Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 28


__ADS_3

Sudah beberapa hari Arini sudah masuk kuliah, memang saat kuliah pikiran Arini teralihkan tapi saat bekerja dan di rumah dia masih saja memikirkan salsa dan vaizah, entah rindu atau rasa bersalah yang menghantuinya Arini sampai saat ini.


Harusnya Arini sudah merelakan mereka berdua namun sampai sekarang Arini sama sekali belum merelakan mereka, Arini terlihat baik-baik saja di depan semua orang namun sebenarnya dia tidak baik-baik saja, Haikal juga tahu kalau Arini hanya berpura-pura di depan semua orang.


Pagi harinya Arini sudah bersiap-siap ke kampus, hari ini Arini berangkat ke kampus bersama haikal, sesampainya di kampus Arini langsung menuju kelasnya, Arini hari ini sangat aneh karena tidak mau berbicara dengan Haikal sama sekali, saat mata kuliah Arini selesai Haikal menghampiri Arini dia ingin tahu kenapa Arini bersikap seperti itu padanya.


"Ai kita harus membicarakan sesuatu." Kata Haikal menarik tangan Arini


"Memang apa yang ingin kakak bicarakan?" Tanya arini


"Sudah ikut saja kita cari tempat yang nyaman." Kata Haikal


Mereka berdua meninggalkan kampus lalu menuju ke arah Bandung, Arini bingung kenapa Haikal membawanya ke luar kota.


"Kak kita mau kemana, ini kan jalan menuju Bandung." Kata Arini


"Benar, aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu ai tidak usah memikirkan vaizah dan salsa lagi." Kata Haikal


"Tapi kita tidak harus ke Bandung juga kak, di Jakarta juga banyak tempat untuk kita menghabiskan waktu bersama." Kata Arini sembari melihat ke luar


"Kenapa hari ini kamu bersikap seperti ini pada kakak?" Tanya haikal


"Memang Aini bersikap seperti apa."


"Kenapa sejak pagi kamu tidak mau berbicara dengan kakak."


"Aku sangat lelah kak, pekerjaan di restoran sangat banyak." Kata Arini, memang pekerjaan Arini akhir-akhir ini menumpuk, karena dia harus membagi waktu untuk kuliah dan bekerja


"Jangan berbohong ai, kakak tahu saat kamu berbohong, katakan apakah kakak melakukan kesalahan." Tanya Haikal


Arini yang di tanya Haikal hanya diam saja, dia terus memperhatikan jalanan, sedangkan Haikal yang melihat Arini bersikap seperti itu padanya hanya bisa sabar menghadapi Arini saat ini, sesampainya di Bandung Haikal menyewa vila untuk mereka berdua.


Sesampainya di vila yang akan mereka tinggali dalam beberapa hari ini, Arini masuk ke kamar untuk membersihkan diri haikalpun mepakukan hal yang sama seperti yang Arini lakukan.


Setelah selesai Arini duduk di taman vila tersebut, Haikal yang melihat Arini melamun pun menghampirinya.


"Ai kamu kenapa." Kata Haikal sembari memegang tangannya


"Kak apa aku tidak baik untuk kakak atau bagaimana?" Tanya Arini, sedangkan Haikal heran dengan pertanyaan Arini


"Apa maksud kamu ai?" Tanya Haikal


"Jawab pertanyaan Aini kak." Kata Arini sembari meneteskan air matanya


"Kenapa kamu menangis ai, apakah kakak punya salah sama kamu." Kata Haikal sembari menyeka air mata arini


"Kak tolong jujur pada Aini, apakah kakak tidak mencintai Aini lagi."


"Apa maksud kamu si ai, jelasin kakak tidak mengerti."


"Beberapa hari ini Aini melihat kakak dan teman-teman kakak keluar masuk bar, apakah kakak masih bermain dengan wanita-wanita di bar?" Akhirnya Arini menanyakannya secara langsung


Haikal yang mendengarnya pun sangat terkejut, kenapa Arini bisa tahu kalau dia keluar masuk bar dalam beberapa hari ini.


Sebenarnya Arini tidak sengaja melihat Haikal dan teman-temannya masuk ke bar, sejak saat itu setiap pulang kerja Arini menyempatkan ke bar untuk memastikan bahwa yang dia lihat salah, namun apa yang Arini lihat memang benar mereka.


"Kenapa kakak diam saja, kalau kakak sudah bosan mempunyai hubungan dengan Aini bilang saja kak, ini terlalu menyakitkan bagi Aini." Kata Arini sembari menangis


"Kakak tidak bersama wanita-wanita di bar ai, kakak hanya minum-minum saja di sana." Kata Haikal memegang tangan Arini


"Tidak usah berbohong kak, Aini melihat dengan mata kepala Aini sendiri, kalau kakak membawa wanita masuk ke dalam kamar yang ada di bar tersebut." Kata Arini sembari melepaskan genggaman tangan Haikal


"Apakah karena Aini tidak bisa memberikan kakak apa yang kakak dapatkan dari wanita-wanita di bar tersebut." Lanjut Arini

__ADS_1


"Bukan seperti itu ai, kakak minta maaf kebiasaan kakak tidak bisa berubah secepat yang Aini inginkan." Kata haikal


"Apakah kakak tidak memikirkan perasaan Aini saat Aini tahu nanti, coba bayangkan bagaimana kalau Aini melakukan hubungan badan dengan laki-laki lain." Kata Arini


"Kakak tidak akan membiarkan laki-laki lain menyentuh kamu ai, aku akan menghabisi laki-laki yang melakukan itu pada kamu dan jangan berfikiran kamu akan melakukan dengan laki-laki lain." Kata Haikal marah


"Aku juga tidak ingin melihat kakak tidur bersama perempuan lain, itu yang Arini rasakan kak." Kata Arini menangis


"Maafkan kakak ai, kakak tidak akan melakukannya lagi, kakak janji ai." Kata Haikal sembari berjongkok di hadapan Arini yang sedang duduk di kursi taman sembari menangis


Arini Hanya diam saja, dia menyeka air matanya lalu bangkit dari tempat duduknya, Arini pergi meninggalkan haikal begitu saja, Arini sangat kecewa pada Haikal, dia juga sangat sedih karena tidak mendengarkan apa yang dulu salsa katakan padanya memang benar.


Arini pun masuk ke kamarnya lalu duduk di tepi ranjang, dia melihat foto vaizah dan salsa.


"Sa maafkan aku karena aku tidak mendengarkan perkataan kamu, apa yang kamu katakan benar sa, orang yang seperti Haikal tidak akan berubah demi aku." Kata Arini sembari menangis mengingat perkataan salsa dulu


Sedangkan Haikal masih di taman dia frustasi, kenapa Arini bisa melihatnya saat masuk ke bar, sebenarnya Haikal sangat mencintai Arini namun sangat sulit untuk meninggalkan kebiasaannya.


Akhirnya Haikal mengambil minuman beralkohol yang ada di mobilnya, lalu meminumnya di taman sampai satu botol habis tanpa sisa sedikitpun, dia sudah tidak bisa mengontrol dirinya, berjalan pun dia sudah sempoyongan.


Arini yang keluar kamar untuk mengambil minum, arini melihat Haikal seperti itu pun menghampirinya, Haikal sudah tidak sadar pun memeluk Arini dengan sangat erat, sedangkan Arini memberontak untuk melepas pelukan haikal.


Namun sia-sia apa yang Arini lakukan karena Haikal memeluknya sangat kuat namun beberapa menit Haikal melepaskan pelukan Arini, arinipun menjauhkan dirinya dari Haikal, Arini ingin masuk ke kamarnya namun Haikal menariknya ke dalam pelukannya lagi, Haikal ******* bibir Arini dengan kasar Arini yang baru melakukan untuk pertama kalinya pun tidak bisa mengimbangi perbuat Haikal tersebut Arini terus memukul Haikal untuk melepaskannya dia menangis karena di perlakukan seperti itu oleh haikal.


Haikal pun melepaskan ciumannya pada Arini, arinipun lari ke kamarnya lalu mengambil tas kecil yang dia bawa, Arini keluar dari vila tersebut dia ingin kembali ke Jakarta namun tidak ada kendaraan yang melintas di depan vila tersebut, akhirnya Arini berjalan dari vila ke jalan raya, jalanan sangat sepi dia terus menangis di sepanjang jalan, jalan raya cukup jauh dari vila tersebut, saat di persimpangan jalan masih ada tukang ojek yang mangkal di persimpangan, arinipun menghampiri tukang ojek tersebut.


"Pak, apakah bisa mengantarkan saya ke setasiun dekat sini, saya akan bayar berapapun bapak minta?" Kata Arini


"Kalau stasiun jauh neng, apakah eneng bukan orang sini?" Tanay ojek tersebut


"Bukan pak, bisakah bapak antarkan saya sampai jalan raya saja."


"Bisa neng kalo sampai jalan raya, ayo naik neng."


Arinipun naik ke mobil online yang dia pesan, sepanjang perjalanan Arini menangis sembari melihat ke jalanan, dia tidak menyangka Haikal melakukannya padanya, sedangkan Haikal di vila sudah tertidur di sofa ruang tamu.


******


Pagi harinya Haikal terbangun kepalanya sangat pusing, dia mengetuk pintu kamar Arini namun tidak sada yang membukakannya, Haikal pun masuk ke kamar tersebut dia tidak menemukan Arini di kamar lalu Haikal mencari ke seluruh vila tersebut namun tidak menemukannya juga, dia mengingat-ingat apa yang terjadi semalam akhirnya Haikal mengingat kejadian semalam haikalpun menarik rambutnya dengan kasar, haikalpun keluar dari vila mencari keberadaan Arini.


Haikal mengendarai mobilnya dengan perlahan dia melihat ke sana ke mari untuk mencari Arini, saat di persimpangan Haikal berhenti untuk bertanya pada tukang ojek.


"Maaf pak apakah bapak melihat perempuan ini?" Tanya Haikal sembari memperlihatkan foto Arini di ponselnya


"Owh Nang ini saya antar semalam ke jalan raya mas, katanya mau ke setasiun." Kata tukang ojek yang mengantarkan Arini semalam


"Semalam jam berapa pak?"


"Sekitar jam 11, Aa suaminya?"


"Bukan pak saya temannya, terima kasih." Kata Haikal lalu dia menuju jalan raya, Haikal akan ke Jakarta, dia yakin Arini sudah pulang.


Sedangkan Arini yang sudah sampai rumah, mengurung dirinya dikamar dia terus menangis, di saat seperti ini dia mengharapkan salsa dan vaizah ada di sampingnya, namun itu hanya sebuah harapan.


Haikal pun sampai di rumah Arini sekitar jam 12 siang, dia mengetuk pintu kaca pembatas lantai dua, namun Arini tidak keluar-keluar.


"Mba apa Arini ada di atas?" Tanya Haikal pada mba mika


"Ada, nona Arini sejak datang, belum turun ke bawah." Kata mba mika


Haikalpun terus menelfon Arini namun ponselnya tidak aktif, Haikal sangat frustasi dia duduk di ruang tamu dia memikirkan apa yang harus di lakukan saat ini.


Sudah beberapa dari kejadian di vila, Arini tidak ingin berhubungan dengan Haikal dan teman-temannya lagi, namuan Haikal tidak menyerah begitu saja untuk mendapatkan maaf dari Arini.

__ADS_1


"Ai tunggu." Panggil Haikal saat dia melihat Arini yang baru sampai di kampus


Arini tidak memperdulikan panggilan Haikal, dia terus berjalan ke kelasnya namun Haikal menarik tangan Arini dan memeluknya.


"Ai maafkan aku kejadian di vila itu tidak di sengaja." Kata haikal, mereka berdua belum melepaskan pelukannya arinipun memberontak namun Haikal tidak perduli


"Kak lepasin Aini, mata kuliah Aini akan segera di mulai." Kata Arini sembari mendorong Haikal dengan sangat kencang, lalu Arini pergi


"Ai tunggu aku belum selesai bicara." Teriak Haikal


Sedangkan pak Mansyur masih berusaha mencari keberadaan vaizah dan salsa, kata detektif yang mencari mereka kemungkinan besar mereka masih hidup, pada saat naik pesawat tujuan ke London vaizah dan salsa keluar dari pesawat tersebut, detektif tersebut merasa ada seseorang yang menutupi identitas mereka, sampai-sampai detektif tersebut sulit mencari keberadaan mereka.


Tapi pak Mansyur tidak menyerah begitu saja, dia kekeh ingin putrinya di temukan bagaimanapun caranya, dia rela menghabiskan seluruh hartanya agar putrinya di temukan, sebenarnya ibu Mikaila istrinya pak Mansyur mempunyai Sorang putri seumuran dengan vaizah, namun vaizah dan Haikal tidak mau putrinya ibu Mikaila tinggal satu rumah dengan mereka.


Nama Putri ibu mikaila adalah samaira dia sebenarnya gadis yang baik, namun vaizah sangat tidak suka dengan dia, mungkin takut kasih sayang pak Mansyur terbagi dengan dia padahal dia bukan putri kandung pak Mansyur, samaira adalah putri ibu mikaila dengan suaminya yang dulu, samaira tinggal di apartemen yang pak Mansyur belikan untuknya.


Tapi beberapa hari ini samaira tinggal bersama dengan pak Mansyur dan ibu mikaila, karena di rumah mereka sangat sepi jadi samaira di ajak pak Mansyur untuk tinggal bersama.


"Samaira apakah kamu mau tinggal bersama kami?" tanya pak Mansyur


"Apakah boleh yah, vaizah dan kak Haikal tidak suka dengan aku." kata samaira


"Tentu, Abang kamu sudah menyetujuinya, tapi kamu jangan pernah sesekali masuk ke kamar vaizah dan Haikal." kata pak Mansyur memperingati samaira


"Baik yah, kamarnya samaira di mana?"


"Kamar kamu di lantai dua, sebelah kamar vaizah." kata pak Mansyur


"Kenapa samaira tidak di kamar vaizah saja, kamar itu tidak ada yang menempatinya lagi." kata ibu mikaila


"Jangan berbicara seperti itu, itu kamar vaizah tidak boleh ada yang menempati kamar tersebut." kata pak mansyur tegas


"Tidak apa-apa ma, samaira bisa menempati kamar sebelahnya saja." kata samaira


"Dan ingat tidak boleh ada yang mengganti tata letak benda di kamar vaizah." kata pak mansyur


Setelah berbicara dengan istrinya dan putri tirinya pak Mansyur naik ke ruang kerjanya, dia harus bekerja lebih keras lagi karena biaya untuk menemukan vaizah tidak sedikit.


Sedangkan di Jakarta akan ada pertukaran mahasiswa-mahasiswi, Arini dan Oliv termasuk murid yang pandai dia akan di tukar dengan mahasiswi dari Singapura.


Sedangkan Haikal tidak tahu kalau Arini termasuk dalam pertukaran, Arini juga tidak memberi tahukan Haikal sama sekali, Arini melarang Oliv dan Vita memberi tahu Haikal dan teman-temannya.


Arini sudah mempacking barang-barang yang akan di bawa ke Singapura, dalam beberapa hari Arini akan berangkat ke sana dan Arini akan mengelola restorannya dari sana, mba Vita yang akan melaporkan setiap detail yang terjadi di restoran.


Oliv termasuk dari keluarga yang berkecukupan tapi dia tidak sombong, dia pintar dan baik, tapi Oliv tidak tahu kalau Arini sebenarnya sudah bekerja.


"Oliv apakah sudah di packing barang-barang yang akan kamu bawa?" tanya Arini pada Oliv dari sambungan telfon


"Sudah ai, tinggal beberapa hari lagi kita berangkat, mama aku kekeh ingin mengantarkan aku ke Singapura." kata Oliv


"mama juga menyuruh aku untuk tinggal di apartemen dia melarang aku tinggal di asrama." sambung Oliv kesal


"Ya tidak apa-apa memang apa masalahnya kalau Tante ikut, enak dong kalau tinggal di apartemen kan nyaman." kata Arini


"Tidak ada si, bagaimana kalau kamu tinggal bersama aku, pasti mama senang dan tenang kalau aku tinggal bersama kamu."


"Nanti aku pikir-pikir dulu." kata Arini lalu mengakhiri


panggilan teleponnya


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2