
Ibu sisil berusaha menenangkan sofiya yang menangis, setelah sofiya tenang ibu sisil bertanya pada sofiya apa yang membuatnya sampai menangis seperti itu.
"Kenapa sofiya teriak-teriak dan sekarang menangis?" Tanya ibu sisil
"Adi pia bicala Engan kak la, alu kak la inggalin Pia egitu aja." Kata sofiya pada mamanya, ibu sisil yang mendengar penjelasan sofiya pun mencari kesana kemari untuk mencari orang yang sofiya maksud
"Apakah sofiya yakin kalau yang berbicara dengan sofiya adalah kak Nabilla?" Tanya ibu sisil tidak percaya, sofiya hanya menganggukkan kepalanya sembari menyeka air matanya
"Lalu kak Nabilla pergi kemana?" Tanya ibu sisil lagi, sofiya menunjuk pintu keluar supermarket
Salsa keluar supermarket dengan sangat tergesa-gesa dia tidak ingin ibu sisil melihatnya lalu masuk dan mengendarai mobilnya dengan sangat kencang sesampainya direstoran salsa memarkirkan mobilnya asal, lalu salsa masuk keruangan nya langsung, dia tidak melihat Arini ada diruangan tersebut.
"Dek dimana obat kakak?" Tanya salsa pada vaizah karena dia tidak menemukan obatnya
"Tenanglah kak, Adek akan Carikan." Kata vaizah bangkit dari tempat duduknya
"Cepat dek." Kata salsa
"Kamu kenapa sa?" Tanya Arini karena melihat wajah salsa yang sedikit pucat
"Dan obat apa yang adek cari." Tanya Arini lagi, namun salsa dan vaizah tidak menjawab pertanyaan Arini sama sekali.
Vaizahpun menemukan obat yang salsa butuhkan, lalu mengambilkan air untuk salsa meminum obatnya, setelah meminum obatnya salsa lebih tenang, kondisi salsa memang sudah sehat tapi dia tidak bisa mengatasi sesuatu yang tidak ingin dia hadapi, dia akan mengalami serangan panik berlebihan seperti sekarang ini.
"Obat apa yang salsa minum dek?" Tanya Arini
"Bukan obat apa-apa kok kak, itu vitamin yang kak salsa konsumsi seharusnya tadi pagi dia meminumnya." Jelas vaizah berbohong
"Benarkah, apa penyakit yang salsa derita sudah sembuh total?"
"Sudah kak, kak salsa sudah dinyatakan sembuh total dari sakit kankernya." jelas vaizah
"Syukur kalau memang benar, apa kamu sudah baik-baik saja sa?"
"Sudah lebih baik." Kata salsa
"Memang ada apa sampai kakak harus meminum obat itu lagi?" Tanya vaizah, dia lupa bahwa Arini ada bersamanya, salsapun langsung memelototi vaizah
"Eh maksudnya kenapa kak salsa sampai lupa minum vitaminnya." Kata vaizah, Arini curiga pada mereka berdua
Sedangkan ibu sisil langsung menelfon suaminya kerena dia ingin melihat cctv di supermarket tersebut namun tidak diperbolehkan oleh pegawai disana, selang beberapa menit suaminya datang.
"Pa tadi sofiya katanya melihat salsa dan berbicara dengannya." Kata ibu sisil pada suaminya
"Benarkah, mungkin sofiya salah melihat ma." Kata pak Satya
"Apa salahnya kalau kita memastikan apakah yang berbicara dengan sofiya adalah salsa." Kata ibu sisil membujuk suaminya
"Baiklah, papa akan meminta izin pada pemilik supermarket tersebut." Kata pak Satya
Pak Satya menelfon pemilik supermarket tersebut untuk meminta izin agar bisa melihat rekaman cctv, untungnya pemiliknya mengizinkan pak Satya untuk melihatnya, pak Satya dan ibu sisil masuk keruangan cctv, mereka memeriksa satu jam yang lalu, apa yang sofiya katakan memang benar dia bertemu dan berbicara dengan salsa.
"Pa benar apa yang sofiya katakan kalau dia berbicara dengan salsa." Kata ibu sisil menangis di pelukan suaminya saking senangnya sampai menangis
"Tapi kita tidak bisa mendengar percakapan antara sofiya dan salsa, mungkin Arini mengetahui kalau salsa masih hidup." Kata pak Satya
"Tapi Arini tidak tinggal dirumah itu lagi, lalu kita harus mencari Arini dimana, kalau kita menemukan Arini sudah pasti kita juga akan menemukan salsa pah, bagaimanapun caranya papa harus menemukan salsa." Kata ibu sisil sembari menyeka air matanya
"Baiklah papa akan mencari keberadaan Arini, papa juga sangat merindukan salsa, papa ingin memeluknya ma." Kata pak Satya
Sedangkan direstoran Arini melanjutkan pekerjaannya, sedangkan salsa dan vaizah yang diruanganpun membahas kejadian di supermarket.
"Jelaskan apa yang terjadi pada kakak sampai kakak seperti itu?" Tanya vaizah pada salsa
"Tadi aku bertemu dengan sofiya di supermarket, pasti sofiya sudah memberitahu mama dan papanya kalau dia baru bertemu denganku, lalu bagaimana kalau mereka memeriksa cctv di supermarket tersebut." Jelas salsa
"Kenapa kakak tidak memberi tahu Adek sejak tadi, pasti orang tua kakak sudah memeriksa cctv di supermarket tersebut."
"Bagaimana kakak memberitahu adek, ada Aini di dekta kita, lalu kita harus bagaimana, kakak belum siap bertemu dengan mereka." Kata salsa
"Adek juga tidak tahu kak, kakak harus siap kapanpun, mana kak salsa yang adek kenal dulu, kenapa kak salsa jadi selemah ini, kak salsa tidak membutuhkan obat-obatan ini lagi." Kata vaizah sembari memegang obat yang tadi salsa minum
"Kakak akan berusaha menghadapinya dek namun tidak dalam waktu dekat ini." Kata salsa
"Baiklah, lebih baik kita menjauh dari kak Aini terlebih dahulu, pasti orang tua kakak akan mencari kak Aini dulu memastikan bahwa yang mereka lihat di supermarket memang benar kak salsa atau bukan." Kata vaizah
"Benar, lalu bagaimana kita menjauh dari Aini."
"Dalam beberapa hari ini kita akan ke puncak Bogor kita akan bersembunyi dari mereka semua sampai kakak bisa menghadapi orang tua kakak." Jelas vaizah
__ADS_1
"Baiklah, lalu restoran bagaimana?"
"Nanti Adek akan ke restoran setiap tiga hari sekali." Kata vaizah, akhirnya salsa menyetujuinya untuk bersembunyi
Keesokan paginya salsa dan vaizah benar-benar pergi kepuncak Bogor, disana mereka sudah membeli vila dan di vila tersebut ada beberapa bodyguard yang mereka bawa dari rumah.
Sesampainya di vila vaizah dan salsa masuk ke kamarnya masing-masing untuk membersihkan diri, setelah selesai mereka berdua akan berkeliling kebun teh, vila yang mereka tinggali dikelilingi kebunteh, bereka berjalan beriringan menikamti pemandangan dan udara yang masih bersih.
"Kak kalau kakak tidak bisa menghadapi orang tua kakak, lebih baik kita kembali kelondon, Adek tidak mau kondisi kakak memburuk." Kata vaizah
"Kakak akan berusaha sebisa kakak agar bisa mengontrol diri kakak saat bertemu mereka." Kata salsa
"Kalau kakak tidak sanggup katakan pada adek, Adek akan membawa kakak langsung kelondon dan satu lagi tidak ada yang berani mendekati rumah keluarga shea kakak pasti aman kalau disana." Kata vaizah, sedangkan salsa hanya menganggukkan kepalanya
Sedangkan dijakarta orang tua salsa sedang mencari keberadaan Arini, sedangkan Arini mencari salsa dan vaizah karena tidak datang kerestoran, saat pulang kerja Arini tidak sengaja bertemu dengan bibi sumi dipasar tradisi.
"Nona Arin." Bibi sumi menyapa Arini
"Eh bibi, lagi belanja apa?" Tanya Arini
"Biasa belanja sayur dan buah non, stok dirumah sudah hampir habis, kalo nona."
"Sama bi belisayur dan buah." Jawab Arini
"Bukannya nona tidak tinggal dirumah sebelah nyonya lagi, lalu nona tinggal dimana?"
"Iya bi aku tidak tinggal disana lagi, sekarang aku ngontrak bi." Jelas Arini
"Owh iya nona, tuan dan nyonya sedang mencari nona Arini." Kata bibi
"Benarkah, memang ada apa Tante dan om mencari Aini?"
"Saya Juga tidak tahu." Kata bibi
"Baiklah nanti malam Arini akan main kerumah Tante dan om."
Setelah berbincang dengan bibi sumi arinipun pergi meninggalkannya bibi yang masih memilih sayuran dan buah di pasar, malam harinya Arini main kerumah orang tua salsa dia penasaran kenapa orang tua salsa mencarinya.
"Eh nona sudah datang." Kata bibi sumi yang membukakan pintu Arini
"Iya bi, om dan tantenya ada?" Tanya Arini
"Ada nona silahkan masuk dan bibi akan memanggil nyonya dan tuan." Kata bibi lalu bibi memberi tahu ibu sisil dan pak Satya bahwa Arini datang, karena bibi tidak memberitahu mereka bahwa Arini akan datang, ibu sisil yang mendengar Arini datangpun buru-buru keluar dari kamarnya.
"Kabar semuanya baik, bagaimana kabar kamu?" Tanya ibu sisil basa basi sebenarnya dia ingin langsung bertanya soal salsa
"Baik juga Tan, kata bibi sumi om dan tente mencari Arini, memang ada apa?" Tanya Arini
"Iya, om mau bertanya apakah salsa masih hidup?" Tanya pak Satya, Arini yang diberi pertanyaan seperti itupun bingung harus menjawab apa
"Karena sofiya melihat salsa di supermarket kemarin, om dan Tante juga sudah melihat rekaman cctv di supermarket tersebut." Lanjut pak Satya, sedangkan Arini masih diam
"Tolong Tante Arini, kalau benar salsa masih hidup biarkan Tante dan om bertemu dengannya." Kata ibu sisil sembari memegang tangan Arini
"Iya salsa masih hidup." Jawab Arini
"Benarkah, lalu dimana dia sekarang?" Tanya ibu sisil senang atas jawaban Arini
"Arini juga tidak tahu dimana dia sekarang, dia akan datang sesukahatinya, aku tidak tahu tempat tinggal dan nomor telepon nya." Kata Arini
"Lalu biasanya dimana kalin akan bertemu?" Tanya pak Satya
"Salsa dan vaizah adalah pemilik restoran Arini bekerja saat ini." Jawab Arini
"Tapi tadi pagi mereka berdua tidak kerestoran." Lanjut Arini
"Lalu kenapa kami tidak memberi tahu om dan Tante kalau salsa masih hidup dan sejak kapan kamu tahu kalau salsa masih hidup?" Tanya pak Satya
"Karena Arini harus memastikan kalau dia benar-benar salsa, hampir satu Minggu." Jawab Arini
"Lalu apakah benar dia salsa?" Tanya ibu sisil
"Benar Tan karena dia sendiri yang memberi tahu Arini kalau dia salsa." Jawab Arini
"Kita harus mencari salsa pa." Kata ibu sisil pada suaminya
"Baiklah papa akan menyuruh bodyguard yang ada dirumah untuk mencari salsa dan akan menambah bodyguard untuk membantu kita agar bisa menemukan salsa secepatnya." Kata apak Satya
"Om dan Tante tidak akan menemukannya." Kata Arini
__ADS_1
"Apa maksud kamu Arini?" Tanya ibu sisil
"Om dan Tante tidak akan menembus keamanan keluarga shea." Kata Arini, sedangkan pak Satya dan ibu sisil bingung, kenapa Arini membawa-bawa nama keluarga shea
"Apa maksud kamu keluarga shea yang pengusaha nomor satu didunia?" Tanya pak Satya, Arini hanya menganggukkan kepalanya
"Lalu apa hubungannya dengan salsa?" Tanya pak Satya lagi
"Karena sekarang salsa dan vaizah cucu keluarga shea." Kata arini, orang tua salsa semakin bingung
"Bagaimana bisa." Tanya pak Satya
"Aku juga tidak tahu, sebenarnya aku sudah bertemu dengan salsa lima bulan yang lalu, aku terus menyelidiki apakah benar dia salsa atau bukan namun aku tidak menemukan apa-apa, bahkan mendekatinya saja tidak bisa karena disamping mereka ada beberapa bodyguard yang selalu menjaga mereka, Arini tahu juga karena salsa memberitahukan Arini secara langsung." Jelas Arini
"Lalu bagaimana kami bisa bertemu dengan salsa, keluarga kami tidak berkuasa seperti keluarga shea." Tanya pak satya
"Kita hanya harus menunggu salsa muncul dengan sendirinya, percuma kalau kita mencarinya, akan sia-sia." Kata Arini
"Baiklah, setidaknya om dan Tante tahu kalau salsa masih hidup dan baik-baik saja." Kata ibu sisil
"Kalau Arini bertemu dengan salsa, langsung hubungi Tante atau om ya." Kata pak Satya
"Baiklah, Arini pamit ya om." Kata Arini
"Iya, hati-hati di jalan." Kata ibu sisil, orang tua salsa sudah menawarkan agar Arini diantar oleh sopir mereka namun Arini menolaknya karena sudah memesan ojek online
Sesampainya di kontrakan Arini langsung merebahkan tubuhnya yang lelah di ranjangnya, bukan tubuhnya saja fikirkan nya pun lelah karena dia harus berfikir dimana salsa dan vaizah sekarang da apa yang dilakukan oleh mereka berdua.
Sedangkan vaizah dan salsa mendapat laporan bahwa Arini baru saja kerumah orang tua salsa, karena ada seseorang yang selalu mengawasi Arini kemanapun dia pergi.
Sudah hampir satu Minggu salsa dan vaizah tidak datang kerestoran, setiap hari orang tua salsa akan menelfon arini menanyakan salsa datang kerestoran tidak.
Sedangkan salsa dan vaizah menikmati suasana puncak, pak kenan menambah bodyguard untuk menjaga vila yang ditempati mereka berdua.
"Kak hari ini aku akan kerestoran, aku juga akan berbelanja untuk keperluan kita." Kata vaizah pada salsa
"Baiklah, kamu harus membawa bodyguard." Kata salsa
"Tidak usah kak, bukan aku yang mereka cari, tenang saja Adek bisa jaga diri."
"Baiklah, hati-hati di jalan." Kata salsa, lalu vaizah pergi, dia mengemudikannya mobilnya sediri
Siang hari vaizah sudah sampai direstoran, vaizah langsung masuk keruangan nya dan membereskan berkas-berkas yang akan dia bawa, sedangkan Arini sedang ada di dapur.
"Sudah hampir satu Minggu bos baru datang." Kata Amel, arinipun langsung pergi, lalu dia menuju ruangan vaizah dan salsa
"Dek kamu darimana saja, kenapa tidak pernah datang kerestoran lagi?" Tanya Arini
"Adek sedang terburu-buru kak." Kata vaizah memasukan leptop kedalam tas yang dia bawa lalu Arini memegang tangan vaizah
"Adek kalau ada orang yang sedang berbicara lihat pada orangnya." Kata Arini
"Tolong kak jangan sekarang Adek sedang terburu-buru." Kata vaizah lagi sembari melepaskan tangan Arini dari lengannya
"ADEK." Kata Arini kesal pada vaizah
"Ayo la kak Adek mohon." Kata vaizah lagi
"Lalu dimana salsa?" Tanya Arini karena tidak melihat salsa bersama vaizah
"Kak salsa dia." Kata vaizah memikirkan alasan dimana salsa sekarang
"Dimana, kalau tidak memberitahu kakak, kakak akan ikut bersama kamu." Kata Arini
"Jangan, ayolah kak, kak salsa tidak ingin bertemu dengan siapapun termasuk kak Aini." Kata vaizah
"Memang kenapa salsa tidak mau bertemu dengan aku?" Tanya Arini
"Ayo lah kak Adek tidak bisa terlalu lama disini, nanti Adek sampai vila kemalaman." Kata vaizah keceplosan lalu menutup mulutnya
"Apakah kalian tinggal divila, divila mana?" Tanya Arini
"Tidak kak, tidak." Kata vaizah menyangkal
"Ya sudah kakak Aken ikut bersama adek." Arini keluar lalu mengambil tas kecil yang dia bawa
"Ayo berangkat, katanya nanti sampainya kemalaman." Kata Arini mengajak vaizah, akhirnya vaizah terpaksa membawa Arini bersamanya
Sepanjang perjalanan vaizah tidak berbicara sama sekali dengan Arini, dia mampir ke apotek lalu ke supermarket, Arini tidak bertanya sama sekali pada vaizah menurutnya sia-sia saja bertanya padanya pasti tidak akan menjawab dengan jujur.
__ADS_1
TERIMA KASIH
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA YA