Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 37


__ADS_3

Sudah satu Minggu semenjak Arini kerumah orang tua salsa, Arini dan Haikal sudah tidak mempunyai hubungan apapun, namun Haikal yang sudah mencintai arinipun masih berusaha untuk membuat Arini percaya padanya lagi.


Sedangkan salsa dan vaizah masih divila, kakeknya vaizah juga sudah datang tiga hari yang lalu, untuk pertama kalinya pak Kenan melihat perkebunan teh seluas itu, dia menginginkan perkebunan itu berapapun harganya.


Sedangkan orang tua salsa masih berusaha mencari keberadaan salsa namun sia-sia saja karena pak Kenan sudah menghapus jejak salsa di Indonesia.


"Kak nanti setelah pulang kerja kakak ikut Adek ke puncak, kakek ingin bertemu dengan kakek." Kata vaizah pada Arini


"Baiklah, tapi antarkan kakak pulang terlebih dahulu." Kata Arini


Setelah Arini selesai bekerja vaizah mengantarkan Arini kekontrakan nya terlebih dahulu setelah itu mereka berdua menuju ke puncak, kali ini salsa membawa sopir dan bodyguard yang menjaganya karena orang-orangnya pak Satya terus mengawasi vaizah dan Arini.


Saat sampai puncak sudah tengah malam semua orang sudah tertidur termasuk vaizah yang duduk di samping Arini.


"Dek bangun sudah sampai." Kata Arini membangunkan vaizah yang sudah tertidur nyenyak


"Heeemm, apakah sudah sampai kak?" Tanya vaizah


"Iya dek." Kata Arini


Mereka berdua pun masuk kevila tersebut lalu vaizah mengajak Arini kekamarnya, lalu mereka berdua beristirahat karena lelah perjalanan dan pekerjaan.


Pagi harinya salsa masuk kekamar vaizah memastikan apakah sudah pulang atau belum, ternyata setelah membuka kamar vaizah, Arini dan vaizah masih tertidur pulas, salsa mendekati ranjang lalu memperhatikan mereka berdua, setelah cukup lama memperhatikan mereka salsa keluar lalu turun kelantai bawah, di sana sudah ada pak Kenan yang sedang menikmati secangkir kopi dan membaca koran.


"Pagi kek." Salsa mengucapkan selamat pagi pada pak Kenan


"Pagi juga, dimana vaizah dan Arini?" Tanya pak Kenan


"Mereka berdua masih tidur, mungkin mereka kecapekan dan semalam aku juga tidak tahu mereka sampai jam berepa." Kata salsa


"Owh ya sudah biarkan mereka berdua beristirahat, mereka semalam sampai tengah malam." Kata pak Kenan


"Pantas saja jam segini Arini belum bangun, biasanya bangun pagi-pagi, kakek mau ikut aku jalan-jalan pagi tidak, jam segini disini masih berkabut suasananya juga segar."


"Boleh ayo." Kata pak Kenan


Pak Kenan dan salsa pun keluar vila semua kebun teh masih tertutup kabut, salsa dan pak Kenan dikawal oleh enam bodyguard, salsa yang sudah terbiasa pun tidak terlalu canggung lagi dikelilingi bodyguard sebanyak itu.


Sedangkan ada seseorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan, yang memperhatikan salsa dan pak Kenan tidak berani untuk mendekati mereka.


"Kapan kamu dan vaizah kembali ke London?" Tanya pak Kenan


"Aku juga tidak tahu, aku lebih nyaman tinggal disini bagaimana pun ini negara kelahiran aku."


"Sebaiknya secepatnya kalian berdua ke london, karena kakek sudah tidak sanggup mengurus perusahaan yang kakek pimpin sekarang."


"Baikalah nanti aku akan membicarakan nya dengan Adek." Kata salsa


Setelah cukup lama berkeliling kebun teh, mereka berdua kembali ke vila ternyata Arini dan vaizah sudah bangun dan menunggu mereka di ruang tamu.


"Kakek dan kak salsa dari mana pagi-pagi begini sudah tidak ada dirumah?" Tanya vaizah


"Kakek dan salsa habis berkeliling kebunteh." Kata pak Kenan lalu duduk di samping vaizah


"Kenapa Adek tidak dibangunin, Adek kan ingin ikut juga." Kata vaizah


"Tadi kak salsa kekamar Adek, Adek tidur nyenyak sekali dan kak salsa tidak tega membangunkan Adek." Jelas salsa


"Benarkah, perasaan tidak ada yang masuk kekamar Adek."


"Owh iya kek perkenalkan dia kak Aini." Kata vaizah memperkenalkan Arini


"Kenalkan nama saya kakek Kenan." Kata pak Kenan memperkenalkan dirinya


"Iya salam kenal, aku Arini." Kata Arini menjabat tangan pak Kenan


"Saya sudah mendengar banyak tentang kamu dari vaizah dan salsa." Kata pak Kenan


"Benarkah, semoga mereka memberi tahu kakek bukan yang baik-baik nya saja." Kata Arini sembari tersenyum tulus pada pak Kenan

__ADS_1


Mereka semua asik berbincang dan pembantu di vila tersebut memberi tahu mereka semua bahwa sarapan sudah siap, akhirnya mereka semua menuju mejamakan dan menikmati makanan yang sudah tersaji.


Setelah menyelesaikan sarapan pak Kenan masuk keruang kerjanya banyak pekerjaan yang terbengkalai, sedangkan salsa, Arini dan vaizah keluar vila, mereka ingin melihat pemetik teh dan akan mencoba untuk memetiknya juga, seperti biasa banyak bodyguard yang menjaga mereka bertiga.


"Sa bagaimana kondisi kamu?" Tanya Arini pada salsa


"Baik ai, pada hari itu saat kamu kerumah keluarga pak Satya apa yang terjadi, apakah kamu ditampar oleh pak Satya?" Tanya salsa


"Bagaimana kamu tahu kalau aku kerumah mereka?" Tanya Arini


"Kamu tidak perlu tahu, aku tahu dari mana, apakah benar?" Tanya salsa, Arini hanya menganggukkan kepalanya


"Kenapa kamu harus kerumah itu, apakah mereka bertanya tentang aku pada kamu?" Tanya salsa lagi, Arini senang karena salsa masih memperdulikan nya


"Om dan Tante ingin bertemu dengan aku jadi aku kerumah mereka, iya mereka bertanya soal kamu, tapi aku tidak memberitahukan pada mereka kamu sekarang ada di mana dan aku juga tidak rela kamu tinggal bersama mereka lagi." Kata arini, salsa yang mendengar penjelasan arinipun meresa lebih tenang


Salsa dan arini pun menghampiri vaizah yang sedang memetik teh, kebun teh tersebut sudah di beli oleh pak Kenan atas nama Namira putri Shea iya vaizah pemilik kebun teh tersebut.


"Kak nanti Adek bawa pulang ke vila daun tehnya dan akan mengolahnya sendiri." Kata vaizah pada Arini


"Terserah kamu dek, kakak besok pagi harus kembali kejakarta, kakak masih harus kuliah dan bekerja." Kata Arini pada vaizah


"Secepat itu, Adek kan masih rindu." Kata vaizah memeluk Arini


"Adek kan akan sering kerestoran dan pastinya akan bertemu dengan kakak."


"Tapi, dalam waktu dekat ini sepertinya Adek dan kak salsa akan pergi ke London, kemungkinan akan lama disana."


"Benarkah, ya sudah kalian berdua jaga diri disana dan terus kabari kakak." Kata Arini, sebenarnya Arini tidak rela mereka berdua pergi lagi namun Arini tidak mau egois, ini juga demi kebaikan salsa


"Apakah kakak tidak mau mencegah kita berdua?" Tanya vaizah


"Bukannya begitu, aku hanya tidak ingin menghalangi kalian berdua, ini juga demi kebahagiaan kalian dan ke amanan salsa, salsa akan aman bersama keluarga shea." Jelas arini


Setelah memetik teh mereka berjalan-jalan dekat vila, namun ada seseorang yang menyenggol Arini dengan sangat keras sampai-sampai Arini tersungkur ke tanah salsa dan vaizah yang melihat Arini terjatuhpun sangat terkejut dan langsung membangunkan Arini kedua lutut Arini terluka karena jalanan masih batu-batu kerikil, sedangkan salsa mengejar orang yang menyenggol Arini, saat berjalan-jalan dekat vila menurut mereka akan aman oleh sebab itu mereka tidak membawa bodyguard satupun untuk menjaga mereka.


Salsa menangkap orang yang menyenggol Arini, orang itu memakai masker dan topi saat topi dan maskernya di buka salsa sangat terkejut, karena orang tersebut adalah pak Satya, salsa mundur secara perlahan namun di belakangnya ada ibu sisil.


"Kami hanya ingin bertemu dengannya, bagaiman lagi kita tidak ada cara agar kami bisa bertemu dengan kamu terpaksa kami menyakiti Arini." Kata pak Satya


"Lagi pula Arini tidak mau mempertemukan kita dengan kamu." Sambung ibu sisil


"Aku tidak menyangka kalian berdua bisa melakukan hal seperti ini." Kata salsa, lalu ingin pergi meninggalkan ibu sisil dan pak Satya namun ibu sisil langsung memeluk salsa, salsa memberontak di pelukan ibu sisil, namun ibu sisil tidak melepaskan pelukannya salsa


Sedangkan vaizah dan Arini mencari keberadaan salsa, Arini tidak mau kevila untuk mengobati lukanya dia takut terjadi sesuatu pada salsa walau saat berjalan Arini harus terpincang-pincang.


Arini melihat salsa yang sedang di peluk oleh ibu sisil, salsa terus memberontak, Arini langsung lari mendekati salsa.


"Kak jangan lari, nanti terjatuh lagi." Teriak vaizah memperingati Arini namun Arini tidak mendengarkan vaizah sama sekali dia terus lari mendekati salsa dan menarik salsa dari pelukan ibu sisil


"Aku sudah memperingati kalian agar tidak mendekati salsa." Kata Arini marah pada orang tua salsa


"Apa hak kamu, dia putri kami." Kata pak Satya santai


Sedangkan salsa bersembunyi di belakang Arini dia belum siap bertemu dengan orang tuanya, vaizah mencoba menenangkan salsa.


"Apa masih dipertanyakan hak aku pada salsa, dia saudariku, dia sahabatku dan dia orang aku pedulikan dan yang ku sayangi, sedangkan kalian apa yang kalian berikan padanya hanya luka dan penderitaan, aku sudah cukup melihat kalian berdua berbuat sesuka hati kalian." Arini marah pada pak Satya dan ibu sisil sembari menangis, dia tidak mau salsa sampai masuk kerumah sakit jiwa salsa masih muda dan masa depannya masih panjang.


"Walau kami memberi luka dan penderitaan padanya dia tetap putri kami dan darah daging kami, kamu tidak bisa memutus hubungan orang tua dengan putrinya sampaikapan pun." Kata pak satya marah


"Aku menyesal di lahirkan sebagai putri kalian." Teriak salsa


"Salsa apa yang kamu katakan, kami menyayangi kamu." Kata ibu sisil mendekati salsa namun Arini menghalangi ibu sisil untuk mendekat pada salsa


"Jangan coba-coba mendekatinya." Kata Arini pada ibu sisil


"Hentikan Arini kami sepertinya sudah terlalu baik pada kamu." Kata ibu sisil lalu mendorong Arini sangat keras, arinipun terjatuh dan kepalanya membentur batu, darah mengalir dari kepala Arini namun Arini bangkit dan masih mencoba melindungi salsa, salsa dan vaizah tidak tahu kalau kepala Arini terluka


"Aku juga sudah tidak tahan dengan perilaku kalian, semoga sofiya juga tahu sikap kalian yang seperti ini dan meninggalkan kalian berdua." Kata arini, penglihatan Arini sudah kabur namun dia masih berusaha agar tersadar

__ADS_1


Pak Satya mencoba menampar Arini namun ada tangan seseorang yang memegang tangan pak Satya dengan sangat kuat.


"Kakek." Kata vaizah terkejut melihat kakeknya ada di sini dan membawa bodyguard


"Jangan berani-beraninya mengangkat tangan pada cucu-cucu ku." Kata pak Kenan tegas, siapa saja yang mendengarnya pasti merinding termasuk orang tua salsa


Sedangkan Arini sudah tidak kuat lagi, Arini pingsan salsa dan vaizah sangat terkejut kenapa Arini jatuh pingsan, saat salsa mengangkat kepala Arini salsa terkejut karena di tangannya banyak darah.


"Kalian cepet kesini, angkat Arini dan bawa dia kerumah sakit terdekat." Kata pak kenan pada bodyguard


Bodyguard pun mengangkat Arini dan langsung membawanya kerumah sakit, vaizah dan salsa sangat khawatir terjadi sesuatu pada Arini, bagaimana pun mereka menyayanginya, sedangkan di kebun teh pak Kenan masih berhadapan dengan orang tua salsa.


"Jika kalian berdua masih mencoba mendekati mereka, kalian akan berhadapan dengan saya." Kata pak Kenan mengancam ibu sisil dan pak Satya, merek berdua hanya diam, mereka takut pak Kenan akan menghancurkan perusahaan mereka


"Dan sekali kagi saya melihat kalian melukali salah satu dari mereka, jangan salahkan saya kalau perusahaan kalin akan hancur se hancur-hancurnya." Ancam pak Kenan lagi, lalu meninggalkan orang tua salsa yang hanya diam mematung sembari menundukkan kepalanya


******


Sedangkan salsa dan vaizah sudah sampai di rumah sakit arinipun langsung di larikan ke IGD, hampir satu jam menunggu dolterpun keluar ruang IGD dan mendekati salsa dan vaizah


"Bagaimana dok dia baik-baik saja kan?" tanya vaizah sembari menyeka air matanya


"Syukur kalian membawanya tepat waktu, dia sudah baik-baik, kita tinggal menunggunya sadarkan diri, perawat akan membawanya keruangan perawatan." kata dokter tersebut


"Syukur kalau kak Aini baik-baik saja, bawa dia keruangan VVIP." kata vaizah lega, sedangkan salsa juga sangat lega karena Arini baik-baik saja


Arinipun dipindahkan keruangan VVIP yang vaizah inginkan, salsa dan vaizah menunggu Arini siuman namun hampir dua jam Arini tidak bangun juga.


"Bagaiman apakah dia baik-baik saja?" tanya pak Kenan pada salsa dan vaizah


"Kak Aini baik-baik saja, namun kenapa dia belum siuman juga?" tanya vaizah pada kakeknya


"Syukur, biarkan dia beristirahat lebih lama." kata pak Kenan


"Bagaimana dengan mereka berdua kek?" tanya salsa pada pak Kenan, maksudnya pak Satya dan ibu sisil


"Tenang saja mereka tidak akan mengusik kalian lagi." jawab pak Kenan


"Benarkah, apa yang kakek katakan padanya, sampai-sampai kakek yakin kalau mereka tidak akan mengusik kita?" tanya vaizah


"Kamu tidak perlu tahu, yang penting mereka tidak akan mengganggu kalian."


"Baiklah, baiklah tuan Kenan yang terhormat yang bisa melakukan apapun walau mustahil hahaha." kata vaizah mengejek kakeknya, pak Kenan hanya tersenyum melihat tingkah laku cucunya


Arini pun mulai tersadar, dia bingung kenapa dia ada di rumah sakit lalu dia melihat sekeliling ruangan tersebut, salsa yang melihat Arini sudah siuman pun mendekati Arini vaizah juga mengikuti salsa.


"Bagaimana ai, apa ada yang sakit?" tanya salsa pada Arini


"Kenapa aku ada disini?" tanya Arini bingung


"Apakah kamu tidak ingat, apa yang terjadi hari ini?" tanya salsa, Arini hanya menggelengkan kepalanya, kepalanya terasa sakit lalu Arini memegang kepalanya di perban


"Kenapa kepala aku di perban dan sakit sekali." kata Arini meringis kesakitan


Vaizah pun memanggil dokter untum memeriksa Arini dan kenapa dia tidak ingat kejadian hari ini, dolterpun memeriksa Arini dengan sangat teliti, karena dokter takut membuat kesalahan karena ada pengusaha besar dan kejam, menurut semua orang pak Kenan kejam.


"Dia hanya mengalami hilang ingatan sementara, dalam beberapa hari dia akan mengingat semuanya." kata dokter


"Syukurlah." kata salsa dan vaizah lega, karena Hanya hilang ingatan sementara


"Apakah saya bisa membawanya pulang sekarang?" tanya pak Kenan


"Dia harus menginap di rumah sakit, Kami harus memantaunya." kata dokter tersebut takut


"Baiklah." kata pak Kenan singkat


Di luar ruangan rawat Arini banyak bodyguard yang menjaga di depan pintu ruangan, sedangkan pak Kenan sudah kembali ke vila.


TERIMA KASIH

__ADS_1


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


__ADS_2