Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 22


__ADS_3

Salsa sekarang ada di perpustakaan mencari buku untuk mata kuliah baru, sedangkan di rumah mereka mika sedang mencari sesuatu dan saat naik ke lantai dua dia tidak bisa membuka pintunya.


"Bagaimana apa kamu menemukan sesuatu atau ada yang janggal?" Tanya seseorang dari sebrang telfon


"Saya belum menemukan apapun dan tidak ada yang janggal, namun saya tidak bisa masuk ke lantai dua, di ujung tangga lantai dua ada pintu kaca hanya mereka yang bisa membukanya." Jelas mika


"Terus awasi mereka, kalau ada informasi cepat hubungi saya." Kata si penelfon


"Baiklah, tapi beberapa hari ini hubungan Nabilla dan Arini sepertinya tidak baik mereka tidak saling berbicara." Jelas mika


Lalu mereka mengakhiri sambungan telfonnya, karena ada yang datang, ternyata yang datang salsa, salsa langsung naik ke atas dan masuk ke kamarnya.


Setelah beberapa jam, arini pun datang bersama vaizah, Arini bertanya pada mika di mana salsa, katanya dia ada di atas sejak pulang dia tidak turun-turun, arini pun naik lalu mengetuk kamar salsa.


Lantai dua mereka kedap suara, sebab itu mika tidak mendapatkan informasi apa pun, tapi mika tidak tahu kalau lantai dua kedap suara.


"Tok tok tok, sa buka pintunya aku mau bicara sama kamu." Mengetuk pintu kamar salsa, salsa pun membukakan pintunya


"Ada apa ai?" Tanya salsa malas


"Kita harus menyelesaikan permasalahan kita." Kata Arini


"Perasaan kita tidak punya masalah apapun." Kata salsa sembari berjalan ke ruang menonton mereka


"Kalau tidak ada masalah apapun kenapa sikap kamu begitu dingin, aku juga tahu kamu tidak menyetujui hubungan aku dengannya, asalkan kamu tahu sa aku juga ingin di cintai oleh seseorang yang mencintaiku." Jelas Arini pada salsa


"Kamu pikir aku menghalangi kamu untuk bahagia, asalkan kamu tahu ai aku juga ingin kamu bahagia tapi tidak dengannya, dia tidak mencintaimu sama sekali tapi kalau memang itu keputusanmu aku tidak akan ikut campur." Kata salsa lalu meninggalkan Arini


Memang susah bicara dengan salsa, dia sangat keras kepala namun Arini memakluminya Arini juga belum percaya sepenuhnya pada Haikal, sedangkan Arini dan salsa berbicara di atas vaizah di bawah sedang meminta mika untuk memasakkan makan malam untuk mereka.


Setelah berdebat dengan Arini di atas, salsa turun dan akan pergi keluar Namaun di hentikan oleh pertanyaan vaizah.


"Kak mau kemana, sebentar lagi waktunya makan malam." Tanya vaizah pada salsa


"Kakak mau keluar, Adek makan malam dengan kak Aini saja nanti kakak akan makan malam di luar." Jelas salsa lalu pergi meninggalkan vaizah begitu saja


Vaizah pun naik menghampiri Arini yang ada di balkon sedang duduk menikmati angin malam dan memikirkan cara agar salsa tidak marah lagi padanya.


"Kak, apakah kalian berdua bertengkar?" Tanya vaizah sembari duduk di sebelah Arini


"Tidak dek, kak salsa hanya kesal dengan apa yang kak Aini katakan, dia ada di bawah?" Jelas Arini, lalu bertanya


"Pasti masalah kalain berdua belum terselesaikan, kak salsa keluar katanya akan makan malam di luar, apakah tidak apa-apa kak salsa keluar sendirian?"


"Tidak akan terjadi sesuatu padanya dek tenang saja, biarkan dia menenangkan dirinya, ayo turun kita makan malam." Kata Arini mengajak vaizah turun


Pagi harinya mereka bertiga menikmati sarapannya dengan sunyi tidak seperti biasanya.


"Kenapa kamu hanya makan roti tawar saja sa, makan nasi goreng kamu." Kata Arini


"Aku tidak ingin sarapan hari ini makan makanan berat." Kata salsa lalu meninggalkan mereka, vaizah pun memanggil salsa


"Kak Adek ikut." Kata vaizah langsung berdiri dari kursinya


"Kamu hari ini kamu minta anterin kak Aini saja kakak tidak langsung ke kampus." Kata salsa, lalu pergi begitu saja


"Kak Nabilla." Teriak vaizah


"Sudahlah dek, nanti kakak akan mengantarkan Adek." Kata Arini


Sedangkan Haikal di malang masih tertidur karna kecapekan semalam dia pulang sangat larut, tidak ada yang berubah dengannya masih sama dia hanya berjanji tidak menepatinya sama sekali.


Lalu orang tua salsa sekarang ada di malang, karena rumah mereka yang dulu sedang di renovasi karena ada beberapa bagian yang sudah rusak, kamar yang dulu di tempati oleh salsa tidak ada yang berubah sama sekali.


Salsa yang bilang pada Arini dan vaizah akan berangkat ke kampus pun, hari ini salsa tidak masuk mata kuliah mana pun, dia sekarang ada di pantai untuk menenangkan dirinya, dia duduk di tepi pantai menikmati angin yang sepoi-sepoi.


Vaizah yang tidak bisa menemukan salsa di kampus pun menghubungi Arini.


"Kak sejak pagi sampai sekarang kak salsa tidak datang ke kampus." Kata vaizah khawatir


"Tenang saja dek, kak salsa sudah terbiasa kalau ada masalah dia akan menghindar dari semua orang, biarkan dia tenang dek dan jangan menghubunginya." Kata Arini menjelaskan

__ADS_1


Setelah mematikan sambungan telfon, Arni melanjutkan pekerjaannya, sedangkan vaizah mencari keberadaan salsa saat ini, akhirnya dia menemukan salsa karena di mobil yang salsa bawa ada pelacaknya.


"Kak salsa, kenapa ada di sini?" Tanya vaizah yang melihat salsa duduk di tepi pantai


"Harusnya kakak yang bertanya ngapain Adek kesini?" Tanya salsa balik


"Hehehe Adek khawatir terjadi sesuatu pada kakak, oleh sebab itu Adek mencari kakak kemana-mana ternyata kak salsa ada di sisi." Jelas vaizah


Namun salsa hanya diam, dia melihat lurus ke depan menikmati ombak yang tenang.


"Kak ada masah apa sih di antara kalain berdua, Adek tidak suka kalian seperti ini." Tanya vaizah


"Tanyakan saja pada kak Aini dek, kakak tidak bisa menjelaskannya." Kata salsa


"Kalian berdua sama saja, kalin sudah sama-sama dewasa selesaikan masalah kalian secepatnya, kalau tidak adek akan pergi ke London." Kata vaizah mengancam salsa


"Masalah orang dewasa lebih sulit dek butuh waktu untuk menyelesaikannya, aku juga ingin tinggal di London lagi dek, disana lebih tenang." Kata salsa


"Apakah menurut kakak tinggal bersama kak Aini tidak tenang?" Tanya vaizah


"Bukan dek, Aini sekarang sudah sangat berubah dia tida mau mendengarkan pendapat kakak, kakak tidak mau dia terluka namun dia tidak mendengarkan kakak sama sekali." Jelas salsa


"Memang ada masalah apa si kak, mungkin adek bisa membantu dan kenapa kak salsa takut kak Aini terluka?" Tanya vaizah


"Adek tidak perlu tahu mungkin saat Adek mendengar apa yang kakak katakan Adek akan marah sama kakak." Kata salsa


"Apakah masalah kalian tentang hubungan kak Aini dan kak Haikal?" Tanya vaizah, sedangkan salsa hanya terdiam


"Sebenarnya aku juga tidak menyetujui hubungan mereka kak, aku tahu kak Haikal seperti apa namun apa salahnya munkin setelah bersama kak Aini kak Haikal akan berubah." Jelas vaizah


"Kalau dia tidak berubah Aini yang akan tersakiti dek, bagaimanapun kakak tidak percaya Haikal akan berubah demi Arini dan asal Adek tahu kalau Haikal orang yang sering keluar masuk ke lubang kenikmatan waniat." Jelas salsa


Vaizah yang baru tahu kelakuan kakaknya pun sangat terkejut, karena dia tidak tahu sama sekali yang dia tahu hanya kakaknya kalau pergi pasti ke bar, dia tidak tahu kalau di bar ada wanita jalangnya.


"Apakah benar kakak aku seperti itu kak." Tanya vaizah tidak percaya


"Terserah Adek mau percaya atau tidak, kak Aini juga sudah tahu kebiasaan kakak kamu, sudah lah dek lebih baik kita cari tempat makan kakak sudah sangat lapar."


"Baiklah ayo, Adek juga laper kak."


Arini tidak tahu perubahan sikap salsa sekarang, bahkan salsa akan tidak peduli pada orang yang tidak memperdulikannya, mangkanya sekarang salsa menghindar dari Arini karena menurutnya Arini tidak seperduli dulu.


Setelah salsa dan vaizah selesai makan siang mereka pulang ke rumah, lalu mereka beristirahat di kamar mereka masing-masing, sedangkan Arini direstoran sedang sibuk bekerja karna hari ini akhir bulan waktunya gajian dan memeriksa bulan ini mendapatkan untung atau rugi.


Arini hari ini pulang sangat larut, saat pulang semua orang sudah tertidur, arini pun membersihkan dirinya lalu memeriksa salsa apakah sudah tertidur namun pintu kamar salsa terkunci lalu Arini melihat ke kamar vaizah dia sudah tidur arinipun masuk ke kamar dan mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah.


*****


Sudah hampir sebulan hubunga Arini dan salsa tidak kunjung membaik, salsa semakin menjauh dari Arini, Arini bingung kenapa salsa bersikap seperti itu padanya namun dengan vaizah dia baik-baik saja.


Hari ini hari weekend, salsa pagi-pagi sekali sudah pergi ke taman menaiki sepedanya namun Arini dan vaizah tidak tahu kalau salsa sudah pergi lebih dulu.


"Dek panggil kak Nabilla suruh cepetan nanti kesiangan." Kata Arini menyuruh vaizah


"Maaf nona Arini, bukannya nona Nabilla sudah berangkat pagi-pagi sekali." Mika memberi tahu Arini


"Benarkah, ya sudah dek ayo kita berangkat." Ajak Arini pada vaizah


Merekapun menggoes sepedanya ke taman dengan pelan sembari berbincang.


"Dek kenapa salsa bersikap seperti itu kepada kakak?" Tanya Arini


"Adek juga tidak tahu, Adek sudah membujuk kak salsa namun dia tidak mau mendengar Adek." Kata vaizah


"Salsa setelah tinggal di London banyak berubah." Kata Arini


"Bukannya kak salsa yang berubah kak, kak Aini yang berubah." Kata vaizah lalu meninggalkan Arini vaizah menggoes sepedanya dengan sangat kencang


"Adek, apa yang adek maksud." Teriak Arini namun vaizah tidak memperdulikannya


Arinipun berfikir tidak ada yang berubah dengan dirinya, tapi kenapa vaizah berbicara seperti itu, arini pun melanjutkan menggoes sepedanya ke taman, sesampainya di taman Arini mencari keberadaan vaizah dan salsa namun tidak menemukannya Arini sudah berkeliling mencari tapi tidak melihat mereka berdua.

__ADS_1


Sedangkan salsa dan vaizah menggoes sepedanya keluar kompleks, mereka akan menggoes sepedanya ke taman kota, mereka berdua meninggalkan ponselnya di rumah.


"Kak apakah kakak baik-baik saja?" Tanya vaizah pada salsa


"Kakak baik dek, sekarang kita cari sarapan kakak sudah sangat lapar." Ajak salsa


"Baiklah, apa kakak tidak papa menjauh dari kak Aini?"


"Kakak bukannya menjauh dek, hanya memberi ruang untuk Arini agar bisa sadar apa kesalahannya dek." Jelas salsa


Merekapun sarapan di warteg di tepi jalan, setelah selesai merekapun pulang, sesampainya di rumah Arini sudah menunggu mereka di teras rumah dengan sangat gelisah.


"Kalian berdua dari mana saja, ponsel kalian mana kenapa kalian tidak mengangkat telfon kakak." Kata Arini marah pada mereka berdua


"Kita dari taman kak, ponsel aku dan kak salsa ada di kamar." Jawab vaizah


"Jangan berbohong dek, kakak sudah mencari kalian di seluruh taman namun tidak menemukan kalian." Kata Arini


"Adek dan kak nabilla tidak di taman kompleks, Adek dan kak salsa ada di taman kota." Jelas vaizah


Salsa pun langsung masuk tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya, dia males mendengar ocehan Arini, Arini yang melihat salsa pergi begitu saja pun mengikutinya dari belakang dan menarik tangannya dengan kasar.


"Salsa kalau ada masalah di selesaikan bukannya menghindar." Kata Arini marah pada salsa


"Siapa juga yang menghindar, aku hanya tidak mau berdebat dengan kamu ai." Kata salsa


"Aku tidak suka sikapmu yang seperti ini, kamu bukan salsa yang ku kenal dulu." Kata Arini kesal


"Ya aku bukan salsa sekarang aku Nabilla ingat itu, bukan aku yang berubah ai tapi kamu." Kata salsa lalu naik ke atas


"Kalian berdua sama saja aku yang selalu di salahkan oleh kalian, apa yang berubah dari aku." Tanya Arini sembari menangis


Sekarang mika tidak ada di rumah dia sekarang sedang berbelanja kebutuhan dapur, Sedangkan sekarang salsa dan vaizah duduk di balkon sembari menikmati minuman dingin.


"Kak apakah kita tidak keterlaluan bersikap seperti itu pada kak Aini?" Tanya vaizah


"Lihat saja sikap Aini, dia dulu tidak sekasar itu dia orang yang lemah lembut dan sangat perhatian." Kata vaizah sembari melihat lurus ke depan


Sedangkan di bawah ada ibu sisil yang datang bersama sofiya, ibu sisil yang melihat Arini seperti habis menangis pun bertanya.


"Arini apakah kamu baik-baik saja, sepertinya kamu habis menangis?" Tanya ibu sisil


"Aku baik-baik saja tan." Kata Arini


"Dimana Nabilla dan vaizah?"


"Mereka berdua ada di atas, nanti saya panggil mereka." Kata Arini


Arinipun naik ke atas ternyata vaizah dan salsa masih duduk di balkon sembari membahas tentang pelajaran apa yang mereka suka dan tidak suka di kampus, arinipun menghampiri mereka.


"Kalian berdua cepat turun di bawah ada ibu sisil bersama sofiya." Kata Arini


Salsa dan vaizah pun turun ke bawah sedangkan Arini masih ada di lantai dua.


"Hai sofiya." kata vaizah


"Ai kak ja, pa kak la dah embuh?" tanya sofiya


"kak Nabilla sudah sembuh sekarang." jawab salsa


"Ye ye sekalang kak la epatin anji kak la pada pia." kata sofiya senang


"Iya sekarang kita keluar kita akan bermain di depan." ajak salsa


"Ayo api pia minta ending." kata sofiya sembari mengulurkan kedua tangannya minta di gendong salsa


"Sofiya kamu kan sudah bisa berjalan kak Nabilla juga baru sembuh, nanti kalau sofiya minta gendong nanti kak Nabilla bisa sakit lagi loh." kata ibu sisil menasehati sofiya


"Aiklah pia akan alan endiri." kata sofiya lalu keluar lebih dulu meninggalkan mereka


Ibu sisil duduk di bangku taman depan rumah mereka sedangkan vaizah, salsa dan sofiya sedang bermain kejar-kejaran, ibu sisil sangat bahagia melihat putrinya bisa tersenyum lebar dan bahagia di depannya.

__ADS_1


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


TERIMA KASIH


__ADS_2