
Ibu sisil yang mendengar perkataan Arini pun masih berusaha berpikir yang positif tentang putrinya, mungkin maksud Arini sudah pulang kerumah.
"Apa maksud kamu Arini." Tanya mamanya salsa
"SALSA SUDAH MENINGGAL KALIAN PUAS." Teriak Arini terduduk di lantai sembari menangis histeris
"Tidak mungkin, tidak mungkin kamu berbohong Arini salsa baik-baik saja tidak mungkin." Mamanya salsa histeris dan tidak percaya
"Kalau tidak percaya tanyakan saja pada perawat dan dokter yang menangani salsa." Kata Arini
"Pak apa benar putri saya sudah meninggal, namanya siapa pak?" Tanya pak Satya
"Namanya Naura salsabila meninggal jam 2 siang pak." Kata perawat tersebut
JEDER orang tua salsa seperti tersambar petir
"Tidak mungkin, tidak mungkin salsa baik-baik saja dia sehat dia baik-baik saja pa ini tidak mungkin." Kata mamanya salsa sebelum pingsan
Sedangkan pak Satya berusaha tegar namun tidak bisa bagaimana pun salsa anak yang baik dan pintar, saat mamanya siuman dia mencari salsa ke sana kemari.
"Pa di mana salsa, salsa masih hidupkan apa yang di bilang Arini tidak benarkan pah." kata ibu sisil tidak mempercayai apa yang Arini katakan
"Tenang ma kita harus menemui salsa untuk yang terakhir kalinya dan mengantarkan salsa ke peristirahatan terakhir." Jelas papanya pura-pura tegar
Mamanya salsa yang mendengar perkataan suaminya histeris dan memukil suaminya bahwa tidak mungkin salsa meninggalkan mereka untuk selamanya.
"Tidak pa salsa masih hidup, jangan berbicara seperti itu salsa pasti baik-baik saja." kata ibu sisisl
Setelah mamanya salsa sudah tenang kedua orang tua salsa menuju kamar mayat, di depan kamar mayat sudah ada Arini yang sedang menunggu.
Kedua orang tua salsa masuk ke kamar mayat, mereka melihat putrinya sudah terbujur kaku di brangkar wajahnya pucat, dingin dan kurus, mereka baru sadar tubuh salsa sekurus itu dan mereka menyesal tidak pernah perhatian pada salsa
"SALSA, jangan tinggalkan mama, maaf kan mama sa, bangun sa mama sayang kamu sa bangun, bangun sa bangun." Mamanya salsa mengguncang tubuh putrinya yang sudah tidak bernyawa lagi, sedangkan pak Satya menguatkan dirinya dan menenangkan istrinya
"Tenang ma, mungkin ini yang terbaik untuk kita ma biarkan salsa pergi dengan tenang ma." Jelas papanya
"Mama tidak mau kehilangan salsa pa, mama belum menyayanginya mama hanya sibuk dengan pekerjaan dan mengacuhkannya mama belum perna melihat salsa tertawa lepas di hadapan maam, mama belum membuat kenangan indah bersama salsa jangan biarkan salsa pergi jangan." Istrinya semakin histeris
"Maaf kan papa sa kamu yang tenang di sana semoga kamu bahagia di sana, papa dan mama menyayangi kamu sa, papa tidak menyesal sama sekali punya putri kamu dan di sana kamu tidak akan merasakan rasa sakit lagi." kata pak Satya sembari meneteskan air mata
Lalu kedua orang tua salsa keluar dari kamar mayat, setelah selesai, perawat yang memandikan jenazah keluar.
"Maaf apa kita langsung ke pemakaman atau kerumah." Tanya perawat
"Kita langsung ke pemakaman pak." Jawab Arini
"Tidak kita bawa salsa kerumah, kami selaku orang tua salsa belum menyiapkan pemakamannya." Cegah pak Satya
"Tapi maaf om salsa sudah menyiapkan jauh-jauh hari dan dia berpesan bahwa jasadnya langsung di bawa ke pemakaman tidak mau di bawah keruma." Kata Arini tegas
Orang tua salsa yang mendengar perkataan Arini pus semakin menangis, putrinya sudah menyiapkan sendiri untuk pemakamannya.
Akhirnya orang tua salsa menyetujuinya karena itu permintaan terakhir salsa, mereka masih tidak percaya salsa sudah tiada beberapa hari ini salsa baik-baik saja tidak ada yang aneh dari salsa kenapa tiba-tiba seperti ini, pikir orang tua salsa.
Mereka pun membawa jasad salsa kepemakaman menggunakan ambulance, di mobil ambulance hanya ada Arini dan perawat rumah sakit sedangkan orang tua salsa naik mobil nya.
Sesampainya di sana mereka melihat Haikal dan teman-temannya sudah menunggu, saat jasad salsa di masukkan ke liang lahat mama salsa menangis histeris, sedangkan pak Satya menurunkan jasad putrinya, mengantar putrinya ke peristirahatan terakhirnya.
Pemakam pun selesai saatnya tabur bunga dan baca do'a, Arini menangis di pelukan Haikal dan mengatakan.
"Semoga kamu baik-baik disana, semoga kamu tidak merasakan sakit lagi." Kata Arini
__ADS_1
"Salsa akan baik-baik saja di sana ai, dia juga tidak merasakan sakit lagi." Haikal menenangkan arini sedangkan orang tua salsa
"Salsa seharusnya kamu yang mengurus pemakaman papa dan mama, kenapa kamu duluan yang pergi meninggalkan kami sa." Kata pak Satya sembari mengusap batu nisan putrinya dan menciumi nya
"Benar kata papa sa kenapa kita yang duluan mengantarkan kamu ke peristirahatan terakhir kamu sa." Mamanya salsa tidak bisa menahan tangisnya lagi lalu pingsan untuk kesekian kalinya
Akhirnya orang tua salsa meninggalkan pemakaman sedangkan Arini, Haikal Dan teman-temannya masih disana, berbincang entah memperbincangkan apa.
*****
Keesokan paginya Arini pergi kerumah orang tua salsa untuk mengambil barang-barang yang salsa suruh sebelum meninggal.
"Assalamualaikum bi." Arini mengucapkan selamat pada bibi
"Waalaikumsalam salam eh nona Arini ada apa." Tanya bibi
"Ini bi Arini mau membereskan barang-barang salsa yang ada di kamarnya." kata arini
"Owh ya sudah masuk saja nona." Suruh bibi
"Iya bi, apakah orang tua salsa masih di rumah." Tanya Arini
"Masih nona, mereka masih di kamar, tapi kamar nona muda terkunci, bibi tidak tahu di mana kuncinya." Kata bibi
"Owh ya sudah bi, aku pegang kunci kamarnya salsa bi, Arini masuk dulu ya." Pamit Arini
Arini pun masuk dan naik keatas menuju kamarnya salsa, saat mau membuka kamar salsa Arini di hentikan oleh suara mamanya salsa.
"Eh ada arini, mau ngapain ke kamar salsa, bukannya kamarnya terkunci." Tanya ibu sisil mamanya salsa
"Mau membereskan barang-barang salsa Tante, aku pegang kunci nya kok Tan." Kata Arini sembari membuka kamar salsa
Aroma kamar salsa mengingatkan Arini pada selsa, Arini dan salsa sering bermain belajar dan bercanda gurau di kamar ini, sekarang mamanya salsa baru ke2 kalinya masuk ke kamar putrinya.
"Saya di suruh oleh salsa untuk memindahkan barang-barang nya kerumah aku, aku akan bawa foto, boneka, buku dan parfum, saya akan membawa barang-barang yang sering salsa gunakan." Jelas Arini
"Jangan seperti itu Arini ini semua akan jadi kenangan buat kita sebagai orang tuanya, sisakan satu saja Arini Tante mohon." Kata mamanya
"Owh iya Tan ada titipan dari salsa sebelum menghembuskan nafas terakhirnya salsa menitipkan sesuatu untuk om dan tante, nanti kita akan bicara di ruang tamu ajak om juga Tan." Kata Arini
Mamanya salsa pun turun menunggu Arini di ruang tamu, sedangkan Arini membereskan semua barang di kamar salsa tidak terkecuali setelah sedah di masukkan ke dalam kotak Arini membawanya turun, ternyata orang tua salsa sudah menunggu.
"Ini Tan ada titipan surat dari salsa." Arini pun menyerahkan surat kepada orang tua salsa
Mereka membuka surat terakhir dari salsa, di dalam amplop ada foto salsa waktu kecil dan kedua orang tuanya, sedangkan isi surat itu berisi.
"Ma pa saat kalian baca surat ini, aku sudah tidak ada di samping kalian, terimakasih untuk semuanya, pa ma jangan sia siakan anak yang akan lahir jangan perlakukan dia seperti kalian memprilakukan aku dia butuh kasih sayang bukan kemewahan aku sudah merasakan rasanya tidak di pedulikan jangan sampai dia merasakannya pa ma, cukup aku saja ini pesan terakhirku uang dan harta tidak membuat seorang anak bahagia dan satu lagi ini foto terakhir kebersamaan kita, buat kenangan yang indah bersama anak kalian nanti, sekali lagi terimakasih."
Mama dan papanya yang membaca surat dari salsa pun menangis, mereka menyesal hanya foto itu saja kebersamaan mereka.
"Arini jelaskan salsa sakit apa?" Tanya papanya
Arini pun menjelaskan penyakit salsa kepada orang tuanya.
"Lalu kenapa salsa malam itu memburuk sampai meninggal, bukannya pengobatan salsa lancar." Tanya pak Satya
"Ini semua gara-gara om dan Tante sampai-sampai kondisi salsa seburuk itu." Kata Arini sinis
"Maksudnya apa, jelaskan Arini, Tante dan om tidak mengerti perkataan mu." Tanya ibu sisil
"Kalau saja kalian tidak menyuruh salsa terbiasa dengan bau susu, kalau saja kalin tidak menegur pengeluaran salsa dan kalau saja kalian perhatian padanya ini tidak akan terjadi." Jawab Arini sembari meneteskan air matanya
__ADS_1
"Maksudnya, kami sebagai orang tua tidak mau salsa boros dan bagaimana kami perhatian pada salsa dia saja jarang di rumah, saat om pulang kerja, dia tidak ada di rumah, saat om bertanya padanya katanya dari mall." Jelas papanya
"Salsa tidak menghambur-hamburkan uang om untuk berbelanja ke mall dia menggunakannya untuk pengobatannya saat om menegur salsa dan memberikan kartu kredit ke om, om memberikan uang tidak cukup untuk membeli obat yang salsa konsumsi Arini sudah membantu sebisa mungkin tapi ongkos pengirimannya terlalu mahal om salsa bertahan 2 hari tidak minum obat namun tubuhnya tidak sanggup menahannya lagi." Arini menjelaskan sembari menangis
"Dan satu lagi om kenapa salsa tidak bisa mencium bau susu karna dia trauma, bahkan salsa tidak bisa memakan atau meminum yang di dalamnya mengandung gula atau pemanis buatan, dulu salsa pemakan makanan jenis apapun tapi sejak kejadian itu salsa tidak bisa makan makanan yang sembarangan, coba kalin ingat-ingat salsa hanya memakan roti tawar atau bubur minumnya pasti air putih atau jus buah hanya itu makanan yang bisa salsa makan." Arinipun menjelaskannya sembari menangis tersedu-sedu
Orang tua salsa yang mendengar penjelasan Arini Hanya menangis, kenapa mereka tidak seperhatian Arini sebagai orang tua mereka terlalu mengacuhkan anaknya.
"Kenap kamu tidak berbicara sama om." Tanya pak Satya
"Karena salsa melarang Arini, kata salsa biarkan mereka bahagia dengan kebahagiaan mereka dan biarkan aku menderita dengan rasa sakit ini salsa selalu bilang seperti itu pada Arini Tante, terimakasih om selama ini om sudah menjadi wali Arini tapi mulai sekarang om tidak perlu menjadi wali Arini lagi, Arini juga akan pinda sekolah dan rumah, Arini akan pindah ke kota besar, sekali lagi terimakasih." Kata Arini sembari berpamitan
"Kenapa pindah Arini, kalau kamu pergi bagaimana denagan rumah peninggalan orang tua kamu." Kata ibu sisil
"Kalau saya terus di sini saya akan selalu mengingat salsa, rumahnya akan di kosongkan, sekali lagi terimakasih Arini pamit om Tante." Pamit Arini
Sedangkan orang tua salsa memperhatikan foto terakhir bersama putrinya mereka menyesal tidak melihat tumbuh kembang putrinya mereka hanya punya foto itu saja sebagai kenangan.
Arini pun pulang kerumah dan membereskan barang-barang salsa di kamar Arini, setelah semuanya tersusun rapi Arini akan ke perpustakaan untuk berpamitan pada ibu adira.
"Assalamualaikum Bu, Arini boleh masuk." Arini mengucapkan salam dan meminta izin masuk keruangan ibu adira
"Waalaikumsalam masuk saja Arini." kata ibu adira
Arini pun masuk dan menghampiri ibu adira yang sedang duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut.
"Bu Arini mau bilang sesuatu." kata Arini
"Mau bilang apa, ibu turut berduka cita atas meninggalnya salsa Arini." kata ibu adira sembari mengusap tangan Arini
"Iya Bu, Arini mau berhenti bekerja di sini Arini juga akan pindah sekolah Bu, Arini tidak bisa terlalu di kota ini, banyak kenangan yang mengingatkan Arini pada salsa Bu." kata Arini sembari memeluk ibu adira dengan sangat erat menyalurkan rasa sedih pada dirinya
"Iya Arini, semoga kamu baik-baik saja di kota orang, jaga diri, jaga kesehatan dan semoga kamu dapat pekerjaan yang lebih baik, jangan lupakan ibu, Arini." kata ibu adira
"Iya Bu, terimakasih ibu telah menerima Arini bekerja di sini, maaf kalau Arini ada kesalahan pada ibu, Arini pasti tidak akan melupakan jasa-jasa ibu pada Arini." kata Arini kembali memeluk ibu sisil
Setelah Arini berpamitan pada ibu adira, besok Arini akan mengurus surat pindah dan akan berpamitan dengan Haikal dan teman-temannya.
Keesokan harinya Arini berangkat sekolah dan keruangan kepala sekolah untuk mengurus surat pindah untuknya, awalnya kepala sekolah tidak menyetujuinya karna arini adalah murid yang berprestasi namun kepala sekolah akhirnya menyetujui permintaan Arini setelah berbincang cukup lama.
Arini pun keluar dari ruang kepala sekolah dan menuju taman belakang untuk berpamitan kepada Haikal dan teman-temannya sesampainya di taman mereka semua sudah datang.
"Ada apa ai kamu memanggil kita semua kesini." tanya haikal
"Saya ingin membicarakan sesuatu, saya akan pindah dari sekolahan ini." kata Arini
"Kenapa pindah ai." tanya Haikal
"karna saya tidak bisa lagi sekolah di sini banyak kenangan bersama salsa di kota ini, saya juga akan pindah keluar kota." jelas arini
"Kenapa secepat ini ai, kamu akan pindah ke kota mana ai." tanya Haikal lagi pada Arini
"Lebih cepat lebih baik, aku akan pindah ke jakarta." jawab Arini
"Baiklah itu keputusan kamu ai kita setuju-setuju saja ai." kata Athaya
"Bagaimana kalau kamu mengurus bisnis kita yang akan buka cabang di Jakarta ai." usul azril
"Memang kalian punya usaha bersama, usaha apa dan aku juga harus sekolah di sana bagaimana saya bisa mengurus bisnis kalian." tanya Arini
"Punya dong ai bagaimanapun kita saat ini kita juga memikirkan masa depan, tenang saja nanti kita bahas nanti pulang sekolah.
__ADS_1
TERIMA KASIH
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA YA