Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 7


__ADS_3

Setelah semuanya sudah berkumpul di taman, mereka pun membicarakan bagaimana pencarian mereka.


"Gimana apa kalian menemukan salsa." Tanya Haikal pada teman-temannya sedangkan Arini masih menangis di samping Haikal


"Kita sudah mencari kesana kemari namun salsa masih tidak di temukan juga, ai coba telfon salsa nanti kita lacak kalau telfonnya masih aktif." Kata Aditya


"Salsa mwninggalkan ponselnya di dalam tas nya, kita harus mencarinya di mana lagi." Arini bingung sekarang salsa ada di mana


"Coba kita cari di rumahnya mungkis saja dia pulang kerumah." Ajak Aditya


"Salsa tidak mungkin kerumah dengan keadaan begini, dia pasti ada di suatu tempat, Aini ayolah berpikir berpikir." Aini memukul kepalanya dengan keras agar bisa berpikir lebih jernih lagi


"Ai apa yang Lo lakukan hentikan ai." Haikal menghentikan Arini yang menyakiti dirinya sendiri


"Iya ai kita coba saja kerumahnya, mungkin orang-orang di rumah salsa bisa membantu kita mencarinya." Jelas Aditya pada Arini


Aini tidak bisa berpikir dengan jernih, mereka pun menuju rumah salsa, sesampainya di rumah salsa, Arini pun tanpa permisi masuk kerumah dan berteriak memanggil nama salsa dengan sangat keras, sampai pembantu rumah pun keluar mendengar Arini yang berteriak memanggil salsa.


"Maaf non Arini kenapa memanggil nona muda dengan sangat keras." Kata pembantu itu, dia sudah mengenal Arini sejak kecil


"Bibi di mana salsa bi arini sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu juga bi." Arinipun menangis dengan frustasi


"Nona muda kan berangkat sekolah dan belum pulang non, coba telfon saja nona muda." Kata bibi tersebut


"Salsa tidak ada di sekolah sejak jam istirahat bi, telfonnya pun di tinggal di sekolahan bi, dimana lagi dia sekarang." Arini terduduk dilantai sembari menangis tersedu-sedu


"Ya Allah nona muda kemana non, apa nona muda bertengkar dengan nona." Tanya bibi juga ikut khawatir dengan keadaan nona mudanya


"Bi hubungi orang tua salsa bi." Suruh Aini pada bibi tersebut


"Maaf nona mereka tidak akan menjawab telfon dari rumah, coba nona telfon dengan ponsel nona muda mungkin di angkat." Kata bibi tersebut


"Baikah akan aku coba." Arini pun mengeluarkan ponsel salsa dari tasnya


Ponsel orang tuanya hanya berdering tut tut tut tut, tapi tidak di angkat sama sekali oleh mereka.


"Mereka tidak mengangkatnya bi jadi kita harus bagaimana lagi." Kata Arini sudah frustasi


"Ya Allah sekarang nona muda dimana, ayo kita cari nona muda, bodyguard dan satpam akan membantu mencari nona muda." Ajak bibi pada mereka dan keluar menyuruh satpam dan bodyguard untuk mencari salsa


"Baikalah ayo, lebih cepat lebih baik." Azrilpu menyetujuinya


Sebenarnya rumah salsa ada 4 pembantu dan 4 bodyguard dan 2 satpam.


"Kalian kemari." Panggil bibi pada mereka


"Ada apa bi." Tanya mereka kompak


"Nona muda menghilang dari sekolah sejak siang tadi, kalian harus membantu mereka mencari nona muda." Tunjuk bibi pada Haikal dan teman-temannya


"Habislah kita kalau sampai nona muda kenapa-kenapa, tuan dan nyonya akan marah besar dia putri mereka satu-satunya lagi." Kata salah satu bodyguard tersebut


"Sekarang cari nona muda, sebelum tuan dan nyonya pulang." Suruh bibi tersebut


Merekapun membagi tugas mencari salsa, sedangkan Arini duduk terdiam menyalahkan dirinya, haikalpun hanya memperhatikan Arini yang duduk di sebelah nya.


Sudah larut malam namun salsa belum di temukan juga, haikal pun terus mencarinya dan menenangkan arini yang terus menerus menangis, sedangkan di kediaman salsa orang tuanya baru pulang kerja, orang tua salsa membersihkan diri mereka sebelum makan malam.


"Bi salsa belum pulang, mobilnya juga belum ada di garasi." Tanya ayahnya salsa


"Belum tuan nona muda..." Bibi menghentikan pembicaraannya karna nyonya nya menghentikan pembantunya bicara


"Dia pasti sedang berbelanja pa tahu sendiri anaknya bagaimana, dia juga tadi telfon mama mungkin minta transfer uang lagi." Kata ibu salsa tidak peduli

__ADS_1


"Tadi juga salsa telfon papa juga, ada apa ya, uang di rekeningnya masih ada kenapa minta uang lagi." Ayah salsa heran


"Ya mungkin karna mama tidak angkat telfonnya salsa menelfon papa, sudahlah dia akan baik-baik saja dia kan punya bodyguard 2." Kata ibunya


Orang tua salsa tidak tahu kalau salsa selama ini tidak dikawal oleh bodyguard nya karna malu, sedangkan bibi hanya mendengarkan tuan dan nyonya nya berbicara.


"Owh ya bi 2 bodyguard yang ada di rumah, mereka semua kemana." Tanaya tuannya


"Mereka sedang..." Ucapan bibi tersebut terpotong lagi oleh nyonya nya


"Sudah lah pa mama cape, mungkin mereka sedang beristirahat atau mandi." Kata nyonya tersebut


Merekapun pergi menaiki anak tangga, karna kamar mereka ada di lantai2 bersebelahan dengan kamar salsa namun mereka tidak pernah masuk sama sekali ke kamar anaknya itu, namun di tengah-tengah tangga mereka berhenti.


"Tuan nyonya ada yang bibi ingin katakan." Kata pembantu tersebut


"Ada apa bi besok saja kita capek bi." Kata nyonya nya


"Kalau besok mengatakannya mungkin akan terlambat tuan nyonya."


"Sudah katakan apa yang ingin bibi katakan sampai-sampai tidak bisa di bicarakan besok pagi." Kata tuannya


"Sebenarnya nona muda, nona muda menghilang sejak tadi siang, semua orang rumah, bodyguard dan teman-teman nona muda sedang mencarinya." Kata pembantu itu sembari menundukkan kepalanya


"APA, Apa yang terjadi, kenapa kalian tidak menghubungi kita." Tuannya berbicara sangat keras


"Pa di mana salsa, pa..." Mamanya salsa menangis di pelukan suaminya


"Kenapa bisa salsa menghilang bi dia kan punya bodyguard tolong jelaskan." Perintah tuannya


"Sebenarnya nona muda tidak pernah pergi bersama bodyguard nya kemana pun tuan." Kata bibi itu takut dengan kemarahan tuannya


"Kenapa bibi tidak berbicara dengan saya ataupun nyonya." Kata tuannya, sedangkan istrinya hanya menangis, tidak bisa bicara sepatah kata pun


Orang tua salsa hanya terdiam atas perkataan pembantunya itu, karena mereka merasa tidak memperhatikan salsa sampai-sampai salsa berpikiran seperti itu.


Sedangkan Haikal dan teman-temannya serta Arini sudah sangat letih mencari salsa, mereka pun belum makan malam, Arini tidak mau makan malam sama sekali, minum pun Arini di paksa oleh Haikal.


"Ai kita pulang kerumah salsa, semuanya akan berkumpul di sana." Ajak haikal, Arini hanya menganggukkan kepalanya


Sesampainya mereka yang datang lebih dulu, orang tua salsa yang mendengar kendaraan datang pun bergegas keluar, siapa tahu itu putrinya.


"Arini di mana salsa, kenapa tidak bersama kamu, kenapa ini bisa terjadi, dimana dia." Ibunya salsa bertanya pada Arini sembari mengguncang tubuh arini


"Tenanglah ma mereka baru sampai kita bicarakan di dalam saja, ayo kalian masuk." Kata papa nya salsa


Merekapun masuk dan menunggu yang lainnya datang, Arini hanya diam saja


"Jelaskan Arini apa yang terjadi." Tanya papanya salsa


Arini pun menjelaskan kejadian tadi pagi sembari berlinang air mata.


"Arini kamu tahu kan kita sebagai orang tuanya tidak seperhatian kamu dan kami juga selalu mengacuhkan dia saat di rumah dia pasti sangat sedih atas perkataan mu dia berfikir tidak ada yang peduli padanya lagi." Kata mamanya salsa


"Iya maaf Tante." Arini hanya menundukkan kepalanya sembari menangis


"Kalian jangan hanya menyalahkan Arini, ini semua juga salah kalian, kalau dia nyaman dan aman berada di rumah pasti dia akan pulang tidak mungkin dia pergi ke tempat lain." Haikal kesal atas perkataan mamanya salsa


"Iya kita juga sebagai orang tuanya tidak perhatian pada salsa." Mamanya salsa sangat sedih


"Arini kenapa kamu masih memakai seragam sekolah, apakah kamu dari tadi siang tidak pulang." Tanya papanya salsa


"Iya om Arini dari pulang sekolah belum pulang, kenapa om dan Tante di telfon tidak di angkat." Haikal yang menjawab pertanyaan papanya salsa

__ADS_1


"Om dan Tante tadi pagi sibuk banget, ada masalah di kantor, jadi tidak sempat mengangkat telfon, Arini sana mandi dulu di kamar salsa biar segar terus makan malam bersama teman-teman kamu disini" Kata papanya salsa


"Baiklah om, Arini naik dulu ya." Kata Arini


Sedangkan Arini yang sedang membersihkan diri di kamar salsa terus menangis karna ada banyak foto mereka berdua sejak masih kecil tersusun rapi di meja dan di dinding kamarnya salsa.


Sedangkan di bawah teman-temannya Haikal datang bersamaan dengan bodyguard.


"KALIAN KENAPA TIDAK BISA MENJAGA SATU GADIS SAJA." Papanya salsa marah besar kepada bodyguard yang seharusnya menjaga salsa.


"Maaf tuan nona muda tidak mau di kawal oleh kita, katanya kalau kita mengikutinya akan di pecat tuan." Kata salah satu bodyguard tersebut


"Yang memberi gaji kalian siapa nona muda atau saya, kalian tidak becuk menjaga putri saya, kalian semua di pecat." Kata papanya salsa marah


"Jangan tuan tolong, penghasilan kita hanya dari menjadi bodyguard di rumah tuan." kat bodyguard tersebut


"Baiklah kalian tidak akan di pecat asalkan kalin bisa menemukan putri saya dengan keadaan tidak tergores sedikitpun." Ancam papanya salsa


"Baik tuan." Mereka pun pergi mencari salsa lagi


Arini pun sudah selesai membersikan diri dan turun ke bawah, dibawah sudah ada Haikal dan teman-temannya sedang makan malam, sedangkan orang tua salsa ada di ruang tamu.


"Ai sini makan malam bersama kita, nanti kita cari salsa bersama." Ajak Haikal


"Maaf kak saya tidak lapar, tidak nafsu makan."


"Sedikit saja ai, bagaimana kita akan mencari salsa kalau kamu sakit." Bujuk Haikal


Arini pun hanya memaka sepotong roti tawar dan susu hangat, lalu pergi menghampiri orang tua salsa.


"Bagaimana Om Tante apa sudah ada kabar?" Tanya Arini


"Belum Arini, apakah kamu tidak tau kalu salsa sedih ada di mana." Tanya mamanya salsa


"Kalau dia sedih pasti nyamperin aku Tan."


"Ai ayo kt cari lagi." Ajak Haikal


"Baiklah, kita pamit om Tante." Pamit Arini


"Baiklah hati-hati di jalan dan terimakasih karna sudah membantu mencari salsa." Kata orang tuanya salsa


Mereka pun pergi mencari salsa, hampir jam 12 malam salsa belum di temukan, Arini yang sudah lelahpun ketiduran di mobil, Haikal berniat mengantar Arini pulang kerumah, sesampainya di depan rumah arini, Haikal menggendong Arini yang sedang tidur masuk kerumah, haikalpun terkejut karna ada seseorang yang membukakan pintu rumah Arini.


"Lo apain Arini kenapa matanya bengkak seperti itu, seperti habis menangis." Marah salsa pada Haikal


"Diem Lo gue membaringkan Aini ke kamar dulu." Haikal kesal ternyata salsa ada di rumah Arini


Haikal pun menggendong Arini masuk ke kamar, setelah memastikan Arini tidur nyenyak haiakl pun keluar menghampiri salsa yang sedang duduk di ruang tamu.


"Lo kemana saja si sa, kita semua nyariin Lo, tuh si Aini nyalahin dirinya sendiri karna dia pikir Lo sakit hati atas perkataannya, dia dari tadi siang terus menangis sampai matanya bengkak seperti itu." Jelas Haikal panjang lebar dan kesal atas tingkah salsa


"La kenapa dia berpikiran seperti itu, aku nungguin dia pulang sekolah tapi tidak pulang pulang, Lo tahu tidak aku sampai kelaparan dan terpaksa makan mie instan, baru pertama aku makan mie instan rasanya enak banget." Kata salsa


"Gila Lo sa Lo tidak memikirkan perasaan Aini atau orang tuamu, salsa salsa, sana mending Lo pulang sebelum foto Lo tersebar di penjuru kota, di cari orang hilang." Haikal semakin kesal dengan perkataan salsa


"Ya elah Lo saja sana pulang, biar gue yang nemenin Aini dirumah."


Haikal hanya menggelengkan kepalanya atas sikap salsa yang kekanak Kanakan tersebut, Haikal pun pulang sedangka salsa masuk kekamar Arini, sebenarnya salsa marah atas perkataan Arini tadi siang dan sebenarnya juga salsa tidak langsung pulang kerumah arini, dia pulang ke rumah Arini sebelum Haikal datang bersama Arini salsa lebih dulu datang.


LANJUT BAB SELANJUTNYA


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2