
Pagi harinya vaizah dan yang lainnya sudah joging keliling komplek, banyak bodyguard yang mengikuti mereka namun tidak mencolok, setelah selesai joging merek naik untuk membersihkan diri mereka karena pak Kenan sudah menunggu mereka untuk sarapan, setelah selesai mereka semua turun dan langsung menuju meja makan di sana sudah ada kedua putri pak Kenan dan keluarganya, mereka semua menikmati sarapan mereka setelah selesai.
"Kek apakah pelatihnya sudah datang?" Tanya vaizah, mereka semua sudah berkumpul di ruang keluarga
"Belum, nanti sekitar jam delapan." Kata pak Kenan
"Bagaiman mobil Adek, apakah kakek sudah membelinya?"
"Sudah, mungkin lusa akan datang." Kata pak Kenan
"Baiklah terima kasih, nanti aku dan kak salsa akan balapan di sirkuit." Kata vaizah, memang salsa dan vaizah sering adu kemampuan apapun itu
"Bukannya kamu pemilik restoran di Singapura?" Tanya Audry, Audry baru ingat kalau dia pernah bertemu dengan vaizah dan salsa di Singapura
"Benar sekali." Jawab vaizah singkat
"Saya meminta maaf atas apa yang putri saya katakan pada kamu." Kata Audry
"Tidak apa Tan, saya sudah memaafkannya." Kata vaizah sedangkan khalisa hanya diam saja
"Lebih baik kalian ganti pakaian kalian, sebentar lagi pelatihnya datang." Kata pak Kenan pada vaizah dan yang lainnya
"Aku juga ingin berlatih berkuda." Kata khalisa
"Apakah boleh yah?" Tanya Audry pada pak Kenan
"Sepertinya tidak bisa, karena kudanya cuman ada empat milik mereka." Kata pak Kenan
"Apakah tidak ada kuda lain selain punya mereka?" Tanya Audry lagi
"Tidak ada, buat apa ayah mempunyai kuda kalau tidak ada yang menggunakannya." Kata pak Kenan
Salsa, vaizah, Arini dan Oliv pun turun dan sudah berpakaian lengkap untuk berkuda, mereka bercanda gurau, pak Kenan yang melihat vaizah tersenyum pun ikut senang karena pak Kenan bisa membuat cucunya bahagia walaupun terlambat.
Andrea semakin kesal pada vaizah dan yang lainnya, pasalnya yang punya akses ke lantai empat dan lima hanya mereka, di tambah lagi pak Kenan menuruti semua permintaan mereka sedangkan pada cucu-cucu nya tidak.
Mereka semua pun ke belakang rumah, ke tempat pacuan kuda yang pak Kenan buat untuk mereka berlatih, yang melatih mereka pun sudah profesional, mereka semua mempunyai pelatih sendiri-sendiri.
Pelatihan pun di mulai, pak Kenan tidak memaksakan vaizah untuk mempelajari bisnis secara paksa, karena pak Kenan tahu kalau IQ vaizah di atas rata-rata jadi dia tenang walau vaizah tidak belajar banyak tentang bisnis, pak Kenan yakin vaizah bisa memimpin dan memajukan perusahaan suatu hari nanti.
Setelah hampir satu jam vaizah, salsa, Arini dan Oliv pun beristirahat, khalisa mencoba mendekati mereka namun pak Kenan melarang khalisa duduk bersama mereka.
"Biarkan dia kemari kek." Kata vaizah, pak Kenan pun membiarkan khalisa mendekati mereka berempat
"Apakah aku boleh belajar berkuda?" Tanya khalisa setelah bergabung dengan mereka
"Tentu, kamu bisa memakai kuda kakak" Kata Arini, khalisa pun senang karena di perbolehkan menunggang kuda milik Arini
"Tapi kamu harus menggunakan pakaian seperti kita, demi keamanan kamu." Kata Oliv
"Tenang saja, dia bisa memakai punya Adek, nanti Adek akan menyuruh pelayan untuk mengambilnya." Kata vaizah
"Benar, tubuhnya hampir sama dengan vaizah pasti pas dengan punya vaizah." Kata salsa
Khalisa pun senang karena mereka semua baik padanya dan baru pertama kali khalisa di perlakukan seperti oleh orang lain, pelayan pun datang dan membawakan apa yang vaizah inginkan, khalisa memakai pakaian yang vaizah pinjamkan padanya dengan senang.
Khalisa pun naik ke atas kuda, dia masih sedikit takut, sedangkan Audry dan Lucas terus memperhatikan khalisa berlatih, vaizah, salsa dan Oliv pun sudah naik ke kuda mereka masing-masing dan memacuhnya dengan sangat kencang.
Sedangkan Arini duduk bersama pak Kenan, Arini sudah mengingat semuanya dia bersyukur karena pak Kenan membawanya ke sini dan mengobatinya.
"Kenapa kakek tidak baik pada khalisa dan kayra?" Tanya Arini pada pak Kenan
"Bukannya kakek tidak menyayangi mereka, khalisa dan kayra sudah mempunyai orang tua yang menyayangi mereka sedangkan vaizah hanya mempunyai kalian yang sayang padanya, jadi kakek memprioritaskan nya." Jelas pak Kenan
"Menurut aku kakek juga harus menyayangi mereka." Kata Arini
"Apakah kamu sudah tahu kenapa vaizah menjadi putri keluarga mansyur?"
__ADS_1
"Sudah kek." Kata Arini
"Karena alasan itu kakek kecewa pada kedua putri kakek." Kata pak Kenan
Sedangkan Audry terus memperhatikan Arini yang sedang berbicara dengan ayahnya dengan santai, dia sebagai putrinya saja takut berbicara dengan ayahnya.
Setelah khalisa selesai berlatih menunggang kuda milik Arini, Arini melanjutkan latihannya lagi sedangkan Audry mendekati pak Kenan dia masih tidak percaya kalau vaizah dan yang lainnya adalah cucu keluarga temennya.
"Apakah aku boleh bertanya sesuatu pada ayah." Kata Audry
"Silahkan saja, memang kamu mau bertanya tentang apa?" Tanya pak Kenan
"Apakah benar mereka cucu teman ayah?"
"Tentu, memang kenapa kamu bertanya soal itu?"
"Aku tidak percaya kalau mereka cucu teman ayah, ayah tidak akan bersikap seperti itu kalau memang mereka cucu temannya ayah sedangkan dengan kita saja ayah tidak sebaik dan seperhatian itu." Kata Audry
"Sudahlah ayah tidak ingin membahas soal mereka, ayah menyayangi mereka dan berhutang Budi pada mereka." Kata pak Kenan tegas
"Kalau cuman berhutang Budi pada mereka ayah bisa memberi mereka uang, kenapa harus tinggal di rumah ayah, bahkan aku saja yang putri ayah hanya bisa datang kerumah ayah satu tahun sekali."
"Tidak semua bisa di selesaikan dengan uang Audry."
"Tapi memang benar ayah selama ini bisa menyelesaikan apapun dengan uang." Kata Audry dia ingin tahu tentang mereka, Audry tertarik dengan vaizah karena dia dan vaizah banyak kesamaan dan wajah mereka mirip
"Hentikan, kenapa kamu ingin tahu tentang mereka." Kata pak Kenan marah, vaizah dan yang lainnya menghentikan latihannya karena teriakan pak Kenan
Sedangkan Andrea dan keluarganya masuk kerumah terlebih dahulu, Arini, vaizah, salsa dan Oliv turun dari kuda mereka dan menghampiri pak Kenan.
"Ada apa kek, kenapa kakek marah pada tante Audry?" Tanya vaizah
"Tidak ada apa-apa, lebih baik kalian masuk dan membersihkan diri kalian." Kata pak Kenan menyuruh mereka semua masuk
Mereka pun masuk, mereka tidak ingin mencampuri urusan ayah dan putrinya, sedangkan Audry masih menunggu jawaban dari ayahnya.
"Ayah jawab siapa mereka?" Teriak Audry
"Kalau memang mereka bukan siapa-siapa, kenapa vaizah wajahnya sangat mirip dengan aku dan dia juga alirgi dengan biji Selasih." Kata Audry pak Kenan pun menghentikan langkahnya
Arini dan Oliv juga sekarang sudah tahu kalau salsa dan vaizah seorang detektiv, vaizah masih menyelidiki tentang keluarga shea di belum puas atas jawaban yang dia ketahui dari pak Kenan, sedangkan salsa, Arini dan Oliv sudah melarang vaizah untuk menyelidiki lebih dalam lagi namun vaizah kekeh atas keinginannya, hampir sebulan ini vaizah menyelidiki ulang kasusnya dia menemukan kejanggalan namun sampai sekarang di belum menemukan jawaban apa yang janggal namun dia masih terus berusa untuk mengungkap semuanya.
"Kenapa ayah menghentikan langkah ayah, apakah benar dia bukan cucu teman ayah, lalu dia siapa?" Tanya Audry
"Hentikan Audry, kalau kamu masih ingin tahu kamu akan memperumit masalah ini." Kata pak Kenan
"Ayah yang memperumitnya ini masalah sederhana, ayah tinggal memberi tahu aku siapa dia?" Audry kekeh
Namun pak Kenan lagi-lagi meninggalkan Audry begitu saja, Audry mengejar pak Kenan namun di hentikan oleh Lucas.
"Kenapa kamu ingin tahu tentang dia?" Tanya Lucas, karena Lucas mendengarkab percakapan antara Audry dan pak Kenan
"Karena aku curiga kalau vaizah putri aku." Kata Audry, sedangkan Lucas sangat terkejut sejak kapan Audry mempunyai putri selain khalisa
"Kenapa kamu yakin kalau dia putri kamu dan sejak kapan kamu mempunyai seorang putri selain khalisa, umurnya juga lebih tua dari khalisa." Tanya Lucas
"Apakah kamu mempunyai seorang putri sebelum menikah dengan aku?" Tanya Lucas
"Ya aku mempunyai putri sebelum menikah dengan kamu namun dia meninggal setelah di lahirkan." Kata Audry menangis, dia mengingat perjuangannya di ruang persalinan sendiri namun yang di perjuangkan meninggalkannya
"Kamu hamil anak siapa sampai kamu menangis seperti itu, apakah kamu masih mencintai laki-laki yang membuat kamu hamil." Bentak Lucas pada Audry
"Ya aku mencintainya sampai sekarang dan kenapa aku mempertahankan bayi tersebut sampai dia lahir karena dia buah cinta antara aku dan dia." Kata Audry menangis tersedu-sedu karena lukanya bertambah Lucas membentaknya seperti itu
"Kalau kamu mencintainya kenapa kamu menikah dengan aku." Kata Lucas marah
"Karena laki-laki yang menghamili aku dulu dan tidak bertanggung jawab adalah kamu Lucas azkara." Teriak Audry pada suaminya, sedangkan Lucas tidak percaya apa yang di katakan Audry
__ADS_1
"Bagaimana bisa?" Tanya Lucas bingung
"Bisa karena aku dan kamu pernah berhubungan sebelum menikah dan pada saat kamu dengan senang hati menikahi Andrea aku sedang hamil." Kata Audry sembari menyeka air matanya
"Lalu kalau memang benar pada saat itu kamu sedang hamil, kenapa kamu tidak memberi tahukan aku?" Tanya Lucas mulai tenang
"Karenah ayah melarang aku, kalau aku sampai memberi tahu pada kamu ayah akan mengaborsi bayi yang sedang aku kandung." Tangis Audry semakin pecah, sedangkan Lucas hanya bisa memeluk istrinya dia ikut sedih apa yang terjadi pada saat Audry memperjuangkan buah hatinya dan dia melewati semua itu seorang diri
"Lalu kenapa kamu yakin kalau vaizah putri kita yang sudah meninggal?" Tanya Lucas
"Bagaimana aku tidak yakin, ayah menyayangi dia seperti cucunya sendiri dan kamu perhatikan vaizah, dia sangat mirip dengan aku, aku dan dia juga mempunyai alergi yang sama." Kata Audry yakin
"Kalau memang dia putri kandung kita, lalu kenapa ayah menyembunyikan dia selama ini, apakah kamu melihat jasad putri kita?"
"Aku melihatnya dan aku menyaksikan sendiri dia di kuburkan." Kata Audry
"Kalau kamu menyaksikannya sendiri kenapa kamu seyakin itu kalau vaizah putri kita, di dunia ini banyak kemiripan wajah dan yang lainnya mungkin hanya kebetulan dan dia tinggal di sini bersama ayah, ayah sudah memberi tahu kita semua sejak awal kalau mereka cucu temannya ayah." Jelas Lucas
Audry hanya diam, dia yakin 100% vaizah putrinya dan insting seorang ibu sangat kuat pada anaknya, namun dia harus mencari tahunya secara diam-diam, lalu Lucas dan Audry masuk dan naik menuju kamarnya.
Sedangkan pak Kenan di kamarnya sangat pusing, bagaimana kalau Audry suatu hari nanti tahu kalau vaizah putrinya dan bagaimana kalau vaizah tahu kalau Audry ibu kandungnya apa yang akan terjadi, apakah semuanya akan baik-baik saja atau sebaliknya.
Sedangkan khalisa ikut vaizah dan yang lainnya naik ke lantai empat, sesampainya di lantai empat khalisa di suruh menempati kamar yang sempat di tempati oleh orang tua oliv saat datang ke sini, mereka semua membersihkan diri mereka di kamar mandi masing-masing dan beristirahat.
Siang harinya mereka semua turun ke bawah untuk makan siang, di meja makan semua keluarga sudah berkumpul tinggal mereka berlima yang baru datang, Merekapun duduk di kursi mereka masing-masing, setelah menyelesaikan makan siang vaizah, Arini, salsa dan Oliv naik ke lantai lima mereka akan menonton film di bioskop mini di lantai paling atas, sedangkan khalisa tidak ikut mereka karena orang tuanya mengajaknya keluar dan Andrea juga sedang pergi berbelanja bersama keluarganya, saat di rumah pak Kenan semua kebutuhan mereka di tanggung oleh pak Kenan, dari berbelanja apapun mereka menggunakan uang pak Kenan, jadi mereka memanfaatkan nya dengan sangat baik.
******
Keesokan paginya setelah sarapan bersama mereka semua ke makam istrinya pak Kenan, sesampainya di sana mereka semu memanjatkan doa, setelah selesai mereka semua makan di restoran favorit istri pak kenan.
Audry terus memperhatikan gerak gerik vaizah, sedangkan vaizah sedang berbicara dengan Arini, vaizah tahu kalau Audry memperhatikannya.
"Kek kapan ayah akan kesini?" Tanya vaizah pada pak Kenan, maksudnya ayah adalah pak Mansyur
"Nanti kakek akan menelfon nya." Kata pak kenan Sedangkan Audry terkejut siapa ayah yang di maksud vaizah.
Mereka semua menikmati makan siang mereka, setelah selesai mereka semua pulang ke rumah, sesampainya di rumah mereka semua masuk ke kamar mereka masing-masing, namuan Audry memanggil vaizah.
"Vaizah, apakah Tante bisa berbicara dengan kamu sebentar?" Tanya ibu sisil
Vaizah melihat Arini, salsa dan Oliv mereka menganggukkan kepalanya, dan naik terlebih dahulu, setelah mereka naik Audry mengajak vaizah ke taman belakang.
"Memang apa yang ingin Tante bicarakan dengan aku?" Tanya vaizah
"Apakah Tante boleh tahu tentang keluarga kamu?" Tanya Audry
"Tentu." Kata vaizah singkat
"Di mana keluarga kamu dan ada siapa saja dalam keluarga kamu?" Tanya Audry
"Mereka semua ada di Indonesia, ada ayah, mama dan kakak aku." Jawab vaizah jujur
"Lalu kenapa kamu tinggal di sini bersama ayah Tante?"
"Sebenarnya aku dan yang lainnya tidak mau tinggal di sini, namun kakek memaksa kita untuk tinggal di sini, katanya kakek kesepian di sini jadi kita mau tidak mau, jadi kita mau tinggal di sini lagi pula kakek juga baik sama kita semua." Jelas vaizah
"Kenap Tante Audry dan Tante Andrea tidak tinggal di sini, biar kakek tidak kesepian." Lanjut vaizah
"Bukannya Tante tidak mau tinggal di sini, namun ayah tidak memperbolehkan saya dan kak Andrea untuk tinggal di sini." Jelas Audry
"Memang ada masalah apa antara Tante dan kakek?" tanya vaizah
"Masalahnya rumit, jadi kamu tidak perlu tahu." kata Audry
Setelah selesai berbicara, Audry dan vaizah naik ke kamar mereka masing-masing, sedangkan pak Kenan memperhatikan mereka berdua saat sedang berbicara, dia tenang vaizah mengatakan itu pada Audry dan Audry tidak menceritakan permasalahannya dengan ayahnya
TERIMA KASIH
__ADS_1
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA