Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 43


__ADS_3

Siang harinya vaizah dan Arini tidak keluar kamar, salsa dan Oliv terus mengetuk pintu kamar mereka namun tidak ada jawaban sama sekali dari mereka, lalu mereka turun ke lantai bawa.


"Dimana vaizah dan Arini ini sudah waktunya makan siang, tadi pagi juga mereka tidak sarapan?" Tanya pak Kenan


"Aku sudah mengetuk pintu kamar mereka berdua namun tidak ada jawaban sama sekali dari mereka." Jawab Oliv


"Ya sudah nanti minta pelayan membawakan makan siang untuk mereka, dan sebaiknya kita makan siang." Kata pak Kenan


Setelah selesai makan siang pak Kenan dan Audry ikut salsa dan Oliv naik kelantai tiga ada dua pelayan juga yang membawakan makan siang untuk mereka berdua, saat suda sampai lantai empat pintu kamar vaizah dan Arini terbuka mereka pun masuk dan mencari keberadaan mereka berdua namun tidak ada di manapun.


"Mungkin mereka naik ke lantai lima." Kata Oliv


Mereka semua naik kelantai lima dan mencari mereka di seluruh lantai lima dan Oliv menemukan mereka di barr, vaizah sedang meminum minuman beralkohol sedangkan Arini hanya menikmati minuman bersoda di samping vaizah.


"Ai." Panggil Oliv, namun Arini tidak merespon panggilan Oliv, Oliv pun mendekati Arini


"Aini." Kata Oliv memegang bahu Arini, arinipun sangat terkejut pasalnya dia sedang melamun, sedangkan vaizah terus meminum minumannya


"Eh iya." Jawab Arini, pak Kenan dan yang lainnya datang menghampiri mereka


"Kenapa kalain berdua malah di sini, bukannya ikut kita makan siang di bawah." Kata salsa, Arini hanya diam saja, sedangkan pak Kenan mengambil minuman yang ada di tangan vaizah, vaizah sudah tidak sadar karena terlalu banyak meminum minuman beralkohol


"Arini jelaskan pada kakek, kemaren kalian dari mana, vaizah tidak mungkin menjawab pertanyaan kakek dalam keadaan seperti itu." Kata pak Kenan, sedangkan Audry terus memperhatikan vaizah


"Ah apa kakek ingin tahu." Kata vaizah mendekati kakeknya


"Kita berdua mencari kebenaran, apakah kakek tahu apa yang kami temukan." Kata vaizah dia terduduk di lantai dan Audry mencoba membantu vaizah berdiri namun vaizah menepis tangan Audry dan berdiri sendiri walau sempoyongan


"Ah kenapa kakek dulu mencoba membunuhku pada saat aku masih di kandungan?" Tanya vaizah, sedangkan pak Kenan hanya diam


"Apa kakek malu mempunya cucu seperti aku?" Tanya vaizah lagi


"Dan kenapa kamu sebagai seorang ibu tidak bisa berbuat apa-apa." Tunjuk vaizah pada Audry, Audry bingung atas apa yang vaizah katakan


"Adek cukup, hentikan lebih baik kita turun ke kamar kamu." Kata Arini namun vaizah menepis tangan Arini yang memegang tangan vaizah


"Kak Aini aku harus bagaimana, apakah aku harus diam dan menerima segalanya, aku tidak butu kasih sayang palsu dari mereka berdua dan aku juga tidak butuh harta keluarga Shea" Kata vaizah sembari meneteskan air mata


"Apakah tuan Kenan yang terhormat sudah puas memisahkan aku dengan orang tua kandung aku dan membuang aku ke orang lain?" Tanya vaizah memegang kerah baju pak Kenan


"Adek lepaskan, jangan bertindak melebihi batas." Kata Arini melepas tangan vaizha dari kerah baju paka Kenan


"Ayah apa yang di maksud vaizah?" Tanya Audry, pak Kenan Hanay diam saja, dia sudah pasrah apa yang akan terjadi kedepannya pasalnya vaizah sedah mengetahui kebenarannya


"Apakah anda ingin tahu nyonya Audry." Kata vaizah mendekati Audry


"Dia tuan Kenan orang terkaya no satu, mencoba membunuh aku waktu dalam kandungan dan setelah lahir dia membuang aku." Kata vaizah


"Arini jelaskan apa yang di maksud vaizah." Kata Audry


"Lebih baik Tante dengarkan perkataan vaizah, aku tidak berhak memberi tahu kebenarannya." Kata Arini


"Kenapa kamu hamil di luar nikah?" Tanya vaizah lalu terduduk di bawah kaki Audry, Audry sangat terkejut mendengar pertanyaan vaizah


"Kenapa kamu bisa tahu?" Tanya Audry


"Apakah anda sebodoh itu waktu itu, kekasih anda di nikahkan dengan kakak anda sendiri, anda hanya diam saja." Kata vaizah


"Kenapa kamu jadi mengungkit masalah yang berusaha aku lupakan." Kata Audry, vaizah masih terduduk di bawah kaki Audry


"Pada saat itu juga anda sedang hamil dan pak Kenan mengancam anda kalau sampai anda memberi tahu suami anda bayi yang dulu anda kandung akan di lenyapkan, Audry Audry kamu bodoh sekali kenapa kamu tidak menghentikan pernikahan Andrea dan Lucas dan pergi meninggalkan mereka semua."


"Apakah anda takut kehilangan seluruh kemewahan yang tuan Kenan berikan."


"Cukup, apa hak kamu menghina saya dan kamu tidak tahu saat melahirkan anak saya meninggal kamu tidak tahu kesedihan saya pada waktu itu." Kata Audry marah

__ADS_1


"Hahaha, anda mempertanyakan hak saya, coba tempatkan anda dalam posisi saya, ibu dan ayah kandung saya tidak memperjuangkan saya, saya di buang oleh kakek saya sendiri, saat umur saya tiga bulan ada seseorang yang berusaha membunuh saya dan orang tua kandung saya sekarang sudah bahagia dengan keluarga barunya mempunyai seorang putri yang tumbuh dengan kasih sayang sedangkan saya, iya saya di buang kesana ke sini seperti sampah." Kata vaizah, sedangkan Arini yang mendengar perkataan vaizah menangis tersedu-sedu


"Bahkan sekarang saya menyesal di lahirkan, kenapa anda tidak membunuh saya pada waktu itu." Teriak vaizah pada pak Kenan lalu pingsan di bawah kaki Audry


Mereka semua terkejut karena vaizah tiba-tiba pingsan, Arini masih menangis dan menghampiri vaizah, sedangkan Audry berjongkok untuk memegang kepala vaizah.


Pek Kenan memanggil bodyguard untuk mengangkat vaizah ke kamarnya, setelah vaizah di baringkan di ranjangnya semua orang keluar dari kamar vaizah, Arini masih menangis sedangkan Oliv dan salsa bingung.


"Ai jelaskan kenapa Adek sampai seperti itu dan kemarin kalian berdua dari mana tidak pamit sama sekali pada aku?" Tanya salsa, Arini pun menyeka air matanya mereka semua berada di kamar Arini


Arinipun menjelaskan semuanya pada Oliv dan salsa tidak ada yang terlewatkan sama sekali, Oliv dan salsa sangat terkejut atas penjelasan Arini.


"Jadi Adek putri Tante Audry dan Lucas?" Tanya Oliv terkejut


"Benar." Jawab Arini dengan raut muka yang sedih


"Masalah Adek lebih rumit dan lebih tragis dari pada aku, apakah Adek baik-baik saat mengetahui kebenarannya?" Tanya salsa


"Tidak ada anak yang akan baik-baik setelah mengetahui semua kebenaran ini, kita harus berada di samping Adek untuk menguatkannya." Kata Arini


"Benar, itu sudah pasti, lalu kaki Adek terluka kenapa?" Tanya Oliv


"Saat dokter anna memberi tahu kalua om Lucas adalah ayah kandungnya saat itu Adek swdang memegang gelas, dia sangat terkejut dan menjatuhkan gelas dan serpihan gelas mengenai kaki Adek." Jelas Arini


********


Keesokan paginya Arini masuk ke kamar vaizah, dia sedang duduk di balkon pandangannya kosong Arini juga membawakan sarapan untuk vaizah.


"Dek sarapan dulu." Kata Arini, vaizah hanya diam saja, dia tidak mengalihkan pandangannya sama sekali


"Kakak suapan ya." Kata Arini, Arini menyuapi vaizah sedangkan vaizah hanya diam saja


"Kenapa Adek jadi seperti ini, kalau Adek ingin menangis menangislah jangan diam seperti ini." Kata Arini lagi vaizah sama sekali tidak merespon, salsa dan Oliv pun masuk kekamar vaizah


Mereka membawa vaizah turun ke lantai bawah, pak Kenan dan juga Audry sedang duduk di ruang keluarga.


"Kalian mau kemana?" Tanya pak Kenan


"Kita akan membawa Adek ke taman belakang." Jawab Arini lalu pergi membawa vaizah


Vaizah hanya diam saja sepanjang perjalanan menuju taman belakang rumah, sesampainya di taman vaizah duduk di ayunan dia hanya diam sedangkan Arini, salsa dan Oliv memikirkan cara agar vaizah mau berbicara dengan mereka, Pak Kenan menghampiri mereka semua dan duduk di kursi taman.


"Bagaimana apakah dia mau berbicara, apakah kakek panggilkan dokter untuk memeriksanya." Kata pak Kenan


"Iya kakek panggil dokter untuk memeriksa keadaan vaizha." Kata Arini


Pak Kenan pun menjauh dari mereka dia sedang menelfon dokter terbaik untuk memeriksa keadaan cucunya, setelah selesai pak Kenan masuk, Audry yang melihat ayahnya masuk langsung menghampiri mereka, sedangkan vaizah duduk di ayunan yang di ayun oleh Oliv.


"Arini Tante ingin berbicara dengan kamu." Kata Audry, Arini pun mengikuti Audry menjauh dari salsa, Oliv dan Vaizah


"Apa yang vaizah maksud kemarin, di buang oleh kakeknya, ada seseorang yang ingin membunuhnya dan orang tuanya." Kata-kata Audry terhenti.


Arini menghela nafas dengan berat, Arini, Oliv dan Salsa sudah memperundingkan masalah ini, mereka berencana akan memberi tahu kebenarannya pada Audry, karena vaizah tidak mungkin memberi tahu Audry keadaannya tidak memungkinkan.


"Apakah dulu Tante pernah hamil sebelum menikah?" Tanya Arini, Audry hanya diam saja


"Apakah anak tente meninggal saat di lahirkan?" Tanya Arini lagi Audry pun masih diam membisu


"Apakah Tante Audry melahirkan di hari yang sama dengan Tante Andrea?"


"Apakah anda tidak mencurigai bahwa anak yang anda lahirkan sudah meninggal?"


"Apa maksud kamu?" Tanya Audry, akhirnya Audry angkat bicara


"Apakah anda tidak curiga pada waktu itu kalau anak anda di tukar dengan anak Tante Andrea?" Tanya Arini, dia tidak menjawab pertanyaan Audry

__ADS_1


"Jelaskan apa maksud semua pertanyaan kamu Arini." Kata Audry


"Pada waktu itu bayi Tante Audry ditukar dengan bayi Tante Andrea yang sudah meninggal oleh kakek." Kata arini, Audry sangat terkejut mendengar perkataan Arini


"Apa maksud kamu, ayah menukar bayi aku dan kak Audry?" Tanya Audry tidak percaya, Arini hanya menganggukkan kepalanya audrypun menutup mulutnya karena sangat terkejut


"Dan pada saat umur bayi Tante yang di urus oleh Tante andrea menginjak tiga bulan, Tante andrea tahu kalau bayi yang selama ini tinggal bersamanya bukan anak kandungnya melainkan anak tante, apakah Tante tahu apa yang menyebabkan anak kandung Tante meninggal?" Tanya Arini


"Tante Andrea mencampurkan racun pada susu formula bayi anda dan bayi itu berjuang untuk hidup" Kata Arini, audrypun semakin terkejut dan meneteskan air matanya tangis Audry pecah sedangkan Arini yang menjelaskan semua ini pada Audry pun ikut meneteskan air mata


"Kenapa kak Andre membunuhnya kalau di tidak mau mengurusnya setelah dia tahu kalau bayi itu bukan putrinya melainkan putri aku seharusnya di memberikan bayi itu pada aku, aku bisa mengurusnya dan memberikan kasih sayang padanya." Kata Audry menangis di pelukan Arini


"Namun kakek berhasil menyelamatkan bayi Tante pada saat itu, kakek memalsukan kematian Namira pada Tante Andrea dan om Lucas." Kata Arini Audry pun langsung melepas pelukannya pada Arini


"Apak anak aku masih hidup sampai sekarang, namanya namira?" Tanya Audry sembari menyeka air matanya


"Iya anak Tante masih hidup, namnaya Namira putri Shea." Kata Arini sembari melihat vaizah


"Apakah maksud kamu vaizah?" Tanya Audry karena dia mengikuti pandangan Arini, Arini hanya menganggukkan kepalanya


Audry pun sangat sedih, bahagia perasaannya tercampur aduk, Audry perlahan mendekati vaizah dan berjongkok di hadapan vaizah yang sedang duduk di ayunan sembari menangis dan meminta maaf.


"Maafkan mama." Kata Audry menangis, vaizah sempat melihat Audry yang berjongkok di hadapannya dan meminta maaf namun dia mengalihkan pandangannya lagi ke arah semula


Audry terus meminta maaf pada vaizah, namun vaizah hanya diam tanpa ekspresi di wajahnya.


"Bangunlah Tante, Tante tidak salah dalam hal ini, itu sebabnya aku memberi tahu kebenarannya pada Tante." Kata Arini membangunkan Audry dari hadapan vaizah


Audry pun bangun dan memeluk vaizah dengan sangat erat, namun vaizah bereaksi pada saat itu, dia melepas pelukan Audry padanya Arini, salsa dan oliv sangat terkejut vaizah meresponnya.


"Adek apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Arini, vaizah hanya diam dan meninggalkan mereka semu yang masih berdiri di taman


"Biarkan Adek menerima kenyataan ini terlebih dahulu, Tante juga harus menenangkan dan mencerna kenyataan ini." Kata Arini, Audry hanya menganggukkan kepalanya dia sangat sedih karena pelukannya di lepas oleh vaizah


Oliv, Salsa dan Arini masuk dan mengikuti vaizah dari belakang, vaizah pun naik ke lantai empat dan masuk kekamarnya, saat Arini membuka kamar vaizah vaizah sedang tidur di tempat tidurnya.


Sedangkan Audry menghampiri pak Kenan di ruang kerjanya, dia meminta penjelasan pak Kenan, akhirnya pak Kenan menjelaskan semuanya pada Audry, dia melarang Audry untuk berdebat dengan Andrea karena pak Kenan takut kalau Andrea akan mencelakai vaizah kalau dia sampai tahu kalau vaizah adalah bayi yang dulu iya rawat apalagi tentang pewaris tunggal kekayaan keluarga Shea jatuh ke tangan vaizah Andrea pasti akan berusaha untuk melukai vaizah atau lebih parahnya dia akan membunuh vaizah.


Audry menyetujui permintaan pak Kenan, dia juga tidak ingin terjadi hal buruk pada putri sulungnya yang selama ini jauh darinya, setelah berbicara dengan pak Kenan Audry keluar dan masuk ke kamarnya di sana putrinya khalisa sedang bermain game di ponselnya lalu duduk di samping putrinya dan membelai rambut khalisa.


"Mama kenapa, apa mama habis menangis?" Tanya khalisa melihat mata Audry yang bengkak


"Tidak, mama tadi kemasukan debu." Kata Audry menyangkan


Dolterpun datang, lalu pak Kenan mengajak dokter ke kamar vaizah, Audry ikut bersama ayahnya, sesampainya di kamar vaizah sedang duduk di balkon bersama Arini, dolterpun memeriksa vaizah.


"Bagaimana dok?" Tanya pak Kenan


"Sepertinya cucu anda mengalami gejala depresi." Kata dokter


"Apa maksuda dokter." Kata Audry


"Dia mengalami gejala depresi, suasana hatinya memburuk secara drastis, merasa putus asa, merasa tidak berharga dan tidak berdaya, tidak minat melakukan apapun dan dia tidak bisa merasakan kebahagiaan atau kesenangan sedikitpun dari situasi dan kejadian positif." Jelas dokter


"Lalu apakah ada cara untuk mengatasinya?" Tanya pak Kenan


"Ada, tunjukkan padanya kalau dia tidak sendirian, jangan biarkan dia mengurung diri, dorong dia untuk bersosialisasi dan hindarkan dia dari konsumsi alkohol dan obat-obatan." Jelas dokter


"Dan satu lagi dia bisa berfikiran untuk bunuh diri dan melukai dirinya sendiri jadi saran saya jangan biarkan dia sendiri di manapun." Kata dokter lagi,


Mereka semua sangat terkejut dengan penjelasan dokter yang terakhir, lalu dokter itu pergi keluar bersama pak Kenan.


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2