata Haikal sedangkan Arini dan salsa sibuk dengan ponselnya masing-masing

__ADS_1


"Kalian berdua sedang melihat apa serius sekali?" Tanya Haikal


"Eh kita lupa dek, akhir bulan ini kan kita harus ikut pacuan kuda." Kata salsa


"Ah benar juga, jadi kita tidak jadi ke raja Ampat dong." Kata vaizah


"Lain kali kita kesana, ini kesempatan kita berempat." Kata salsa


"Benar, lagi pula kita sudah mendaftar diri." Kata Arini


"Baiklah, lalu kak Oliv bagaimana?"


"Kita akan menemuinya di hotel orang tuanya oliv menginap." Kata Arini, mereka lupa kalau ada Haikal dan nindi


"Kalian ikut pacuan bergengsi di London?" Tanya Haikal


"Iya, memang kenapa?" Tanya vaizah


"Sejak kapan kalian bisa menunggang kuda?" Tanya Haikal


"Sejak kita tinggal di london, setiap weekend kita akan berlatih berkuda." Jelas vaizah


"Apa Oliv juga tinggal bersama kalian?" Tanya Haikal vaizah hanya menganggukkan kepalanya


"Jadi kita akan kembali ke London kapan?" Tanya vaizah


"Kemungkinan lusa, kita harus berlatih terlebih dahulu sebelum menghadapi pertandingan." Kata Arini


"Lalu kita akan menghampiri kak Oliv kapan?" Tanya vaizah


"Habis makan malam kita akan ke sana." Kata salsa, sedangkan nindi hanya mendengarkan saja dia bingung apa yang mereka bicarakan


"Kenapa banyak bodyguard yang mengawal kalian?" Tanya nindi heran padahal mereka bukan artis


"Tentu demi keamanan kita." Jawab vaizah sinis, vaizah tidak suka sama sekali pada nindi


"Anak presiden saja tidak di kawal dengan bodyguard sebanyak itu." Kata nindi lebih sinis


"Memang apa masalah kamu, kita yang dikawal kenapa kamu yang repot, iri bilang." Kata vaizah


"Aku iri pada kalin tidak, Haikal juga orang kaya tapi dia tidak di kawal oleh bodyguard, kaliannya saja yang norak, dasar okb (orang kaya baru)" Kata nindi menghina vaizah, salsa dan arini


"Jaga bicara anda nona." Kata bodyguard dengan tegas


"Biarkan saja dia bicara sesuka hatinya." Kata salsa dia mau melihat sejauh mana nindi menghina mereka, sedangkan Haikal diam saja, di satu sisi istrinya di sisi lain adik dan cintanya


"Tanyakan pada suami kamu harta yang ia nikmati dari siapa." Kata vaizah sinis


"Aku sudah tahu harta yang suami aku nikmati milik orang tuanya, pak Mansyur adalah pengusaha terkaya di Indonesia." Kata nindi menyombongkan kekayaan pak Mansyur


"Benarkah." Tanya nindi melihat Haikal


"Benar vaizah adalah adik aku." Kata Haikal


"Setahu aku kamu hanya mempunyai adik samaira." Kata nindi tidak percaya


"Tidak samaira bukan adik kandung aku, sedangkan dia adik aku." Kata Haikal menunjuk vaizah, vaizah hanya tersenyum kemenangan


"Lalu selama ini dia tinggal di mana?" Tanya nindi


"Dia tinggal di London, bersama keluarganya." Kata Haikal nindi semakin bingung


"Ayah dan mama kan tinggal di malang bersama samaira, kok bisa vaizah tinggal bersama keluarganya di London?" Tanya nindi bingung


"Karena dia bukan adik kandung aku, harta yang ayah miliki semuanya dari keluarganya Adek." Jelas Haikal sedangkan nindi semakin bingung


"Masih bingung, masih ingin memamerkan kekayaan suami dan mertua kamu." Kata vaizah tersenyum menghina nindi


"Lalu kalian bertiga mempunyai marga apa, kita bermarga Malik semua orang mengenal keluarga Malik." Kata nindi tidak percaya kalau harta yang pak Mansyur miliki dari keluarganya vaizah


"Kami bertiga bermarga Shea." Kata vaizah singkat, nindi pun langsung terdiam mendengar marga mereka


"Kenapa diam?" Tanya salsa sinis


"Dia sudah kalah hahaha." Vaizah mentertawakan wajah nindi yang pucat


"Kita harus pergi." Kata Arini bangkit dari tempat duduknya, mereka sudah cukup bermain-main dengan nindi, mereka akan menghampiri Oliv


"Baiklah, sampai jumpa." Kata Haikal


Arini, Salsa dan Vaizah meninggalkan mereka, sedangkan Haikal dan nindi masih duduk di sana.


"Apakah benar mereka cucu keluarga Shea orang kaya no satu di dunia?" Tanya nindi


"Benar." Jawab Haikal singkat lalu meninggalkan nindi Haikal menggendong putrinya yang sudah tertidur pulas


Sedangkan Arini, salsa dan vaizah dalam perjalanan menuju hotel Oliv menginap mereka terus mentertawakan mimik wajah nindi, Arini senang karena vaizah mulai jahil dan banyak tertawa dia sudah menjadi vaizah yang dulu, sesampainya di sana Oliv dan orang tuanya sudah menunggu di restoran hotel.


"Hai Tante om." Sapa mereka bertiga


"Hai juga kalian ada keperluan apa malam-malam begini ingin bertemu dengan Oliv?" Tanya papanya Oliv

__ADS_1


"Kami lupa kalau akhir bulan ini kita akan mengikuti balap pacuan kuda." Kata Arini


"Ah benar, kenapa kita lupa padahal kita sudah berlatih keras untuk memenangkan pertandingan bergengsi itu." Kata Oliv


"Sejak kapan kamu bisa menunggang kuda?" Tanya papanya Oliv pada putrinya


"Sejak aku tinggal di sana, setiap weekend kamu akan berlatih berkuda." Jelas Oliv


"Tidak apa-apa kan om Tante Oliv akan kembali ke London lusa, kita harus berlatih setelah pertandingan selesai Oliv akan kembali ke indonesia menghabiskan liburannya bersama kalian." Kata Arini


"Kalau memang itu keputusan Oliv om dan Tante tidak masalah, kalian sudah bekerja keras untuk mengikuti pertandingan ini." Kata papanya Oliv


Setelah meminta izin pada orang tua Oliv mereka pun pergi dari hotel tersebut, mereka akan kembali ke vila besok pagi mereka akan mencari oleh-oleh untuk pak Kenan dan khalisa serta ibu Audry, mereka pun beristirahat di kamar mereka masing-masing.


*****


Hari ini mereka semua akan kembali ke London, mereka tidak memebi tahu pak Kenan kalau akan kembali lebih cepat para bodyguard pun dilarang untuk memberi tahu pak Kenan, sesampainya di airport London Inggris mereka menghentikan taksi mereka akan ke kantor pak kenan sedangkan para bodyguard akan kembali ke kediaman keluarga Kenan, mereka melarang para bodyguard untuk mengawal mereka, menurut mereka di London mereka akan aman.


Para bodyguard yang ikut dengan mereka ke Bali sudah sampai, dia sana sudah ada audry, Lucas dan khalisa.


"Bukannya kalian yang ikut dengan vaizah ke Bali?" Tanya Audry


"Benar nyonya." Jawab salah satu dari 10 bodyguard tersebut


"Lalu kenapa kalian sudah kembali?" Tanya Audry


"Nona Arini dan yang lainnya sudah ada di London, kata mereka, mereka akan ke kantor tuan Kenan." Kata bodyguard


"Kenapa beberapa dari kalian tidak ikut bersama mereka?" Tanya audry, dia khawatir akan terjadi sesuatu pada vaizah, para bodyguard hanya diam saja


Sedangkan Arini, Salsa, Oliv dan Vaizah sudah sampai di Shea company, mereka membawa oleh-oleh dari Bali untuk para karyawan di sana, mereka membagikan oleh-olehnya, setelah selesai mereka naik ke lantai paling atas ke ruangan pak Kenan, di depan ruang pak Kenan ada sekretarisnya pak Kenan seorang wanita cantik, vaizah dan yang lainnya tidak suka padanya karena dia sombog tapi sebenarnya dia baik.


"Tuan Kenan ada di ruangannya?" Tanya vaizah pada sekertaris tersebut


"Tuan Kenan sedang rapat." Kata Dewi singkat


"Owh ya sudah, ini ada oleh-oleh buat kamu." Vaizah menyerahkan pada Dewi


"Terima kasih, selama ini kalian kemana tidak masuk kerja?" Tanya Dewi


"Kita habis liburan ke Bali." Jawab vaizah


"Benarkah sejak dulu aku ingin ke Bali namun pekerjaanku tidak bisa di tinggalkan terlalu lama." Kata Dewi, Dewi walaupun sombong dia baik dan cepat akrab dengan seseorang itu tuntutan pekerjaannya sebagai sekertaris


"Dimana ruang rapatnya?" Tanya vaizah


"Di lantai sembilan, nanti kalian tanyakan saja pada pegawai di sana dimana ruang rapatnya." Kata Dewi


Merekapun turun ke lantai sembilan, lalu mereka bertanya pada salah satu kariawan di lantai tersebut, setelah diarahkan mereka akhirnya menemukan ruang rapatnya, ada dua bodyguard yang menjaga ruang rapat.


"Apa rapatnya penting?" Tanya vaizah pada bodyguard tersebut


"Iya nona muda, rapat pemegang saham." Jawab bodyguard tersebut


"Apakah sudah lama, apakah kita boleh masuk?" Tanya vaizah


"Sudah lama mungkin akan selesai, saya tanyakan dulu pada tuan Kenan."


Bodyguard itupun masuk dan memberi tahu tuan Kenan ada seseorang yang ingin bertemu dengannya dan sudah menunggu di depan ruang rapat


"Tuan ada seseorang yang sudah menunggu tuan di luar." Bisik bodyguard tersebut pada tuan Kenan, vaizah melarang bodyguard tersebut untuk memberi tahu pak Kenan, mereka akan memberi kejutan pada kakeknya


"Siapa, rapatnya belum selesai, suruh orang tersebut menunggu sampai rapatnya selesai." Kata pak Kenan lalu vaizah membuka pintu ruang rapat sedikit dan melambaikan tangannya pada pak Kenan sembari tersenyum, pak Kenan yang melihat vaizahpun menghentikan rapatnya dan langsuk keluar ruang rapat, para pemegang saham bingung kenapa rapatnya di hentikan secara mendadak.


"Kapan kalian sampai di London?" Tanya pak Kenan, mereka sudah di dalam lift, mereka akan keruangan pak Kenan


"Tadi pagi." Jawab Arini


"Kenapa kalian kembali secepat ini bukannya kalian akan di Bali dua Minggu."


"Kita lupa akhir bulan ini akan ada pertandingan pacuab kuda." Kata salsa sedangkan vaizah hanya diam saja


"Owh lalu mana oleh-oleh buat kakek?" Tanya pak Kenan


"Ada dong kek, nanti oleh-oleh punya kakek ada di rumah." Kata Oliv


"Kenapa Adek diam saja?" Tanya pak Kenan


"Tidak kenapa-kenapa kek." Jawab vaizah singkat


Vaizah masih canggung berbicara dengan kakeknya, sesampainya di ruang pak Kenan mereka semua duduk di sofa ruangan tersebut dan pak Kenan menelfon sekretarisnya untuk membelikan makanan untuk makan siang mereka.


"Kakek maafkan aku." Kata vaizah


"Seharusnya kakek yang meminta maaf pada kamu, maafkan kakek atas apa yang kakek lakukan pada kamu." Kata pak Kenan


"Kakek tidak perlu meminta maaf, ini bukan sepenhnya kesalahan kakek." Kata vaizah lalu memeluk pak Kenan, pak Kenan senang vaizah sudah mau berbicara padanya lagi


"Sudah sedih-sedihannya, aku sudah lapar sekali kek, sejak pagi kita belum makan." Kata Arini


"Benarkah, apa kalian tidak sarapan?" Tanya pak Kenan, mereka semua menganggukkan kepalanya lalu mereka tertawa bersama-sama, menurut mereka raut wajah pak Kenan lucu, namun pak kenan bingung mereka menertawakan apa

__ADS_1


TERIMA KASIH


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


__ADS_2