
Sesampainya di vila, Vaizah dan arinipun masuk, sedangkan salsa ada didalam kamarnya, Arini heran kenapa banyak sekali bodyguard yang menjaga vila tersebut, divila tersebut ada pembantu dua mereka pembantu kepercayaan keluarga shea.
"Bi buatkan minuman untuknya." Kata vaizah pembantu tersebut hanya menganggukkan kepalanya
"Satu lagi, apakah makan malam sudah siap?" Tanya vaizah pagi
"Sudah nona." Jawab pembantu tersebut singkat
"Kak Adek naik dulu, memanggil kak salsa untuk makan malam." Kata vaizah pada Arini
"Baiklah." Kata arini
Vaizah naik kelantai dua dan masuk kekamar salsa, sedangkan salsa yang melihat vaizah masuk kekamarnyapun langsung duduk dia sedang menonton video dileptop nya sembari tengkurap.
"Adek pulangnya lama sekali?" Tanya salsa
"Kak Aini terus bertanya pada adek dan dia memaksa ikut dengan Adek." Kata vaizah
"Lalu apakah Aini ikut ke sini bersama adek ?" Tanya salsa, vaizah hanya menganggukkan kepalanya
"Kenapa Adek membawanya?" Tanya vaizah
"Memang kenapa kalau aku ikut dengan vaizah?" Tanya Arini yang tiba-tiba masuk kekamar salsa
"Kak Aini." Kata vaizah terkejut karena Arini mendengar percakapan mereka
"Jawab sa kenapa kamu melarang Adek membawa aku kesini?" Tanya Arini lagi pada salsa, sedangkan salsa yang ditanya oleh arinipun hanya diam saja
"Dek tolong tinggalin kakak dengan kak salsa, kak Aini ingin berbicara dengannya." Kata Arini menyuruh vaizah meninggalkan mereka berdua
"Tapi." Perkataan vaizah terpotong oleh Arini
"Kali ini saja turuti permintaan kakak." Kata Arini
"Baiklah." Kata vaizah lalu keluar dan menutup pintu kamar salsa
"Kenapa sikap kamu jadi seperti ini pada aku sa?" Tanya Arini
"Memang sikap aku kenapa?" Tanya salsa balik
"Aku sudah meminta maaf pada kamu atas kesalahan yang aku lakukan, apakah masih kurang." Kata Arini
"Aku sudah memaafkan kamu ai, lalu apa lagi yang ingin kamu dengar dari aku."
"Kalau kamu memaafkan aku kenapa kamu tidak mau berbicara dengan aku, dulu kita sangat dekat setiap ada masalah kamu pasti cerita, dulu kamu juga sangat ceria namun sekarang kamu sangat dingin dan jarang tersenyum, apa yang membuat kamu seperti itu?" Tanya Arini
"Semua orang akan berubah seiring berjalannya waktu ai, apakah aku salah membentengi diriku sendiri agar aku tidak kecewa dan tersakiti lagi, dulu aku salsa yang ceria, namun sekarang aku bukan salsa yang dulu karena banyak pelajaran yang aku ambil selama aku memperjuangkan hidup aku sendiri." Jelas salsa
"Kami tidak salah membentengi diri kamu, tapi kenapa aku termasuk orang yang kamu acuhkan."
"Aku lelah ai membahas ini dengan kamu, kamu tidak akan mengeri sampai kapanpun, coba tempatkan diri kamu di posisi aku saat ini." Kata salsa
"Jelaskan apa yang tidak aku mengerti sa?" Tanya Arini, dia sudah cukup sabar menghadapi sikap salsa selama ini namun hari ini Arini ingin mengetahuinya
"Kalau kami ingin tahu, aku benci orang-orang yang dekat dengan aku dulu ai." Teriak salsa pada Arini
"Kenapa kamu membenci orang-orang yang kamu sayangi dulu?" Tanya Arini lagi, dia tidak peduli walau salsa marah padanya karena sudah terbiasa salsa bersikap acuh padanya
"Aku benci mereka, termasuk kamu." Teriak salsa sembari melempar barang-barang yang ada didekatnya, Arini sangat terkejut kenapa sikap salsa seperti itu
Sedangkan vaizah yang mendengar keributan di kamar salsa pun langsung naik dan masuk kekamar salsa, dia sangat terkejut kamar salsa sudah berantakan dan banyak pecahan kaca dimana-mana.
"Kak salsa tenanglah." Kata vaizah menenangkan salsa dan mencoba mendekatinya
"Dek suruh dia pergi." Kata salsa menunjuk Arini
"Baiklah, tapi kakak tenang dulu, nanti Adek akan membawanya keluar." Kata vaizah
"Tolong kakak sebaiknya keluar dulu." Kata vaizah memohon pada Arini, arinipun keluar dari kamar salsa
"Tenanglah kak Aini sudah keluar, lebih baik kakak ikut Adek kekamar Adek, nanti kamar kakak akan di bersihkan terlebih dahulu." Kata vaizah
Akhirnya salsa ke kamar vaizah, vaizah menyuruh pembantunya untuk membawakan makan malam untuk salsa, setelah makan salsa diberikan obat yang dia konsumsi, setelah salsa tertidur vaizah menghampiri Arini yang menunggunya di ruang tamu.
"Lebih baik kita makan malam terlebih dahulu, nanti Adek akan menjelaskan semuanya pada kakak." Kata vaizah, Arini dan vaizahpun makan malam berdua Arini tidak terlalu nafsu makan karena melihat kondisi salsa yang menurutnya tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Setelah selesai, vaizah membawa Arini keruang baca, disana akan lebih tenang dibanding ruangan lain.
"Apa yang terjadi pada salsa, kenapa perilakunya jadi seperti itu?" Tanya Arini penasaran
"Memang apa yang kak Aini tanyakan padanya sampai dia marah seperti itu."
"Aku hanya membahas tentang masa lalu kakak bersamanya, namun salsa menjawab bahwa dia membenci orang-orang dimasa lalunya termasuk aku, apa maksudnya dek." Tanya Arini
"Benar kak salsa tidak bisa menghadapi orang-orang di masa lalunya termasuk kakak."
"Memang kenapa salsa tidak bisa menghadapi orang-orang di masa lalunya, bahkan orang tuanya berharap bisa bertemu dengan salsa dan tinggal bersamanya." Kata Arini
"Dia trauma dia depresi, dia tidak mau bertemu mereka lagi bahkan dengan kak arinipun dia tidak mau, kalau sampai bertemu dengan orang tuanya kondisi kak salsa akan memburuk, kalau benar-benar terjadi kak salsa akan dimasukkan kerumah sakit jiwa." Jelas vaizah, Arini yang mendengarnya pun terkejut kenapa salsa bisa seperti itu
"Apa maksud kamu akan dimasukkan kerumah sakit jiwa." Tanya Arini
"Kak salsa terlalu banyak melewati hal-hal yang menyakitkan dan dia selalu memendamnya sendiri, dia terlalu memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya dan apakah akan berjalan lancar atau tidak, kak salsa mengalami depresi kalau sampai membuatnya berfikir terlalu keras dia akan gila kak, Adek sudah menjaganya selama ini jadi Adek minta tolong pada kak Aini jangan mengingatkannya pada orang-orang yang dulu pernah dekat dengannya termasuk orang tuanya." Jelas vaizah
"Tapi om dan Tante ingin menemuinya, aku kasihan pada mereka dek, mereka sangat merindukan putrinya." Kata Arini
"Adek akan mengizinkan mereka untuk melihat kak salsa namun hanya dari kejauhan dan jangan sampai kak salsa melihat mereka, ini demi kebaikan kak salsa, kak Aini harus membuat mereka mengerti kondisi kak salsa saat ini dan kak Aini sudah melihatnya sendiri."
"Baiklah kakak akan membuat om dan Tante mengerti." Kata Arini
"Kak Aini malam ini boleh menginap disini, nanti pagi setelah sarapan sopir akan mengantar kak Aini ke Jakarta." Kata vaizah
Arini tidur dikamar tamu sedangkan vaizah tidur bersama salsa di kamarnya, pagi harinya mereka semua sudah bersiap-siap untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing.
Mereka bertiga menikmati sarapannya dengan diam, Arini tidak berani bertanya pada salsa, setelah selesai Arini berpamitan pada salsa dan vaizah.
"Dek kakak pamit, kalian berdua baik-baik disini." Kata Arini
"Baik, kabari Adek kalau sudah sampai." Kata vaizah, karena semalam vaizah memberikan nomor barunya pada Arini
"Baiklah." Kata Arini
Lalu mobil yang membawa arinipun meninggalkan vila tersebut, siang harinya Arini sudah sampai dikontrakkan nya, hari ini Arini tidak masuk kerja dan besok dia harus berangkat kuliah sebenarnya Arini sangat malas kuliah bukan karena tidak mau belajar namun dia tidak mau bertemu Haikal namun harus bagaiman dia harus masuk kuliah.
Malam harinya Arini kerunah orang tua salsa dia akan menjelaskan kondisi salsa saat ini kepada mereka, sesampainya di rumah orang tua salsa, Arini menunggu diruang tamu dan menunggu mereka menyelesaikan makan malam.
"Hai sofiya." Sapa Arini pada sofiya yang menghampiri Arini
"Ka Nabilla sedang tidak bisa ikut, dia sedang belajar." Kata Arini
"Owh." Kata sofiya singkat
"Sofiya kamu bermain dulu sana bersama bibi sumi, mama dan papa ingin berbicara dengan kak Arini." Kata ibu sisil pada sofiya, sofiyapun turun dari pangkuan Arini lalu berlari menghampiri bibi sumi
"Bagaimana, apakah kamu sudah bertemu dengan salsa?" Tanya pak Satya pada Arini
"Sepertinya om dan Tante tidak bisa menemuinya." Kata Arini
"Memang kenapa, apakah salsa tidak mau bertemu dengan kita?" Tanya ibu sisil
"Bukan begitu Tan, ini demi kesehatan salsa, Tante tidak mau kan terjadi sesuatu yang buruk padanya." Kata Arini mencoba membuat ibu sisil mengerti
"Hanya sekali saja Tante ingin bertemu dan memeluknya." Kata ibu sisil sembari menangis
"Maaf Tan, kalau Tante dan om mau melihat salsa hanya bisa dari kejauhan saja dan jangan sampai salsa melihat om dan Tante memperhatikannya." Jelas Arini
"Tante ridak mau, Tante ingin menemuinya dan memeluknya bagaimanapun caranya." Kata ibu sisil tegas pada Arini
"Kalau Tante ingin menemuinya, petuhi perkataan Arini, kalau tidak Arini tidak akan memberi tahu om dan Tante dimana salsa berada sekarang." Kata Arini lebih tegas
"Pokoknya mama ingin bertemu dengan salsa bagaimanapun pa." Kata ibu sisil menangis di pelukan suaminya
"Pantas saja salsa membenci tante, karena Tante terlalu egois Tante hanya memikirkan diri sendiri." Kata Arini sinis pada ibu sisil
"Arini dimana sopan santun kamu berbicara seperti itu kepada orang yang lebih tua." Pak Satya marah dengan perkataan Arini
"Tapi memang benar kalin berdua orang tua yang egois." Kata Arini lagi
"Hentikan Arini, kalau kamu tidak bisa mempertemukan om dan Tante, kami akan meminta bantuan kepada orang lain." Kata pak Satya marah pada Arini
"Silahkan saja, aku pastikan om dan Tante tidak pernah bertemu dengan salsa sampai kapanpun." Kata arini tegas pada pak Satya
__ADS_1
Pak Satya bangkit dari tempat duduknya lalu mendekati Arini dan menampar Arini sangat keras sampai ujung bibir Arini mengeluarkan darah.
"Papa kenapa papa menamparnya?" Tanya ibu sisil pada suaminya
"Dia sudah melewati batas ma." Kata pak Satya ibu sisil menghampiri Arini namun Arini melarang ibu sisil untuk mendekatinya.
"Jangan mendekat Tan, om berani mengangkat tangan pada aku apa lagi pada salsa." Kata Arini sinis sembari menyeka darah di ujung bibirnya
"Hentikan Arini, sebaiknya kamu pulang." Kata pak Satya
"Aku juga tidak mau berlama-lama dirumah ini." Kata Arini lalu keluar dari rumah pak Satya
Orang yang selalu mengawasi arinipun menelfon vaizah
"Ada apa?" Tanya vaizah
"Tadi nona Arini kerumah yang kemarin, setelah dia keluar rumah tersebut nona Arini menangis dan ujung bibirnya berdarah." Jelas orang yang memata-matai Arini
"APA, apa yang terjadi, lalu dia sekarang dimana." Kata vaizah Marah dan terkejut serta heran kenapa Arini bisa terluka seperti itu
"Nona Arini sekarang sudah pulang kekontrakan nya."
"Baiklah awasi dia terus dan jangan sampai terluka lagi." Kata vaizah tegas, lalu memutuskan sambungan telfonnya disebelah vaizah ada salsa, salsa sangat terkejut melihat vaizah semarah itu
"Ada apa dek?" Tanya salsa
"Apakah orang tua kakak kasar saat kakak masih tinggal bersama mereka?" Tanya vaizah pada salsa
"Memang ada apa sampai Adek semarah itu?" Tanya salsa tidak menjawab pertanyaan vaizah
"Kak aini tadi kerumah orang tua kakak, saat dia keluar kak Aini menanis dan ujung bibirnya berdarah." Jelas vaizah, salsa yang mendengarnya pun sangat marah
"Pak Satya pasti menampar Arini, akukan sudah bilang sama kamu dek jangan menyuruh Arini bertemu dengan mereka lagi." Kata salsa kesal, sedangkan vaizah hanya diam saja
"Lalu bagaiman keadaan Aini sekarang?"
"Sudah lebih baik, kak Aini sudah pulang kekontrakan nya."
Sedangkan Arini, dia masih tidak percaya kenapa pak Satya kasar seperti itu, dulu setahu Arini pak Satya orang yang baik dan lemah lembut pada siapapun.
********
Pagi harinya Arini sudah bersiap-siap, dia akan berangkat kuliah dan akan dijemput oleh Oliv, olivpun datang dan terkejut kenapa ujung bibir Arini terluka seperti habis ditampar oleh seseorang.
"Kenapa ujung bibir kamu terluka seperti itu?" tanya Oliv
"Tadi saat di kamar mandi terpeleset dan bibir aku yang seksi ini mencium bak mandi." kata Arini memberitahu Oliv sembari tersenyum
"Tidak mungkin sampai seperti itu ai, siapa yang berani menampar kamu ai?" tanya Oliv karena tidak percaya dengan penjelasan Arini
"Tidak ada yang menampar aku Liv." kata Arini
"Baiklah kali ini aku percaya pada kamu ai." kata Oliv
Sesampainya di kampus haikal dan teman-temannya sudah menunggu Oliv dan Arini di parkiran, mereka yang melihat Arini dan Oliv datang pun langsung menghampiri mereka berdua.
"Ai aku ingin berbicara dengan kamu, dan kenapa bibir kamu?" tanya Haikal
"Aku tidak mau dan tidak ada lagi yang harus kita bicarakan." kata Arini
"Benar apa kata Aini, lagi pula mata kuliah kita akan segera dimulai." kata Oliv
"Setidaknya dengarkan penjelasan kakak ai." kata Haikal memegang tangan Arini namun Arini langsung menepisnya dengan sangat kasar
"Aku tidak ingin mendengar penjelasan kakak." kata Arini lalu meninggalkan Haikal, olivpun mengikuti Arini dari belakang
Hari pertama masuk kuliah lagi Arini tidak bersemangat, dia kesal, marah dan kecewa pada Haikal dan harus bertemu dengannya lagi di kampus, mata kuliah hari ini hanya ada satu setelah selesai Oliv mengantarkan Arini kerestoran, Haikal yang berusaha menjelaskan pada Arini namun Arini terus menghindar darinya.
Arini pun sudah sampai di restoran lalu dia memulai pekerjaannya, sedangkan Oliv sedang menikmati makan siangnya di restoran tersebut, setelah selesai Oliv pun pulang karena mamanya meminta Oliv untuk menemaninya memeriksa kandungannya ya sekarang mamanya Oliv sedang mengandung, kandungannya sudah memasuki lima bulan, Oliv sangat senang karena tidak ada lagi yang selalu mencari kesalahannya, Sesampainya dirumah Oliv membersikan diri terlebih dahulu setelah selesai Oliv turun menemui mamanya yang sudah menunggunya di ruang tamu.
"Kenapa mama meminta aku untuk menemani mama, biasanya kan mama perginya sama papa." kata Oliv
"Hari ini papa ada rapat penting."
"kenapa harus aku, seharusnya papa yang menemani mama, dia yang membuatnya bersama mama." kata Oliv Mamanya Oliv yang mendengar perkataan oliv pun sedikit kesal pada oliv, kenapa dia sampai berfikiran kesana, tapi memang benar apa yang dikatakan oliv
__ADS_1
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA
TERIMA KASIH ;)