Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 25


__ADS_3

Saat hampir sampai di ruang IGD, Arini melihat vaizah yang menunggu salsa sembari menangis, Arni pun menghampiri vaizah lalu memeluknya.


"Tenanglah dek kak salsa pasti baik-baik saja, kenapa Adek tidak memberi tahu kakak?" Arini mencoba menenangkan vaizah


"Kalau kakak salsa baik-baik saja kenapa dokter tidak kunjung keluar sejak siang tadi." Kata vaizah sembari menangis tersedu-sedu


Arini pun tidak bisa menjawab pertanyaan vaizah dia juga sangat khawatir.


"Kenapa Adek tidak mengangkat telfon kakak?"


"Adek lupa membawa ponsel.


"Apa yang terjadi kenapa kak Salsa bisa seperti ini?" Tanya Arini


Vaizah yang di tanya Arini hanya diam karena bingung harus menjelaskannya dari mana.


"Jawab dek, kak Aini juga sudah tahu kak salsa sakit apa." Kata Arini, vaizah terkejut kenapa Arini sudah tahu dari mana.


"Kakak tahu dari mana, kalau kak salsa sakit kanker?" Tanya vaizah


"Saat kakak bertengkar dengan salsa, kakak mendengar kalin berbicara." Jelas Arini


"Kenapa kakak diam saja, apa kakak tidak peduli lagi pada kak salsa." Kata vaizah


"Bukan begitu dek, kakak peduli kok dek tapi waktunya tidak tepat saat kakak tahu semuanya." Jelas Arini


"Tadi pagi kak salsa habis melakukan kemoterapi, kata dokter kak salsa kemungkinan sembuhnya 100% tapi siang harinya kak salsa muntah-muntah, sesak nafas dan keluar darah dari hidungnya banyak sekali kak, Adek takut." Jelas vaizah sembari menangis


"Adek jangan takut, percayalah pada kak salsa dia pasti bisa melewati ini semua." Kata Arini menenangkan vaizah padahal Arini pun takut dan berharap salsa baik-baik saja.


Setelah 30 menit dokter keluar menghampiri Arini dan vaizah.


"Bagaimana dok, apa dia baik-baik saja?" Tanya Arini penasaran


"Kita harus melakukan operasi, tapi dia harus siuman terlebih dahulu baru kita melakukan operasi, kanker yang di deritanya semakin ganas kemoterapi yang dilakukan oleh Nabilla tidak bisa menghambat sel kanker yang berkembang." Jelas dokter


"Tapi tadi pagi kata dokter kanker nya akan hilang 100%, lalu apa yang terjadi sekarang?" Kata vaizah


"Itu hanya kemungkinan karena jarang sekali orang yang mengidap kanker akan sembuh." Jelas dokter


"Dok lakukan yang terbaik untuk kesembuhan kakak saya." Kata vaizah sembari menangis


"Saya akan melakukan yang terbaik untuk pasien-pasien saya, kalau begitu saya permisi dan saya juga akan memantau perkembangannya, berdoa saja agar dia cepat siuman." Kata dokter lalu meninggalkan mereka


Vaizah dan Arini hanya melihat salsa dari kaca yang ada di pintu, banyak alat-alat yang menopang hidup salsa saat ini.


"Dek sejak kapan salsa mengidap penyakit kanker?" Tanya Arini


"Sejank setahun yang lalu kak, kata dokter sudah stadium2." Kata vaizah


"Kenapa Adek tidak memberi tahu kakak?"


"Kak salsa melarang adek, katanya dia tidak mau merepotkan siapapun termasuk kakak." Jelas vaizah


"Dan kenapa sikap kalian begitu pada kakak, kakak bingung apa yang salah pada kakak?"


"Kakak berubah, kakak Bukan kak Aini yang aku kenal dulu." Kata vaizah


"Memang apa yang berubah dari kakak?"


"Kakak sudah tidak seperhatian dulu, dulu kakak tidak kasar dan dulu juga kakak tidak bersikap seperti ini." Kata vaizah

__ADS_1


"Kakak sekarang sangat sibuk mangkanya kakak tidak perhatian pada kalian, dan perasaan kakak tidak pernah kasar pada kalian." Kata Arini


"Ini yang aku dan kak salsa tidak suka kakak sekarang tidak merasa melakukan kesalah pada kita, kakak tahu sendiri kak salsa akan tidak peduli pada orang yang tidak memperdulikannya contohnya orang tuanya sendiri saja kak salsa tidak ingin bersamanya lagi, kak Aini pernah menarik tangan kak salsa dengan kasar dan cara berbicara kakak sekarang sangat kasar." Jelas vaizah sinis


"Kakak tidak tahu apa permasalahan yang terjadi pada aku dan kak salsa, namun kak Aini hanya menyimpulkan bahwa kita hanya bersenang-senang dalam hidup kita, dan kakak merasa hanya kakak yang tidak menikmati hidup." Sambung vaizah


"Asalkan kakak tahu aku yang menyaksika perjuangan kak salsa untuk bertahan hidup, tapi apa yang kakak katakan pada kak salsa bahwa dia menikmati hidupnya, aku sangat marah ketika kak Aini mengatakan itu pada kak salsa karena yang menikmati hidup itu kak Aini bukan kak salsa, kak Aini hanya lelah karena pekerjaan sedangkan kak salsa lelah hidup seperti sekarang." Jelas vaizah sembari menangis


"Aku saja yang hanya menemaninya lelah melihatnya menderita seperti itu apa lagi kak salsa yang merasakannya, aku setiap saat menyemangatinya tapi apa yang kak Aini katakan padanya membuatnya terpuruk dan tidak ingin bertahan hidup lagi, sejak kak salsa dan kak Aini bertengkar kak salsa sudah tidak mau mengkonsumsi obat-obatannya, ini semua salah kak Aini." Jelas vaizah menangis tersedu-sedu


Arini hanya diam mendengarkan keluh kesah vaizah padanya, namun Arini tidak merasa bersalah karena dia tidak tahu sama sekali, kenapa dia yang harus di salahkan, kalau Arini tahu Arini tidak akan melakukan itu pada salsa.


"Tapi dek ini bukan kesalahan kakak sepenuhnya, kalau saja Adek memberi tahu kak Aini sejak dulu kakak tidak akan melakukan ini pada kak salsa." Kata Arini


"Baiklah ini memang kesalahan Adek, setelah kak salsa sadar Adek akan bawa kak salsa ke London, biar kak salsa melakukan operasinya di sana." Kata vaizah kesal karena Arini menyalahkannya


"Kenapa kamu jadi memutuskan sendiri dek, biar kak salsa di operasinya di sini saja." Kata Arini heran dengan sikap vaizah


"Dengarkan, kak salsa sudah memberikan aku hak untuk menentukan apa yang terbaik untuknya dan satu lagi kak, kalau kakak masih bersikap seperti ini semua orang yang menyayangi kakak akan pergi dengan sendirinya." Kata vaizah sinis


"Apa yang adek maksud, apa yang salah lagi dengan kak Aini si dek, kakak selalu salah di mata Adek dan kak salsa." Kata Arini kesal


"Sudahlah kalau kakak di sini hanya ingin berdebat dengan Adek mendingan sekarang kakak pulang kerumah, biar Adek yang akan menjaga kak salsa di sini." Kata vaizah mengusir Arini


"Adek, kenapa kamu sekarang tidak menghormati kakak sama sekali, kakak tidak akan pergi dari sini." Kata Arini marah pada vaizah


"Terserah, Adek tidak ingin berdebat dengan kakak, perkataan kakak yang selalu benar dan yang ingin di dengarkan, sedangkan kita aku dan kak salsa mendengarkan kakak dan kakak tidak ingin mendengar pendapat kita sama sekali." Kata vaizah lalu pergi meninggalkan arini, dia sangat lapar, karena dia belum makan malam


Arini hanya terdiam apa yang di katakan oleh vaizah ada benarnya juga, aku memang egois dan aku memang tidak seperti Arini yang dulu, Arni yang sekarang sudah semakin keras karena selama hidup di Jakarta Arini banyak belajar, tidak semua orang yang dia kenal peduli dan baik padanya.


Arini tidak berfikir salsa dan vaizah juga hidup di negri orang penuh perjuangan juga, mereka tidak tahu orang seperti apa yang mereka hadapi, mereka selalu membentengi diri mereka untuk tidak percaya kepada orang lain.


Sedangkan vaizah setelah makan malam dia duduk di bangku taman rumah sakit, dia tidak ingin duduk dengan Arini, dia sedang menyusun rencana untuk membawa salsa ke London tanpa sepengetahuan Arini.


******


Keesokan paginya salsa sudah di pindahkan ke ruang rawat inap VIP, salsa sudah tersadar tapi salsa tidak menyetujui untuk melakukan operasi, dia takut oprasi yang di jalaninya tidak merubah apapun.


"Kak, kakak harus menyetujuinya ini demi kesembuhan kakak, katanya kakak lelah mengkonsumsi obat-obatan." Vaizah membujuk salsa


"Oprasi yang akan kakak jalani tidak akan membuat kakak sembuh dek, biar waktu yang akan menentukan kakak akan sembuh atau kakak akan pergi." Kata salsa, dia sudah pasrahkan semua pada takdir


"Jangan berbicara seperti itu kak, kakak pasti sembuh, Adek janji kalau kakak melakukan oprasi ini namun tidak sembuh juga, Adek akan berhenti memaksa kakak untuk melakukan pengobatan lain lagi." Kata vaizah


Sedangkan Arini yang duduk di sofa ruangan tersebut hanya mendengarkan vaizah dan salsa berbicara, salsa tidak mau mendengarkan perkataan Arini sedikitpun salsa terlalu kecewa dengan sikap Arini akhir-akhir ini.


"Baiklah ini untuk yang terakhir kalinya, kalau kakak tidak selamat dalam melakukan oprasi ini Adek janji, Adek harus belajar yang giat dan satu lagi lakukan apa yang adek ingin lakukan, karena kak salsa tidak bisa melakukan apa yang kakak sukai, jaga diri adek baik-baik dan jaga kesehatan adek, Adek jangan berpikiran untuk tinggal di London lagi di sana lebih kejam dari pada di sini, ingat perkataan kakak dek." Jelas salsa panjang lebar


"Adek tidak akan mendengarkan perkataan kakak, kak salsa pasti akan selamat dan baik-baik saja berjuanglah demi adek jangan menyerah semudah itu, ini bukan kak salsa yang adek kenal, yakinlah kak." Kata vaizah sembari menangis


"Sejak dulu kakak yakin akan sembuh tapi lihat takdir tidak mendukung kakak, jadi sekarang ini perjuangan kakak yang terakhir." Kata salsa


Vaizah pun langsung memeluk salsa dengan sangat erat, dia tidak ingin berpisah seperti ini dengan salsa.


"Dek bisa tinggalkan kita berdua, kak Aini ingin berbicara sebentar dengan salsa." Kata Arini pada vaizah


"Baiklah." Kata vaizah lalu pergi


Arini pun mendekati ranjang salsa dan duduk di kursi sebelah ranjang salsa.


"Sa maafkan aku, dan tolong berjuanglah kamu pasti akan baik-baik saja." Kata Arini

__ADS_1


"Kamu sudah mendengar apa yang aku kata kan pada vaizah, jadi tolong jangan membahasnya lagi." Kata salsa lalu memalingkan wajahnya


"Baiklah, apakah kamu tidak ingin bertemu dengan orang tua kamu sa, sebelum melakukan oprasi." Tanya Arini


"Aku tidak ingin menemui mereka, mereka sudah menganggap aku tiada, mungkin anggapan mereka akan terwujud." Kata salsa


"Jangan berbicara seperti itu sa, mereka beranggapan seperti itu juga kita yang melakukannya tapi mungkin." Kata Arini terhenti


"Ya mungkin untuk terakhir kalinya aku melihat mereka, itu maksud kamu kan ai, sudahlah lebih baik kamu keluar ai." Kata salsa mengusir Arini


"Bukan maksud aku seperti itu sa." Kata Arini


"Suadah lah ai kamu sebaiknya pergi." Kata salsa marah


"Sa jang." Perkataan Arini terpotong


"SUDAH AKU BILANG KELUAR." Teriak salsa


Vaizah yang mendengar teriak salsa pun masuk.


"Kenapa kak?" Tanya vaizah


"Dek suruh Aini keluar dari ruangan ini." Kata salsa pada vaizah, vaizah hanya menganggukkan kepalanya


"Sebaiknya kakak keluar, Adek mohon untuk kebaikan kak salsa." Kata vaizah pada Arini


Arini pun keluar dari kamar rawat salsa, setelah Arini keluar vaizah menenangkan salsa, setelah salsa tenang dan tertidur vaizah keluar menghampiri Arini yang sedang duduk di ruang tunggu.


"Apa yang kakak katakan pada kak salsa, sampai-sampai kak salsa bereaksi seperti itu?" Tanya vaizah


"Kak Aini hanya mengatakan agar kak salsa menemui orang tuanya, mungkin ini untuk yang terakhir kalinya." Kata Arini menjelaskan


"Apa kak Aini tidak berfikir sebelum berbicara, apa kak Aini mengharapkan kak salsa tidak selamat dalam oprasi ini." Kata vaizah kesal


"Bukan begitu dek, kenapa Adek dan kak salsa berfikiran seperti itu, kak Aini kan bilang mungkin bukan kak Aini tidak ingin kak salsa selamat dalam oprasi ini." Jelas arini


"Sudahlah kak jangan membuat alasan, kalau kakak keberatan adanya aku dan kak salsa Adek akan membawa kak salsa ke london, ini keputusan Adek kak Aini harus menyetujuinya." Kata vaizah tegas


"ADEK, kenapa Adek jadi keras kepala seperti ini, kalau kamu sampai membawa kak salsa kak Aini akan memberi tahu orang tua kandung salsa, bahwa putrinya masih hidup." Teriak Arini pada vaizah


"CUKUP, kalau sampai kakak memberi tahu mereka Adek akan membawa kak salsa dari sini sekarang juga dan semua orang tidak akan bisa menemukan Adek dan kak salsa camkan itu kak." Kata vaizah marah sembari mengancam Arini


"ADEK, apakah kamu mengancam kakak, kakak tidak takut ancaman Adek, kakak akan meminta bantuan kak Haikal." Kata Arini tegas


"Silahkan saja terserah kakak, bahkan semua orang yang ada di dunia ini tidak akan ada yang bisa menghentikan Adek termasuk Abang dan ayah." Kata vaizah


"CUKUP kalian berdua, apakah aku barang sihingga kalian memperebutkan dan memutuskan kehidupan aku." Teriak salsa menghentikan perdebatan Arini dan vaizah, Vaizah dan Arini pun terkejut


"Bukan maksud Adek seperti itu, kak Aini yang memulainya kak." Kata vaizah pada salsa


"Tidak apa dek, ai kamu lebih dewasa dari vaizah kenapa kamu bersikap seperti anak-anak seperti ini, biarkan aku pergi bersama vaizah aku lebih nyaman bersamanya." Kata salsa


"Apakah selama ini kamu tidak nyaman tinggal bersama aku sa?" Tanya Arini


"Dulu aku nyaman ai, tapi sekarang bahkan kamu tidak bisa menghabiskan waktu bersama kita lagi, jadi biarkan aku pergi bersama vaizah." Kata salsa


"Baiklah kalau itu keputusanmu sa aku tidak akan menghalanginya lagi, tapi ingat kalian berdua harus selalu memberi kabar kepadaku dan jaga diri kalian baik-baik." Kata Arini pasrah atas keputusan vaizah dan salsa


Setelah berbicara dan mereka semua sudah menyetujuinya, vaizah mengurus perpindahan rumah sakit salsa, salsa akan di pindahkan di rumah sakit di London, setelah selesai vaizah pulang kerumah untuk mengemas pakainnya dan salsa setelah selesai vaizah membawa kopernya ke rumah sakit, penerbangan mereka nanti malam.


Sedangkan Arini dan salsa hanya diam, Arini tidak mau membuat masalah lagi, sedangkan salsa sedang merasakan rasa sakit pada tubuhnya, malam harinya sekitar pukul 22:00 salsa dan vaizah menuju airport, arinipun mengantar mereka berdua, setelah pesawat yang mereka tumpangi lepas landas Arini pun pulang, saat sampai rumah, rumah terasa sepi, sekarang tidak ada vaizah dan salsa.

__ADS_1


TERIMA KASIH


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA :)


__ADS_2