
sejak kejadian itu salsa tidak ingin berbicara dengan orang tuanya dan kejadian lain terjadi padanya, sekarang salsa membenci orang tuanya.
Kejadian bermula saat salsa pulang larut, karna di perpustakaan sedang banyak pengunjung, saat masuk rumah orang tua salsa masih duduk di ruang tamu sedang menonton tv, mereka menegur salsa.
"Darimana kamu sa, perempuan tidak baik pulang larut seperti ini." Kata mamanya
"Benar apa yang di katakan mamamu sa, kenapa akhir-akhir ini kamu jarang sekali di rumah padahal mama sudah berhenti bekerja seharusnya kamu nemenin mama di rumah." Kata papanya
"Karna aku ada kesibukan sendiri di luar, siapa suruh mama berhenti bekerja aku kan tidak memintanya." Kata salsa jutek abis
"Salsa, kenapa semakin hari kamu semakin melunjak kami orang tua kamu, satu lagi kenapa beberapa bulan ini pengeluaran kamu semakin besar jangan menghamburkan uang papa hanya untuk bersenang-senang sa." Tegur papanya tegas
"Ya memang kalin orang tuaku, kalau kalian keberatan dengan pengeluaran ku ini kartu kredit papa salsa balikin, sekarang papa kalau mau ngasih uang pada salsa kirim ke kartu kredit salsa sendiri, itu kalau memang kalian peduli." Kata salsa santai, salsa sudah terbiasa dengan sikap orang tuanya
"Salsa bukan maksud papa meminta kartu kredit papa, papa hanya mengingatkan kamu saja dan sejak kapan kamu punya kartu kredit." Kata papanya
"Sudah lah pa, salsa sudah punya kartu kredit sudah lama kok jaga-jaga kalau papa meminta kartu kredit papa dan memang terjadi juga kan." Jawab salsa santai
"Memang uang papa kamu gunakan buat apa saja, kenapa pengeluarannya ke luar negri semua." tanya papanya
"Buat apa papa bertanya, terserah salsa." kata salsa semakin jutek
"Sa kalau di tanya papa jawab sa, papa bertanya hanya ingin tahu saja, kenapa kamu sering pesan online dari luar negri barangnya tidak pernah sampai ke rumah." tanya mamanya
"Memang barangnya tidak akan sampai kerumah ini, barangnya akan di kirim ke rumah Arini, karna di sini ada orang yang suka membuka paket yang bukan miliknya." kata salsa jutek
"Bukannya kita ingin membuka paket kamu sa, kemarin mama dan papa hanya penasaran kenapa ada paket dari apotek luar negri. jelas mamanya
"Sudahlah, salsa capek." kata salsa sembari meninggalkan orang tuanya begitu saja
Orang tua salsa heran dengan sikap anaknya, sebenarnya salsa tidak menggunakan uangnya untuk berfoya-foya, dia menggunakan uangnya untuk membeli obat.
Sejak saat itu kesehatan salsa semakin hari semakin menurun,.karna obat yang seharusnya di minum 3 kali sehari kini salsa hanya meminum obatnya 1 kali sehari karna obat yang di konsumsi salsa tidak ada di indo dan sangat mahal, sedangkan uang yang salsa punya saat ini belum cukup buat membeli obat bulan depan.
Arinipun semakin cemas dengan keadaan salsa saat ini, Arini belum tahu salsa sakit apa namun Arini curiga salsa menyembunyikan sesuatu darinya, Arini pun terus bertanya kepada salsa namun salsa tidak memberi tahunya, pada suatu hari Arini pun bertanya lagi pada salsa, salsa yang ditanya sudah tidak kuat menahan sakit yang di deritanya dan memberi tahu Arini yang sebenarnya.
"Sa sebenarnya apa yang terjadi sama kamu, kenapa semakin hari kamu semakin melemah, apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku." Tanya Arini
Sedangkan salsa yang ditanya Arini menangis sembari memeluk Arini, Arini pun bingung kenapa salsa malah menangis.
"Sa benar kan kata aku ada yang kamu membunyikan." Tanya Arini lagi
"Maaf kan aku ai sekarang aku sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sakit ini, sebenarnya aku sakit kronis sudah lama." Kata salsa sembari menangis
"APA, sa jangan bercanda deh Lo nggak mungkin kamu sakit sa, kalau memang kamu sakit kronis sudah lama kenapa dulu kamu terlihat baik-baik saja." Arini tidak percaya dengan apa yang salsa katakan
"Karna dulu obat yang aku konsumsi teratur, tapi akhir-akhir ini obat yang aku konsumsi tidak teratur ai, aku sudah capek dengan rasa sakit ini ai." Salsa semakin menangis di depan Arini
"Ya Allah sa kenapa kamu tidak cerita kepadaku, lalu apakah orang tua kamu tahu." Arini pun ikut menangis tidak percaya bahwa selama ini sahabatnya menanggung rasa sakit seorang diri
"Aku tidak ingin membuat kamu khawatir ai, orang tua ku bahkan tidak peduli ai mereka malah bilang kalau aku harus terbiasa dengan bau susu dan papa mengeluh dengan pengeluaran ku ai padahal aku menggunakan uang papa untuk membeli obat ai bukan untuk bersenang-senang." Jawab salsa sembari menangis
"Ya Allah sa, lalu sejak kapan kamu sakit dan apa penyakit kamu sa." Tanya arini, Arini menahan tangisnya karna Arini ingin salsa melihat bahwa dia tidak mengasihaninya Arini ingin salsa bangkit seperti dulu
"Sejak aku keracunan susu dan kritis selama 3 hari ai sejak itu dokter mendiagnosa kalau aku sakit intoleransi laktosa (ketidak mampuan untuk sepenuhnya mencerna gula/ laktosa dalam produk susu) perawatan bisa membantu tapi penyakit ini tidak dapat di sembuhkan ai." Salsa menjelaskan sembari menangis tersedu-sedu
"Ya Allah sa masalah sebesar ini kamu sembunyikan dari aku, sebaiknya kamu bicara dengan orang tua kamu sa." Suruh Arini, akhirnya Arini menangis
__ADS_1
"Aku tidak mau memberi tahu mereka ai, dan sebenarnya aku curiga kalau aku tidak sakit itu saja, karna aku tidak bisa makan atau minum yang mengandung gula atau pemanis buatan, aku hanya bisa mengkonsumsi manis dari buah-buahan saja, sejak itu dokter mengubah resep obat aku ai." Kata salsa lagi, salsa sudah tidak menangis lagi
"Lalu kenapa kamu tidak ke dokter untuk memastikan kamu sakit apa lagi, lalu kenapa kamu tidak teratur minim obatnya sa." Kata Arini, mereka sudah tenang membicarakan sakitnya salsa
"Kata dokternya sama saja ai, hanya tidak dengan produk susu saja semua yang aku makan gula ataupun pemanis buatan aku tidak bisa mencerna sepenuhnya, dan kenapa aku tidak teratur minum obat, karna obat yang aku konsumsi sangat mahal ai, itu kenapa aku hanya meminumnya 1 kali sehari seharusnya 3 kali sehari, dan itu mempengaruhi kesehatanku ai, semakin hari semakin menurun." Jelas salsa
"Ya Allah sa kenapa kamu tidak berpicara kepada ku sa, aku bisa membantumu sa sekarang berapa uang yang kamu butuhkan nanti aku tambahin." Kata Arini
"Tidak usah ai, obatnya masih ada kok." Kata salsa
"Sudah sa aku tidak masalah kok, aku memang tidak se kaya orang tuamu tapi aku punya uang untuk membantu sahabatu ini." Kata Arini sembari memeluk salsa Arini meneteskan air matanya dan sesegera mungkin menghapusnya
"Dan satu lagi kamu harus meminum obatnya secara teratur lagi sa." Kata Arini
"Baikalah dan terima kasih ai kamu memang sahabat terbaikku yang bisa mengerti keadaan ku saat ini." Jawab salsa sembari memeluk Arini sangat erat
Haikal dan teman-temannya pun datang, mereka heran kenapa Arini dan salsa berpelukan sembari menangis.
"Kalian kenapa menangis." tanya Haikal
"Tidak kenapa-kenapa kok kami hanya habis menonton Drakor sedih banget." jawab salsa sembari melepaskan pelukannya pada Arini
Arini yang mendengar jawaban dari salsa pun menangis sampai tersedu-sedu, Haikal dan teman-temannya pun heran kenapa wanita kalau nonton drakor se sedih ini.
"gue baru pertama kali melihat salsa menangis hahaha." Azril mengejek salsa
"Gue tidak menangis gue hanya terharu saja nyet." kata salsa
"Itu sama saja sa, sama-sama meneteskan air mata, kalian habis pulang sekolah sibuk tidak." kata Azril bertanya
"Memang mau kemana." tanya salsa
"aku tidak bisa, pulang sekolah aku harus bekerja." kata Arini
"Iya aku dan Arini tidak bisa ikut aku juga akan membantu arini." jelas salsa
"Memang kalian bekerja di mana, bukannya kamu anak orang kaya sa kenapa kamu harus bekerja." tanya Azril
"kami bekerja di perpustakaan dekat sekolah kita, aku tidak bekerja aku hanya membantu Arini saja, lalu apa hubungannya kalau aku anak orang kaya apa tidak boleh bekerja." jelas salsa panjang lebar
"Owh dekat dong, iya juga ya orang kaya juga harus bekerja kalau tidak bekerja keras dia tidak akan kaya hehehe." kata Azril sembari menggaruk tengkuknya
Mereka pun berbincang sampai bel masuk berbunyi Arini dan salsa pun bergegas masuk ke kelasnya, sedangkan Haikal dan teman-temannya pergi ke kafe karna mata kuliah hari ini hanya pagi hari saja.
Sedangkan Arini dan salsa di kelas fokus mendengarkan apa yang guru jelaskan, waktu pulang sekolahpun tiba bel pulang sekolah berbunyi dan semua murid berhamburan keluar dari kelasnya masing-masing.
Sekarang salsa meminum obatnya dengan teratur Namaun salsa tidak memperhitungkan obatnya akan habis kapan.
Salsa lupa memperhitungkan obatnya akan habis lebih secepat itu karna salsa sudah meminumnya teratur, sebenarnya salsa sudah memesan obatnya namun bukan dengan paket ekspres karna terlalu mahal ongkos kirimnya dan benar saja obatnya sudah habis sebelum obat yang di pesannya datang.
Sudah beberapa hari ini salsa tidak mengkonsumsi obatnya, obat yang dia pesan akan datang beberapa hari lagi, salsa berharap tubuhnya bisa menunggu lebih lama lagi, salsa pun tidak memberi tahu Arini, namun tubuh salsa tidak bisa bertahan lama.
"Ai ai ai ka kamu ce cepat kerumah ai." Kata kata salsa terpotong-potong karna menahan sakit
"Ada apa sa lalu kenapa kamu bicaranya seperti menahan rasa sakit" tanya Arini khawatir
"Aku mo mohon ce cepat ai sa sakit sekali ai." Suara salsa semakin melemah
__ADS_1
Arini pun cepat berlari kerumah salsa, padahal hari sudah sangat larut, satpam bingung kenapa wajah arini sangat cemas, namun dia tidak bertanya dan membiarkan Arini masuk, Arini pun mengetuk pintu dengan keras bibi yang mendengarnya pun membuka pintunya.
"Eh nona Arini kenapa malam-malam ke sini." Tanya bibi pada Arini
Namun Arini tidak menjawab sama sekali pertanyaan bibi dan berlari ke atas ke kamar salsa, bibi pun mengikuti Arini dari belakang, Arini langsung masuk kekamar salsa yang tidak di kunci.
"Ya Allah sa kenapa bisa seperti ini, di mana obat kamu sa." Arini sangat khawatir dengan kondisi salsa yang sangat lemah di atas tempat tidur
"Ai ai oobatnya su sudah habis, o obat yang ku pe pesan be belum datang." Kata salsa
"Ya Allah salsa kenapa kamu ceroboh begini, lalu apa yang harus aku lakukan sudah berapa hari kamu tidak minum obat sa." Tanya Arini, bingung dia mau berbuat apa
"Su sudah du dua hari ai." Salsa menjawab sembari menahan rasa sakit
Bibi pun masuk ke kamar salsa, bibi kaget dengan keadaan salsa saat ini.
"Ya Allah nona muda kenapa non?" Bibi juga terlihat khawatir dengan kondisi salsa
"Bi jangan keras-keras nanti orang tua salsa ke bangun." Kata Arini
"Memang nona muda sakit apa dan kenapa kondisinya seburuk ini." Tanya bibi
"Tenang bi nanti aku jelasin, obat yang salsa konsumsi sudah habis, dan obat itu sangat langkah bi kita harus bagaimana." Tanya Arini bingung
"Kenapa kita tidak memberi tahu tuan dan nyonya saja mereka pasti mendapatkan obatnya." Usul bibi
"Jangan bi salsa tidak ingin orang tuanya tahu, sebaiknya bibi larutkan gula atau buat jus yang buahnya manis bi mungkin itu bisa membantu cepetan ya bi." Suruh Arini sedangkan salsa masih menahan rasa sakit dan menangis Arini pun juga ikut menangis melihat kondisi salsa yang sedang memburuk
Bibi pun membawa apa yang di minta Arini dan menyuapi salsa larutan gula, karena Arini terlalu bingung dia lupa salsa tidak bisa mengkonsumsi gula dan akhirnya salsa memuntahkannya.
"Ya Allah aku lupa bahwa kamu tidak bisa meminum ini, akhirnya Arini memberikan jus yang manisnya alami semoga bisa membuat salsa membaik." Kata Arini
Sedangkan bibi membersikan muntahan salsa, setelah meminum jus kondisi salsa lumayan membaik, tapi tidak ada buah lagi yang manis di kulkas Arini pun bingung.
"Bi ada buah yang lebih manis tidak." Tanya Arini
"Ini buah terakhir yang ada di kulkas non." Kata bibi
"Sudahlah ai aku sudah lumayan membaik." Suara salsa lemah
"Gimana kalau kamu membutuhkannya lagi."
"Sudahlah mungkin sudah takdir ai, obat belum datang dan buah-buahan di rumah pun sudah habis biasanya buah-buahan di rumah tidak kehabisan seperti ini." Kata salsa, dia sudah pasrah dengan apa yang terjadi padanya
"Bicara apa si sa, jangan bicara seperti itu, kamu pasti kuat sa." Arini menguatkan salsa
"Iya nona muda, nona harus kuat, bibi sebenarnya lupa membeli buah non." Kata bibi es
Salsa hanya menggelengkan kepalanya dan memejamkan matanya, Arini pun berbaring di sebelah salsa sedangkan bibi berbaring di sofa kamar, saat tengah malam Arini terbangun karna nafas salsa tidak beraturan.
"Bi bangun salsa bi salsa." Arini membangunkan bibi sembari menangis
"Ya Allah nona muda, nona kita bawa nona muda ke rumah sakit saja." Ajak bibi pada Arini
Akhirnya salsa di bawah ke rumah sakit, sopir tidak bertanya sama sekali dan menggendong salsa turun ke bawah, lalu langsung berangkat ke rumah sakit, sesampainya di sana salsa di larikan ke IGD kondisinya sangat buruk.
Apa yang akan terjadi dengan salsa?.......
__ADS_1
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA
TERIMA KASIH