Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 40


__ADS_3

Vaizah sedang menunggu seseorang, dia duduk di sofa ruangan tersebut, sedangkan yang lainnya masih berdiri, ketua yayasan hanya diam saja pasalnya dia tahu kalau vaizah adalah cucu keluarga shea, jadi dia tidak mau ikut campur masalah ini.


Sekitar 30 menit seseorang masuk ke ruangan tersebut, orang itu membawa pizza, burger dan minumannya, karena vaizah sangat lapar, tadi makan siangnya terganggu oleh Aghata dan teman-temannya.


"Kak Aini, kak salsa dan kak Oliv sini kita lanjutkan makan siang kita, Adek sudah lapar sekali." Ajak vaizah pada kakak-kakaknya


Arini, Salsa dan olivpun bergabung dengan vaizah, sedangkan papanya Aghata dan Alice masih berdiri bersama putri-putrinya, lalu ada seseorang masuk ke ruangan tersebut.


"Pak, tuan Kenan sudah datang." Kata seseorang tersebut pada ketua yayasan


"Bagus, saya akan laporkan mereka pada tuan Kenan." Kata papa Alice, sedangkan mereka berempat tidak peduli sama sekali


"Dan saya akan pastikan kalian akan di keluarkan dari kampus ini." Lanjut papanya Aghata, Alice dan Aghata tersenyum mengejek mereka, sedangkan mereka sedang menikmati makanan mereka


Pak Kenan pun datang bersama dengan beberapa bodyguard nya, mereka menunggu di luar ruangan tersebut sedangkan pak Kenan masuk, pak Kenan heran kenapa vaizah, Arini, Salsa dan Oliv ada di ruangan tersebut dan kenapa ada rekan bisnisnya juga.


"Selamat siang tuan Kenan." Kata papanya Aghata dan Alice


"Siang juga, kenapa anda ada di sini dan kenapa mereka juga aga di sini?" Tanya pak Kenan heran karena vaizah tidak memberi tahunya kalau terjadi sesuatu pada mereka


"Mereka." Tunjuk papanya Aghata pada vaizah dan yang lainnya


"Mereka membuat masalah dengan putri saya, lihat rahang Aghata Samapi memar." Kata papanya Aghata


Sedangkan pak Kenan melihat vaizah, vaizah hanya tersenyum pada pak Kenan lalu menganggukkan kepalanya.


"Memang ada masalah apa, sampai-sampai mereka berani berbuat onar di kampus ini?" Tanya pak Kenan pada Aghata


"Tadi aku tidak sengaja menumpahkan minuman pada Arini, lalu vaizah langsung mencengkeram rahang saya dengan kuat dan saya juga sudah meminta maaf." Jelas Aghata


"Apakah benar, kamu melakukan itu?" Tanya pak Kenan pada vaizah


"Memang benar, sejak kita masuk kuliah Aghata dan teman-temannya selalu mengganggu kita, jadi apa salahnya sesekali membuatnya jerah." Jawab vaizah


"Lihatlah dia hanya penerima beasiswa namun dia sombong sekali, apakah orang tuanya tidak mengajarkan sopan santun padanya, tahu tidak dia pemilik saham terbesar di kampus ini." Kata papanya Oliv menghina vaizah dan yang lainnya


Pak Kenan sangat marah karena mempertanyakan didikannya, lalu vaizah mendekati papanya Aghata.


"Coba tuan tanyakan sendiri pada orang yang mendidik saya selama ini." Kata vaizah tersenyum pada papanya Aghata


"Saya akan tanyakan langsung padanya, punya Sorang putri tidak punya sopan santun." Kata papanya Aghata


"CUKUP." Marah pak Kenan


"Saya yang telah mendidiknya seperti itu, dia cucu saya." Kata pak Kenan marah


"Apa maksud tuan Kenan?" Tanya papanya Aghata gugup


"Kamu mempertanyakan didikan orang tua mereka kan, saya yang sudah mendidik mereka, mereka cucu keluarga shea dan saya kecewa pada anda merendahkan anak-anak yang mendapat beasiswa." Kata pak Kenan tegas


"Maaf tuan Kenan saya tidak tahu kalau mereka adalah cucu anda." Kata papanya Aghata


"Saya sudah terlalu sabar pada putri anda, dia dan teman-temannya selalu menghina dan merendahkan mereka, karena mereka ke kampus naik kendaraan umum dan mereka kuliah di sini hanya mendapatkan beasiswa asal Anda tahu dia pewaris satu-satunya kekayaan saya." Kata pak Kenan tegas sedangkan Aghata dan Alice hanya menundukkan kepala karena takut dan malu


"Dia cucuku tidak mau memperlihatkan kemewahan dan dia tidak sombong seperti putri anda karena saya mendidiknya dengan baik, anda masih mempertanyakan didikan saya." Lanjut pak Kenan marah


"Saya mohon maaf sebesar-besarnya pada tuan." Kata papanya Aghata menundukkan kepalanya


"Saya tidak butuh permintaan maaf anda dan saya akan membatalkan kerja sama kita." Kata pak Kenan lalu menghampiri vaizah dan yang lainnya, sedangkan papanya Aghata dan Alice masih memohon-mohon pada pak Kenan namun keputusan pak Kenan sudah bulat


"Apakah kalian baik-baik saja?" Tanya pak Kenan


"Kita baik-baik saja kek." Kata Arini


"Apakah kalian masih ingin menyembunyikan identitas kalian?" Tanya pak Kenan


"Iya kek, tenang saja kita bisa mengatasinya sendiri." Jawab salsa

__ADS_1


"Dan untuk kalian berdua saya tidak akan mengeluarkan kalain dari kampus ini namun tidak boleh ada yang tahu kalau mereka adalah cucu saya." Kata pak Kenan pada Aghata dan Alice mereka hanya menganggukkan kepalanya


"Dan kalian." Kata pak Kenan pada Papanya Aghata dan Alice


"Kalian berdua masih beruntung karena cucu saya melarang saya menghancurkan perusahaan kalian, namun saya ingatkan lagi kalau informasi ini bocor dan membahayakan cucu saya, saya akan pastikan perusahaan dan keluarga kalian akan hancur di tangan saya." Kata pak Kenan memperingati papanya Aghata dan Alice, iya vaizah melarang kakeknya untuk menghancurkan perusahaan mereka


"Owh iya kek, terima kembali mahasiswi yang dia keluarkan dari kampus ini dan tidak di terima di kampus manapun." Kata vaizah menunjuk papanya Aghata


"Apakah anda menggunakan kekuasaan anda untuk melindungi putri anda yang sombong dan angkuh itu." Kata pak Kenan, karena pak Kenan tidak tahu menahu sebenarnya pak Kenan hanya pemilik saham terbesar dia tidak tertarik dengan sahamnya di kampus menurutnya sahamnya tidak seberapa dia hanya tertarik dengan saham di perusahaan nya


Orang tua Aghata hanya diam dan menundukkan kepalanya, sedangkan vaizah tersenyum pada Aghata dan Alice.


"Baiklah, terima mahasiswi yang kalian keluarkan." Kata pak Kenan pada ketua yayasan, dia hanya menganggukkan kepalanya, dia baru pertama melihat pak Kenan semarah itu dan menurutnya menakutkan.


"Ya sudah kek aku dan yang lainnya keluar dulu." Kata vaizah lalu keluar dari ruangan tersebut, sedangkan pak Kenan masih berbicara dengan mereka


Arini, Salsa, Vaizah dan Oliv masuk ke kelas mereka, mata kuliah hari ini hanya dua, setelah selesai merekapun menuju perusahaan Shea company, sesampainya di sana mereka mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, di perusahaan tersebut semua kariawannya baik-baik dan tidak sombong walaupun jabatan mereka tinggi.


Malam harinya mereka semua di jemput oleh supir pak kenan, karena mereka terlalu lelah jadi minta di jemput, tidak ada yang curiga kalau mereka adalah cucu keluarga shea, sesampainya di rumah pak Kenan sudah menunggu mereka semua untuk makan malam, mereka pun naik untuk membersihkan tubuh mereka yang lengket.


Sekitar hampir 30 menit mereka semua turun, dan memulai makan malam mereka, setelah makan malam mereka semua berkumpul di ruang tamu.


"Bagaiman apakah di perusahaan ada yang mengganggu kalain?" Tanya pak Kenan


"Tidak kek, kariawan di sana baik-baik semua." Kata vaizah


"Kakek ingin memberi tahu kalian kalau lusa kedua putri kakek dan keluarganya akan datang untuk memperingati kematian istri saya." Kata pak Kenan


"Lalu apa yang akan kakek katakan tentang kita?" Tanya vaizah


"Kalau kalin ingin kakek jujur atau menyembunyikan identitas kalian?" Tanya pak Kenan pada mereka berempat


"Jangan beri tahu mereka identitas kita dan dalam beberapa hari kita akan menginap di hotel, aku belum siap bertemu dengan mereka." Kata vaizah


"Kenapa harus di hotel, kalian bisa tetap di sini kakek akan memberi alasan pada mereka." Jelas pak Kenan


"Apakah tidak apa-apa kek kalau kita tetap di sini?" Tanya Arini khawatir


"Kenapa sejak kamu tinggal di rumah ini hanya diam saja?" Tanya pak Kenan pada Oliv


"Aku bingung harus bersikap seperti apa dan aku juga harus memanggi anda dengan sebutan apa." Jawab Oliv


"Bingung kenapa kita semua di sini keluarga, kamu boleh memanggil saya kakek seperti yang lainnya dan jangan canggung berhadapan dengan saya santai saja." Kata pak kemana


"Baik kek." Jawab Oliv singkat


Malampun sudah semakin larut mereka semua masuk ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat, pagi harinya mereka menjalankan aktifitas seperti biasanya tidak ada yang berbeda mereka semua hanya kuliah dan bekerja.


Hari ini, hari kedatangan kedua putri pak Kenan bersama keluarganya, sedangkan salsa, vaizah Arini dan Oliv masih berada di kampus, hari ini juga mereka libur bekerja.


Siang harinya Andre dan suaminya serta putrinya datang lebih dulu dari pada Audry, mereka pun di persilahkan masuk, mereka hanya setahun sekali datang kerumah pak Kenan, karena pak Kenan tidak mengizinkan mereka datang selain peringatan kematian istri nya.


Sore harinya Audry juga datang bersama keluarganya, walau jarang bertemu Audry dan Andrea tidak saling menyapa satu sama lain, sedangkan pak Kenan masih berada di perusahaan


Malam harinya sekitar jam tujuh pak Kenan datang dan kedua putrinya langsung menyambut pak Kenan dengan hormat, pak Kenan tidak memperdulikan mereka pak Kenan langsung naik ke atas ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Tidak berselang lama vaizah, salsa, Arini dan Oliv datang sembari bercanda gurau mereka tidak ingat sama sekali kalau kedua putri pak Kenan datang hari ini.


"Adek kembalikan ponsel kak Oliv." Teriak Oliv sambil mengejar vaizah


Audry dan Andrea heran melihat mereka masuk, Audry dan Andrea terus memperhatikan mereka, sedangkan mereka yang di perhatikan tidak merasa di perhatikan.


"Tangkap Adek kalau bisa." Kata vaizah sembari menjulurkan lidahnya pada Oliv


Oliv pun terus mengejar vaizah, sampai vaizah menabrak seorang gadis sampai terjatuh, Andrea yang melihat putrinya terjatuhpun langsung menghampiri putrinya dan membangunkan nya, sedangkan vaizah dan yang lainnya heran siapa mereka.


"Siapa kalian, berani-beraninya masuk ke kediaman keluarga shea?" Tanya Andrea kesal

__ADS_1


"Seharusnya saya yang bertanya siapa anda?" Tanya vaizah balik


"Saya putri keluarga shea perkenalkan nama saya Andrea." Kata Andrea dengan sombongnya


"Owh, ya sudah saya permisi." Kata vaizah lalu lari


"Kak Oliv kejar Adek, kalau Adek tertangkap Adek akan kasih apa saja yang kak Oliv minta." Teriak vaizah, olivpun mengejar vaizah lagi karena ponsel nya masih berada di tangan vaizah


Sedangkan Arini dan salsa berjalan santai di belakang mereka, sedangkan Andrea dan Audry masih bingung, pak Kenan pun keluar dari lift.


"Kakek cepet keluar, kak Oliv mengejar Adek." Kata vaizah mendorong pak Kenan, sedangkan Andrea dan Audry sangat terkejut apa yang di lakukan gadis itu pada ayahnya, mereka saja tidak berani seperti mereka, sedangkan pak Kenan hanya tersenyum melihat tingkah laku cucunya yang satu itu


"Memang ada apa sampai kamu mengejar vaizah?" Tanya pak Kenan pada Oliv


"Adek mengambil ponsel aku." Kata Oliv langsung naik tangga


"Selamat malam kek." Kata Arini dan salsa


"Malam juga, cepat kalian berdua membersihkan diri nanti kita makan malam bersama dan satu lagi bilangin pada vaizah jangan lari-lari nanti terjatuh dan jangan jahil pada Oliv." Kata pak Kenan


"Baiklah." Kata salsa dan Arini lalu mereka naik ke lantai empat dengan menggunakan lift, sedangkan di lantai emapat Oliv dan vaizah masih kejar-kejaran


Sedangkan di bawah pak Kenan duduk di kursi singel denagn wajah yang sangat arogan berbeda saat bersama cucu-cucunya.


"Siapa mereka semua yah, kenapa gadis yang naik terlebih dulu mendorong ayah keluar lift dan kenapa ayah diam saja di perlakukan seperti itu?" Tanya Andrea


"Mereka semua cucu teman kakek, kakeknya menitipkan mereka pada ayah dan dalam beberapa hari mereka akan tinggal di sini." Jelas pak Kenan


"Kenapa ayah bersikap baik pada mereka padahal mereka bukan cucu ayah, sedangkan dengan cucu sendiri ayah sangat tegas." Kata Andrea lagi


Ya yang banyak bicara dan protes hanya Andrea sedangkan Audry cenderung pendiam, dia tidak mau membuat masalah dengan ayahnya.


"Memang ayah salah baik pada mereka, mereka juga menyayangi ayah jadi ayah menganggap mereka semua cucu ayah." Kata pak Kenan


"Tidak bisa begitu, ayah tidak adil pada kayra, kayra juga ingin kasih sayang kakeknya." Kata Andrea


"Menurut berita pewaris keluarga shea cuman satu, siapa?" Tanya Andrea lagi


"Kamu akan tahu kalau waktunya tiba." Jawab pak Kenan singkat


Vaizah, salsa, Arini dan olivpun datang lalu bergabung dengan mereka, pak Kenan langsung mengubah raut wajahnya saat mereka datang.


Sedangkan Audry dan Andrea bingung kenapa ayahnya baik sekali pada mereka dan bisa tersenyum bersama mereka.


"Bagaimana kuliah kalian?" Tanya pak Kenan


"Seperti biasa, owh iya kek ada mobil keluaran terbaru Adek mau membelinya, tapi uang Adek tidak cukup." Kata vaizah


"Mobil Adek banyak di garasi tidak pernah di pakai, Adek kemana-mana naik kendaraan umum atau di jemput sopir kakek, jadi buat apa mobil sebanyak itu." Kata pak Kenan, vaizah memang mengkoleksi mobil limited edition, garasi dirumah tersebut sudah penuh oleh mobil vaizah namuan Hanya pernah di pake sekali dan tidak di gunakan lagi


"Buat koleksi saja dan buat apa kakek punya uang banyak kalau tidak di gunakan." Kata vaizah, sedangkan Andrea sangat kesal pada vaizah karena meminta sesuatu pada ayahnya sesukanya


"Baikalah." Kata pak Kenan pasrah atas permintaan vaizah


"Kenapa ayah menuruti permintaannya, sedangkan pada kita dulu ayah tidak sebaik itu." Kata Andrea kesal


"Kalau Tante mau, ambil saja." Kata vaizah, vaizah memang ingin membuat Andrea kesal padanya


"Tante Tante, aku bukan Tante kamu." Kata Andrea kesal pada vaizah


"Hentikan, kamu sudah dewasa, kenapa kamu berdebat dengannya Andrea." Kata pak Kenan


"Terus bela saja dia, dia siapa si bikin kesal saja." Kata Andrea


"Kak lebih baik kita naik untuk beristirahat, besok kita ada latihan berkuda." Ajak vaizah pada salsa, Arini dan Oliv


Mereka semua naik, besok adalah hari weekend setiap hari weekend mereka akan latihat berkuda, di belakan rumah pak Kenan ada tempat berlatih berkuda, mereka jarang sekali keluar rumah, karena keperluan mereka sudah ada di rumah semua, Sedangkan di ruang tamu Andrea masih berdebat dengan pak Kenan.

__ADS_1


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


TERIMA KASIH


__ADS_2