Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 10


__ADS_3

Penelitian mereka berjalan dengan sangat lancar, hari ini hari terakhir di gunung, mereka semua membersihkan sampah yang ada di perkemahan dan menanam pohon di hutan dekat perkemahan tersebut.


Setelah semuanya sudah selesai mereka semua turun gunung dan pulang kerumahnya masing-masing sedangkan Haikal dan teman-temannya serta vaizah, salsa dan Arini singgah di hotel untuk beristirahat dan membersikan diri mereka berendam di air hangat biar tubuh mereka rileks.


Mereka akan menginap 1 malam di hotel dan berburu kuliner nanti malam, malampun menjelang mereka berkumpul di lobi dan berangkat bersama-sama.


"Kita makan di mana di restoran yang paling enak di dekat sini." Tanya Azril


"Ngapain kita ke restoran, kalau makan di restoran, kita makan saja di restoran hotel kenapa harus keluar." Kata salsa


"Iya juga si, ai kita keman." Tanya Azril


"Kita cari taman atau alun-alun dekat sini pasti banyak jajanan di sana." Usul Arini


"Boleh juga tu, ayo let's go." Kata Azril


Merekapun ke alun-alun, benar yang di bilang Arini di sana banyak pedangang yang bervariasi, dari makanan manis, gurih dan pedas, menuman juga bermacam-macam, akhirnya mereka menuju penjual makanan yang mereka inginkan masing-masing dan duduk di bangku yang sudah di sediakan.


Sesudah mereka berburu makanan mereka kembali ke hotel lagi untuk beristirahat, untuk perjalanan pulang mereka besok pagi, mereka masuk ke kamar mereka masing-masing dan tidur. Arini, salsa dan vaizah satu kamar Haikal dan teman-temannya juga satu kamar.


Ke esokan paginya mereka sarapan dan memulai perjalanan mereka, akhirnya mereka sampai, teman-temannya pulang duluan sedangkan Haikal mengantar Arini dan salsa pulang kerumah, salsa terlalu capek untuk mengemudikan mobilnya jadi dia meminta Haikal mengantarkannya ke rumah.


"Terimakasih kak tumpangannya." Kata salsa dan Arini salsa dan Arini memanggilnya Haikal dan teman-temannya dengan panggilan kakak


"Iya sama-sama." Jawab haikal, Arini turun bersama salsa di depan rumah salsa karna rumah Arini dekat dengan rumah salsa


Haikalpun meninggalkan mereka dan pulang kerumah, vaizah sedang tertidur di kursi belakang karna capek perjalanan mereka sangat melelahkan.


di kediaman keluarga salsa sedang ada banyak tamu, mereka semua klien papanya salsa, salsa masuk kerumah tanpa permisi dan langsung naik ke atas.


"Bi siapkan air hangat buat mandi salsa." teriak salsa sembari masuk rumah dia tidak mempedulikan orang-orang yang memperhatikan nya


"Sa kenapa teriak-teriak papa sedang ada klien penting, jaga sikapmu sa." kata papanya marah


"Klien penting di bawa kerumah, punya kantor kenapa tidak di kantor saja." jawab salsa cuek


"Salsa, lebih baik kamu naik ke atas" suruh papanya


"Siapa juga yang mau lama-lama dia sini." jawab salsa lalu naik keatas ke kamarnya


Papanya salsa hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap anaknya tersebut, papanya salsa meminta maaf kepada kliennya atas sikap anaknya, papanya salsa membahas pekerjaan di rumah karna mengajak kliennya untuk makan siang bersama, kliennya juga membawa keluarganya mereka klien dari luar negeri.


pak Satya adalah papanya salsa sedangkan ibunya adalah ibu sisil


Sudah waktunya makan siang pak Satya mengajak kliennya ke meja makan, merekapun menikmati makanannya sedangkan salsa yang di kamar sedang beristirahat karena kecapekan, setelah selesai makan siang pak Satya mengantar klienya sampai ke depan rumah, kliennya akan kembali ke hotel mereka menginap.


papanya naik kelantai dua dan menggedor pintu salsa dengan sangat keras, salsa yang sedang terlelap pun terbangun.


"Tok tok tok salsa buka pintunya papa ingin bicara sama kamu." teriak pak Satya dari luar kamar salsa, namun tidak di bukakan pintu oleh salsa, pak Satya sampai emosi dengan sikap salsa padanya


"Salsa kalau tidak di buka juga pintunya, papa akan dobrak pintunya." ancam papanya, akhirnya salsa membuka pintu kamarnya


"Ada apa si, ganggu salsa saja, salsa capek butuh istirahat." jawab salsa kesal karna di ganggu saat sedang beristirahat


"Ikut papa ke ruang kerja, papa ingin berbicara dengan kamu." ajak paap nya tegas, akhirnya salsa mengikuti pak Satya dari belakang menuju ruang kerja papanya

__ADS_1


Sesampainya di ruang kerja, pak Satya menyuruh salsa duduk di hadapannya, salsa hanya mengiyakan karena sedang tidak ingin berdebat dengan papanya.


"Salsa kenapa kamu selalu mempermalukan papa si sa." kata pak Satya marah


"Papa kesal karna sering mempermalukan papa atau karna papa malu punya anak seperti salsa." jawab salsa marah


"SALSA, jangan alihkan pembicaraan." kata papanya sembari berteriak, sampai ibu sisil mendengar teriakan suaminya


"Salsa tidak mengalihkan pembicaraan, salsa hanya bertanya apa anda malu memiliki anak seperti saya." teriak salsa pada papanya


"YA PAPA MALU PUNYA ANAK SEPERTI KAMU NAURA SALSABILA." teriak papanya dengan penuh kemarahan


"Baguslah kalau anda malu punya anak seperti saya, asalkan anda tahu pak Satya kalau saya juga tidak ingin punya papa seperti anda." kata salsa semakin marah sampai memukul meja yang ada di depannya


Pak Satya mengangkat tangannya ingin menampar salsa namun ada teriakan yang mencegah nya.


"Papa hentikan jangan tampar salsa." teriak ibu sisil


"Biarkan dia menamparku, ayo tampar kenapa kamu menghentikannya." teriak salsa pada mereka berdua


"Pa sudahlah jangan terbawa emosi, dia anak kandung kita pa." ibu sisil menenangkan suaminya


"Biarkan dia memukulku biar dia puas, kalau tidak puas sekalian saja kalian membunuhku, dengan kalian yang seperti ini aku akan terbunuh secara perlahan kenapa tidak langsung saja." kata salsa berteriak kepada orang tua nya.


"Salsa hentikan jangan memancing kemarahan papamu." kata mamanya menenangkan salsa, namun salsa mendorong mamanya sampai hampir terjatuh untung saja pak Satya sigap menopang tubuh istrinya.


"Mama tidak apa-apa, mama jangan menghalangi papa dia harus di peri pelajaran ma." kata papanya lalu mendekati salsa


PLAK PLAK, suara tamparan menggema di ruangan tersebut, tamparan pertama salsa masih berdiri tegak lalu tamparan kedua salsa tersungkur ke lantai, ibu sisil yang melihat suaminya menampar salsa dengan keras sangat terkejut, karna pak Satya bukan orang yang kasar pada orang lain, namun hari ini pak Satya menampar putrinya di depan matanya.


"Salsa maafkan papa, papa sedang emosi sampai-sampai papa menamparmu." kata pak Satya ingin mendekati salsa


"Hentikan jangan mendekat, kalau tidak." salsa mengambil gunting yang ada di meja kerja papanya dan mengarahkannya ke nadi di tangannya


"Jangan salsa, jangan lakukan itu, pa menjauh dari salsa." kata ibu sisil menyuruh suaminya menjauh


Pak Satya menjauh dari salsa, sedangkan ibu sisil terus memohon agar salsa tidak melakukannya, salsa pun keluar dari ruang kerja papanya lalu masuk ke kamarnya.


Sedangkan pak Satya menyesali perbuatannya, dia terus memukul tangannya di dinding, sedangkan ibu sisil mencoba menenangkan suaminya.


Sedangkan salsa yang dikamarnya sedang menangis, dia kesal, marah, frustasi dan putus asa, dia melempar semua barang-barang yang ada di kamarnya, orang tua salsa yang mendengar lemparan benda di kamar salsa tidak berani menghampirinya, namun dia menyuruh bibi untuk menenangkan salsa, karna bibi yang lebih dekat dengan salsa.


"Bi masuklah kekamar salsa tenangkan dia." kata mamanya salsa


Bibi pun menyetujui nya, bibi masuk ke kamar salsa, kamarnya sangat berantakan banyak pecahan kaca yang berserakan di lantai, tapi bibi tidak melihat keberadaan salsa.


"Nona muda anda di mana." teriak bibinya mencari salsa


"Bi salsa ada di kamar mandi, bi tolong bersihkan kamar salsa." teriak salsa


"Baiklah, ada yang di perlukan lagi." tanya bibi


"Tidak ada bi, kalau sudah selesai membersikan nya bibi langsung keluar saja." kata salsa


Bibi pun membersihkan kamar salsa dari pecahan kaca tidak ada yang tertinggal sama sekali, setelah selesai bibi pun keluar dari kamar salsa, orang tua salsa menunggu bibi di ruang tamu.

__ADS_1


"Bagaimana bi apa salsa baik-baik saja." tanya ibu sisil khawatir


"Maaf nyonya saya tidak bisa melihat nona muda, nona muda sedang ada di kamar mandi dan menyuruh saya membereskan kamarnya." jelas bibi


"Tidak apa bi yang penting salsa tidak melakukan hal yang membahayakan dirinya." kata ibu sisil


Sejak kejadian itu salsa tidak ingin bertemu dengan orang tuanya, saat pagi hari salsa akan berangkat sekolah agak terlambat karna tidak ingin bertemu dengan orangtuanya dan saat malam hari bibi akan mengantarkan makan malam kekamar nya.


*****


Sudah 3 bulan berlalu sejak kejadian itu, besok waktunya kenaikan kelas, selama 3 bulan sekolah mereka berjalan dengan baik Arini dan salsapun sudah sangat akrab dengan haikla dan teman-temannya, namun tidak ada yang berubah dari Haikal dan teman-temannya mereka masih datang ke klub malam namun tidak seperti dulu, mereka hanya datang 1 Minggu 3 kali, kalau dulu mereka datang hampir setiap hari.


Sekarang mamanya salsa sedang hamil dan berhenti bekerja, mamanya salsa sudah hamil 2 bulan, namun salsa masih bersikap dingin kepada mama dan papa nya, dia akan pulang larut malam dan langsung beristirahat di kamarnya, setelah pulang sekolah salsa membantu Arini di perpustakaan, salsa tidak mau sama sekali bertemu dengan orang tuanya.


Sedangkan Arini seperri biasa kegiatannya, Arini sudah menyuruh salsa untuk lebih dekat dengan orang tuanya namun salsa tidak mendengarkan apa yang dikatakan Arini, kata salsa "biarkan mereka hidup dengan kebahagiaan mereka dan aku hidup dengan kesendirian ku." itu yang selalu salsa katakan pada Arini kalau Arini mengingatkannya.


Sedangkan vaizah dia sibuk dengan latihan silat, dia juga akan pulang larut malam, vaizah juga akan di perpustakaan bersama Arini dan salsa, vaizah semakin dekat dengan Arini dan salsa bahkan terkadang salsa dan vaizah akan menginap di rumah Arini 1 Minggu sekali saat libur, tidak heran mereka selalu menjadi juara di kelasnya karna mereka meluangkan belajar setiap malamnya di perpustakaan.


Ibu adira sangat senang dengan keberadaan vaizah dan salsa di perpustakaannya katanya semakin ramai kalau mereka makan malam bersama, biasanya hanya ada ibu adira, suaminya dan Arini sekarang di tambah vaizah dan salsa, sebenarnya ibu adira tidak mempunyai anak sebab itu ibu adira mendirikan perpustakaan karena akan ada banyak anak sekolah yang keluar masuk perpustakaan.


Salsa semakin menjauh dari orang tuanya karna ada penyebab lain juga, di malam itu salsa terpaksa makan malam bersama orang tuanya mama, papa dan salsa makan malam bersama, saat orang tuanya sudah selesai salsa belum menyelesaikan makannya dan saat itu juga bibi membawakan susu hamil untuk mamanya, salsa pun segera berlari kekamar mandi dan memuntahkan isi perutnya tapi orang tuanya tidak peduli padanya mereka asik berbincang di meja makan, saat salsa mau naik ke kamarnya papanya berbicara pada nya.


"Bi bawa makan malam buat salsa ke atas." Kata salsa pada bibi


"Baik nona, ada lagi yang nona inginkan." Tanya bibi


"Bawakan juga aku air hangat bi, sudah itu saja."


Salsa melewati orang tuanya begitu saja sembari menutup hidungnya, antara orang tuanya tidak peduli apa memang bagaimana, orang tua salsa tidak berfikir seharusnya minum susu setelah salsa menyelesaikan makannya dan naik keatas.


"Sa tunggu papa mau bicara, kamu tunggu di ruang tamu nanti papa sama Mama menyusul." Kata papanya


Salsa pun menuju ruang tamu dan menunggu mereka dengan memainkan ponselnya, orang tuanya pun datang dan duduk di hadapan salsa.


"Sa kamu harus terbiasa dengan bau susu, mama kamu kan harus meminumnya." Kata papanya


"Baiklah, salsa tidak masalah salsa juga tidak akan makan di rumah lagi, di mulai hari ini dan seterusnya." Kata salsa, salsa sakit hati dengan perkataan orang tuanya


"Apa maksudmu sa, maksud papa bukan begitu, papa hanya ingin kamu terbiasa dengan bau susu kejadian itu bahkan sudah sangat lama kenapa kamu masih mengingatnya." Kata papanya


"Ya memang kejadian itu sudah sangat lama namun aku yang merasakannya, aku trauma bahkan hanya melihat kotak susu, saat itu aku berjuang antara hidup dan mati di IGD sendiri, kalian hanya berfikiran aku baik-baik saja nyatanya tidak." Kata salsa sembari menangis


"Karna saat itu mama dan papa sedang ada di luar negri dan ada masalah di perusahaan papa, sebab itu papa dan mama mematikan ponsel." Kata papanya


"Apa kalian perna berfikir apa yang aku rasakan saat itu, bahkan aku kritis selama 3 hari namun kalian masih tidak bisa di hubungi, kenapa kalian hanya mematikan ponsel kalian kenapa tidak sekalian kalian mematikan aku juga." Salsa marah dan menangis sesenggukan


"Salsa kenapa bilang seperti itu, seharusnya kamu mengerti keadaan mama dan papa saat itu." Kata mamanya sedih dengan perkataan salsa


"Lalu kenapa kalian tidak mengerti keadaan ku saat ini, kalian hanya ingin di mengerti kalian orang tua yang egois." Salsa semakin menangis, berlari ke kamarnya


Sedangkan orang tua salsa merenungi apa yang di katakan salsa memang benar, mamanya salsa menangis di pelukan suaminya.


TERIMA KASIH


LANJUT BAB SELANJUTNYA ;)

__ADS_1


__ADS_2