
Sedangkan di luar salsa masih berbicara dengan keluarga pak Lucas.
"Benarkah, apakah dia sudah tahu orang tua kandungnya?" Tanyapak Lucas
"Sudah." Jawab salsa singkat
"Lalu apakah dia ingin bertemu dengan orang tuanya?" Tanya ibu Audry
"Entahlah, dia hanya penasaran siapa orang tua kandungnya, tapi setelah dia tahu dia tidak pernah menemui mereka." Kata salsa
"Kak sampaikan maaf aku padanya." Kata khalisa pada salsa
"Nanti kakak sampaikan maaf kamu." Kata salsa
"Apakah kalian berdua saudari kandung?" Tanyapak Lucas
"Bukan, aku baru mengenalnya, baru enam tahun ini, dia menganggap aku seperti kakaknya sendiri."
"Pantas saja wajah kalain tidak mirip, lalu orang tua kamu di mana?" Tanya ibu Audry
"Orang tua aku sama saja dengan orang tua vaizah, perbedaannya aku tidak di buang namun di abaikan oleh mereka." Jelas salsa
"Maaf." Kata ibu Audry menyesal bertanya seperti itu pada salsa
"Tidak apa-apa kok Tan, aku sudah terbiasa hidup sendirian dan sekarang aku bersama vaizah nasib kita sama saja." Kata salsa
"Lalu biaya kalian kuliah dari mana, sampai bisa kuliah di sini, apakah kalian berdua mendapatkan beasiswa?" Tanay pak Lucas
"Kami bekerja dan usaha kami berdua berhasil di sini, kami tidak mendapatkan beasiswa."
Ada pelayan yang menghampiri salsa.
"Nona maaf mengganggu, sepertinya nona muda sedang marah-marah di ruangannya terdengar suara pecahan barang dari ruangannya." Kata pelayan tersebut pada salsa
"Biarkan saja, kalau sudah tenang dia akan menemu saya." Kata salsa, lalu pelayan itu pun pergi
"Apakah restoran ini milik kalian?" Tanya pak Lucas
"Benar restoran ini milik kami, dari kerja keras kita selama ini." Kata salsa
"Hebat kalian berdua masih muda tapi sudah mempunyai usaha sendiri." Kata pak lucas, kagum pada salsa dan vaizah, salsa hanya tersenyum pada pak Lucas
"Apakah tidak apa-apa kalau vaizah di biarkan sendiri saja?" Tanay ibu Audry pada salsa karena khawatir terjadi sesuatu pada vaizah
"Tidak akan terjadi apa-apa Tan, tenang saja dia memang seperti itu, dia akan menumpahkan kemarahannya pada benda-benda yang ada di dekatnya." Jelas salsa, ibu Audry hanya menganggukkan kepalanya
Setelah berbincang dengan salsa keluarga pak Lucas pun pergi, karena malam sudah larut, setelah mereka pergi salsa pun masuk keruangan nya, ruangan tersebut sudah sangat hancur barang-barang di sana di lempar ke sembarang arah.
Sedangkan vaizah sedang duduk di kursi kerja sembari meminum minuman beralkohol, sekarang vaizah dan salsa sudah terbiasa meminum minuman beralkohol, menurut mereka meminum itu mengurangi beban pikiran mereka, salsa pun mendekati vaizah.
"Jangan terlalu banyak dek, nanti kakek akan curiga kalau kamu pulang bau minuman dan besok kita juga harus kuliah." Kata salsa
"Baik kak, apakah mereka sudah pergi?" Tanya vaizah
"Iya mereka sudah pergi, tenanglah kita akan membalas perbuatan mereka pada Adek." Kata salsa
*****
Hari ini sudah waktunya Arini pulang ke Indonesia, Arini di Singapura sudah lima bulan, Haikal selama lima bulan tidak pernah datang menemui Arini dan arinipun tidak pernah mengaktifkan ponselnya sampai sekarang.
Salsa dan vaizah yang mengetahui bahwa Arini akan kembali keindonesia pun sangat sedih, walau tidak dekat dengan Arini selama di singapur mereka puas hanya bisa melihat Arini di sekitar mereka yang selalu memperhatikannya.
Sesampainya di Indonesia Arini dan Oliv di jemput oleh supir pribadi keluarga Oliv, Oliv mengantarkan Arini kerumahnya, Oliv baru pertama kerumah Arini, namun dia tidak mau mampir kerumah Arini katanya lelah, sedangkan samaira sekarang ada di hotel pak mansyur dan istrinya akan menjemputnya.
Arini langsung naik ke kamarnya untuk beristirahat, nanti malam dia akan ke restoran dia sangat rindu suasana restoran.
Malam harinya Arini sudah bersiap-siap untuk berangkat ke restoran, dia akan makan malam di sana bersama pegawai di sana, sesampainya di sana Arini bertemu dengan mba Nova.
"Eh Arini." Kata mba Nova dia sangat terkejut
"Iya mba, apa kabar?" Tanya Arini
"Baik, kabar kamu bagaimana?"
"Aku juga baik mba, mba Nova ikut aku ke ruangan aku." Kata Arini mengajak mba Nova keruangan nya
Mba Nova pun mengikuti Arini dari belakang, sedangkan pegawai lain hanya memperhatikan arini, sekarang Arini sangat berbeda walau dia hanya tinggal di Singapura hanya lima bulan tapi cara berpakaian Arini mengikuti tren di sana.
__ADS_1
"Mba siapkan makan malam bersama pegawai setelah para pengunjung sudah pergi dan tutup restoran lebih awal." Kata Arini
"Baik mba, menunya apa?" Tanya mba Nova
"Semua menu saja mba, aku ingin berterima kasih pada mereka yang sudah bekerja keras selama aku tidak ada di sini, dan bulan ini saya akan memberikan kalian semua bonus." Kata Arini, mba Nova yang mendengarnyapun sangat senang
"Siap mba." Kata mba Nova bersemangat
Mba Nova pun keluar dari ruangan Arini, dan menyiapkan semua yang di perintahkan oleh Arini, Arini melarang mba Nova untuk memberi tahu yang lain ini adalah kejutan untuk mereka.
"Mba Nova untuk siapa kita memasak semua menu di restoran ini dan kenapa restoran sudah tutup?" Tanya mba Sinta
"Apakah untuk makan malam bisnis, atau untuk makan malam bersama teman-teman Arini?" Tanya pegawai lain
"Pasti untuk makan malam bisnis, karena semua menu dipesan." Kata mba Sinta
"Sudah, kita harus menyelesaikan ini dengan cepat, nanti kalin tahu sendiri." Kata mba Nova
"Kita saja yang sudah lama bekerja disini belum mencoba semua makanan di sini." Kata mba Sinta
Semuanya sudah selesai sudah tertata rapi di meja, semua pegawai pun takjub dalam satu meja ada semua menu di restoran tersebut, mba Nova pun masuk ke ruangan Arini untuk memberi tahu kalau semuanya sudah siap, arinipun keluar lalu berdiri di depan semua pegawai.
"Terima kasih untuk kalian semua karena sudah bekerja keras selama aku tidak ada di restoran, ini hadia untuk kalian semua, kita akan makan malam bersama." Kata Arini sembari tersenyum Semua pegawai sangat senang
"Dan satu lagi aku akan memberi bonus bulan ini." Kata arini, semua pegawai di sana semakin senang karena akan mendapat bonus
"Ye Arini memang yang terbaik." Kata mba Sinta sembari memeluk Arini, Arinipun sangat senang karena semua pegawai gembira.
Mereka semua menyantap hidangan tersebut dengan wajah yang bahagia, sedangkan Arini hanya makan nasi goreng dan jus alpukat, setelah semua makanan habis, para pegawai langsung membersihkan dan merapikan restoran yang sempat berantakan karena mereka.
"Mba aku pulang duluan." Kata Arini pada mba Nova
"Iya, hati-hati di jalan." Kata Arini, Arini hanya mengangguk kepala nya
Arinipun pergi dari restoran tersebut dengan mengendarai mobilnya, Arini mengemudi secara perlahan dia menikmati suasana yang dia rindukan selama ini, Arini selalu melewati bar yang sering Haikal dan teman-temannya datangi, pada waktu yang bersamaan Arini melihat Haikal dan teman-temannya masuk ke bar.
"Mereka tidak akan berubah." Kata Arini menggelengkan kepalanya
Telfon Arini berdering
"Halo ada apa Liv malam- telfon." Tanya Arini pada Oliv lewat sambungan telfon
"Aku di depan bar, memang ada apa nanyain aku dimana." Kata Arini
"Owh, aku akan ke sana, tunggu jangan kemana-mana." Kata Oliv lalu memutis sambungan telfonnya
Arini menunggu Oliv di dalam mobil, setelah hampir 30 menit Oliv datang dengan mengendarai mobilnya, olivpun menelfon Arini karena tidak bisa menemukan Arini di depan bar.
"Kamu di mana ai?" Tanya Oliv
"Aku di sini." Kata Arini keluar dari mobilnya
"Kamu keluar dari mobil siapa ai?" Tanya Oliv heran, karena Oliv tidak tahu kalau Arini punya mobil, Arini juga tidak pernah berangkat kuliah menggunakan mobil Arini akan berangkat kuliah menggunakan kendaraan umum
"Mobil aku, mobil siapa lagi." Kata Arini
"Sejak kapan, kenapa kamu tidak pernah berangkat kuliah menggunakan mobil kamu?" Tanya Oliv
"Ya suka-suka aku, aku malas mengemudi sendiri." Kata Arini
"Owh baiklah, kenapa kamu ada di depan bar?"
"Aku tidak sengaja melihat Haikal dan teman-temannya masuk ke bar."
"Kenapa kamu tidak mengikuti mereka ke dalam."
"Aku malas, aku sudah tahu mereka seperti itu sejak dulu."
"Ayolah ai aku ingin tahu keburukan mereka." Kata Oliv menarik tangan Arini, arinipun terpaksa msauk ke bar mereka berdua menggunakan masker agar Haikal dan teman-temannya tidak mengenali mereka
"Lihatlah merek sepertinya baru pertama kali masuk bar." Tunjuk Azril pada Arini dan Oliv
"Benar, bagaimana kalau kita bermain-main dengan mereka." Kata Haikal
Sedangkan Oliv sangat terkejut melihat banyak perempuan yang berpakaian kurang bahan, padahal Arini dan Oliv juga sama saja berpakaian kurang bahan, namun wanita-wanita di bar berpakaiannya hampir telanjang.
Arini dan Oliv duduk di depan bar minuman, mereka berdua memesan minuman bersoda, Haikal dan teman-temannya menghampiri Arini dan oliv.
__ADS_1
"Hai apakah kalian baru pertama kali masuk kesini?" Tanya Haikal sembari duduk di samping Arini
Arini dan Oliv hanya diam, di sana terlalu bising karena suara musiknya sangat kencang.
"Bagaimana kalau kalian ikut kita masuk ke ruangan itu." Ajak Haikal
"Kita tidak mau ikut dengan kalian, kita kesini hanya ingin menikmati minuman." Kata Arini, Arini sangat jijik melihat Haikal bersikap seperti itu
Haikal menyentuh paha Arini yang mulus, Arini yang merasakan ada yang menyentuh pahanya pun melihat kebawah lalu dia menyingkirkan tangan Haikal yang menyentuh pahanya.
"Sebaiknya kalian semua pergi." Kata Arini dengan keras
"Tidak akan puas kalau kalian hanya duduk di sini, lebih baik kita menikmati malam bersama." Kata Haikal
"Benar apa yang di katakan nya, kita akan bayar kalian berapapun yang kalian inginkan." Kata Azril
"Kita bukan wanita murahan seperti mereka." Kata Oliv sembari menunjuk wanita-wanita penghibur di bar tersebut
"Benarkah bukannya wanita sama saja, kalau datang ke bar pasti mencari mangsa untuk di ambil uangnya." Kata Haikal
"Terserah kalia yang pasti kita bukan wanita yang seperti kalian bilang." Kata Oliv
Arini dan Oliv bangkit dari tempat Duduknya, tapi Haikal dengan cepat menarik Arini masuk ke dalam ruangan yang Haikal maksud, sedangkan Oliv membuka maskernya, teman-teman Haikal sangat terkejut kalau yang dia bilang wanita murahan adalah Oliv dan arini.
"Apakah yang Haikal bawa Arini?" Tanya Azril, Oliv hanya menganggukkan kepalanya sembari menikmati minumannya
"Kapan kalain pulang dari Singapura dan kenapa kalian ada di sini?" Tanya athaya
"Tadi siang, kita hanya ingin menikmati suasana yang berbeda dan ternyata ada kalian juga disini." Kata Oliv santai
"Kenapa harus di sini, di sini banyak laki-laki yang tidak baik, untung saja kalian berdua bertemu dengan kita." Kata Azril
"Termasuk kalian." Kata Oliv
Sedangkan di kamar bar Haikal melempar Arini ke ranjang, Arini hanya diam dia ingin tahu sejauh mana Haikal akan berbuat sesuatu padanya.
Haikal menyentuh paha Arini lalu naik inging meremas payudara Arini, namun Arini menghentikan tangan haikal.
"Kak aku bukan wanita seperti mereka." Kata Arini sembari meneteskan air matanya, dia sangat kecewa karena Haikal seperti itu pada semua wanita, Haikal yang mendengar suara Arini pun terkejut dan membuka masker yang Arini pakai
"Aini." Kata Haikal lalu bangkit dari tubuh arini
"Kenapa kamu ada di sini?" Tanya Haikal
"Kenapa kakak menyentuh aku, aku bukan wanita seperti mereka." Teriak Arini pada Haikal sembari menyeka air matanya dan merapikan bajunya
"Maaf ai, aku kira bukan kamu." Kata Haikal
"Ya kakak tidak akan mengira kalau aku akan datang ke tempat seperti ini kan." Kata Arini
"Aku sudah cukup bersabar kak, tapi kakak tidak berubah sama sekali, aku kira selama aku tinggal di Singapura kakak akan berubah." Lanjut Arini
"Aku juga sudah terlalu sabar dan terlalu baik pada kamu ai, kamu tidak pernah sekalipun menghubungi aku, ponsel kamu juga di matikan selama kamu di Singapura." Kata Haikal marah dan mencengkeram erat bahu Arini sampai Arini merintih kesakitan, karena dia sudah di pengaruhi oleh minuman
"Kak lepasin sakit." Kata Arini haikalpun melepaskan cengkeramannya
"Kenapa kakak seperti ini, kalau kakak tidak mencintai Aini lagi, lebih baika kita putus saja, hubungan kita sampai di sini." Kata Arini
"Kakak seperti ini karena kamu tidak bisa memuaskan hasrat kakak." Teriak Haikal pada Arini
"Apakah kakak menginginkan Arini seperti wanita-wanita penghibur di luar sana yang bisa memuaskan hasrat kakak." Teriak Arini pada Haikal
"Ya aku ingin kamu memuaskan kakak di ranjang." Kata Haikal lalu mendorong Arini ke ranjang, arinipun cepat-cepat bangun dari ranjang menampar Haikal dengan keras lalu keluar meninggalkan Haikal di kamar sendirian
"Ai kamu tidak apa-apa?" Tanya Oliv pada Arini yang keluar dari kamar sembari menangis
"Lebih baik kita pulang Liv, nanti aku akan ceritakan." Kata Arini mengajak Oliv keluar dari tempat laknat itu, sedangkan teman-teman Haikal tidak ada yang berani berbicara dengan Arini
Arini dan olivpun pergi dari bar tersebut, Oliv mengntarkan Arini kerumahnya dan Oliv akan menginap di rumah Arini, sedangkan mobil Arini di tinggalkan di bar, tidak mungkin Arini akan mengemudi dengan keadaan seperti itu.
Sedangkan teman-teman Haikal masuk ke kamar yang Haikal dan Arini masuki tadi, mereka membawa Haikal kelaut bar, karena Haikal sudah tidak sadarkan diri.
Di rumah Arini, Arini menceritakan semua kejadian yang di alaminya di dalam kamar dan memberi tahu Oliv kalau Haikal menginginkan dia seperti wanita murahan di luar sana, Oliv sangat marah setelah mengetahui semuanya.
"Kalau aku ada di posisi kamu, aku akan langsung membunuhnya." Kata Oliv geram, Arini hanya menangis di pelukan Oliv
Oliv berusaha menenangkan Arini, Oliv juga sudah meminta izin pada orang tuanya kalau dia akan menginap di rumah Arini, setelah arini tertidur Oliv keluar kamar dia memperhatikan seisi rumah, ada banyak kebersamaan Arini dengan vaizah dan salsa.
__ADS_1
TERIMA KASIH
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA