Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 33


__ADS_3

Keesokan paginya, Arini sudah terbangun terlebih dahulu, sedangkan Oliv masih tertidur nyenyak di kamar Arini.


Arini duduk di balkon dia masih memikirkan perkataan Haikal padanya, dia sangat tidak percaya kalau Haikal berbicara seperti itu, sedangkan Arini yang sedang melamun oliv yang melihatnya pun terlintas ide jahil pada Arini, Oliv mendekati Arini lalu mengejutkannya.


"Ya ampun Oliv." Kata Arini terkejut atas apa yang Oliv lakukan


"Kenapa pagi-pagi sudah melamun?" Tanya Oliv sembari duduk di samping Arini


"Aku ingin pindah dari rumah ini, ini bukan rumah aku sendiri." Kata Arini


"Nanti aku akan membantu kamu mencari kontrakan, memang mau pindah kapan?" Tanya Oliv


"Kalau bisa secepatnya."


"Baiklah, nanti agak siangan kita akan mencari kontrakan yang cocok buat kamu, tapi bukannya di rumah ini banyak kenangan bersama vaizah dan salsa."


"Iya tapi bagaimana lagi aku tidak mau lagi tinggal di rumah ini, aku juga ingin mencari pekerjaan di tempat lain, aku tidak ingin terlibat dengannya lagi."


Oliv hanya menyimak apa yang Arini katakan, Oliv sangat setuju dengan keputusan Arini.


Sedangkan di rumah Haikal dan teman-temannya, Haikal baru bangun dia tidak mengingat kejadian semalam, lalu dia mandi setelah selesai dia turun teman-temannya sedang duduk di ruang tamu Haikal menghampiri mereka dengan santainya.


"Semalam kita pulang jam berapa?" Tanya Haikal lalu duduk di samping Athaya


"Apakah Lo tidak ingat kejadian semalam?" Tanya Azril


"Memang semalam ada kejadian apa nyet." Kata Haikal


"Coba Lo inget-inget kita juga tidak tahu, kamu masuk ke kamar bar bersamanya." Kata Aditya, haikalpun mengingat-ingat kejadian semalam namun tidak ingat juga


"Gue tidak ingat sama sekali, memang aku masuk ke kamar bar bersama siapa?" Tanya hakal


"Semalam ada dua perempuan cantik, mereka berdua baru pertama kali ke bar, jadi kita semua mendekatinya dan mengajak mereka untuk bersenang-senang bersama kita." Jelas Azril


"Lalu kenapa kalian ingin gue ingat kejadian semalam."


"Ya ampun haikal, ini masalah besar buat Lo."


"Memang apa masalahnya bukannya kita sudah terbiasa dengan apa yang kita lakukan." Kata Haikal sembari meminum kopinya


"Perempuan yang kita dekati semalam di bar adalah Oliv dan Arini." Jelas azril, Haikal yang mendengarnya pun langsung menyemburkan kopi yang ada di mulutnya


"APA, kapan mereka pulang dari Singapura, lalu apa yang kita lakukan pada mereka?" Tanya haikal penasaran


"Mereka pulang kemarin, aku tidak tahu apa yang Lo lakuin pada Aini, Lo bawa Aini ke kamar bar secara paksa, lalu Aini keluar kamar sembari menangis dan bajunya sedikit berantakan." Jelas Azril, Haikal yang mendengar penjelasan azrilpun menggosok rambut nya dengan kasar, dia sangat frustasi dia tidak mengingat sama sekali kejadian semalam


"Sekarang gue harus pergi menemui Aini." Kata Haikal, haikalpun pergi kerumah Arini, dia mengendarai mobilnya secara ugal-ugalan, sesampainya di rumah Arini, Haikal langsung memanggil-manggil nama Arini.


"Mba mika di mana Arini?" Tanya haikal


"Nona Arini baru saja keluar bersama nona Oliv." Kata mba mika


"Mba tahu tidak mereka akan pergi kemana?"


"Tidak, nona Arini tidak memberi tahu mau kemana."


"Apakah Arini pergi ke restoran." Kata Haikal


"Sepertinya tidak, nona Arini berpakaian santai mungkin dia pergi kerumah nona oliv."


Setelah berbicara dengan mba Nova Haikal pun keluar dari rumah, dia bingung harus mencari Arini di mana.


Sedangkan Arini dan Oliv sedang di rumah orang tua Oliv, Oliv akan membersihkan diri terlebih dahulu sebelum mencari kontrakan buat Arini, sedangkan mamanya Oliv sedang menyiram bunga di taman belakang, setelah Oliv selesai mereka makan siang terlebih dahulu di rumah Oliv, Arini sudah menolak tawaran Oliv namuan dia memaksa Arini, jadi arinipun makan siang dirumahnya Oliv bersama mamanya sedangkan papanya sedang bekerja di kantor.


"Kalian berdua mau kemana, bukannya kalian masih libur kuliahnya?" Tanya mamanya Oliv


"Kami akan mencari kontrakan buat Aini ma." Jawab Oliv


"Kenapa tidak tinggal disini saja biar Oliv ada temannya." Kata mamanya


"Dia tidak mau ma, katanya takut merepotkan dan satu lagi ma dia tidak ingin hidup bergantung pada orang lain." Jelas Oliv


"Ya sudah terserah Arini saja, kalau butuh sesuatu kabari Tante atau Oliv."


"Baik Tan dan terimakasih atas makan siangnya." Kata arini


Mereka bertiga menikmati makan siangnya, setelah selesai Arini dan Oliv berpamitan pada mamanya Oliv.


*******

__ADS_1


Sedangkan di Singapura vaizah dan salsa sudah mendengar kejadian yang dialami Arini semalam mereka berdua sangat marah pada haikal, mereka berencana akan pulang ke Indonesia.


"Kek sepertinya kami akan kembali ke indo, kami harus menyelesaikan sesuatu di sana." Kata vaizah pada kakeknya


"Memang ada masalah apa, sampai kalian ingin kembali ke indo?" Tanya kakeknya


"Masalah pribadi kek, tenang saja aku akan menjaga diri baik-baik di sana dan satu lagi tidak ada bodyguard yang akan ikut bersama kita, lagi pula tidak ada yang tahu wajah pewaris keluarga shea." Kata vaizah


"Baiklah kakek percaya pada kalin, lalu kapan kalian akan ke indo."


"Sepertinya nanti malam kek, ini masalah yang mendesak."


"Kalau ada yang kalian butuhkan langsung hubungi kakek."


Setelah meminta izin pada kakeknya vaizah dan salsa mempacking barang-barang yang akan mereka bawa.


"Kak bagaimana kita memberi tahu kak Aini kalau kita vaizah dan salsa?" Tanya vaizah


"Kakak juga bingung, nanti kita akan fikirkan caraya saat kita sampai di Indonesia." Keta salsa


Di Indonesia kakeknya sudah menyiapkan rumah untuk vaizah dan salsa di rumah yang akan mereka tinggali juga ada bodyguard nya namun mereka hanya menjaga rumah saja.


Sedangkan di Indonesia Arini sudah menemukan kontrakan yang cocok untuknya, dia akan pindah hari ini juga, sedangkan haikal masih terus mencari Arini namun tidak ketemu juga.


Arini sudah mempacking barang-barangnya semalam, hanya barang-barang yang dia beli sendiri tinggal mengambilnya saja sedangkan Oliv membantu Arini membersihkan kontrakan, Arini akan mengambilnya sendiri karena barang-barangnya tidak banyak.


Sesampainya di rumah


"Mba tadi ada mas Haikal." Kata mba Nova


"Iya mba, aku naik dulu, aku sedang terburu-buru." Kata Arini langsung naik keatas dia takut akan bertemu dengan Haikal


Arinipun mengambil kopernya, lalu turun ke bawah, mba Nova bingung kenapa Arini keluar rumah membawa kopernya padahal dia baru pulang dari Singapura beberapa hari, tapi mba Nova tidak bertanya pada Arini kalau mau kemana.


Pagi harinya Arini sudah bersiap-siap untuk pergi mencari pekerjaan, dia sudah berhenti bekerja di restorannya Haikal, sampai siang hari Arini belum mendapatkan pekerjaan, dia akan melamar ke restoran yang terakhir kalau tidak di terima juga dia akan melamar pekerjaan ke perusahaan tapi Arini lebih nyaman bekerja di restoran.


Di restoran terakhir Arini mendapatkan pekerjaan, dia akan menjadi penanggung jawab restoran, karena yang mempunyai restoran tersebut adalah vaizah dan salsa, oleh sebabt itu Arini tidak di terima di restoran manapun karenah ulah salsan dan vaizah.


Arini akan memulai bekerja besok, hari ini dia sangat lelah karena mencari kerja kesana kemari, Arini akan singgah ke pasar tradisional untuk belanja kebutuhan dapurnya setelah selesai dia langsung pulang ke kontrakannya, di sana sudah ada Oliv yang menunggu Arini, Oliv membawakan kebutuhan Arini yang masih kurang di kontrakannya katanya sebagai hadiah.


"Bagaiman ai, apakah sudah dapat pekerjaan?" Tanya Oliv, mereka duduk di depan kontrakan


"Bekerja di mana?" Tanya Oliv lagi


"Di restoran Queen VSA restoran." Kata Arini


"Itukan restoran indo yang ada di Singapura ai" Kata Oliv


"Benarkah, berarti di sini cabangnya."


"Mungkin, apakah kamu sudah bertemu dengan pemiliknya, bukannya pemiliknya cucu keluarga shea berarti Naura dan Namira." Kata Oliv


"Kamu benar, tapi sepertinya tidak ada yang tahu kalau pemilik restoran tersebut adalah cucu keluarga shea dan katanya pemiliknya akan datang dalam waktu beberapa hari kedepan." Kata Arini bersemangat karena akan bertemu dengan mereka


Mereka berdua masuk, Arini membersihkan diri sedangkan Oliv merebahkan tubuhnya di ranjang Arini, setelah Arini selesai dia ikut merebahkan dirinya di samping Oliv.


"Ai bagaimana kalau makan malam kita pesan online saja." Kata Oliv


"Boleh deh, aku hari ini capek banget, memang kamu tidak makan malam dirumah bersama orang tua kami." Kata Arini


"Tidak, dirumah akan ada makan malam bisnis, aku malas makan malam bersama orang asing." Kata Oliv


Mereka berdua tertidur, saat waktunya makan malam olis sudah memesannya dan makanan pun datang, mereka menikmati makan malam mereka, walau makannya hanya duduk beralaskan tikar, setelah selesai makan malam Oliv berpamitan karena malam sudah semakin larun.


Sedangkan Haikal masih mencari keberadaan Arini bersama teman-teman, mau kerumah Oliv Haikal tidak tahu rumahnya, Haikal sudah mencari kerumah Vita tapi tidak ada juga, Vita juga tidak tahu dimana rumah Oliv karena Vita tidak terlalu dekat dengan Oliv hanya Arini yang tahu rumah Oliv.


Sebenarnya Vita sudah tahu tempat tinggal Arini yang baru namun Arini melarangnya untuk memberi tahu siapapun termasuk Haikal dan teman-temannya, Arini dan Oliv akan masuk kuliah lagi Minggu depan, sebenarnya papa dan mamanya Oliv menyuruh Arini dan Oliv untuk berlibur namun mereka berdua menolaknya.


Salsa dan vaizah sebenarnya sudah sampai di indo, mereka juga sudah tahu sekarang Arini tinggal di mana.


******


Pagi-pagi Arini sudah berangkat, karena jarak antara kontrakannya dan restoran cukup jauh, sesampainya direstoran arini langsung membantu yang lain membersihkan restoran sebenarnya pegawai yang lain sudah melarang Arini namun Arini kekeh ingin melakukannya.


"Mba apakah restoran ini baru buka, atau sudah lama?" Tanya Arini pada pegawai di sana namanya mba Amel


"Iya baru, kira-kira sekitar satu bulanan lebih." Jawab mba Amel


"Apakah pemiliknya pernah datang kesini?"

__ADS_1


"Tidak, saat pembukaan untuk pertama kalinya hanya asistennya yang datang."


"Bukannya pemilik restoran ini orang luar negri dan pusat restoran ini ada di negara Singapura."


"Kami tidak tahu menahu, kenapa kamu tahu semuanya padahal kamu pegawai baru di sini." Kata mba Amel heran


"Aku hanya tahu secara tidak sengaja, aku pernah kuliah di Singapura dan pernah bertemu dengan pemilik restoran di sana, nama restorannya sama dengan nama restoran ini." Jelas Arini


"Owh, pemilik restoran akan datang nanti siang." Kata mba Amel memberi tahukan Arini


"Benarkah, katanya mereka akan datang dalam beberapa hari kedepan." Kata Arini


"Tidak, pemilik restoran ini akan datang nanti siang, jadi kita harus mempunyai kesan yang baik." Kata mba amel


Setelah berbincang dengan mba Amel arinipun melanjutkan pekerjaannya lagi, saat siang hari vaizah dan salsa datang mereka berdua langsung masuk dan menyapa pegawai.


"Selamat siang." Kata salsa


"Siang." Kata mereka serempak


Semua pegawai memperkenalkan dirinya masing-masing, sedangkan salsa dan vaizah terus memperhatikan arini, lalu setelah memperkenalkan dirinya salsa dan vaizah masuk ke ruangannya.


"Ternyata bos kita masih muda dan cantik." Kata pegawai laki-laki


"Benar mereka masih muda sudah mempunyai usaha." Kata mba amel, sedangkan Arini mingikuti salsa dan vaizah keriangannya.


"Kak Adek mau makan spaghetti bolognese buatan kakak." Kata vaizah, Arini yang mendengar vaizah berbicara seperti itu pun heran


"Kak, ayolah Adek sudah rindu masakan kakak." Kata vaizah lagi


"Sudahlah dek mungkin dia sudah melupakan kita." Kata salsa, sedangkan Arini semakin bingung


"Kak Aini." Panggil vaizah kesal karena Arini tidak meresponnya Arini hanya bengong mendengar vaizah yang memanggilnya dengan sebutan kak Aini


"Kak Aini." Kata vaizah sembari memanyunkan bibirnya


"Apa, apa aku tidak salah dengar, kamu memanggil aku kak Aini." Kata Arini


"Sudahlah dek, ayo kita keluar biar koki yang akan memasakkan spaghetti bolognese yang adek minta." Kata salsa


"Kak salsa Adek mau kak Aini yang masakin." Kata vaizah, Arini yang mendengarnya pun sangat terkejut


"Siapa yang kamu maksuda kak salsa?" Tanya Arini


"Dia, siapa lagi." Kata vaizah sembari menunjuk salsa yang sedang duduk di kursi kerjanya


"Maksud kalain apa, aku tidak mengerti." Kata Arini tidak percaya


"Sudah aku bilang dek Aini sudah melupakan kita." Kata salsa


"Benar kak Aini jahat semudah itu melupakan kita." Kata vaizah duduk di depan salsa dia sangat kesal pada arini, sedangkan Arini semakin bingung


"Terserah kak Aini saja." Sambung vaizah


Pegawai yang lain masuk membawakan minuman untuk salsa dan vaizah, merekapun menikmati minuman dan cemilan yang dibawakan pelayan sedangkan Arini masih memperhatikan mereka.


"Kak lebih baik kita kembali ke Singapura saja, Adek tidak mau tinggal di sini lagi." Kata vaizah pada salsa


"Iya, besok kita kembali ke sana." Kata salsa


"Maaf, maksud kalian berdua apa, aku sama sekali tidak mengerti." Kata Arini


"Aini kamu itu bodoh atau bagaimana, kita jauh-jauh kesini hanya ingin bertemu dengan kamu, apakah kamu baik-baik saja kita berdua khawatir tahu tidak." Kata salsa sembari mendekati Arini dan memeluknya dengan erat


"Adek juga mau peluk." Kata vaizah lari mendekati mereka dan memeluk mereka berdua, sedangkan Arini menangis mendengar perkataan mereka dan Arini tidak percaya bahwa dia akan bersama dengan vaizah dan salsa lagi


"Apakah kalian berdua benar-benar vaizah dan salsa." Kata Arini sembari menyeka air matanya


"Benar kak, aku sangat merindukan kakak." Kata vaizah ikut menangis


"Kalain berdua dari mana saja sudah hampir satu tahun kalian menghilang dan kenapa saat di Singapura kalian menyangkal kalau kalian bukan salsa dan vaizah padahal aku sangat berharap kalau itu memang kalain." Kata Arini semakin menangis


Sedangkan salsa kembali duduk di kursi sembari menikmati minumannya Arini dan vaizah masih berdiri vaizah masih memeluk Arini dengan sangat erat menyalurkan rindunya pada Arini selama ini, sedangkan Arini terus memperhatikan salsa, arinipun duduk didepan salsa.


"apakah kamu tidak merindukanku?" tanya Arini pada salsa


"tentu." jawab salsa singkat, Arini memaklumi sikap salsa padanya


TERIMA KASIH

__ADS_1


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


__ADS_2