Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 6


__ADS_3

Di yayasan tempat mereka, maksudnya UNIVERSITAS, SMA dan SMP akan mengadakan penelitian di alam bebas selama satu Minggu, mereka akan mengadakan penelitian di gunung Semeru.


Haikal dan teman-temannya mengambil kesempatan ini untuk mencari kesenangan mereka di sana, salsa dan vaizah pasti akan ikut, sedangkan Arini bingung ikut atau tidak, karena Arini harus bekerja paruh waktu di perpustakaan.


"Ai kamu ikut kan, tidak akan seru kalau tidak ada kamu ai." Bujuk salsa pada Arini


"Aku bingung sa, aku kan harus bekerja."


"Kamu takut izin sama ibu adira, lalu kamu takut ibu adira tidak mengizinkan kamu aku yang akan bicara sama ibu adira." kata salsa meyakinkan


"Bukan begitu sa, tapi aku malu minta izin pada ibu adira, bulan ini saja saya sudah tidak bekerja beberapa hari karna sakit."


"Iya juga si, tapi ini kepentingan sekolah ai, ibu adira pasti mengizinkan kamu ai." Bujuk salsa


"Baiklah nanti kamu temani aku berbicara sama ibu adira." Ajak Arini pada salsa, salsa pun setuju dengan ajakan Arini


Siang ini mereka tidak makan siang bersama karna ada kesibukan masing-masing, saat pulang sekolah tiba salsa dan Arini pergi ke perpustakaan untuk berbicara pada ibu adira, sesampainya di perpustakaan mereka mencari keberadaan ibu adira, ternyata ibu adira ada di ruangannya, mereka pun pergi keruangan tersebut.


"Assalamualaikum Bu." Salsa dan Arini mengucapkan salam pada ibu adira


"Waalaikumsalam, tumben salsa mampir ke perpustakaan." Sindir ibu adira pada salsa yang jarang ke perpustakaan


"Eh iya maaf baru sempat Bu , saya kesini juga di ajak sama Arini." Jawab salsa sembari menyeringai


"Owh kirain ibu inisiatif kamu sendiri, memang ada keperluan apa kalian menemui ibu pasti ada sesuatu yang ingin di bicarakan."


"Ini Bu Arini boleh tidak minta izin satu Minggu tidak bekerja?" Tanya salsa


"Memang ada kepentingan apa sampai minta izin selama itu?" Tanya balik ibu adira


"Ini Bu disekolah kami mengadakan penelitian di alam selama satu Minggu tapi Arini malu minta izin sama ibu katanya bulan ini saja sudah beberapa hari tidak masuk bekerja karena sakit." Penjelasan salsa panjang lebar


"Owh kirain kenapa, kenapa harus malu minta izin sama ibu ini juga demi kepentingan sekolah kamu kan, kamu tidak masuk kerja karna sakit jadi tidak masalah selama ini juga kamu selalu bekerja dengan rajin, ibu mengizinkan kamu satu Minggu." Ibu adira memeluk Arini sembari mengelus kepalanya


"Terimakasih Bu, ibu memang yang terbaik." Salsa pun memeluk ibu adira dengan bahagia


"Memang kalian berangkatnya kapan."


"Dua hari lagi Bu." Jawab Arini


"Baiklah kalian harus menjaga diri kalian dengan baik di sana, kalian kan perempuan." Ibu adira memperingatkan mereka


Salsa pun terharu atas perhatian ibu adira pada mereka, karna kedua orang tuanya tidak perhatian sama sekali padanya.


"Kenapa salsa menangis." Tanya ibu adira


"Tidak kenapa-kenapa Bu hanya terharu saja, orang tuaku saja tidak seper hatian ibu." Kata salsa sembari memeluk ibu adira


"Uluh uluh, ternyata salsa gadis yang cengeng." Goda ibu adira pada salsa


"Salsa tidak cengeng kok Bu hanya terharu." Salsa mengelak ejekan ibu adira


"Sa sudah sana kamu pulang." Usir Arini pada salsa


"Baiklah salsa pulang dulu ya." Pamit salsa pada ibu adira


"Iya, owh iya Arini besok kamu libur saja, cari keperluan buat penelitian kalian."

__ADS_1


"Baik bu terimakasih." Arini dan salsa memeluk ibu adira dan keluar dari ruang ibu adira bersama, Arini pun memulai pekerjaannya sedangkan salsa pulang kerumahnya.


*****


Keesokan harinya Arini berangkat sekolah bersama salsa, sesampainya di sekolah mereka masuk kelas dan memulai mata pelajaran dengan lancar, jam istirahat berbunyi muridpun berhamburan keluar kelas, sedang kan salsa dan Arini menuju taman belakang untuk makan siang, ternyata di taman sudah ada Haikal dan teman-temannya.


"Hai kalian baru selesai kelasnya?" Tanya Azril pada salsa dan Arini


"Udah tahu nanya, memang kalian tidak ada mata kuliah hari ini?" Jawab salsa jutek dan bertanya pada mereka


"Tidak ada mata kuliah hari ini, gimana kalian jadi ikut penelitian di alam bebasnya?" Tanya Haikal pada Arini dan salsa


"Tentu ikut dong, yg banyak dramanya si tuh Aini, lalu kalian ngapain di sini kalau hari ini tidak ada mata kuliah?" Tanya salsa


"Ya kita mau mendiskusikan apa yang harus kita bawa untuk penelitian di sana, kenapa dengan Aini apakah dia tidak bisa ikut." Ucap Azril


"Ikut si tapi banyak dramanya." Jawab salsa singkat lalu memakan cemilan yang di bawa haiakal dan teman-temannya


"Apaan si sa nggak jelas banget, bukan banyak drama kan aku harus bekerja." Arini kesal dengan ucapan salsa


"Sudah kenapa kalian jadi berdebat." Azril melerai Arini dan salsa


"Gimana-gimana kita akan bawa apa saja kesana, kan kita lama di sana." Tanya salsa


"Terserah kalian deh, aku masuk kelas dulu ada tugas rumah yang belum aku kerjakan." Kata Arini pergi meninggalkan mereka


"Eh eh Lo mau kemana ai, kita belum selesai berbicara loh." Kata Azril


"Sudah gue bilang mau ke kelas, masih saja bertanya." Kata arini jutek


"Kenapa kalian jadi bertengkar seperti ini cuman gara-gara masalah sepele." Kata Haikal pada Arini dan salsa


Sedangkan salsa hanya duduk manis di bangku taman, dia tidak mempedulikan Arini yang marah padanya.


"Eh sa Lo kenapa begitu santai Aini marah sama lo tahu gak si." Kata Haikal kesal dengan sikap salsa yang acuh pada permasalahan ini


"Biarkan saja wajar kalau wanita lagi pms pasti akan marah-marah gak jelas seperti Aini sekarang." Kata salsa menjelaskan


"Memang seperti itu sa, kalau wanita pms marah marah begitu seram juga ya hahaha." Kata Azril tertawa


"Baru tahu Lo, kalian tahunya tinggal masuk lubang kenikmatan saja dasar." Kata salsa


"Iya lah kita tinggal masukin lalu kocok sampai muntah di dalam rasanya nikamat." Azril menjawab sembari menghayal melakukannya


"Dasar mesum, sudah berapa banyak benih yang kalian tanam pada wanita jalang."


"Kalau laki-laki tidak mesum bukan lelaki sa, benih kita tidak akan sembarangan di tanam di rahim wanita kali sa, kita juga pilih pilih wanita yang seperti apa yang akan menjadi ibu dari anak-anak kita kelak." Jawab Azril menjelaskan


"Mending kalau memang ada perempuan baik-baik yang mau sama kalian." Ejek salsa


"Pasti ada la, perempuan di dunia ini mana ada yang menolak uang dengan cuma-cuma." Kata Aditya


"Ada tuh si Aini dia tidak akan menerima uang dengan cuma-cuma, katanya kalau kita masih bisa bekerja keras kenapa harus bergantung pada orang lain bahkan dia tidak mau menerima uang dariku sedikitpu."


"Wah wah Memeng si Aini wanita langkah, gue mau deh sama dia, ikhlas gue di sureh tobat asal kan bersama Aini." kata Azril bercanda


"Tidak tidak, Lo akan menjerumuskan Aini ke lubah hitam kalau sama lo si nyet, gue juga tidak akan membiarkan itu terjadi." Ancam salsa

__ADS_1


"Hahahaha benar tuh, memang Aini mau sama lo nyet." Ejek haikal


"Ya elah kalau mau gimana, bilang saja kalau itu mangsalo." Kata Azril kelepasan bicara


"Apa, apa yang kalian rencanakan sesuatu terhadap Aini, awas saja kalua kalian mempermainkan dan menodai kehormatannya, gue tidak akan segan-segan pada kalian, walau kalian di ujung duniapun gue akan membunuh kalian cam kan itu." Salsa menegaskan mereka dengan sangat marah dengan apa yang di katakan Azril tadi


"Eh eh, tidak sa kita hanya bercanda." Azril takut kalau Haikal akan menghajarnya kalau salsa sampai mencurigai mereka


"Sudah lah gue pergi, bel masuk akan berbunyi." Salsa pun meninggalkan mereka


Haikal pun memukul Azril dengan keras sampai sampai di ujung bibirnya mengeluarkan darah.


"Nyet kalo punya mulut di jaga, kalau sampai ketahuan Lo tahu akibatnya." Haikal menarik kerah baju Azril ke atas


"Ya sorry sorry gue kelepasan bicara, apakah kamu benar-benar menyukainya." Kata Azril penasaran kenapa haiakal semarah itu padanay


"Tidak, gue tidak menyukainya sama sekali, dia kan target gue mana mungkin gue jatuh cinta padanya." Kata Haikal menyangkal


Merekapun melanjutkan bersantai di taman sampai jam pulang sekolah berbunyi, mereka akan mencari peralatan penelitian bersama salsa, Arini dan vaizah.


Sedangkan di kelas Arini sama sekali tidak mau berbicara sama salsa, Arini masih kesal dengan salsa.


"Ai nanti pualang sekolah kita ke moll untuk mencari keperluan kita." Kata salsa pada Arini tapi Arini sama sekali tidak memperdulikan perkataan salsa


"Ai Lo masih marah sama gue, nanti kita juga ke mall bareng Haikal dan teman-temannya." Ucap salsa lagi


"Ai maaf in aku, akukan cuman bercanda ia, maaf ya maaf ai." Bujuk salsa


"Sudah ku kataka tadi kalau aku tidak jadi ikut." Ucap Arini singkat padat


"Lah kok gitu si ai, nanti tidak akan seru kalau tidak ada kamu, nanti aku juga sama siapa disana." Bujuk salsa


"Ya itu mah terserah lo, bukan urusan gue juga." Jawab Arini jutek, Arini tidak menyadari bahwa kata-katanya menyakiti salsa


Salsa pun meninggalkan Arini tanpa berkata sedikitpun pada Arini, Arini juga belum menyadari perkataannya, bel pun berbunyi pertanda masuk kelas, Arini mulai sadar dengan perkataannya dan salsa tidak masuk kelas sampai jam pulang sekolah, Arini khawatir salsa akan melakukan sesuatu.


Arini mencari salsa ke semua sudut sekolah, karena mobilnya masih terparkir di parkiran sekolah, ada tempat yang belum Arini datangi taman belakang sekolah, arinipun langsung terburu-buru menuju taman belakang, sesampainya di sana.


"Ai Lo kenapa lari-lari sampai Lo terengah-engah seperti itu." Tanya Haikal terlihat raut wajah arini khawatir


"Salsa huhuhu." Arini masih tidak bisa bicara dengan jelas karena nafasnya belum teratur


"Tarika nafas dulu ai, baru bicara." Kata Haikal, Arini pun menarik nafasnya dalam-dalam


"Sekarang jelaskan apa yang terjadi?" Haikalpun bertanya


"Tadi di kelas aku bertengkar dengan salsa, aku tidak sadar telah menyakiti hati salsa, salsa pun pergi dan tidak mengikuti jam pelajaran sampai pulang sekolah, aku khawatir padanya." Arini menjelaska sembari menangis di depan Haikal dan teman-temannya


"Sudah la ai jangan menangis begitu, sekarang kita cari saja salsa, di mana salsa akan berada saat sedang sedih?" Ajak Haikal sembari menenangkan arini


"Ayo, tapi mobil salsa masih ada di parkiran, dia juga kalau sedih pasti menghampiri aku itu sudah pasti jadi dia kemana lagi ya." Arinipun semakin menangis sampai tersedu-sedu


"Ai sudah sudah kita cari di jalan atau di mana pun kita bagi dua, aku bersama Aini, dan kalian cari dimanapu yang memungkinkan." Haiakal membagi tugas mereka


"Baiklah kita nanti bertemu di taman kota." Kata Athaya


Merekapun mencari salsa sampai sore hari namun salsa belum di temukan juga, akhirnya mereka berkumpul di taman kota untuk beristirahat sebentar.

__ADS_1


TERIMA KASIH


LANJUT BAB SELANJUTNYA YA


__ADS_2