
Arini yang ada di atas, di kamarnya sedang menangis dia tidak tahu apa yang salah pada dirinya, sedangkan di taman depan vaizah dan salsa sedang duduk di bawah pohon besar karena kecapekan bermain dengan Sofia, sedangkan Sofia minta susu pada ibu sisil akhirnya ibu sisil membawa sofiya pulang.
Saat sedang duduk bersantai mereka di kejutkan oleh kedatangan Haikal dan teman-temannya, salsa pun bangkit dari duduknya lalu menghampiri mereka.
"Kenapa kalian datang tidak mengabari kita." Tanya salsa jutek
"Kita sudah bilang pada Aini kok bahwa kita akan datang, dimana Aini kenapa kalian hanya berdua saja?" Tanya haikal
"Dia ada di dalam, panggil saja nanti dia turun." Kata salsa jutek
"Kenapa Lo jutek banget si sa, kita salah apa sama lo?" Tanya Azril
"Terserah gue." Kata salsa lalu meninggalkan mereka masuk dan naik ke lantai dua
Haikal dan teman-temannya serta vaizah pun masuk lalu duduk di ruang tamu, vaizah naik ke atas untuk memanggikan Arini, salsa yang naik lebih dulu masuk ke kamarnya.
"Tok tok tok, kak di luar ada kak Haikal dan teman-temannya." Kata vaizah lalu menuju kamar salsa
Arinipun mencuci mukanya agar tidak terlalu terlihat bahwa dia habis menangis, saat keluar kamar Arini berpapasan dengan salsa yang sudah rapi.
"Kamu mau kemana sa?" Tanya Arini
"Aku mau ke perpus ada buku yang harus aku beli." Kata salsa
Lalu salsa turun ke bawah dan di tanya oleh Azril.
"Lo mau kemana sudah cantik?" Tanya Azril sembari menggoda salsa
"Terserah gue." Kata salsa lalu meninggalkan mereka begitu saja
Arini pun turun, Haikal memperhatikan Arini, Haikal yakin bahwa Arini habis menangis sedangkan vaizah di atas sedang membersihkan diri karena dia akan ikut pergi bersama salsa.
"Ai kamu kenapa, kenapa mata kamu bengkak seperti itu, apakah kamu habis menangis ai?" Tanya Haikal
"Tidak kak tadi mata Aini kemasukan debu." Kata Arini berbihong, tapi Haikal tidak mempercayainya karna raut wajah arini berbeda dengan apa yang di katakan nya
Vaizah pun turun sudah rapi, Haikal dan teman-temannya pun bingung, kenapa mereka datang salsa dan vaizah pergi.
"Dek kamu mau kemana?" Tanya Haikal
"Adek mau nemenin kak Nabilla ke perpustakaan." Jawab vaizah
"Tumben sekali dia mau ke perpustakaan." Kata Azril
"Sudah ya kak Adek berangkat, kak Nabilla pasti akan marah kalau menunggu terlalu lama." Pamit vaizah pada mereka
Setelah vaizah dan salsa pergi, teman-temannya Haikal pun pergi karena boring tidak ada salsa yang selalu mereka gangguin, sedangkan Arini dan Haikal duduk di tepi kolam renang.
"Ai aku yakin kamu habis menangis kan, ada masalah apa cerita pada kakak." Kata Haikal
"Tidak kenapa-kenapa kak, hanya ada masalah antara aku dan Nabilla." Kata Arini
"Memang ada masah apa kamu dengan dia?"
"Kak apakah ada yang berubah dari aku, misalnya sikapku?" Tanya Arini pada Haikal
"Tidak ada kok ai kamu tidak berubah sama sekali, memang apa yang jadi permasalahan di antara kalian berdua."
"Tidak ko kak, nanti Aini selesaikan masalah Aini dengan Nabilla." Kata Arini
"Apakah kamu bertengkar dengan Nabilla."
"Sudahlah kak jangan bahas lagi, nanti aku akan menyelesaikan nya, kenapa ayah tidak ikut ke sini." Tanya Arini
"Ayah sedang sibuk, ada masalah di perusahaannya." Kata Haikal sembari menggenggam tangan Arini
Arini pun menyandarkan kepalanya di bahu Haikal, menikmati kebersamaan mereka tidak ada yang mengganggu sama sekali.
Sore harinya Haikal berpamitan, Haikal dan teman-temannya akan kembali ke malang nanti malam, Arini mengajak mereka makan malam bersama.
Sedangkan vaizah dan salsa sekarang ada di pantai menikmati angin sore yang berhembus cukup kencang.
"Kak apa kak salsa tidak kedinginan, anginnya cukup kencang loh kak, Adek saja yang memakai jaket masih kedinginan, apa kakak mau di ambilkan jaket di mobil." Tanya vaizah, karena udaranya sudah mulai dingin
"Tidak usah dek, kita juga akan pergi dari sini tunggu sebentar lagi, kalau Adek kedinginan Adek tungguin kakak di mobil saja." Kata salsa
__ADS_1
"Baiklah Adek tunggu di mobil saja, Adek kedinginan sekali." Kata vaizah
Setelah vaizah pergi salsa melepaskan sepatunya dan berjalan di bibir pantai, kaki salsa terkena air laut ombaknya cukup besar, vaizah yang melihat salsa dari dalam mobil khawatir karna sekarang kondisi salsa tidak baik-baik saja di tambah dengan dingin yang menusuk kulitnya.
Makan malam sudah siap Haikal dan teman-temannya pun sudah datang, mereka semua sedang menunggu vaizah dan salsa datang.
"Di mana mereka, ini sudah waktunya makan malam, apa mereka dari siang tidak pulang atau menghubungi kamu ai?" Tanya Haikal
"Tidak kak, coba Aini telfon mereka." Kata arini
Arinipun menelfon vaizah, kalau menelfon salsa sudah pasti tidak akan di angkat olehnya telfon Arini pun tersambung tut tut tut.
"Dek Adek sekarang ada di mana, kakak dan lainnya sudah menunggu kalian kita akan makan malam bersama."
"Sepertinya aku dan kak salsa tidak bisa ikut makan malam bersama kalian." Kata vaizah
"Ya sudah, sekarang kalian ada di mana kenapa ada suara ombak?" Tanya Arini
"Aku dan kak salsa sekarang ada di tepi pantai."
"Ya sudah, jangan pulang terlalu larut.
Setelah berbicara dengan vaizah mereka semua menyantap makan malam mereka dengan tenang, setelah selesai mereka berpamitan karena pesawat yang mereka tumpangi akan terbang 30 menit lagi, setelah Haikal dan teman-temannya pergi Arini naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya karena hari ini sangat melelahkan.
Sedangkan vaizah mencoba membujuk salsa pulang karena anginnya semakin kencang namun salsa masih tidak mau beranjak dari sana.
"Kak ayo pulang, anginnya semakin kencang nanti kak salsa masuk angin." Kata vaizah
"Baiklah ayo dek, kakak juga sudah sangat lelah." Kata salsa
Akhirnya merekapun pergi dari sana, di perjalanan vaizah ingin membeli makanan cepat saji, vaizah pun turun dan membelinya sedangkan salsa hanya menunggu di dalam mobil, setelah vaizah kembali mereka melanjutkan perjalanannya, namun baru beberapa saat vaizah meminta salsa menghentikan mobilnya.
"Kak berhenti." Kata vaizah
"Ada apa si dek mengagetkan saja." Kata salsa kesal
"Adek mau ke apotek dulu."
"Apa Ade sakit?" Tanya salsa sembari memegang dahi vaizah
"Adek tidak sakit kak, Adek akan membeli obat flu, obat demam dan obat masuk angin, mungkin di antara kita nanti malam akan membutuhkannya karena terlalu banyak angin di pantai." Jelas vaizah, lalu masuk ke apotek
"Kalian berdua dari mana saja dan kenapa kalian makan makanan cepat saji, tidak baik untuk kesehatan kalian." Kata Arini sembari duduk di depan mereka
"Kan Adek sudah bilang kak Adek dari pantai, Adek sudah lapar sekali, kalau mau memanaskan makanan pasti lama." Kata vaizah sembari memakan makanan tersebut
"Ini obat apa banyak sekali?" Tanya Arini
"Ini obat untuk setok di p3k di rumah." Jawab vaizah
Salsa hanya diam dan menikmati makanannya, setelah selesai salsa mencuci tangan dan mengambil beberapa obat yang tadi di beli oleh vaizah.
"Kak malam ini Adek tidur dengan kakak." Kata vaizah pada salsa
"Tidak boleh, Adek tidur di kamar Adek sendiri." Kata salsa lalu meninggalkan mereka berdua begitu saja
"Kak kalau kakak kenapa-kenapa bagaimana, jangan kunci pintu kamarnya kak." Teriak vaizah pada salsa
"Memang apa yang akan terjadi pada Nabilla." Tanya Arini heran
"Tidak kok kak, Adek naik duluan ya kak." Pamit salsa pada Arini
Arini tidak suka sikap vaizah dan salsa sekarang, mengacuhkan dia dan meninggalkan dia tidak mendengarkan nasehatnya lagi, arinipun naik ke atas dan duduk di ruang tempat mereka menonton, sedangkan vaizah dan salsa di kamarnya masing-masing.
Di tengah malam salsa demam tinggi namun dia sudah mempersiapkan semuanya dari obat-obatan dan air, dia meminum obat dan menyelimitu tubuhnya, sedangkan vaizah terserang flu dia tidak bisa tidur, mau menghampiri Arini namun dia enggan melakukannya.
Keesokan harinya Arini bangun kesiangan, dia buru-buru ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu turun untuk sarapan, Arini kira vaizah dan salsa sudah berangkat ke kampus, namun saat ingin mengambil motornya di garasi mobil yang sering mereka gunakan ada di garasi Arini pun masuk lalu mencari mba mika.
"Mba mika apa Nabilla dan vaizah sudah berangkat ke kampus?" Tanya Arini
"Maaf nona, nona Nabilla dan nona muda belum turun sejak pagi." Kata mika memberi tahu
Arini pun lari naik keatas khawatir terjadi sesuatu pada mereka berdua saat di ujung tangga Arini berpapasan dengan vaizah yang baru keluar dari kamar mandi, flu yang di alami vaizah sudah mendingan tidak seperti semalam.
"Kenapa Adek belum berangkat ke kampus ini sudah siang loh?" Tanya Arini
__ADS_1
"Adek hari ini tidak berangkat ke kampus, Adek sedang tidak enak badan kak." Kata vaizah
"Kenapa tidak bilang pada kakak kalau kamu sakit, ayo turun sarapan lalu minum obat." Kata Arini pada vaizah
"Baiklah, sebaiknya kakak tunggu aku di meja makan." Kata vaizah
"Di mana salsa dia juga belum keluar dari kamarnya?"
"Nanti Adek lihat ke kamar kak salsa."
Arini pun turun ke bawah memasakkan makanan untuk vaizah, sedangkan vaizah melihat salsa di kamarnya.
"Tok tok tok, kak Adek masuk ya." Kata vaizah meminta izin
"Masuk saja dek pintunya tidak di kunci." Kata salsa, vaizahpun masuk dia sangat terkejut karena salsa seluruh tubuhnya di tutupi selimut tebal
"Kak kenapa, pasti semalem kakak demam kan, maaf adek tidak bisa nemenin kakak Adek semales terserang flu." Kata vaizah menyingkap selimut salsa
"Tidak apa dek, Adek sudah minum obat, apakah Aini masih ada di rumah?" Tanya salsa
"Kak Aini masih di rumah, nanti Adek akan minum obat kak Aini sedang memasak di bawah." Jelas vaizah
"Jangan bilang pada Aini dek kalau kakak sedang sakit, kalau di tanya kakak sedang mengerjakan tugas dari kampus, bilang pada Aini juga kalau kakak hari ini tidak ada kelas." Jelas salsa
"Baiklah, kalau kak Aini sudah berangkat Adek akan bawakan sarapan untuk kakak." Kata vaizah lalu pergi
Vaizah pun turun ke bawah, makanan yang di masak Arini sudah selesai dan sudah terhidang di meja makan, vaizah duduk di meja makan sedangkan Arini memperhatikan vaizah yang sedang menyantap makanannya.
"Dek kak salsa mana, kenapa dia tidak ikut sarapan bersama kamu?" Tanya Arini
"Kak salsa ada di kamarnya kak, sedang mengerjakan tugas, hari ini juga kak salsa tidak ada kelas di kampus." Kata vaizah berbohong
"Owh ya sudah kakak berangkat bekerja dulu, kamu jaga diri baik-baik di rumah, kakak juga memasakkan sarapan untuk salsa, kalau sudah selesai suruh dia sarapan." Kata Arini lalu pergi meninggalkan vaizah
Setelah selesai sarapan, vaizah membawakan sarapan untuk salsa ke atas, salsa pun memakan sarapannya dan meminum obatnya, setelah itu salsa membersihkan diri lalu duduk di balkon bersama vaizah, sembari mengerjakan tugas dari kampus.
Siang harinya salsa dan vaizah turun ke bawah lalu duduk di taman depan sembari menikmati jus dan cemilan yang di siapkan oleh mba mika.
"Apakah nona Nabilla sedang sakit, kenapa muka nona pucat?" Tanya mika
"Tidak kok mba, hanya kecapekan saja, sini mba duduk bersama kita." Kata salsa
"Tidak nona, saya harus mengerjakan pekerjaan rumah dan memasak makan siang sebentar lagi waktunya makan siang." Kata mba mika
Lalu mba mika masuk dan mengerjakan pekerjaannya sedangkan vaizah duduk di ayunan sembari memperhatikan salsa.
"Kak benar kenapa muka kakak pucat sekali, tadi pagi tidak seperti itu." Kata vaizah
"Sudah kakak bilang kakak tidak apa-apa dek." Kata salsa
"Kita sebaiknya ke rumah sakit kak mungkin sakit kakak kambuh lagi, jangan di anggap remeh kak, ayo." Kata vaizah
"Sudahlah dek, kakak tidak apa." Kata salsa menolak
"Tidak ada penolakan, tapi kita ke sananya naik apa ya kak, tidak mungkin kakak mengemudi dalam keadaan seperti ini." Kata vaizah bingung
"Kan sudah kakak bilang tidak usah dek, kakak hanya butuh istirahat." Kata salsa lalu masuk meninggalkan vaizah
Akhirnya vaizahpun terpaksa memanggil dokter yang menangani salsa, salsa tidak tahu bahwa dokternya akan datang kerumah, setelah 45 menit dokternya datang, vaizahpun turun lalu mengajak dokter ke atas untuk memeriksa keadaan salsa.
"Kenapa Adek memanggil dokter, sudah kakak katakan kakak baik-baik saja." Kata salsa kesal karena vaizah tidak mendengarkan perkataannya
"Sudah lah kak, biarkan dokter memeriksa kakak."
Dolterpun memeriksa salsa, setelah selesai dolterpun memberitahu kondisi salsa saat ini.
"Dia tidak kenapa-kenapa, dia hanya demam dan masuk angin saja dan obat yang dia minum tidak bisa menurunkan demamnya, karena obat yang dia konsumsi saat ini sangat menolak obat demamnya, jadi saya akan meresepkan obat untuk nya agar demamnya turun." Jelas dokter
Dolterpun memberikan resep obat pada vaizah, setelah dokter pergi vaizah memberikan resep obat itu kepada mba mika, mba mika pun pergi membeli obat yang ada di resep tersebut.
Setelah hampir 1 jam mba mika datang, vaizah pun mengambil obatnya dan membawakan makan siang untuk salsa, setelah makan siang salsa meminum obat dan beristirahat, vaizah juga tidur di sebelah salsa.
"Adek tahu kak, kak salsa sudah bosan mengkonsumsi obat-obatan, tapi bertahanlah kak demi adek dan kakak Aini. Kata vaizah sembari memeluk salsa
Sedangkan salsa yang mendengar perkataan vaizah pun meneteskan air mata, salsa mengusap kepala vaizah dengan pelan.
__ADS_1
TERIMA KASIH
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA