
Ke esokan harinya mereka menjalankan aktifitas mereka masing-masing, vaizah dan salsa dilarang keras untuk bergaul di kampusnya oleh Haikal, namun mereka berdua tidak mendengarkan Haikal sama sekali, mereka bergaul dengan teman-teman namun hanya di kampus saja, kalau di luar kampus walaupun bertemu mereka akan pura-pura tidak mengenal mereka karena salsa dan vaizah tidak mudah mempercayai seseorangorang.
Sehabis pulang kuliah salsa dan vaizah di suruh Arini untuk ke restoran, mereka akan makan malam di restoran bersama pak Malik dan kliennya.
Salsa dan vaizah sampai restoran pada sore hari mereka membantu mengerjakan pekerjaan Arini, salsa dan Arini sedang berbincang di ruangannya Arini sedangkan vaizah membantu pelanyan di depan sebagai kasir, walaupun Arini sudah melarangnya namun vaizah tetap kekeh atas pendiriannya.
Waktunya makan malam ayahnya datang terlebih dahulu sedangkan kliennya belum datang, Arni menyiapkan makan malam mereka di ruang VVIP, pak Mansur menyuruh Arini, salsa serta vaizah untuk bersiap-siap.
Merekapun sedang bersiap-siap, klien yang pak Mansyur tunggu sudah datang dengan keluarganya.
"Maaf pak Mansyur kami terlambat, jalanan mencet." Kata klien tersebut
"Tidak masalah pak, silahkan duduk." Kata pak Mansyur
"Pak Mansyur sendiri di mana istri dan anak-anak bapak?" Tanya klien tersebut
"Tidak, putri-putri saya belum datang sedangkan istri saya ada di luar kota pak." Jelas pak Mansyur
Mereka berbincang lumayan cukup lama, tiba tiba salsa, Arini serta vaizah masuk sembari bercanda gurau mereka tidak tahu kalau klien ayahnya sudah datang, mereka semua terkejut dengan klien ayahnya tapi mereka sebisa mungkin bersikap tenang.
Sedangkan klien tersebut kaget melihat putri-putri pak mansyur, Arini, salsa serta vaizah menghampiri pak Mansur dan memeluknya.
"Ayah, kenapa ayah tidak memberi tahu kita kalau klien ayah sudah datang." Kata vaizah
"Sudahlah kalian ini selalu terlambat ayah dan keluarga pak Satya sudah lama menunggu, sebaiknya kalin duduk." Omel pak Mansyur
Merekapun duduk sedangkan pak Satya dan ibu sisil hanya melihat salsa mereka tidak percaya bahwa putrinya masih hidup namun kebohongan menghalangi semuanya, ibu sisil memeluk salsa tanpa permisi dan salsa melepaskan pelukan mamanya dengan paksa.
"Ya ampun salsa, kamu kemana selama ini sa." Kata ibu sisil
"Maaf tante, lepaskan pelukannya." Kata salsa sembari melepaskan pelukan ibu sisil dengan paksa
"Kamu salsakan putri mama." Tanya ibu sisil semabri menetesakn airmatanya karna terharu putrinya masih hidup
"Maaf Tante saya bukan salsa, perkenalkan nama saya Nabilla Putri Mansyur." Jelas saya
"Tidak mungkin kamu salsa putrinya mama." Kata ibu sisil tidak percaya bahwa nabilla bukan salsa
"Ma tenang malu sama pak Mansyur, maafkan istri saya pak." Pak Satya menenangkan istrinya dan meminta maaf kepada pak mansyur
"Iya tidak apa-apa pak, perkenalkan mereka putri-putri saya, yang pertama namanya Arini Anggraini, putri kedua saya Nabilla Putri Mansyur sedangkan yang terakhir vaizah putri Mansyur." Pak Mansyur memperkenalkan mereka.
"Bukannya kamu Arini temannya salsa dulu kenapa kamu menjadi putri pak Mansyur." Tanya pak Satya
"Iya om, saya juga tidak tahu kenapa pak Mansyur menganggap saya sebagai putrinya." Jelas Arini
"Iya pak satya, saya menganggap Arini sebagai putri saya sendiri karna suka dengan sikapnya yang sopan, baik dan jujur." Jelas pak Mansyur
"Owh kalau mereka berdua putri kandung bapak, kenapa saya belum pernah melihat mereka." Tanya pak satya lagi memastikan bahwa yang di depannya bukan putrinya
Sedangkan ibu sisil terus memperhatikan salsa, sedangkan salsa, Arini serta vaizah menikmati menu makan malam mereka masing-masing sembari bercanda gurau
"Dan saya hanya tahu kalau pak Mansyur punya seorang putra saja." Lanjut pak Satya
"Ya mereka putri kandung saya, tentu pak Satya tidak pernah melihat mereka karena mereka bardua pulang dari london, sejak lulus sekolah dasar saya mengirim mereka sekolah di London, tidak saya juga punya kedua putri mereka putri-putri saya." Jelas pak Mansyur
"Memang kenapa istri anda memanggil nabilla dengan sebutan salsa." Tanya pak Mansyur
"Mohon maaf sebesar-besarnya pak, putri anda nabilla mirip sekali dengan putri kami yang sudah meninggal dua tahun lalu namanya salsa." Jelas pak Satya
"Owh tidak apa hanya salah paham, ayo silahkan di makan, iya putri kecil anda namanya siapa." Tanya pak Mansur menanyakan anak perempuan yang berusia dua tahun yang ada di pangkuan ibu sisil
"Owh iya perkenalkan dia Sofya Salsabila." Pak Satya memperkenalkan putrinya
Merekapun menikmati makan malamnya, sedangkan ibu sisil masih tidak percaya kalau nabilla bukan salsa.
"Bukankah kalian tetangga baru kita." Tanya ibu sisil
"Iya Tan. Jawab vaizah
"Boleh tidak sesekali Tante main ke rumah kalian biar Sofya ada teman bermainnya." Tanya ibu sisil
"Boleh kok Tan. Aau." Faizah mengaduh kesakitan karena kakinya di injak oleh salsa, karena memperbolehkannya tanpa bertanya kepada kakak-kakaknya
"Kenapa." Tanya ibu sisil
"Tidak Tan hehehe." Kata vaizah tersenyum
__ADS_1
Sedangkan salsa terus memperhatikan Sofya, Sofya juga tersenyum pada salsa tapi tatapan salsa sangat dingin dan membuat sofiya menangis.
"Apa pak Satya tidak membawa Beby suster?" Tanya pak Mansyur
"Tidak pak, bahkan di rumah kita tidak ada Beby suster, istri saya yang mengurusnya sejak bayi, katanya tidak perlu, dan itu juga pesan terakhir dari putri saya yang pertama." Jelas pak satya
Sedangkan ibu sisil masih berharap kalau nabilla adalah salsa, ibunya salsa mencoba membuktikannya, ibu sisil memberi susu pada Sofya, Namaun salsa tidak terpengaruh sama sekali, karena salsa juga di london mengobati traumanya pada produk susu tinggal tidak bisa meminumnya saja.
Mamanya salsa heran kenapa nabilla tidak terpengaruh sama sekali, makan malam sudah selesai Arini, salsa dan vaizah keluar dan meminta izin pada ayahnya.
"Yah Aini keluar dulu ada kerjaan." Pamit Arini pada pak Mansyur
"Baiklah, bagaimna dengan kalian berdua." Tanya pak Mansyur pada salsa dan vaizah
"Kami juga akan membantu kak Aini yah." Jawab vaizah
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut dan masuk kedalam ruangannya Arini.
"Apa kamu baik-baik saja sa?" Tanya Arini
"Baik ai tenang saja, aku sudah menyiapkan diri dari jauh-jauh hari." Jawab salsa tenang
"Kenapa ayah mempertemukan kita dengan mereka ya?" Tanya vaizah heran
"Kita saja tidak tahu, aku sangat terkejut klien ayah adalah mereka." Kata Arini
"Nanti kita coba tanyakan saja pada ayah." Kata salsa
Arini pun mengerjakan pekerjaannya, sedangkan salsa dan vaizah mengerjakan tugas dari kampus, sedangkan pak Mansyur dan keluarga pak Satya masih membahas kerja sama mereka.
Setelah kerja sama mereka di sepakati pak Mansyur mengantar keluarga pak Satya sampai depan restoran, setelah mengantar klienya pak Mansur menghampiri putri-putrinya.
"Permisi apa ayah boleh masuk." Tanya pak Mansyur karna mereka sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing
"Masuk yah, kenapa harus meminta izin." Kata Arini
"Iya, semua putri ayah kelihatannya sedang sibuk." Kata pak Mansyur sembari duduk di sofa ruangan tersebut
Merekapun menghampiri pak Mansyur dan duduk di dekat pak Mansyur.
"Pasti kalian semua heran, kenapa ayah mempertemukan mereka dengan salsa." Kata pak Mansyur
"Ayah ingin membuktikan bahwa mereka tidak ada hak sedikitpun pada salsa, ayah tidak mau salsa terusik dengan mereka yang tinggal di sebelah rumah kalia." Jelas Arini pak Mansyur
"Tapi apakah ini tidak akan membuat mereka semakin curiga dan terus berusaha mendekati salsa yah, kalau sampai ketahuan bagaimna." Tanya Arini khawatir
"Tenang saja ai, ayah sudah mempersiapkan semuanya mereka harus mempercayai kalau Nabilla bukanlah salsa." Pak Mansyur mencoba menenangkan arini
"Baikah kalau memang ini yang terbaik buat salsa, Aini juga percaya dengan keputusan ayah." Kata Arini, pak mansyur hanya mengangguk kepala
"Bagaimana sa apa kamu baik-baik saja bertemu dengan mereka." Tanya pak Mansyur
"Tenang saja yah aku baik-baik saja hanya terkejut saja." Kata salsa
"Baguslah, kamu harus membiasakan berhadapan dengan mereka sa, jangan menghindar kalau bertemu mereka buktikan kalau kamu bukan salsa tapi Nabilla." Pak Mansyur memberi saran pada salsa
"Iya yah salsa akan menghadapi mereka." Kata salsa yakin
"Yah ayah pulang ke malang kapan?" Tanya vaizah
"Besok dek, memang kenapa." Kata pak Mansyur
"Kenapa cepat sekali Adek kan masih kengen." Kata vaizah sembari bergelayut manja pada ayahnya
"Ayah banyak kerjaan di sana dek, kalian jaga diri kalian di sini baik-baik kalau terjadi sesuatu hubungi ayah secepatnya." Kata pak Mansyur memperingati mereka
"Siap yah." Jawab mereka kompak
"Bagus ini baru putri-putri ayah." Kata pak Mansyur sembari memeluk mereka
"Yah malam ini menginap di rumah kita ya." Kata vaizah sembari melepaskan pelukannya
"Iya yah biar pagi-pagi sekali kita antar ayah ke airport." Kata Arini
"Baiklah, ayah juga ingin merasakan masakan Aini." Kata pak Mansyur
Setelah selesai berbincang mereka keluar dari ruangan Arini dan pulang kerumah, di jalan mereka mampir ke supermarket untuk belanja keperluan yang sudah habis di rumah, setelah selesai mereka pun melanjutkan perjalanan untuk pulang.
__ADS_1
Sesampainya di rumah mereka membersihkan diri dan beristirahat di kamar masing-masing karna capek, sedangkan pak Mansyur tidur di kamar bawah.
******
Pagi harinya, Arini bangun pagi-pagi sekali karna harus memasak sarapan untuk orang rumah, arinipun memulai memasak dalam beberapa waktu Arini sudah menyelesaikan masakannya.
Semua sudah bangun dan sedah duduk di meja makan, Arini menyajikan makanan di meja makan, setelah selesai sarapan mereka bersiap-siap untuk mengantar pak Mansyur ke airport.
Setelah mengantarkan pak Mansyur ke airport, lalu salsa dan vaizah mengantarkan Arini ke restoran, setelah mengantar Arini mereka berdua berangkat ke kampus.
Sedangkan di rumah Arini ada ibu sisil, ibu sisil ingin menemui salsa dan berbicara dengannya.
"Pak apakah mereka masih ada di rumah?" Tanya ibu sisil
"Mereka sudah berangkat mengantar ayahnya ke airport." Kata satpam tersebut
"Biasanya mereka akan pulang jam berapa pak." Tanya ibu sisil
"Biasanya mereka pulang kuliah akan membantu nona Arini di restoran, memang ada Bu." Tanya pak satpam
"Saya hanya ingin mengajak mereka semua makan malam bersama, kalau mereka datang tolong sampaikan pesan saya pak." Kata ibu sisil
"Baiklah nanti saya sampaikan Bu."
Setelah menyampaikan maksudnya datang kerumah Arini, ibu sisil meninggalkan rumah tersebut dan akan menyiapkan bahan makanan untuk di masaknya nanti malam, salsa tidak pernah sama sekali merasakan masakan ibu sisil, dulu juga ibu sisil tidak bisa memasak setelah salsa meninggal ibu sisil baru belajar memasak karna ingin anak keduanya merasakan masakannya dan kasih sayangnya.
Sekitar pukul 07:12 mereka baru pulang kerumah karena di restoran ada masalah sedikit biasanya mereka akan pulang jam 06 sore, saat mereka datang pak satpam membukakan gerbang setelah itu pak satpam menghampiri mereka.
"Permisi nona arini." kata pak satpam
"Iya pak ada apa?" tanya Arini
"Begini nona, ibu sisil tetangga kita, mengajak nona Arini dan adik-adik nona untuk makan malam bersama mereka." jelas pak satpam
"Baiklah terima kasih pak, nanti saya dan adik-adik saya akan ke rumah ibu sisil." kata Arini
Pak satpam pun pergi setelah menyampaikan pesan dari ibu sisil, sedangkan Arini berbicara dengan pak satpam vaizah dan salsa masuk terlebih dahulu, Arini pun masuk dan menghampiri mereka lalu memberi tahu kalau malam ini mereka akan makan malam bersama dengan keluarga pak Satya.
"Ada apa ai, pak satpam mengatakan apa?" tanya salsa
"Tadi kata pak satpam ibu sisil mengajak kita semua makan malam bersama di rumahnya, apakah kamu mau ke sana sa?" tanya Arini
"Aku si mau-mau saja, kata ayah aku harus membuktikan bahwa aku bukanlah salsa tapi nabilla" kata salsa yakin
"Baiklah sekarang kita mandi dulu setelah itu kita akan ke sana."
Setelah itu mereka membersihkan diri mereka bergantian, setelah selesai bersiap-siap merekapun turun ke bawah lalu mereka semua menuju rumah ibu sisil, saat mereka datang pak satpam langsung membukakan pintu gerbang lalu mereka di suruh masuk karena sudah di tunggu oleh keluarga pak satya, sesampainya di depan pintu mereka langsung di bukakan pintu oleh bibi sumi, bibi sumi yang melihat salsa pun terkejut dan langsung memeluk salsa.
"Ya Allah nona muda, dari mana saja nona selama ini." kata bibi sumi sembari memeluk salsa
"Maaf Bi, bibi siapa?" tanya salsa berpura-pura tidak mengenal bi Sumi
"Nona muda lupa ini bi Sumi." kata bibi
"Maaf Bi nama saya Nabilla bi, siapa nama nona muda yang bibi maksud." kata salsa
"Eh maaf nona, saya kira nona muda salsa putri pertama keluarga ini." kata bibi meminta maaf
"Tidak apa bi." kata salsa
"Hai bi." sapa Arini pada bibi sumi
"Eh ada nona Arini juga ternyata." kata bibi yang baru menyadari ada Arini di situ.
"Iya bi." kata Arini
"Perkenalkan bi saya adiknya mereka berdua nama saya vaizah." kata vaizah memperkenalkan diri sembari menunjuk Arini dan salsa
"Eh iya salam kenal nona nama bibi, bi Sumi." kata bi Sumi
"Dulu kak Arini juga begitu saat melihat kak Nabilla untuk pertama kali, memeluknya erat sampai menangis tersedu-sedu." jelas vaizah
"Ya bi dulu Arini saat melihat Nabilla pertama kali aku kira itu salsa bi, soalnya sangat mirip sekali bedanya penampilan dan sifatnya bertolak belakang dengan salsa bi." jelas Arini
"Iya bibi juga terkejut kemiripannya hampir 100%." kata bibi
"Owh bibi sampai lupa silahkan masuk tuan dan nyonya serta nona muda sudah menunggu di dalam." kata bibi mempersilahkan merekaasuk
__ADS_1
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA
TERIMA KASIH