Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 24


__ADS_3

Sedangkan Arini di restoran sangat sibuk, karena hari ini restoran di boking oleh perusahaan yang yang sedang merayakan ulang tahun perusahaan, dia tidak mau ada kesalahan sedikitpun.


Setelah perayaannya selesai sekitar pukul 20:00 mereka langsung menutup restoran karena terlalu lelah, biasanya restoran mereka akan tutup pada jam 22:00, arini pun pulang saat sampai dirumah, rumah terasa sepi karena tidak melihat salsa ataupun vaizah bertengkar.


Arinipun naik ke atas masuk ke kamar vaizah namun tidak ada, Arini yakin vaizah ada di kamar salsa, arinipun masuk ke kamar nya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai Arini turun ke bawah, dia sangat lapar karena belum makan malam.


Mba mika memanaskan makanan untuk Arini, sedangkan Arini sedang memainkan ponsel nya dia sedang berkirim pesan dengan Haikal, setelah mba mika menyajikan makanan untuk Arini.


"Mba mereka berdua sudah makan malam?" Tanya Arini


"Sudah nona tapi nona vaizah membawa makananya ke atas." Kata mba mika


"Kenapa makan malamnya di atas biasanya mereka berdua makan malam di bawah." Kata Arini heran


"Saya juga tidak tahu nona, tapi tadi siang ada dokter yang datang." Kata mba mika arinipun terkejut


"Apakah kondisi flu Adek semakin memburuk, tadi pagi kondisinya sudah membaik." Kata Arini mempercepat makannya


"Tapi nona, bukannya nona Nabilla yang sedang sakit, tadi nona Nabilla turun dan duduk di taman depan, wajahnya sangat pucat." Kata mba mika


Arinipun semakin terkejut, lalu Arini bergegas naik ke atas melihat keadaan salsa, Arini sangat khawatir kondisi salsa memburuk lagi, arini pun masuk ke kamar salsa tanpa permisi, sedangkan salsa tertidur karena obat yang di resepkan dokter ada obat tidurnya, sedangkan vaizah duduk di sebelah salsa sembari bermain game.


"Dek apa salsa baik-baik saja?" Tanya Arini khawatir


"Sebaiknya kita bicara di luar, biar kak salsa tidak terbangun." Kata vaizah, merekapun keluar lalu duduk di balkon


"Bagaimana kondisi salsa, kata mba mika tadi siang ada dokter yang datang." Tanya Arini


"Kak salsa baik-baik saja kak, kak salsa hanya demam dan masuk angin." Jelas vaizah


"Syukurlah, kenapa Adek tidak memberi tahu kakak, dan kenapa kalian berdua bisa sakit berbarengan?" Tanya Arini


"Pasti kak Aini sibuk jadi Adek tidak memberi tahu kakak, karena kita kemarin terlalu lama di pantai, saat itu angin pantai cukup kencang." Jelas vaizah


"Jangan berbohong dek, pasti salsa melarang Adek agar tidak memberi tahu kakak, kenapa Adek dan salsa bersikap seperti ini pada kakak?" Tanya Arini dengan raut muka sedih


"Tidak seperti itu kak, kak salsa tidak ingin kakak khawatir oleh sebab itu kak salsa melarang Adek memberi tahu kak Aini, dan tentang sikap Adek dan kak salsa seperti itu juga karena kakak." Kata vaizah, dia masih bermain game online di ponselnya


"Memang apa yang salah dari kakak dek dan satu lagi kalau sedang berbicara jangan bermain ponsel dek." Kata Arini


"Kakak introspeksi diri kakak terlebih dahulu, lalu bicarakan lagi dengan Adek dan kak salsa apa yang salah dari kak Aini dan mungkin aku dan kak salsa akan pindah ke London dalam waktu dekat ini." Kata vaizah


"Apa si maksud kalain, kenapa harus melarikan diri dari permasalah ini." Kata Arini kesal


Salsa pun terbangun karena mendengar kegaduhan di luar, salsa pun keluar dari kamarnya untuk melihat siapa yang sedang berdebat setelah tahu, salsa menghampiri vaizah dan Arini.


"Kalian berdua sedang memperdebatkan apaan si, ganggu tidur orang saja." Kata salsa kesal


"Aku capek, aku juga kesal pada kalian berdua." Kata Arini berteriak pada salsa dan vaizah


"Oleh sebab itu Adek dan kak salsa akan kembali ke London agar kita tidak membuat kakak kesal dan capek dengan sikap kita pada kakak." Kata vaizah marah lalu meninggalkan salsa dan Arini


"Adek tunggu bukan maksud kakak seperti itu, Adek." Panggil Arini, namun vaizah tidak mendengarkan panggilan Arini


"Aaakkh ada apa denganku, kenapa aku berbicara seperti itu." Kata Arini mengacak-acak rambutnya karena frustasi


Sedangkan salsa masih duduk di balkon sembari melihat bintang yang berkilauan.


"Sa coba katakan apa yang kalian tidak suka dari aku?" Tanya Arini


"Sudahlah ai, malam ini aku tidak ingin membicarakannya, aku sangat lelah." Kata salsa lemah

__ADS_1


"Lalu kapan kamu mau membicarakannya, aku juga lelah sa bekerja dari pagi sampai malam sedangkan kalian berdua menikmati hidup kalian, tapi aku masih menyempatkan diri untuk berbicara dengan kalian." Kata Arini kesal pada salsa


"Kamu hanya lelah karena pekerjaan, sedangkan aku lelah menahan rasa sakit di tubuhku selama ini ai, kenapa dulu kamu tidak membiarkan aku tiada saja." Kata salsa, lalu meninggalkan Arini sembari menangis


"Sa sa, tunggu aku tidak bermaksud mengatakannya." Kata Arini sembari mengejar salsa, namun salsa tidak mendengarkan Arini dia langsung masuk ke kamar dan mengunci pintunya.


"Sa sa buka pintunya, maafkan aku, aku tidak bermaksud mengatakannya." Panggil Arini sembari mengetuk pintunya


Vaizah pun keluar dari kamarnya lalu menghampiri Arini yang berdiri di depan kamar salsa.


"Apa yang kakak katakan pada kak salsa?" Tanya vaizah kesal


"Adek kakak benar-benar tidak bermaksud mengatakannya." Kata Arini sembari menangis


"Lebih baik kak Aini masuk ke kamar, nanti Adek yang akan berbicara dengan kak salsa." Kata vaizah


Arini pun mendengarkan apa yang vaizah katakan, lalu vaizah mengetuk pintu kamar salsa, salsa membukakan pintu untuk vaizah lalu langsung memeluk vaizah sembari menangis, Arini yang mengintip dari pintu kamarnya mendengarkan perbincangan mereka.


"Dek kakak capek seperti ini, kakak cape harus bergantung pada obat-obatan, kakak juga capek menahan rasa sakit ini dan kakak juga sangat cepek memperlihatkan bahwa kakak baik-baik saja di depan semua orang, namun sebenarnya tidak." Kata salsa sembari menangis di pelukan vaizah


Sedangkan Arini yang melihat dan mendengar keluahan dan putus asa salsa pun ikut menangis.


"Adek tahu kak, kakak tinggal berjuang sedikit lagi, pasti kakak akan sembuh, tinggal beberapa persen lagi kankernya akan hilang dari tubuh kakak dan kakak tidak harus mengkonsumsi obat-obatan sebanyak itu lagi, tinggal 2 kali kemoterapi lagi, berjuanglah demi adek kak." Kata vaizah menyemangati salsa sembari menangis


Arini yang mendengar perkataan vaizah pun semakin terkejut sampai-sampai Arini terduduk di lantai sembari menangis tertahan, karena dia tidak tahu sama sekali tentang sakit yang di derita salsa saat ini, sedangkan salsa memakai rambut palsu agar Arini tidak tahu kalau kepala salsa sudah tidak ada rambutnya lagi.


"Kalau kankernya tidak bisa sembuh, kakan tidak mau mengobatinya lagi dek, kakak lelah hidup seperti ini." Kata salsa dia sudah pasrah


"Jangan berbicara seperti itu kak, kakak pasti sembuh kakak harus yakin, kesembuhan akan terjadi atas keyakinan diri sendiri kak, jadi kakak harus yakin." Kata vaizah yakin bahwa salsa akan sembuh


Salsa hanya menganggukkan kepalanya, dia masih memeluk vaizah dengan sangat erat, Arini yang melihatnya juga ingin memeluk salsa dan menyemangatinya namun ini bukan waktu yang tepat memberi tahu mereka bahwa Arini sudah tahu tentang penyakitnya salsa.


Salsa melepaskan pelukannya, lalu vaizah menyuruhnya untuk beristirahat, vaizah pun merebahkan tubuhnya di samping salsa.


Ke esokan harinya Arini bangun lebih awal, karena ingin memasak untuk vaizah dan salsa, Arini sekarang mencoba untuk memaklumi sikap mereka berdua padanya.


"Pagi kak, kakak masak apaan, Harun sekali sampai tercium sampai ke kamar Adek." Kata vaizah


"Kakak masakan makanan kesukaan Adek dan Nabilla, di mana Nabilla kenapa tidak ikut turun." Kata Arini


"Ye ye, kak Nabilla masih bersiap-siap di kamarnya, nanti dia juga akan turun." Kata vaizah


Setelah beberapa saat salsa pun turun ke bawah lalu duduk di samping vaizah, Arini yang memperhatikan salsa dari atas sampai bawah terlihat salsa baik-baik saja.


"Kenapa kalian sepagi ini sudah mau berangkat, apakah kalian akan mampir ke suatu tempat dulu?" Tanya Arini pada mereka berdua


"Iya kak aku dan kak Nabilla akan mampir ke perpustakaan dulu sebelum ke kampus." Kata vaizah


"Sa maafkan perkataan ku semalam, aku tidak bermaksud mengatakannya." Kata Arini


Sedangkan salsa hanya diam, menikmati sarapan yang salsa rindukan selama ini, arini pun tidak mau memaksa salsa untuk memaafkannya, hari ini kemoterapi salsa, salsa dan vaizah tidak akan pergi ke kampus hari ini.


Salsa dan vaizah pergi lebih dulu, Arini tidak tahu sama sekali hari ini kemoterapi salsa, hari ini dokter akan memberi tahu salsa kemoterapi yang dia jalani apakah bisa membuatnya sembuh total atau tidak, karena jarang sekali ada orang yang sembuh dari penyakit kanker.


Sekarang salsa sedang menjalani kemoterapi sedangkan vaizah menunggu di depan ruang kemoterapi salsa, dokter pun menyuruh vaizah masuk dan akan menjelaskan kondisi salsa.


"Bagaimana dok apa kakak saya akan sembuh 100%?" Tanya vaizah


Sedangkan salsa sudah siapa atas kemungkinan yang akan dokter katakan.


"Begini, kemoterapi yang dilakukan oleh kakak kamu berhasil, tinggal sedikit lagi pasti Nabilla akan sembuh total." Kata dokter

__ADS_1


Mereka pun akhirnya pulang, seharusnya salsa tidak di perbolehkan mengemudi setelah kemoterapi tapi dia tidak mendengarkan dokter sama sekali, sesampainya di rumah salsa naik ke atas untuk beristirahat karena merasa sangat lelah, sedangkan vaizah masuk ke kamarnya untuk mengerjakan tugas kuliahnya.


Saat salsa terbangun dia berlari ke kamar mandi, salsa muntah-muntah, sulit bernafas dan keluar darah dari hidungnya, vaizah yang melihat salsa ke kamar mandi pun mengikutinya, dia sangat terkejut darah mengalir dari hidung salsa.


"Kak, kakak kenapa?" Tanya vaizah menangis melihat salsa yang seperti itu


"Adek panggil seseorang, sepertinya kakak harus ke rumah sakit kakak sulit bernafas dek." Kata salsa sembari mengatur nafasnya yang tidak beraturan


"Adek harus minta tolong siapa, lebih baik Adek panggil ambulance saja." Kata vaizah


Akhirnya vaizah memanggil ambulance, darah yang keluar dari hidung salsa tidak kunjung berhenti dan salsa mulai tidak bisa mengontor pernafasannya, setelah 45 ambulance pun datang, pak satpam yang bingung pun langsung membukakan gerbang, vaizah yang mendengar sirine ambulance pun lang Aung turun ke bawah dan mengarahkan perawat untuk baik ke atas.


Mba mika bingung kenapa ada ambulance datang, salsa pun di bawa ke mobil ambulance dan di larikan kerumah sakit, kondisinya memburuk seharusnya setelah terapi kondisinya akan membaik tapi kenapa terbalik, sedangkan vaizah hanya menangis sembari menggenggam erat tangan salsa.


"Dok tolong selamatkan kakak saya, saya hanya mempunyai nya." Kata vaizah sembari menangis


"Saya akan berusaha menyelamatkannya, kamu yang kuat kakak kamu pasti baik-baik saja." Kata dokter menenangkan vaizah


Sedangkan di rumah mereka ada ibu sisil, dia bertanya ambulance yang melintas di rumahnya membawa siapa dan siapa yang sedang sakit.


"Pak tadi ambulance masuk ke rumah siapa?" Tanya ibu sisil


"Tadi ambulance membawa nona Nabilla, sepertinya dia sakit parah pasalnya banyak darah yang keluar dari hidungnya." Jelas pak satpam


Ibu sisil yang mendengar itu pun sangat terkejut dan khawatir.


"Dia di bawa kerumah sakit mana pak?" Tanya ibu sisil


"Saya tidak tahu Bu." Kata ibu sisil lalu pergi dari sana dan pulang ke rumahnya


Sesampainya di rumah sakit salsa di larikan ke ruang IGD vaizah menunggu di depan ruang IGD dengan sangat gelisah, dia memanjatkan doa agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa salsa.


Sedangkan di restoran, Arini tidak sengaja menjatuhkan foto mereka bertiga, Arini mencoba menelfon vaizah dan salsa namun tidak di angkat sama sekali, karena terlalu panik vaizah tidak membawa ponselnya dia hanya membawa dompetnya saja.


Sore harinya Arini pulang ke rumah, pak satpam heran kenapa Arini pulang kerumah dan terlihat baik-baik saja, mba mika yang melihat arinipun juga bingung kenapa dia pulang kerumah, siapa yang menemani vaizah dan salsa di rumah sakit.


"Mba apakah makan malamnya sudah siap?" Tanya Arini


"Maaf nona saya kira anda dan yang lainnya tidak pulang, saya belum memasak untuk makan malam." Kata mba Mika


"Memang saya dan adik-adik saya kemana, sampai tidak pulang." Kata Arini heran


"Bukannya nona Nabilla di bawa kerumah sakit tadi siang, ambulance datang ke rumah untuk menjemput nona nabilla kondisinya sepertinya tidak baik, banyak darah yang keluar dari hidungnya." Jelas mba mika


Arini yang mendengar penjelasan mba moka pun menjatuhkan tasnya, dia terdiam beberapa saat lalu mulai tersadar.


"Apa yang terjadi pada Nabilla, dia di bawa kerumah sakit mana mba?" Tanya Arini khawatir


"Saya juga tidak tahu nona, mungkin di bawa ke rumah sakit terdekat."


Arini pun pergi menggunakan mobil, sesampainya di rumah sakit arinipun bertanya pada resepsionis.


"Mba apakah ada pasien yang bernama Nabilla Putri Mansyur?" Tanya Arini pada suster


"Sebentar mba saya periksa dulu nama pasiennya." Setelah beberapa mencari nama yang Arini minta akhirnya suster menemukannya


"Nama Nabilla Putri Mansyur sekarang ada di ruang IGD mba." Kata sustir Arini berterimakasih lalu berlari ke IGD yang di beri tahu suster tersebut


Arini pun mencari-cari ruang IGD namun tidak ketemu juga, karena Arini terlalu panik dan berpikiran negatif tentang kondisi salsa saat ini, arini tidak mau terjadi hal buruk lagi pada salsa.


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2