Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 18


__ADS_3

Ibu sisil tidak sengaja melihat gadis yang mirip sekali dengan putrinya salsa, ibu sisil pun memberi tahukan suaminya dan mengajaknya menghampiri gadis tersebut yang sedang duduk di bangku taman sendirian.


"Pa lihat gadis itu bukannya sangat mirip dengan salsa." Kata ibu sisil sembari menunjuk salsa


"Benar dia mirip sekali dengan salsa ma, coba kita samperin dia." Ajak pak Satya


"Ayo pah." Kata ibu sisil


Mereka menghampiri salsa namun saat jarak mereka tidak terlalu jauh sofiya menangis, mereka pun tidak jadi menghampiri salsa dan menenangkan sofiya padahan tinggal sedikit lagi.


Arini yang tidak menemukan salsa pun mulai khawatir, dan kata pak satpam salsa belum pulang arinipun semakin khawatir, salsa yang di telfon tidak mengangkat panggilan dari Arini.


"Ai kenapa kamu menelfon aku terus si." Kesal salsa, arini pun kaget salsa ada di belakangnya


"Ya ampun sa ngagetin saja, ya setidaknya angkat telfonnya sa, dari mana kamu, kan sudah aku bilang pulanglah terlebih duluan kenapa pas aku sampai kamu belum sampai rumah." Arini mengomeli salsa di depan rumah


"Kenapa si ai sensitif amat, aku juga tidak akan kemana-mana kali ai." Salsa menjawab dengan cuek, sedangkan vaizah hanya menyaksikannya saja


"Sudahlah ayo kita mandi dulu, ada yang ingin aku omongin sama kamu." Kata Arini


Mereka pun membersihkan tubuh mereka dari kringat yang menempel pada tubuh mereka, setelah selesai mereka semua menuju taman belakang, di taman belakang Juga ada gazebo, mereka duduk membawa sarapan mereka masing-masing.


"Ai apa yang ingin kamu bicarakan." Tanya salsa sembari memakan roti yang ada selai kacang nya


"Selesaikan sarapan kita dulu, baru kita bicara."


Mereka pun menikmati sarapan mereka.


Akhirnya mereka menyelesaikan sarapan mereka.


"Sa apakah kamu tidak merindukan orang tua kamu?" Tanya Arini


"Kenapa kamu bertanya seperti itu." Kata salsa


"Tidak sa, hanya ingin bertanya saja, bagaimana kalau kamu bertemu dengan mereka secara tidak sengaja." Tanya Arini


"Ya tidak masalah itu secara kebetulan tidak di sengaja, bahkan nama aku saja bukan salsa lagi, kalian nya saja yang tidak terbiasa." Jelas salsa


"Tadi aku dan Adek bertemu dengan orang tua kamu sa."


"Apa, pantas saja kamu menyuruh aku pulang duluan, aku tidak masalah bertemu mereka, kan nama aku sekarang Nabilla dan aku harus menghadapi semua kemungkinan, apa mereka mengenali kamu ai." Tanya salsa


"Syukur kalau kamu tidak masalah, kalau mereka bertetangga dengan kita, mereka tidak mengenali aku sa kan aku pakai kacamata, masker dan topi." Jelas Arini


"APA, kenapa harus tetangga an sama mereka si, nanti mereka semakin curiga ai." Salsa mulai khawatir


"Ya sudah sa kita jalanin saja dulu." Arini menenangkan salsa


Merepun akan menanam bunga, buah serta sayur-sayuran di belakang rumah, sembari menunggu bibit tanamannya datang mereka mengobrol membahas tentang salsa dan vaizah saat di London, sudah satu jam berlalu mereka mendengar ada orang di depan yang mengantar tanaman yang mereka pesan.


Mereka menghampiri kedepan dan menyuruh pengantar tanaman untuk meletakkannya di belakang, dan ada pupuk juga yang mereka pesan, mereka tinggal menunggu tukang kebun untuk menanamnya mereka akan membantu sedikit dan tukang kebun pun datang lalu mengerjakannya sampai selesai, saat selesai sudah waktunya makan siang, Arini memasak makan siang untuk mereka, tukang kebun juga satpam, ya pembantu yang mereka cari belum ada yang cocok untuk mereka.


Setelah makan siang selesai mereka masuk kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.


Sedangkan orang tua salsa masih penasaran siapa gadis yang duduk di taman, pasalnya dia sangat mirip dengan salsa, saat itu salsa tidak memakai masker, kaca mata ataupun topi salsa melepaskan semua itu karna gerah pasalnya salsa habis lari-lari kecil keliling taman.


"Pa mama masih penasaran gadis itu siapa." Kata ibu sisil


"Papa juga penasaran ma, pasti gadis itu tinggal di kompleks ini ma." Jelas pak Satya


"Tapi mama baru pertama melihat gadis itu, setiap hari weekend mama selalu ke taman mengajak sofiya jalan-jalan namun tidak pernah bertemu dengannya."


"Sudahlah ma, mungkin kita terlalu rindu pada salsa." Kata pak Satya


Setelah selesai berbicara dengan suaminya, ibu sisil masih sangat penasaran dengan gadisbyang mirip sekali dangan salsa, ibu sisil bertekad akan menemukan gadis itu.


*****


Pagi harinya Arni sedang membersihkan halaman depan sedangkan salsa dan vaizah masih tidur, lalu Arini duduk di kursi yang ada di bawah pohon depan rumah karena kelelahan saat Arini sedang menikmati udara yang masih sejuk di pagi hari ponsel Arini yang ada di bangku berbunyi.


"Halo, ada apa vita pagi-pagi sudah telfon?" tanya Arini pada vita


"Halo juga Arini, kenapa kamu sekarang jarang menghubungi aku, apakah kamu sesibuk itu." tanya Vita


"Tidak juga, maaf Karena aku jarang menghubungimu, karna sahabat dan adik aku sudah pulang dari London jadi sedikit sibuk." kata Arini menjelaskan


"Pantas saja sampai-sampai kamu melupakan aku karena sahabat kamu sudah datang." kata Vita pura-pura marah pada Arini


"Tidak seperti itu Vita." kata Arini


"Kalau tidak seperti itu kenapa kamu tidak mempertemukan ku dengan mereka." kata Vita

__ADS_1


"Bilang saja kalau kamu ingin bertemu mereka, jangan pura-pura marah, tinggal ke sini saja aku akan kirimkan alamatnya lewat pesan." kata Arini


"Baiklah kirimkan secepatnya saya akan segera ke sana." kata vita, lalu memutuskan sambungan telfonnya.


Arini masih duduk di sana sembari menunggu Vita datang, saat sedang menunggu Vita, Vaizah datang lalu dulu di samping Arini.


"Kakak sudah lama duduk di sini?" tanya vaizah


"Sudah dek, dari pagi habis membersihkan halaman, apa kak salsa sudah bangun?" jelas Arini sembari bertanya pada vaizah


"Kenapa kakak melakukannya sendiri kita kan bisa memanggil orang untuk membersihkannya, kak salsa belum bangun kak." kata vaizah


"Kalau kita masih bisa mengerjakannya sendiri kenapa harus menyuruh orang lain, bangunkan salsa dek dia harus meminum obatnya ini sudah siang."


"Baiklah Adek masuk dulu." pamit vaizah


Saat vaizah masuk ke dalam, Vita sudah ada di depan namun tidak di perbolehkan masuk oleh pak satpam, Arini yang mendengar keributan di depan akhirnya menghampiri mereka.


"Arini." panggil Vita yang melihat Arini menghampirinya


"Biarkan dia masuk pak, dia teman saya." kata Arini


"Maaf nona saya tidak tahu kalau dia teman anda." kata pak satpam pada arini, sembari membukakan gerbang untuk Vita karna Vita datang menggunakan sepeda motor


"Tidak apa-apa pak, saya juga tidak memberi tahu bapak kalau teman saya akan datang." kata Arini


Arini mengajak Vita masuk kerumah dan menyuruh Vita duduk di ruang tamu, saat Arini sedang membuat minuman untuk Vita ada orang yang turun dari tangga sembari becanda, Vita memperhatikan mereka dari tempat duduknya sedangkan vaizah dan salsa tidak menyadari ada orang yang sedang memperhatikannya.


Saat vaizah dan salsa sampai di lantai bawah mereka terkejut ada seseorang yang duduk di ruang tamu.


"Kamu siapa, kenapa kamu masuk ke rumah kita?" tanya salsa jutek


"Dia teman aku sa." jawab Arini yang datang dari dapur sembari membawakan minuman dan cemilan untuk Vita, salsa pun kaget karena Arini tiba-tiba muncul dari belakang


"Ya ampun ai ngagetin saja." kata salsa


"Kak kenapa minumannya hanya ada dua?" tanya vaizah


"Iya hanya untuk kakak dan Vita saja." kata Arini sembari meletakkan nampan di meja


"Lalu untuk kita mana kak." kata vaizah


"Kalian berdua sarapan dulu sana, kalau sudah selesai nanti kakak bikinin minuman juga untuk kamu dek." kata Arini


"Kalian berdua jangan berantem di meja makan dan satu lagi salsa kamu harus meminum obat kamu." teriak Arini pada mereka berdua


Sedangkan vaizah dan salsa tidak memperdulikan ucapan Arini, sedangkan Arini dan Vita berbincang-bincang di ruang tamu sembari menikmati cemilan yang Arini sajikan.


"Arini apakah gadis yang bertanya padaku sahabat Kumu, yang kamu ceritakan padaku?" tanya Vita,


Arini sudah menceritakan semuanya pada vita termasuk tentang Salsa, walaupun Vita orangnya ceplas-ceplos dia bisa menjaga rahasia.


"Benar dia sahabatku salsa yang dulu aku ceritakan." kata Arini


Sedangkan di meja makan salsa mengerjai vaizah, akhirnya mereka pun ribut di dapur, Arini yang mendengarnya pun sudah terbiasa kalau mereka ribut-ribut, vaizah pun menghampiri Arini dan mengadu padanya.


"Kak, kak salsa ngerjain Adek terus." adu vaizah pada Arini, salsa datang lalu duduk di sebelah vita dan tidak merasa bersalah sama sekali pada vaizah


"Memang apa yang salsa lakuin pada Adek?" tanya Arini


"Dia menaruh garam pada jus Adek saat Adek sedang mencuci tangan." jelas vaizah kesal pada salsa


"Kamu kenapa si sa selalu mengerjai Adek iseng banget si sa." kata Arini pada salsa


"Kan sudah aku bilang kalau sehari tidak iseng pada Adek tidak seru." kata salsa santai, Arini hanya menggelengkan kepalanya atas sikap dan perilaku salsa


Sedangkan Vita hanya mendengarkan mereka saja, salsa akhirnya bertanya siapa teman Arini.


"Ai siap nama teman kamu dan sejak kapan kamu punya teman selain aku?" tanya salsa,


Sebenarnya Arini tidak memberi tahu salsa bahwa pada saat salsa di bawah ke London dia pindah sekolah dan keluar kota.


"perkenalkan dia Vita teman aku saat sekolah di Jakarta." kata Arini memperkenalkan Vita


"Memang kamu sekolah di Jakarta ai?" tanya salsa heran


"Saat kamu di bawah ke London aku langsung pindah ke Jakarta dan menyelesaikan sekolah di Jakarta." jelas arini


"Kenapa kamu tidak pernah cerita pada ku ai." kata salsa kesal


"Apa masalahnya kalau aku pindah ke Jakarta saat itu."

__ADS_1


"Ya tentu masalah ai gara-gara aku kamu harus pindah dari rumah peninggalan orang tua kamu." kata salsa


"Sudah lah sa tidak masalah, ini juga sudah berlalu.


"Hai kak nama aku vaizah, adiknya kak Arini." vaizah memperkenalkan dirinya pada vita


"Ah iya salam kenal nama kakak Vita." kata Vita


"Aku aku Nabilla." kata salsa kelepasan bicara


"iya salam kenal salsa aku Vita." kata Vita, salsa pun heran kenapa vita bisa tahu nama nya, lalu salsa melihat Arini


"Iya sa aku sudah menceritakan semuanya pada vita, tenang saja dia bisa di percaya kok." kata Arini menjelaskan


Salsa dan vaizah senang karna ada teman baru walau sebenarnya salsa tidak terlalu suka dengan Vita, karna mungkin baru mengenalnya.


Saking asiknya berbincang mereka tidak sadar kalau hari sudah hampir sore, vaizah mengajak mereka berenang, akhirnya mereka pun mengganti pakaian dengan pakaian renang sedang kan Vita meminjam punya vaizah.


"Ayo kak kita balapan renang pasti Adek menang." ajak vaizah pada salsa


"Males ah dek kakak hanya ingin menikmati saja." kata salsa


"Bilang saja kalau kak salsa takut kalah dari Adek." kata vaizah meremehkan salsa


"Apa, kakak tidak takut sama sekali dek." kata salsa


"Sudahlah kalian berdua tidak di darat tidak di air ribut terus." kata Arini kesal pada mereka berdua


Sedangkan ibu sisil yang masih mencari-cari gadis yang mirip dengan salsa masih belum menemukannya, dan akhirnya ibu sisil menghampiri rumah Arini.


"Pak apakah mereka ada di rumah." tanya ibu sisil pada satpam


"Ada Bu, memang ada apa mencari mereka." tanya pak satpam


"Saya ingin bertemu mereka, dengar-dengar mereka sedang mencari pembantu." kata ibu sisil


"Owh baiklah, saya telfon Nana dulu Bu apakah ibu di perbolehkan masuk." kata pak satpam


Akhirnya pak satpam menelfon Arini.


"Nona ada ibu-ibu yang bertetangga dengan kita ingin bertemu katanya ada kandidat menjadi pembantu di rumah." jelas pak satpam


"Owh baiklah suruh dia masuk saja pak suruh dia bertemu dengan nona muda saya dan Nabilla sedang sibuk." kata Arini


Pak satpam menyuruh ibu sisil masuk dan mengantarkan ibu sisil ke kolam renang, di sana hanya ada vaizah dan vita, karna Arini mengajak salsa masuk karena sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertemu dengan ibunya, ibu sisil juga membawa sofiya.


"Hai Tan, hai sofiya." kata vaizah


"Hai juga vaizah, di mana kakak kamu." tanya ibu sisil


"Maaf Tan kakak saya sedang sibuk, pekerjaannya sedang tidak bisa di tunda dia ada dalam." jelas vaizah


"Tidak apa, apakah dia kakak ke dua kamu." tanya ibu sisil sembari menunjuk Vita


"Bukan Tan dia temannya kak Aini, kak Nabilla sedang membantu pekerjaan kak Aini Tan." jelas vaizah


"maaf Tan ada keperluan apa ya Tante ke rumah?" tanya vaizah


"Eh Tante lupa, pembantu Tante ada kenalan yang ingin bekerja menjadi pembantu di rumah kamu." kata ibu sisil


"Kalau begitu surut saja ke sini Tan, nanti kak Aini akan menilai apakah dia layak atau tidak menjadi pembantu di rumah." kata vaizah


"Baiklah nanti tante akan menyuruhnya ke sini." kata ibu sisil, vaizah hanya menganggukkan kepalanya


"Sofiya sini mau berenang tidak sama kakak." ajak vaizah pada sofiya


"idak kak pia idak au." kata Sofia yang tidak terlalu lancar berbicara nya karna masih berumur dua tahun


"Kenapa sofiya tidak mau?" tanya vaizah sembari berjongkok di hadapan sofiya mensejajarkan tinggi Sofiya


"pia akut enggelam kak." kata sofiya


"Kan ada kakak nanti kakak jagain." bujuk vaizah


"idak au kak."


"Ia lain kali saja vaizah hari sudah semakin sore, lebih baik kalian naik dan bersih-bersih nanti masuk angin." kata ibu sisil


Ibu sisil pun pergi dari rumah Arini, vaizah dan Vita pun naik membersihkan diri, sedangkan salsa dan Arini hanya memperhatikan mereka dari lantai atas.


TERIMA KASIH

__ADS_1


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


__ADS_2