Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 12


__ADS_3

Salsa sedang di tangani oleh dokter di ruang IGD dokter keluar masuk ruangan tersebut dengan tergesa-gesa Arini dan bibi yang melihatnya hanya bisa berdoa agar salsa baik-baik saja.


"Bagaimana keadaan salsa ya bi, semoga salsa bisa bertahan dan baik-baik saja." kata Arini sembari mendoakan salsa


"Amin ya Allah, nona muda pasti kuat non." kata bibi


Mereka menugunggu sudah 3 jam namun tidak ada dokter yang keluar dan menjelaskan keadaan salsa, Arini dan bibi semakin cemas kenapa tidak ada yang memberi tahu keadaan salsa di dalam.


Sedangkan di dalam ruang IGD dokter sangat kewalahan dengan kondisi salsa yang sudah memburuk dan semakin menurun kondisinya, di tubuh salsa sudah di pasang banyak alat yang akan menopang hidupnya, dokter pun keluar dan menghampiri Arini, Arini yang melihat dokter menghampirinya berdiri dari tempat duduknya.


"Bagaimana dok kondisi salsa." tanya Arini


"Kondisinya semakin menurun, doakan saja semoga dia bisa melewati masa kritisnya dan di mana orangtuanya." jelas dokter, Arini yang mendengar salsa kritis untuk kedua kalinya seperti tersambar petir


Arini terduduk dilantai sembari menangis tersedu-sedu, bibi yang melihat Arini pun mencoba menenangkan arini dan menguatkannya, Arini sama sekali tidak menjawab pertanyaan dokter tersebut.


"Nona harus tabah dan kuat, nona muda pasti bisa melewati masa kritisnya nona harus yakin nona muda bisa melewatinya." kata bibi sembari membangunkan Arini yang terduduk di lantai


"Iya bi aku harus percaya bahwa salsa bisa melewatinya." kata Arini meyakinkan dirinya sendiri dan menyeka air matanya


Sedangkan orang tua salsa dirumah sedang tertidur pulas, walau saat mereka membawa salsa ke rumah sakit terjadi keributan karna sopir yang akan membawa salsa ingin mengatakan pada orang tuanya salsa, namun Arini melarangnya dan menyuruh sopir itu untuk bergegas membawa salsa ke rumah sakit.


Saat sudah pagi, bibi disuruh pulang untuk beristirahat namun bibi tidak mau arinipun harus memaksa bibi agar pulang dan membawa baju salsa yang di pakai semalam untuk di cuci.


"Bibi pulang saja, nanti bibi bisa kesini lagi pada siang hari." Arini menyuruh bibi sumi pulang


"Baiklah nona kalau ada yang diperlukan untuk nona muda atau nona telfon saja bibi." kata bibi sumi


"Iya bi, nanti kalau Arini membutuhkan sesuatu Arini akan menelfon bibi." kata arini


Bibi pun pulang kerumah salsa untuk mengerjakan pekerjaan nya, sesampainya di rumah bibi melihat nyonya dan tuannya sedang sarapan di meja makan.


"Bibi dari mana pagi-pagi sudah tidak ada di rumah?" tanya ibu sisil


"Bibi habis belanja nyonya." kata bibi sembari memperlihatkan belanjaannya, bibi memang pergi ke pasar untuk membeli stok sayur dan buah-buahan di rumah


"Tapi kenapa saya tidak melihat bibi pergi, bibi berangkat ke pasar jam berapa." tanya ibu sisil heran karna sejak pagi-pagi sekali ibu sisil sudah berolahraga di luar dan tidak ada yang keluar rumah


"Susah papa sarapannya, papa berangkat ya ma." pamit pak Satya pada istrinya. lalu bibi menjawab pertanyaan nyonya nya


"Sebenarnya bibi dari rumah sakit saudara bibi semalam di bawa kerumah sakit, mau minta izin nyonya sudah sangat larut saya takut mengganggu, lalu saat pulang bibi pergi ke pasar." jelas bibi sumi


"Owh, lalu bagaimana keadaan saudara bibi." tanya ibu sisisl


"Doakan saja nyonya semoga lekas membaik." kata bibi


"Bibi beli mangga muda tidak." tanya ibu sisil


"Bibi tidak membelinya kalau nyonya mau nanti bibi belikan." kata bibi sumi


"iya bi nanti belikan ya sepertinya saya sedang ngidam, bibi beli buah apa saja bawa ke sini bi." kata ibu sisil sembari menyuruh bibi membawakan buah-buahan yang bibi beli di pasar


"kok buahnya matang semua bi, kelihatannya juga manis kenapa bibi tidak membeli buah yang asam." kata ibu sisil


"Maaf nyonya karna nona muda selalu minta di bikinin jus tanpa gula, karna sebab itu bibi membeli buah yang manis nya." jawab bibi


"Owh iya di mana salsa kenapa belum turun untuk sarapan ini sudah siang nanti telat berangkat sekolahnya." kata ibu sisil


Ibu sisil pun naik keatas dan menuju kamar putrinya, sudah di ketuk pintu beberapa kali namun tidak ada yang membukakan pintu, akhirnya ibu sisil memberanikan membuka pintu kamar salsa namun tidak menemukan putrinya.


lalu ibu sisil turun dan bertanya pada bibi ira dimana salsa.


"Bi Ira dimana salsa?" tanya ibu sisil


"Bibi tidak tahu nyonya tapi s malam nona Arini datang, mungkin bersama nona Arini nya." jelas bibi ira


"Owh baiklah mungkin salsa semalam menginap di rumah Arini." ibu sisil berkata dalam hatinya

__ADS_1


"Ya sudah bi, bibi lanjutkan pekerjaan yang bibi kerjakan, ibu sisil pun keruang tamu duduk disana dan membaca majalah sembari menikmati secangkir teh hangat.


Hari sudah semakin siang guru sudah mencari dan menghubungi salsa dan Arini namun tidak bisa dihubungi sama sekali, akhirnya guru menghubungi mamanya salsa karena keluarga salsa walinya Arini juga kalau ada masalah.


"Maaf apa ini dengan ibu sisil mamanya salsa." Tanya bu guru lewat sambungan telefon


"Iya ini dengan siapa ya." Tanya mamanya salsa


"Maaf Bu ini dari sekolahan salsa, hari ini acara kenaikan kelas salsa, namun salsa dan Arini kenapa tidak masuk sekolah dan tidak bisa di hubungi Bu, apakah salsa dan Arini ada di rumah kalau ada suruh datang ke sekolahan Bu terimakasih." Jelas guru panjang lebar


"Mereka tidak ada di rumah Bu, nanti saya coba cari mereka terimakasih infonya Bu." Kata mamanya salsa sembari memutuskan panggilan telfonnya


"Mereka kemana sejak Arini datang semalam mereka pergi kemana ya." Pikir mamanya salsa


"Baik bu saya akan sampaikan terima kasih." kata ibu sisil mematikan sambungan telfonnya


Ibu sisil bingung kenapa salsa dan Arini tidak ada di sekolah bahkan tidak bisa dihubungi, ibu sisil memanggil bodyguard yang ada di luar untuk memeriksa mereka di rumah arini, bodyguard itupun kerumah Arini namun sudah di ketuk beberapa kali namun tidak di buka kan juga pintunya, bodyguard itupun kembali ke rumah salsa dan memberi tahu ibu sisil.


Mamanya salsa memberitahukan suaminya bahwa salsa dan Arini tidak bisa di hubungi sama sekali ibu sisil khawatir terjadi sesuatu pada mereka, papanya salsa pun buru-buru pulang kerumah.


"Gimana ma apa salsa dan Arini bisa di hubungi." Tanya pak Satya pada istrinya


"Belum pa, bagaimana kalau terjadi sesuatu sama mereka." Mama salsa sangat khawatir


"Jangan terlalu khawatir ma tidak baik untuk kandungan mama." Kata pak satya


"Bagaimana mama tidak khawatir pah salsa anak satu-satunya mama." Kata mamanya sembari menangis di pelukan suaminya


"Coba kita tanya paga orang-orang yang ada di rumah siapa tahu salah satu dari mereka melihat kepergian salsa dan Arini." Kata papanya salsa, istrinya hanya menganggukkan kepalanya


Semua pekerja di rumah di kumpulkan di ruang tamu dan berbaris di hadapan pak Satya dan ibu sisil.


"Apa kalin melihat salsa dan Arini keluar rumah pada malam hari." Tanya papanya salsa


Semua orang menggelengkan kepalanya terkecuali sopir, satpam dan bibi sumi


Kalian semua keluar terkecuali kalian ber3 maksudnya sopir, satpam dan bibi sumi, yang lainpun keluar sedangkan mereka masih berdiri di ruang tamu.


Mereka hanya terdiam, mereka takut majikannya akan marah pada mereka dan memecat mereka kalau sampai tau putrinya masuk rumah sakit dan tidak memberi tahu majikan nya.


"Jawab, di dimana salsa dan Arini kalau kalian tidak mau menjawab terpaksa saya akan memanggil polisi kesini." Ancam papanya salsa


"Ja jangan tuan." Jawab sopir dan satpam bersamaan sedangkan bibi sumi hanya terdiam


"Sekarang beri tahu saya di mana mereka." Kata papanya salsa


"Tuan saya hanya membukakan gerbang, sekitar jam 1 malam merek keluar." Kata satpam


"Memang mereka kemana jam segitu pergi keluar." tanya pak Satya


"Saya mengantarkan nona muda ke rumah sakit tuan." Jawab sopir takut


"APA, apa yang terjadi dengan salsa, katakan." Teriak mamanya salsa pada sopir karna khawatir


"Sa saya tidak tahu nyonya saya hanya menggendong nona muda dari kamar ke mobil, dan kerumah sakit, selanjutnya saya tidak tahu nyonya, nyonya tanyakan saja sama bibi sumi." Jawab satpam dengan ketakutan


Mamanya salsa terduduk lemas di sofa karna terkejut apa yang di bilang sopir tersebut.


"Tenanglah ma, kalian berdua keluar." Suruh papanya salsa sekarang hanya bibi sumi dan ke dua orang tua salsa


Bibi sebenarnya tidak ingin memberi tahu keadaan salsa pada orang tuanya, namun dia harus memberi tahu orang tua salsa karna kondisi salsa yang semakin memburuk, anrini menelfon bibi memberitahu kondisi salsa.


"Bi kenap salsa di bawah kerumah sakit, kenapa bi kenapa." Tanya mamanya salsa histeris dan mendekati bibi sumi


"Bi jawab memang salsa semalam demam tinggi sampai di bawa kerumah sakit bi." Tanya mamanya lagi sembari menyeka air matanya


"Se sebenarnya nona muda tidak demam tuan nyonya." Jawab bibi sumi takut-takut

__ADS_1


"Lalu kenapa salsa di bawah kerumah sakit bi, sekarang salsa di mana apakah masih ada di rumah sakit." Tanya papanya salsa juga sangat khawatir, bagaimanapun salsa bersikap kasar padanya dia tetap putri kesayangannya.


"Sebenarnya kesehatan nona muda tidak baik tuan." Kata bibi menjeda kalimatnya


"Maksudnya apa bi, kenapa salsa kenap." Tanya mamanya semakin menangis


"Sebenarnya semalam kondisi nona muda memburuk, itu sebabnya nona Arini datang karna nona muda menghubungi nona Arini dan menyemangati nona muda untuk menguatkan diri dari rasa sakit yang di rasakan nya setelah nona Arini datang kondisi nona muda membaik tapi." Bibi menghentikan perkataannya


"Tapi kenapa bi." tanya ibu sisil yang terus menangis mendengar keadaan putrinya


"Saat jam 1 malam kondisi nona muda semakin memburuk tuan nyonya." Jawab bibi menjelaskan sembari menangis


"Apa yang bibi maksud, salsa baik-baik saja dia sehat bi, dia baik-baik saja ini tidak mungkin, pa salsa pasti baik-baik saja kan." Kata mamanya salsa histeris


"Tenang ma salsa pasti baik-baik saja dia sudah di bawa kerumah sakit tenang ma, lalu bagaimana keadaan salsa saat ini bi." Papanya salsa menenangkan istrinya


"Nona muda, nona muda se sekarang kritis tuan sejak tadi malam dan tadi nona Arini memberi tahu bibi bahwa sekarang kondisi nona muda semakin memburuk tuan." Jelas bibi sumi tidak bisa membendung tangisnya lagi


"SALSA." Mamanya salsa memanggil nama salsa lalu pingsan di pelukan suaminya


Pak Satya membawa istrinya kerumah sakit yang sama dengan salsa, sesampainya di rumah sakit pak Satya menemani istrinya terlebih dulu sampai sadar dan akan menuju IGD tempat salsa di rawat, setelah beberapa saat mamanya salsa siuman dan memanggil-manggil nama salsa.


"Pa dimana salsa pa, ayo pa antar kan mama menemui salsa" Kata mamanya salsa pada suaminya


"Tenang ma kita akan menemui salsa, salsa sekarang ada di IGD." kata pak sarya


Mamanya salsa menggunakan kursi roda yang di dorong oleh suaminya dan menuju ruang perawatan salsa, dari kejauhan orang tua salsa melihat Arini yang sedang menangis memanggil-manggil nama salsa.


"Salsa tidak mungkin dok tidak mungkin." Arini menangis histeris di depan ruang IGD


"Yang sabar nona, teman anda suda tiada dan sekarang dia sudah tidak merasakan sakit lagi." kata dokter yang menangani Salsa


"Arini, kamu kenapa." Tanya papanya


"Arini di mana salsa bagaimana kondisi salsa kenapa kamu menangis Arini." Tanya mamanya salsa


Arini yang ditanya orang tuanya salsa hanya menangis terduduk di lantai depan ruang IGD, dia tidak memperdulikan pertanyaan orang tua salsa.


"Bangun arini, jangan seperti ini malu dilihat banyak orang." Kata pak Satya sembari membangunkan Arini


"Jangan menyentuh ku om, semua ini gara-gara Oa dan Tante salsa sampai seperti ini." Arini menyalahkan orang tua salsa sembari menangis


"Arini di mana salsa, di mana apakah di dalam, pa antar mama masuk kedalam mama ingin melihat salsa pa." Kata mamanya meminta menemui salsa di dalam


"Salsa sudah tidak ada di dalam ruang IGD." Cegah Arini agar orang tua salsa tidak masuk kedalam


"Apakah salsa sudah di pindahkan keruang rawat, syukur kalau kondisi salsa membaik, lalu di mana ruang rawat salsa?" Kata mamanya salsa


"TIDAK hentiakan kalian tidak peduli dengan salsa, lebih baik seperti ini daripada dia terus mersakan sakit." Kata Arini sembari menangis


"Apa maksud kamu Arini, di mana salsa." Tanya pak Satya


Saat orang tua salsa dan Arini sedang berbincang perawat datang menghampiri Arini dan bicar.


"Nona semua sudah selesai, apa kita langsung saja membawanya." Tanya perawat


"Baiklah, kita langsung saja pak lebih cepat lebih baik ayo." Ajak Arini pada perawat tersebut


"Arini kamu mau kemana, di mana salsa?" Teriak mamanya salsa


Namun Arini tidak mempedulikan mereka, namun pak Satya menarik Arini untuk menjelaskan apa yang terjadi.


"Arini di mana salsa, dia putri om kamu tidak ada hak sama sekali untuk menyembunyikan salsa, nanti om akan bertindak lebih jauh kalau sikap kamu seperti ini, Dimana salsa?" Tanya papanya salsa tegas sedangkan istrinya hanya menangis


"OM INGIN TAHU, SALSA SUDAH TIADA." Teriak Arini pada pak Satya


Apa yang dimaksud Arini apakah salsa sudah meninggal?.....

__ADS_1


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


TERIMA KASIH :)


__ADS_2