Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 44


__ADS_3

Audry masih di kamar vaizah bersama Arini, Salsa dan Oliv mereka semua duduk di sofa yang berada di kamar vaizah, sedangkan vaizah duduk di tepi ranjang.


"Apakah dia akan melakukan apa yang dokter katakan tadi, Tante tidak mau terjadi sesuatu yang buruk padanya." Kata Audry menangis


"Walau dia mengalami gejala depresi, aku yakin Adek tidak akan melukai dirinya sendiri, kita sebagai kakak-kakak nya akan selalu di sampingnya." Kata Arini, vaizah yang mendengar perkataan Arini melihat ke arah Arini sebentar lalu mengalihkannya lagi


"Benar kata Aini, dia tidak akan melukai dirinya sendiri, aku sangat yakin Adek yang kita kenal pasti bisa melewati ini semua, dia hanya butuh waktu untuk menerima kenyataan ini." Kata salsa


"Pantas saja ayah menyayangi kalian semua, karena kalian saling mendukung dan melindungi satu sama lain di situasi apapun, Tante juga sangat senang dan berterimakasih pada kalian semua karena mengaggap Namira sebagai adik kalian dan memberikannya kasih sayang yang tidak bisa Tante berikan padanya, walaupun kalian tidak ada hubungan darah sama sekali." Kata Audry sembari menyeka air matanya


"Hubungan kita tidak berdasarkan hubungan darah tapi kita saling menyayangi dan membutuhkan satu sama lain, kita melengkapi kekosongan di hidup kita." Kata Arini


Vaizah mulai bereaksi dia mendekati Arini dan duduk di sampingnya, semua orang di kamar vaizah sangat terkejut, dengan hanya mengatakan kasih sayang padanya dia bereaksi secepat itu.


"Apakah Adek mau makan siang bersama kita di bawah?" Tanya Arini dengan sangat lembut, vaizah hanya menganggukkan kepalanya, mereka semua senang vaizah merespon pertanyaan Arini walaupun tidak berbicara pada mereka


Mereka semua turun dan di meja makan sudah ada pak Kenan dan khalisa, sedangkan Andrea dan keluarganya sudah pergi dari rumah itu, karena putrinya harus masuk sekolah, sedangkan khalisa home schooling, mereka semua menikmati makan siang mereka, Arini menawarkan untuk menyuapi vaizah namun vaizah menolak dengan menggelengkan kepalanya, vaizah hanya merespon perkataan Arini tidak dengan yang lainnya termasuk salsa dan Oliv.


Setelah makan siang mereka berkumpul di ruang keluarga sembari menikmati secangkir teh hangat dan biskuit.


"Kenapa kak vaizah diam saja, apakah dia sakit?" Tanya khalisa pada mereka semua yang ada di ruang keluarga


"Tidak, dia hanya tidak ingin berbicara dengan siapapun." Jawab Arini


"Besok kak Aini harus kuliah, apakah Adek mau ikut?" Tanya Arini pada vaizah, namun dia hanya diam saja


"Kalau tidak mau tidak apa-apa, kakak tidak memaksa Adek." Kata Arini


"Adek mau ikut." Jawab vaizah dengan sangat pelan, hanya Arini dan salsa yang mendengar jawaban vaizah mereka berdua sangat senang karena vaizah mulai berbicara


"Baiklah, pagi-pagi Adek harus sudah siap, mata kuliah kita akan di mulai jam 08:00 pagi." Kata Arini vaizah hanya menganggukkan kepalanya


"Nanti malam apakah kamu mau tidur bersama mama?" Tanya Audry vaizah hanya diam saja sedangkan khalisa heran


"Kenapa mama berbicara seperti itu?" Tanya khalisa heran


"Khalisa dia kakak kamu, namanya Namira." Kata Audry khalisa sangat terkejut


"Benarkah, kalau memang benar aku sangat bahagia karena sejak dulu aku menginginkan seorang kakak yang baik dan kak vaizah sangat baik." Kata khalisa senang sedangkan Audry lega karena khalisa bisa menerima vaizah sebagai kakaknya


Sedangkan vaizah yang mendengar perkataan khalisa tidak bereaksi sama sekali, Arini memegang tangan vaizah karena melihat vaizah yang mulai gelisah.


"Kalau Adek tidak mau tidur bersama Tante Audry tidak apa-apa, kamu bisa tidur bersama kakak di kamar kak Aini." Kata Arini, vaizah hanya menganggukkan kepalanya


"Kenapa kak Aini memanggil kak vaizah Adek sekarang kan aku yang paling muda." Kata khalisa


"Karena dia paling kecil di antara kita berempat dan dia Adek satu-satunya kak Aini." Kata Arini pada khalisa


"Benar hanya dia, walau vaizah adalah kakak kamu namun dia tetap Adek satu-satunya kita berempat." Sambung salsa sedangkan Oliv hanya menganggukkan kepalanya


"Baiklah, kak vaizah Adek satu-satunya kalian, lalu aku?" Tanya khalisa


"Kamu hanyalah Adek nya vaizah." Jawab Oliv


******


Sudah hampir satu bulan vaizah mengalami depresi namun dalam beberapa hari terakhir vaizah sudah mulai berbicara pada mereka namun hanya sedikit, namun mereka semua senang karena ada perkembangan dalam pengobatan yang di lakukan oleh vaizah, satu Minggu lagi Salsa, Arini, Oliv dan vaizah akan libur semester selama satu bulan.


"Bagaimana kalau kita ke sini." Kata Arini memperlihatkan foto-foto pemandangan di laptopnya, vaizah menggeser foto-foto tersebut dia tersenyum


"Adek mau, ini di Bali kan?" Tanya vaizah


"Benar itu di Bali, benar Adek mau kesana?" Tanya oliv, vaizah hanya menganggukkan kepalanya


Sampai sekarang Lucas belum tahu kalau vaizah putrinya, pak Kenan melarang Audry memberi tahu lucas, mereka semua turun ke bawah untuk makan malam dan akan membicarakan liburan mereka ke Bali pada pak Kenan, vaizah masih tidak mau berbicara dengan Audry, sedangkan Audry terus berusaha membuat vaizah bisa menerimanya.


Mereka semua menikmati makan malam mereka, setelah selesai mereka berkumpul di ruang tamu, itu kebiasaan mereka setelah makan malam mereka akan membicarakan tentang kegiatan apa yang mereka lakukan di hari ini.


"Kek sebentar lagi kita akan libur semester, kita semua mau ke Bali apakah kakek mengizinkan kita?" Tanya Arini pada pak Kenan


"Boleh-boleh saja tapi apakah tidak apa-apa bagi vaizah?" Tanya pak Kenan dia khawatir pada kondisi vaizah yang seperti itu


"Aku mau kesana, kakek bisa menyuruh bodyguard untuk mengawal kita." Kata vaizah dengan pelan

__ADS_1


"Baiklah, kapan kalian akan ke Bali?" Tanya pak Kenan


"Mungkin Minggu depan." Jawab salsa


"Apakah Tante dan khalisa boleh ikut?" Tanya Audry, vaizah melihat ke arah Arini, Arini mengerti apa yang vaizah inginkan


"Maaf Tante sepertinya Tante tidak bisa ikut." Jawab Arini


Audry pun sangat sedih karena tidak di perbolehkan ikut bersama mereka padahal ia ingin berlibur bersama mereka, pada saat pulang dari Singapura Audry mengalami keguguran, jadi selama di rumah keluarga Shea Audry sudah tidak mengandung.


Hari ini hari keberangkatan mereka ke Bali, pak Kenan sudah meminta pak Mansyur untuk menemui vaizah di Bali, mereka semua sarapan bersama setelah selesai mereka duduk di taman depan rumah di depan rumah ada gazebo.


"Kalau terjadi sesuatu langsung hubungi kakek." Kata pak Kenan


"Iya kek." Jawab Oliv


"Ayolah kak khalisa mau ikut, kalau mama tidak di perbolehkan biar khalisa saja yang ikut ya." Kata khalisa pada Arini


"Kamu bicara saja dengan kak vaizah." Kata Arini vaizah langsung melihat ke Arini, Arini hanya tersenyum pada vaizah


"Kak khalisa boleh ikut ya." Kata khalisa duduk di samping vaizah


"Kakak hanya ingin berlibur dengan mereka." Jawab vaizah menolak secara halus permintaan khalisa


"Ya ayolah kak, aku ingin ikut ya ya." Kata khalisa lagi dia tidak menyerah atas penolakan vaizah


Vaizah hanya diam saja dia mengirimkan pesan pada Arini, "kak Aini bilang padanya dia tidak boleh ikut, kalau dia ikut kita tidak jadi liburan ke Bali." Isi pesan vaizah, Arini yang menerima pesan itupun tersenyum pada vaizah.


"Nanti kalau kita liburan lagi kamu boleh ikut, tapi kali ini kamu tidak di perbolehkan ikut bersama kita." Kata Arini pada khalisa


"Kak kenapa aku tidak di perbolehkan ikut." Kata khalisa pada vaizah sembari memegang tangannya, namun vaizah menepis tangan khalisa


Raut muka vaizah sudah berubah dia sangat kesal karena berani-beraninya seseorang memegang tangannya tanpa izin dan terus merengek ingin ikut liburan bersama mereka ke Bali.


"Tenanglah." Kata Arini pelan pada vaizah dengan memegang tangannya


Audry yang merasa situasinya sudah memanas pun akhirnya angkat bicara.


"Kamu ikut mama saja, kita akan ke Sidney menemui papa." Kata Audry pada khalisa


Sedangkan Arini lega khalisa tidak merengek lagi untuk ikut bersama mereka, sedangkan vaizah dia memainkan ponselnya dia mulai tenang.


Siang harinya mereka semua mengantarkan vaizah, Arini, Salsa dan Oliv ke airport, ada sekitar 10 bodyguard yang ikut bersama mereka, mereka akan di Bali selama dua Minggu.


Sesampainya di Bali pak Mansyur menjemput mereka ke airport, vaizah sangat senang karena bertemu dengan pak Mansyur dia memeluk pak Mansyur dengan sangat erat.


"Apa kamu sudah baik-baik?" Tanya pak Mansyur membelai kepala vaizah


"Adek baik-baik saja, Adek sangat rindu pada ayah, kanapa ayah tidak bisa datang ke London untuk menemui Adek?" Tanya vaizah, sedangkan Oliv, Salsa dan Arini tercengang karena vaizah bicara sebanyak itu pada pak Mansyur


"Adek tahu sendiri pekerjaan ayah tidak bisa di tinggalkan terlalu lama." Kata pak Mansyur


"Apa ayah tidak menyayangi Adek lagi?"


"Kalau ayah tidak menyayangi Adek, kenapa ayah repot-repot ke sini untuk menemu kalian dan menjemput kalian di airport, ayah juga sangat merindukan adek." Kata pak Mansyur


"Lebih baik kita ke vila pasti kalian sudah lelah." Kata pak Mansur lagi


Mereka semua pergi dari airport, mereka akan menginap di vila yang pak Kenan sewa untuk mereka, vila merka menghadap ke pantai sesampainya di sana mereka masuk ke kamar mereka untuk beristirahat dan membersihkan diri, orang tua Oliv juga akan ke Bali untuk bertemu putrinya mereka sangat merindukan putrinya yang cerewet dan jahil pada mamanya.


Malam harinya mereka makan malam bersama, vaizah sangat senang raut wajahnya memancarkan kebahagiaan, setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga vaizah duduk di samping pak Mansur dia menceritakan semua kejadian yang di alaminya selama di sana, sebenarnya pak Mansyur sudah tahu segalanya dari pak Kenan, pak mansyur dan pak Kenan tidak seperti bawahan dan atasan namun seperti sahabat, malampun sudah sangat larut mereka masuk kekamar mereka masing-masing sedangkan selama vaizah mengalami depresi dia selalu tidur bersama arini, sedangkan pak Mansyur meninggalkan vila tersebut karena istrinya dan samaira ikut pak mansyur ke Bali.


"Apakah Adek bahagia bertemu dengan ayah?" Tanya Arini memastikan, karena vaizah saat bersama pak Mansyur banyak bicara dan tidak bisa diam


"Adek sangat bahagia kak." Kata vaizah senang


"Syukur kalau Adek bahagia, kakak senang kalau Adek seperti dulu lagi." Kata Arini vaizahpun merebahkan kepalanya di pangkuan Arini


"Apakah selama ini Adek merepotkan kak Aini dan yang lainnya?" Tanya vaizah


"Tidak, tapi kak Aini sangat sedih karena Adek terlalu banyak diam." Jawab Arini sembari membelai kepala vaizah


"Kak Aini ingin Adek yang dulu, ceria, jahil, banyak bicara dan melakukan hobi yang adek suka, kakak rindu saat kita semua menunggang kuda dan memacuhnya dengan sangat kencang." Kata Arini lagi

__ADS_1


"Kak Aini tidak suka Adek yang sekarang pendiam, suka melamun kak Aini sangat khawatir dan takut kalau Adek melukai diri adek sendiri dan mencoba bunuh diri, setiap malam kak Aini tidak bisa tidur dengan nyenyak memastikan kalau Adek masih di samping kak Aini dan baik-baik saja." Kata Arini sembari menyeka air matanya


"Kenapa kak Aini menangis, Adek janji Adek akan seperti dulu lagi, Adek hanya butuh waktu kak." Kata vaizah bangkit dan memeluk Arini, dia beruntung memiliki kakak seperti Arini


"Jadilah Adek yang kak Aini kenal dulu." Kata Arini menangis, setelah meluapkan isi hatinya Arini dan vaizahpun tidur dengan sangat nyenyak, Arini tidak terjaga seperti malam-malam sebelumnya karena khawatir.


Tempat-tempat yang akan mereka kunjungi di bali


Pura alun Danu baratan Bedugul



Pura Tirta empul tampak Siring



Monkey forest Ubud



Pantai suluban Uluwatu



Pura luhur Uluwatu



Pantai Kuta



Seminyak



Garuda Wisnu kencana



Desa Penglipuran



Pulau Gili Trawangan



Keesokan paginya mereka sudah bersiap-siap untuk berangkat ke tempat wisata pura alun Danu baratan Bedugul, setelah sarapan mereka keluar dari vila pak Kenan sudah menyiapkan kendaraan untuk mereka, salsa yang akan mengemudi kan mobilnya yang duduk di samping salsa Oliv sedangkan Arini dan vaizah duduk di kursi belakang, ada lima bodyguard yang akan ikut bersama mereka sisanya akan menjaga vila.


Sesampainya di tempat tujuan mereka menikmati pemandangan yang sangat indah dan berkeliling tempat tersebut, banyak orang yang memperhatikan mereka karena bodyguard yang ikut bersama mereka tidak memakai pakaian santai, namun Arini, Salsa, Oliv dan Vaizah tidak perduli tatapan orang-orang pada mereka.


Setelah selesai keliling-keliling mereka sangat lapar karena sudah waktunya makan siang mereka semua mencari restoran yang terdekat, mereka memesan makanan khas Bali, mereka menikmati makan siang mereka, bodyguard yang ikut mereka juga makan siang di restoran tersebut, namun mereka tetap siaga mengawasi Vaizah, Arini, Salsa dan Oliv.


Setelah selesai makan siang mereka menuju tempat wisata yang kedua, sesampainya di sana kedua orang tua Oliv sudah menunggu mereka, Oliv sangat senang bertemu dengan orang tuanya dia memeluk papa dan mamanya, orang tua Oliv tidak tahu apa yang terjadi selama di sana mereka hanya tahu kalau mereka semua baik-baik saja di sana.


"Mama Oliv sangat rindu." Kata Oliv memeluk mamanya


"Mama juga sangat merindukan kamu." Kata mamanya oliv, kehamilan mamanya Oliv memasuki trimester akhir


"Bagaimana apakah kalian semua baik-baik saja." Tanya papanya Oliv


"Baik om, bagaimana kabar om dan tante?" Tanya Arini


"Baik juga, apakah kalian sudah makan siang?" Tanya papanya Oliv


"Sudah om." Jawab salsa


Oliv pergi bersama kedua orang tuanya, sedangkan Vaizah, Arini dan salsa masuk ke pura Tirta empul tampak Siring banyak orang yang mandi di sana mereka juga ikut mandi di sana airnya sangat segar sedangkan para bodyguard berdiri di samping kolam tersebut seperti patung.


Setelah hampir tiga puluh menit mereka naik, para bodyguard memberikan pakaian ganti untuk mereka, setelah berganti pakaian mereka keliling pura tersebut, setelah sudah puas mengelilingi pura tersebut mereka akan berburu kuliner khas Bali.


Arini, Salsa dan Vaizah menikmati kebersamaan mereka, vaizah sekarang sudah sedikit banyak bicara namun Arini tidak memaksakan vaizah untuk seperti dulu, sekarang yang jahil malahan salsa dia sering mengejek vaizah dan menjahilinya.

__ADS_1


TERIMA KASIH


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


__ADS_2