
Satu bulan sudah berlalu dari kecelakaan yang menimpa vaizah dan salsa, pencarian korban jatuhnya pesawat tersebut pun sudah di hentikan, tidak ada satupun jasad yang di temukan. Arini, pak Masyur, Haikal dan teman-temannya serta keluarga pak Satya sudah mendatangi tempat terjadinya kecelakaan tersebut untuk melakukan tabur bunga.
Sekarang Haikal dan teman-temannya sudah kulia di jakarta, Haikal tidak ingin membiarkan Arini di Jakarta sendirian, Arini masih menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada salsa dan vaizah, kalau diantara dia dan salsa tidak ada permasalahan pasti salsa tidak akan pergi London.
Sedangkan orang tua salsa masih berharap, putrinya kembali mereka ingin menyayangi salsa sepenuhnya, ini penyesalan kedua kalinya kenapa orang tua salsa tidak berfikir untuk melakukan tes DNA secara diam-diam untuk memastikan bahwa Nabilla sebenarnya salsa.
Sedangkan pak Mansyur masih tidak menerima bahwa putri satu-satunya korban pesawat tersebut, dia masih mencari keberadaan vaizah saat ini firasatnya mengatakan putrinya masih hidup, pak Mansyur mengerahkan detektif untuk mencari vaizah dan salsa sedangkan Arini dan Haikal tidak tahu sama sekali bahwa pak Mansyur masih mencari mereka berdua.
Arini tidak mau merubah tata letak di rumah yang dia tinggali, kamar salsa dan vaizah juga masih sama, harum kamar mereka masih mengingatkan Arini bahwa mereka masih ada di rumah dan akan pulang kapanpun mereka berdua inginkan.
Pagi harinya Arini sudah bersiap-siap untuk berangkat ke restoran, setaip pagi Haikal sudah sampai di rumah Arini mereka akan sarapan bersama, sekarang Haikal mengantar jemput Arini, karena tidak mau terjadi sesuatu pada Arini saat sedang mengemudikan kendaraannya.
"Pagi ai, bagaimana apa tidurmu nyenyak?" Tanya Haikal pada Arini yang baru turun dari lantai dua
"Pagi juga kak." Kata Arini sembari tersenyum pada Haikal
"Jangan terlalu sering meminum obat tidur, itu tidak baiak untuk kesehatan kamu." Kata Haikal sembari memegang pipi Arini, ya setelah kehilangan vaizah dan salsa Arini tidak bisa tidur saat malam hari dia harus meminum obat tidur untuk bisa tertidur.
"Iya kak, sekarang kita lebih baik sarapan." Ajak Arini
Mereka pun menuju meja makan untuk sarapan bersama, setelah selesai mereka berangkat ke restoran setelah mengantarkan Arini Haikal pun langsung menuju kampusnya dia tidak turun dari mobilnya karena sedang terburu-buru.
Arini pun masuk ke ruangannya dan mengerjakan pekerjaannya, siang harinya mba Nova mengantar makan siang untuk Arini.
"Arini, mba bawakan makan siang untuk kamu di habiskan ya." Kata mba Nova menaruh makanannya di meja depan sofa
"Terimah kasi mba, mba Nova temani Arini makan siang." Kata arini
"Apakah tidak apa-apa." Tanya mna Nova, karena ini baru pertama kali Arini mengajaknya makan bersama di ruangannya
"Tidak apa-apa mba, bawa makan siang mba ke sini, hari ini Arini ingin ada yang menemani saat makan siang." Kata Arini
Mba Nova pun keluar untuk mengambil makan siangnya, Sinta pun heran kenapa mba Nova membawa makan siang lagi.
"Mba nova, itu makanan buat siapa?" Tanya Sinta
"Buat mba, Arini mengajak mba Nova untuk makan bersamanya." Jelas mba Nova
"Owh kirain Arini ingin mengganti menu makan siangnya, dengan menu makan siang yang sering kita makaan." Kata Sinta
"Mana mungkin, bos mau menu makan siang kita, ada-ada saja kamu Sinta, kita saja kalau ada menu untuk kita yang lain pasti tidak memakan makanan ini." Kata mba Nova karena mereka sudah bosan menu makanan mereka tidak di ganti
"Benar juga si."
"Ya sudah mba masuk dulu." Kata mba nova
Mba Nova masuk ke ruangan Arini lalu mereka berdua makan siang bersama, Arini selama ini jarang sekali menghabiskan makanannya.
"Mba Nova apakah aku bukan kakak yang baik untuk nabilla dan vaizah kenapa mereka meninggalkan Arini di sini sendirian?" Tanya Arini dengan raut muka yang sedih
"Kamu kakak yang baik bagi mereka, mungkin ini semua takdir mereka." Jelas mba Nova
"Seandainya aku ikut bersama mereka, mungkin aku tidak ada di sini, aku akan bersama mereka." Kata Arini
"Yang sabar, kalau mereka melihat kamu seperti ini mereka akan sedih di sana Arini." Kata mba Nova
"Benar apa kata mba Nova, aku harus melanjutkan hidup dan semangat." Kata Arini yakin bahwa dirinya bisa melewati ini semuanya
"Owh ya mba apa menu makan untuk karoawan mau di ganti atau tidak." Tanya Arini
"Hehehe iya mba mau, kami semua sudah bosan menunya itu-itu saja." Kata mba Nova sambut menyeringai
"Kenapa kalian tidak berbicara pada saya, saya akan mengganti menu makanan kariawan 1 bulan sekali tidak apa-apa kan." Kata Arini
"Tidak apa-apa mba itu juga kami senang." Kata mba Nova
Mba Nova pun keluar untuk melanjutkan pekerjaannya, arini pun juga melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Haikal sekarang sedang duduk di taman kampus bersama teman-temannya juga ada cewek yang bersama mereka.
"Bagaimana kabar aini, apakah dia sudah baik-baik saja?" Tanya Azril
"Dia masih menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Adek dan salsa." Kata Haikal
"Aku juga tidak menyangka kalau Adek akan tiada secepat ini." Kata Athaya
Sedangkan wanita yang bersama mereka hanya mendengarkan dia tidak mengerti pembicaraan mereka sama sekali, karena Haikal dan teman-temannya tidak menceritakan masalah mereka pada orang lain.
"Kenapa kamu tidak menyuruh Aini untuk kuliah lagi." Kata Aditya
__ADS_1
"Gue akan bicara kan soal itu pada Aini, mungkin dia akan tertari." Kata Haikal
"Bukannya Vita juga kuliah disini, kenapa dia tidak menemui kita ya." Kata Azril heran
"Benar juga pasti Arini akan mau, mungkin dia takut menemu kita karena akan dibuly oleh mahasiswi lain." Jelas Haikal
"Bagus kalau Aini mau melanjutkan kuliahnya lagi." Kata Athaya
Merekapun masuk dan memulai mata kuliah mereka, setelah selesai mereka ber4 menghampiri Arini ke restoran untuk membicarakan soal kuliah, sesampainya di sana mereka langsung masuk ke ruangan Arini, Arini sangat terkejut karena mereka tidak memberi tahu bahwa akan datang.
"Ya ampun, kalian kenapa tidak memberi tahu kalau kalian akan datang." Kata Arini karena terkejut
"Hehehe maaf ai, kita juga ada sesuatu yang ingin kita bicarakan dengan kamu." Kata Azril
"Memenag apa yang ingin kalian bicarakan dengan aku?" Tanya Arini
"Suruh kita duduk dulu kali ai." Kata Azril
"Eh iya, silahkan duduk bos-bos besarku." Kata Arini sembari tersenyum
Arini pun meminta mba Nova untuk membuatkan minuman untuk Haikal dan teman-temannya, mereka tidak mau makan apapun karena mereka hanya singgah sebentar.
"Gini ai kita punya solusi agar kamu tidak berlarut-larut mengingat vaizah dan salsa, bagaimana kamu mulai kuliah saja." Kata Haikal
"Heeemm, aku pikir-pikit dulu." Kata Aini
"Sudahlah ai tidak usah berfikir, di kampus kita juga ada si Vita dia takut bergaul dengan kita karena takut di buly oleh mahasiswi lain." Kata Azril
"Gue juga takut kali di buly oleh para fans kalian." Kata Arini
"Benar apa yang di bilang salsa bahwa kamu sudah berubah, hehehe maaf ai kelepasan." Kata Azril
"Sudahlah aku sudah tahu apa yang berubah dari diriku." Kata Arini
Setelah membicarakan soal kuliah, Haikal dan teman-temannya pergi karena mereka akan mencari rumah untuk mereka, selama ini mereka tinggal di hotel.
******
Sudah hampir satu bulan setelah Arini membahas untuk kuliah lagi namun Arini belum tertarik untuk kuliah, namun Haikal terus membujuk Arini agar mau melanjutkan kuliahnya, akhirnya Arini menyetujuinya dan Haikal mengurus pendaftaran Arini masuk universitas tersebut dan hari ini Arini sudah masuk kuliah dia tidak mau berangkat bersama Haikal Arini akan berangkat dengan vita, mereka berdua akan naik kendaraan umum.
Sesampainya di kampus banyak mahasiswa yang kagum dengan kecantikan Arini, itu yang Haikal khawatir kan kalau Arini tidak berangkat dengannya, namun bagaimana lagi Arini menolaknya mentah-mentah, kalau tidak dia tidak mau kuliah lagi, akhirnya haikalpun mengalah dan menyetujui keputusan Arini.
"Ai kenapa kamu tidak satu jurusan dengan aku si, ini si sama saja kita tidak satu mata kuliah." Kata Vita
"Bagaimana lagi aku tidak mau jadi dokter." Kata Arini
"Ya sudah, aku masuk duluan, kamu sudah tahu kan dimana kelas kamu." Kata Vita
"Tenang saja, Haikal dan teman-temannya akan ke sini, mereka akan menunjukkan kelasnya." Kata Arini
Vitapun pergi meninggalkan Arini di lorong kampus, setelah beberapa menit Haikal dan teman-temannya datang menghampiri Arini banyak mahasiswa dan mahasiswi yang iri pada Arini.
"Lo cantik banget si ai." Kata Azril menggoda arini
"Baru nyadar Lo, sudahlah antarkan aku ke kelas." Kata Arini
Ya yang berbeda dari Arini sekarang cara bicaranya dia tidak selembut dulu dan sedikit angkuh.
"Ya elah baru juga bertemu, tuh pacarlo kesal karena banyak mahasiswa yang kagum dengan kecantikan Lo." Kata Azril mengejek Haikal
"Biarkan saja, dia yang ingin aku masuk kuliah, resiko." Kata Arini
"Iya aku yang salah ai." Kata Haikal pasrah karena tidak ingin berdebat dengan Arini karena dia selalu kalah kalau berdebat dengan Arini
Mereka pun mengantarkan Arini ke kelasnya banyak mahasiswa dan mahasiswi yang melihat mereka, karena cowok-cowok tampan dan ceweknya cantik mereka cocok menurut mereka.
"Ai nanti setelah mata kuliah pertama selesai kita tunggu lo di kantin." Kata Aditya
"Baiklah, sampai jumpa owh iya nanti aku ajakin Vita juga tidak apa-apa kan." Kata Arini
"Tidak apa-apa, makin banyak makin seru." Kata Azril
Mata kuliah pertama pun di mulai Arini memperkenalkan dirinya, setelah memperkenalkan dirinya Arini duduk di sebelah oliv.
"Hai nama gue Olivia, panggil saja Oliv." Kata Oliv memeperkenalkan diri
"Hai juga gue Arini, panggil saja aini." Kata Arini
__ADS_1
Mata kuliah hari pertama Arini berjalan dengan lancar, bekerja di restoran ada manfaatnya juga dia sudah mempelajarinya secara otodidak, setelah selesai arini akan ke kantin untuk makan siang bersama Haikal dan teman-temannya serta Vita.
"Ai Lo mau makan siang bersama siapa, bagaimana kalau sama gue saja?" Tanya Oliv
"Aku tidak suka panggilannya Lo gue bagaimana kalau aku kamu itu lebih enak di dengar dan lebih akrab." Kata Arini
"Baiklah, bagaimana kita makan siang bersama?" Tanya oliv lagi
"Aku akan makan malam dengan temanku, dia jurusan kedokteran kalau kamu mau gabung juga tidak apa-apa." Kata Arini
"Baikalah dari pada aku makan siang sendiri, mending makan siang bersama kamu dan teman kamu." Kata Oliv
Arini menghampiri Vita yang sedang menunggunya di lorong kampus yang menuju ke kantin, Vita dan olivpun berkenalan, setelah memperkenalkan diri mereka, lalu mereka ke kantin, di kantin sudah ada Haikal dan teman-temannya yang menunggu kedatangan mereka, Oliv yang heran kenapa Arini dan Vita menghampiri Haikal dan teman-temannya.
"Hai kak maaf lama." Kata Arini lalu duduk di sebelah Haikal, sedangkan Vita dan Oliv masih berdiri di samping Arini yang sudah duduk
"Kalian berdua kenapa tidka duduk." Kata Arini
"Eh iya ai." Kata Oliv
"Dia teman baru kamu ai?" Tanya haikal
"Iya perkenalkan dia Oliv, kamu sudah tahu mereka kan Oliv?" Tanya Arini
"Tentu, walau mereka mahasiswa pindahan mereka populer di kampus." Kata Oliv
Merekapun memulai makan siang mereka karena Haikal sudah memesankan makanan untuk Arini, Vita dan Oliv sebelum mereka datang, karena Arini sudah memberi tahu Haikal bahwa dia akan datang bersama mereka.
"Ai bagaimana kamu mengenal mereka, aku saja tidak berani mendekati mereka banyak mahasiswi yang mengincar mereka." Tanya Oliv
"Mereka." Junjuk Arini pada Haikal dan teman-temannya, Oliv menganggukkan kepalanya
"Mereka bodyguard aku." Kata Arini sembari tertawa
"Apa lo bilang bodyguard, darimana ada bodyguard setampan kita-kita." Kata Azril kesal di bilang bodyguard oleh Arini
"Hehehe gue becanda kali nyet, mereka teman-teman aku saat di malang." Jelas Arini
"Pantas saja kalian akrab sekali, siapa yang kamu panggil monyet ai?" Tanya Oliv
"Tuh dia." Kata Arini menunjuk Azril, olivpun tersenyum
"Ai kenapa si kamu jadi nyebelin kayak gini, di sini tidak ada yang tahu kalau aku di panggil oleh kalian monyet." Kata Azril kesal
"Hahahaha biar semua orang tahu." Kata Arini sembari tertawa lepas, banyak mahasiswa yang terpesona dengan tawa Arini
"Kenapa pacar kamu seperti ini si Haikal, ngeselin tahu." Kata Azril pada Haikal
Oliv yang mendengarnya pun sangat terkejut
"APA, ai Haikal pacar kamu?" Tanya Oliv
"Biasa saja kali Liv, iya dia pacar Aini." Kata Vita
"Ya ampun dia pria idaman aku." Kata Vita
"Kalau mau ambil saja." Kata Arini, sedangkan Haikal hanya diam saja tidak memperdulikan Arini, karena sudah bisa Arini bilang seperti itu
"Apakah boleh." Kata Oliv senang
"Kalau dia mau sama kamu hahaha." Kata Arini sembari tertawa
"Kalau dia benar mau sama aku bagaimana." Kata Oliv
"Sudah aku bilang silahkan." Kata Arini sembari mengedipkan sebelah matanya pada Haikal
Haikal yang melihat Arini seperti itu pun hanya diam saja, males meladeni Arini kalau sedang jahil seperti ini.
"Hahaha Lo seperti barang suruh di ambil." Kata Azril ikut mengejek haikal
"Sudahlah nyet jangan ikut-ikutan seperti dia." Kata Haikal pada Azril sembari menendang kakinya
"Kalau aku mau sama oliv, bagaimana?" Tanya Haikal pada Arini, sedangkan Oliv mendengarnya pun sangat senang
"Ya silahkan, aku cari cowok lain, bagaimana kalau aku sama aditnya dia juga tidak kalah tampan dari kamu." Kata Arini beranjak dari tempat duduknya ingin duduk dengan Aditya namun Haikal menghentikan Arini.
TERIMA KASIH
__ADS_1
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA