
Saat sore hari pak Mansyur menjemput putri-putrinya, setelah itu mereka pulang ke rumah baru mereka, tapi pak Mansyur tidak mau tinggal di rumah baru itu karna istrinya sudah ada di Jakarta dan sedang menunggunya di hotel.
"Ai kita ke supermarket belanja keperluan dapur dan snek masa di rumah tidak ada apa-apa." Ajak salsa pada Arini
"Sa kamu pergi sama adek saja aku akan mengerjakan pembukuan restoran, ingat beli minyak, daging, telor, sayur-mayur, buah-buah, beras dan terserah kalian snek yang akan kalian beli."
"Baiklah ada yang lain, ayo dek kamu yang mengemudi." Kata salsa sembari melempar kunci mobil pada vaizah
"Ada, belikan juga makanan untuk kita di jalan, jangan lupa buat pak satpam juga, sa harusnya kamu yang mengemudi Adek masuh di bawah umur dia juga belum punya SIM." Kata Arini
"Iya ai iya." Jawab salsa singkat lalu meninggalkan Arini
Salsa dan vaizah pun pergi ke supermarket yg ada di kompleks tersebut, mereka membeli apa yang Arini suruh dan membeli makanan ringan yang mereka sukai, setelah selesai mereka mencari makanan tapi mereka harus keluar dari kompleks tersebut, karena tidak ada penjual satupun yang boleh masuk ke kompleks tersebut.
Setelah mendapatkan makanan yang mereka inginkan mereka pulang kerumah, di depan pagar rumah mereka ada ibu-ibu yang sedang berbincang dengan satpam, sebelumnya
"Permisi pak, ini saya bawakan makanan untuk tetangga baru saya." Kata ibu-ibu tersebut
"Terima kasih bu, tapi mereka sedang keluar sepertinya mencari makan malam Bu." Jelas satpam
"Owh ya suda berikan saja pada mereka atau buat bapak saja." Kata ibu tersebut
Sedang asiknya berbincang mobil vaizah dan salsa datang, pak satpam pun membukakan gerbang untuk mereka.
"Dek berikan ini ke pak satpam kakak akan masuk membawa makanan untuk kita dan bilang pada pak satpam untuk membawa barang-barang yang ada di bagasi ke dalam." Suruh salsa pada vaizah
Vaizahpun melakukan apa yang salsa katakan, vaizah menghampiri pak satpam yang masih berbincang dengan ibu tentang.
"Permisi, pak ini makan malam untuk bapak." Kata vaizah sembari memberikan makanan untuk pak satpam
"Eh terimakasih nona muda, ini juga ada titipan dari ibu itu." Tanya pak satpam sembari menunjuk ibu di depannya
"Eh trimakasi bu, salam kenal saya vaizah Bu." Vaizah memperkenalkan dirinya dengan sangat ramah
"Iya salam kenal juga ibu tetangga samping rumah kamu, dan kedua kakak mu siapa namanya." Tanya ibu tersebut
"Owh semoga kita jadi tetangga yang baik bu, kedua kakak saya, yang pertama kak Aini dan yang kedua kak Nabilla bu, owh iya pak bawakan barang belanjaan ke dalam ya pak, aku masuk dulu pak Bu sudah lapar hehehe." Kata Faizah sembari membawa makanan yang di berikan ibu tersebut
"Sepertinya orang tua mereka mendidiknya dengan baik, sampai-sampai punya anak yang sopan dan tidak sombong." Kata ibu tersebut
"Iya bu, saya masuk dulu Bu mau mengerjakan pekerjaan saya dulu." Pamit pak satpam
Akhirnya ibu itu pun pergi, sedangkan vaizah, salsa serta Aini sedang menikmati makan malam, mereka menyukai makanan yang di bawah ibu tersebut.
"Dek tetangga kita namanya siapa?" Tanya Arini
"Hehehe Adek lupa nanya kak, soalnya sudah lapar sekali." Kata vaizah tersenyum
"Ya ampun Adek kalau urusan makanan Adek pasti lupa semuanya." Kata salsa
Mereka memanggil nama salsa hanya kalau tidak ada orang lain sedangkan di luar mereka akan memanggil salsa dengan sebutan Nabilla, merekapun menyelesaikan makan malam mereka dan menonton film horor di lantai atas, mereka menonton di ruangan khusus mereka menonton bersama tidak ada kursi di sana mereka hanya duduk di lantai yang beralaskan karpet halus mereka akan menonton sembari makan makanan ringan sedangkan Arini merebahkan tubuhnya karena lelah.
Ke esokan paginya mereka menjalankan aktifitas mereka masing-masing, Arini akan pulang lebih cepat dari hari biasanya karena Arini harus memasak untuk mereka dan akan membagi makanannya pada ibu yang memberikan makanan semalam serta mengembalikan tempat makannya.
Haripun sudah sore, yang akan mengantarkan makanan yang Arini masak vaizah karena salsa tidak mau mengantarkannya, saat di depan rumah ibu itu vaizah berbicara dengan satpam ibu itu dan memberikan makanan yang ia bawa, tapi satpam menyuruh vaizah untuk masuk saja kedalam vaizah pun terpaksa masuk.
Sesampainya di depan pintu vaizah langsung di bukakan pintu oleh pembantu rumah ibu tersebut, rumahnya sangat besar dan mewah, di ruang tamu ada ibu tersebut, suaminya dan anaknya yang sedang bermain.
"Eh vaizah ada apa." Tanya ibu tersebut
"Ini Bu aku mau mengembalikan tempat makan ibu semalam dan kakak saya juga memberikan makanan di dalamnya untuk ibu, kata kakak saya salam kenal." Jelas Faizah
"Seharusnya tidak usah di kembalikan, iya salam kenal juga kenapa kamu sendiri kesini, owh iya duduk dulu." Kata ibu tersebut
"Kata kakak saya kalau bukan barang milik kita harus di kembalikan Bu, kak Aini sedang mengerjakan pekerjaannya, sedangkan kak sal eh maksudnya kak nabilla sedang mengerjakan tugas dari kak Aini Bu, owh iya Bu nama ibu siapa." Faizah menjelaskan
"Mereka sedang sibuk ternyata, nama ibu, ibu sisil dan nama suami ibu pak Satya." Ibu itu memperkenalkan dirinya dan suaminya
Ya mereka adalah orang tua kandung salsa
"Dan Adek kecil ini siap." Tanya vaizah sembari mencubit gemas pipinya
"Dia putri kami namanya sofiya salsabila." Jawab ibu sisil
"Kalin tinggal di rumah hanya bertiga saja." Tanya pak Satya
"Iya om, memang kenapa." Tanya vaizah
"Tidak kenapa-kenapa, Orang tua kalian di mana." Tanya lagi pak Satya
"Owh orang tua kami tinggal di luar kota om, mereka sibuk dengan pekerjaan mereka." Jelas vaizah
__ADS_1
"Apakah kamu tidak kesepian atau kekurangan kasih sayang dari mereka." Tanya pak Satya lagi
"Tidak om karna kedua kakak saya mengganti kan kasih sayang mereka." Jelas vaizah
Saking asikny mengobrok vaizah lupa sekarang waktunya makan malam, telfon vaizah pun berdering.
"Dek kamu lama sekali di sana, cepat pulang kalau tidak masakan kak Aini kak salsa habiskan Lo." Kata salsa, yang menelfon vaizah salsa sembari mengancam adiknya itu
"Ih kak jangan dong, iya Adek akan pulang kak." Kata vaizah
"Siapa, kakak kamu?" Tanya ibu sisil
"Iya Bu, aku pamit dulu." Kata salsa berpamitan lalu keluar dengan berlari
Sesampainya di rumah vaizah di ledekin sama salsa
"Dek kenapa kamu lari-lari seperti di kejar hantu saja hahaha." Ejek salsa
"Iya dek kenapa." Tanya Arini
"Terserah kalin deh mau bilang apaan tapi berikan Adek minum dulu cape Loh kak." Keluh vaizah arinipun mengambil kan air untuk vaizah
"Tuh kak salsa menyuruh aku pulang, katanya kalau tidak pulang makan malamnya akan di habiskan." Jelas vaizah kesal
"Ya ampun dek kirain kenapa, hanya karna makanan sampai lari-lari seperti ini nanti jatuh, kamu juga sa selalu mengganggu Adek." Omel Arini pada mereka berdua
"Hehehe kalau tidak mengganggunya sehari saja tidak seru." Kata salsa sembari tertawa
Akhirnya mereka memulai makan malam, setelah selesai mereka berbincang di lantai dua seperti biasa menonton, besok hari weekend mereka, mereka akan bersepeda ke taman.
*******
Pagi-pagi sekali mereka sudah bangun dan bersiap-siap bersepeda, mereka mengeluarkan sepeda gunung mereka dari garasi, sepeda mereka masih terbungkus maklumin saja sepeda baru, sepeda mereka sama, dari warna type dan ukurannya, merekapun keluar dari pekarangan rumah dan menggoes sepeda mereka menuju taman kompleks.
Jalanan kompleks masih sepi karena mereka berangkatnya pagi-pagi buta, namun mereka menikmati udara yang masih bersih, mereka mengayuh sepedanya dengan kencang.
"Dek ayo kita tanding, siapa yang sampai taman duluan dia yang menang dan siapa yang kalah dia harus menuruti kemauan si pemenang." Ajak salsa pada vaizah
"Kak Adek bahkan tidak tahu di mana tamannya." Kata vaizah
"Boong Lo dek, ayo kita mulai, satu dua tiga." Kata salsa, mereka mengayuh sepeda mereka dengan kencang sedangkan Arini menikmati suasana baru di sana, ya Arini tidak ikut pertandingan balap sepeda bersama mereka.
"Kak lihat deh kak salsa isengin Adek terus." Kata vaizah pada Arini
"Kalian Masi pagi sudah ribut, sekali saja sehari tidak berantem pasti damai dunia ini" Kata Arini memarahi salsa dan vaizah
"Ya kan ai tidak seru kalau tidak ngisengin Adek ku ini." Kata salsa sembari mencubit pipi vaizah
"Aah kakak salsa ngeselin banget si." Rajuk vaizah
"Sudah-sudah kalin berdua ini." Kata Arini sembari duduk di kursi taman
"Kak minuman Adek mana." Tanya vaizah pada Arini
"Ada di sepeda sana ambil sendiri." Suruh Arini
"Owh ya dek ambilkan juga punya kakak dan kak salsa." Sambung Arini
"Baikalah." Kata vaizah
Suasana taman semakin ramai, sedangkan vaizah yang disuruh mengambil minum tidak kunjung datang, ternyata dia sedang berbicara dengan ibu sisil dan pak Satya yang juga ada di taman tersebut.
"Vaizah kamu juga ada di sini?" Tanya ibu sisil
"Eh om tante, iya tan." Jawab vaizah
"Kamu ke taman sendiri." Tanya pak Satya
"Tidak om bersama kedua kakak saya tuh mereka duduk di sana." Kata vaizah sembari menunjuk Arini dan salsa yang membelakangi mereka
"Owh apa kami bisa menyapa mereka." Tanya ibu sisil
"Eh maaf Tan aku harus minta izin mereka dulu kalau tidak mereka akan marah, apa lagi kakak kedua ku galak banget Tan." Jelas vaizah karena takut salsa marah padanya
"Owh ya sudah, om dan Tante keliling taman dulu." Pamit mereka
"Baikalah." Mereka pun berpisah di sana, vaizahpun bergegas ke kakak-kakak nya.
"Dek lama amat si ngapain, pasti kamu lihat cowok-cowok kan." Omel salsa
"Apaan si kak tadi aku bertemu dengan tetangga baru kita, itu Lo yang ngasih makanan ke kiat, mereka ingin menyapa kalin berdua." Jelas vaizah
__ADS_1
"Lalu mereka di mana?" Tanya Arini
"Katanya mereka keliling taman dulu baru kesini." Jelasnya
"Owh ya suda." Kata Arini
Mereka menikmati suasana di sana, semakin siang taman semakin banyak orang, terpaksa mereka memaki topi dan masker karna pasti ada orang yang mengenal mereka karna pak Mansur termasuk pebisnis besar.
"Ai aku keliling taman dulu." Pamit salsa
"Baiklah, jangan lama-lama ayah akan datang kerumah." Jelas Arini
Salsa pun meninggalkan mereka sembari berlari kecil, sedangkan vaizah sedang bermain dengan anak-anak di taman tersebut, karna banyak anak-anak yang datang bersama orang tua mereka.
"Vaizah apakah sudah bilang pada kakak-kakak mu kalau kami mau menyapa." Tanya ibu sisil
"Boleh Tan ayo." Ajak vaizah, vaizahpun menghampiri arini
Arini yang sedang memainkan ponselnya tidak menyadari bahwa ada orang yang menghampirinya.
"Kak." Panggil vaizah pada Arini, arinipun mendongakkan kepalanya dan terkejut karna orang tua salsa ada di hadapannya
"Kak ini tetangga kita yang adek ceritakan." Jelas vaizah
"Eh iya salam kenal om Tante." Kata Arini sembari menjabat tangan mereka bergantian
Arini khawatir salsa akan datang dan melihat orang tuanya, Arini berusaha menghubungi salsa namun tidak di angkat oleh salsa, orang tua salsa tidak mengenal Arini Karana memakai topi kacamata serta masker.
"Kak, kak Nabilla mana?" Tanya vaizah
"Eh itu dek Nabilla sedang keliling taman." Kata Arini
"Kenapa kakak seperti terkejut dengan om dan Tante apa kakak mengenal mereka." Tanya vaizah
"Tidak bahkan kakak tidak tahu nama mereka." Kata Arini, sebenarnya Arini menghawatirkan salsa melihat orang tuanya
"Oh iya kenalin nama om Satya dan istri Om sisil serta ini putri om namanya sofiya." Pak Satya memperkenalkan keluarganya
"Owh iya nama saya Aini om Tante." Arini memperkenalkan dirinya
"Marga kalian apa?" Tanya pak Satya
"Maaf om kita tidak mau dikenal oleh orang karna marga kita om." Kata vaizah
"Owh ya sudah, dimana kakak kamu yang satunya." Tanya ibu sisil
"Kata kak Aini si lagi keliling." Jawab vaizah
Arini terus menerus menelfon salsa, tapi salsa tidak mengangkat telfonnya, namun beberapa menit kemudian salsa menelfon balik Arini.
"Ai ada apa sampai panggilannya sebanyak ini." Tanya salsa
"Nabilla kamu langsung pulang saja, ayah sudah masuk kompleks, aku dan Adek juga akan pulang secepatnya." Jelas Arini
"Ok baiklah, sampai jumpa di rumah." Kata salsa,
Sebenarnya pak Mansyur tidak jadi datang ke rumah mereka, Arini hanya memberi alasan agar salsa tidak bertemu orang tuanya, vaizah tidak tahu sama sekali bahwa mereka orang tua salsa dia hanya tahu ceritanya saja.
"Om Tante kami pulang dulu ya, ayah kami akan saipai rumah sebentar lagi." Pamit Arini
"Tapi kan kak ayah." Kata-kata vaizah terpotong oleh kata-kata Arini
"Sudahlah ayo." Arini menarik vaizah
"Apaan sih kak, ayah kan tidak jadi datang." Kata vaizah
"Sudahlah diam saja, kalau mereka bertemu kak salsa bisa gawat ini." Kata Arini
"Memang kenapa kalau bertemu kak salsa kak." Tanya vaizah
"Mereka orang tua kandung salsa dek." Arini akhirnya memberi tahu vaizah
"Ya ampun kak, apa benar bisa gawat ini kak." Vaizahpun ikut khawatir
"Makanya kakak suruh kak salsa pulang duluan dek, ayo pulang." Jelas Arini
Mereka pun pulang kerumah, sedangkan salsa sebenarnya masih ada di taman sedang duduk di kursi taman sembari memainkan ponselnya.
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA
TERIMA KASIH
__ADS_1