
Vaizah bingung harus memulai pembicaraannya dari mana, sedangkan Oliv melihat vaizah dengan mata yang memohon agar vaizah bisa membantu berbicara pada papa dan mamanya.
"Kenapa om dan Tante tidak menyetujui kak Oliv kuliah di London?" Tanya vaizah langsung ke intinya
"Om tidak melarangnya tapi mamanya Oliv tidak setuju kalau Oliv kuliah di London." Jelas papanya Oliv
"Memang kenapa Tante tidak setuju kalau kak Oliv kuliah di London?" Tanya vaizah
"Pertama Tante tidak mau terjadi sesuatu padanya sedangkan yang kedua Tante tidak ingin jauh dari Oliv." Kata mamanya Oliv tegas
"Tenang saja Tan, kak Oliv akan aman di sana dan satu lagi aku akan menjamin kak Oliv akan magang di perusahaan Shea company." Kata vaizah yakin seyakin-yakinnya
"Bagaimana Tante percaya sama kamu kalau Oliv akan aman di sana, dan kenapa kamu yakin sekali kalau Oliv akan di terima ke Shea company."
"Benar kata istri saya kenapa kamu yakin sekali." Kata papanya Oliv heran
"Karena aku sudah berbicara dengan pemilik perusahaan tersebut." Kata vaizah santai
"Om tidak percaya, om saja yang ingin bekerja sama dengan perusahaan tersebut tidak di terima."
"Apa om ingin bekerja sama dengan perusahaan tersebut, om dan Tante bisa ikut aku ke London dan bertemu dengan pemilik perusahaan secara langsung." Kata vaizah lagi
"Benarkah, apa hubungan kamu dengannya?" Tanya papanya Oliv
"Aku, aku cucu keluarga shea, perkenalkan nama aku Namira putri Shea." Kata vaizah memberikan kartu namanya pada orang tua Oliv, orang tua Oliv sangat terkejut bagaimana mungkin, sedangkan Oliv hanya tersenyum sudah pasti orang tuanya akan menyetujuinya untuk kuliah di London
"Benar pa, dia penerus perusahaan Shea." Kata Oliv
"Om dan Tante tetap tidak percaya." Kata mamanya Oliv
"Ya sudah kalau begitu nanti malam om dan Tante ikut aku ke London untuk bertemu kakek." Kata vaizah
"Baiklah om hanya memastikan apa yang kamu bilang benar atau tidak."
"Jadi aku boleh kuliah di London?" Tanya Oliv pada mama papanya
"Kalau memang benar dai cucu keluarga shea papa dan mama kan mengizinkan kamu kuliah di London dan papa akan pasrikan benar atau tidak kamu magang di perusahaan Shea company." Kata papanya
"ye ye ye, itu sudah pasti." Kata Oliv senang
Setelah berbincang cukup lama, vaizah pun pamit, Oliv sangat berteimah kasih pada vaizah atas bantuannya.
Malam harinya mereka sudah sampai di airport, mereka semua naik pesawat kelas bisnis.
******
Sesampainya di London mereka semau di jemput oleh supir pribadi pak Kenan beserta bodyguard yang akan mengawal merka, sesampainya di kediaman keluarga shea orang tua Oliv sangat takjub, banyak sekali bodyguard yang menjaga rumah tersebut, mereka semua masuk, di rumah tersebut semua bodyguard dan pembantu menguasai berbagai bahasa.
"Bi kakek di mana?" Tanya vaizah pada salah satu pembantu di rumah tersebut
"Tuan besar sedang berada di kantor nona, kata tuan nona muda dan yang lain di suruh beristirahat terlebih dahulu." Kata pembantu tersebut
"Baiklah, ayo kita naik ke lantai empat, kamar kita semua ada di lantai empat." Ajak vaizah pada mereka semua
"Apakah di lantai bawah tidak ada kamar, sepertinya istri saya tidak bisa naik tangga sebanyak itu." Kata papanya Oliv
"Tenang saja om kita tidak akan naik tangga om, kita naik lift." Kata vaizah
Mereka semua mengikuti vaizah dari belakang sedangkan salsa yang sudah pernah tinggal di sana pun tidak heran, sedangkan orang tua Oliv, Arini dan Oliv pun sangat terkejut kalau di rumah ada lift, mereka sudah sampai di lantai empat.
__ADS_1
"Dek kakak masuk kamar kakak terlebih dahulu." Kata salsa lalu masuk ke kamarnya
Kamar vaizah, salsa, Arini dan Oliv bersebelahan sedangkan kamar yang akan di tempati orang tua Oliv di ujung, merek semua beristirahat.
Malam harinya vaizah dan salsa sudah turun ke lantai bawah, mereka sedang menunggu pak Kenan, sedangkan yang lainnya masih bersiap-siap, pak Kenan pun datang vaizah langsung memeluk kakeknya.
"Bagaimana apakah perjalanannya lancar?" Tanya pak Kenan pada vaizah dan salsa
"Lancar kek, bagaimana kabar kakek?" Tanya vaizah
"Baik, lebih baik kekak membersihkan tubuh kakek terlebih dahulu." Kata pak Kenan
Pak Kenan pun naik ke lantai dua, di lantai dua hanya ada kamar pak Kenan dan ke dua putrinya, serta ruang kerjanya.
Arini, Oliv dan orang tua Oliv sudah turun, mereka semua menunggu pak Kenan di ruang tamu, sekitar hampir satu jam pak Kenan turun, orang tua Oliv langsung berdiri sedangkan Arini, salsa dan vaizah duduk santai menikmati minuman yang sudah di sajikan, pak Kenan pun duduk di sebelah vaizah.
"Perkenalkan kek mereka Oliv dan keluarganya, yang aku ceritakan." Kata vaizah memperkenalkan Oliv dan keluarganya
"Perkenalkan saya kakeknya vaizah, silahkan duduk kenapa berdiri saja, semoga kalian nyaman di rumah saya." Kata pak Kenan ramah
"Salam kenal juga saya papanya Oliv dan ini istri saya dan putri saya Oliv." Kata papanya Oliv sedigit gugup
"Saya ingin putri anda Oliv masuk ke perusahaan saya dan dia akan aman di sini, dia juga akan kuliah bersama ke tiga cucu saya." Kata pak Kenan
"Maksud anda putri saya akan masuk ke perusahaan anda, kalau memang benar dengan senang hati biar dia belajar dari perusahaan anda, memang siapa ketiga cucu Anga?" Tanya papanya Oliv bingung
Sedangkan Arini, salsa dan vaizah asik berbincang, mereka tidak ada takut-takut nya pada pak Kenan, sedang kan Oliv dan keluarganya sangat gugup menghadapi pak Kenan orang terkaya no satu dan menurut rumor krluarga Shea paling kejam.
"Syukur kalau anda menyetujuinya, nanti saya juga akan mempertimbangkan kerja sama perusahaan anda, ke tiga cucu saya mereka, vaizah, salsa dan Arini lihat saja mereka asik berbincang di depan saya." Kata pak Kenan tersenyum
"Baik, terimah kasih banyak anda mau menerima putri saya bekerja di perusahaan anda." Kata papanya Oliv
"Sama-sama, lebih baik kita makan malam terlebih dahulu, nanti kita akan membicarakannya lagi." Kata pak Kenan
"Lusa kita bisa langsung masuk kuliah." Kata vaizah
"Aku dan Arini belum mengurus perpindahan kita." Kata Oliv
"Tenang saja kakek sudah mengurus semuanya." Kata vaizah lagi, mereka semua sedang duduk di tepi kolam renang
"Lalu apakah aku saja yang akan masuk perusahaan tuan Kenan?" Tanya Oliv
"Tidak kita semua akan masuk ke perusahaan kakek, namun tidak ada yang akan mengenali Adek kalau Adek sebenarnya cucu kakek, kita di sana akan menjadi pegawai biasa." Jelas vaizah
"Dan satu lagi di kampus kita yang baru, kita kuliah di sana hanya mendapatkan beasiswa dan kita akan berangkat kuliah menggunakan kendaraan umum." Kata vaizah lagi
Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka, Arini hanya mengingat sepotong-sepotong, tentang kuliah dan mempunyai teman seperti Oliv dia ingat namun yang lainnya tidak.
Setelah selesai membahas kuliah dan bekerja mereka pun turun ke lantai empat lalu mereka semua masuk ke kamar mereka masing-masing, sedangkan Oliv menemani mamanya terlebih dahulu, karena papanya belum naik.
"Mama sudah percaya kan kalau vaizah cucu keluarga shea, dan satu lagi tidak ada yang berani memberi tahu orang lain kalau vaizah adalah pewaris satu-satunya keluarga shea, jadi mama jangan membicarakan tentang ini dengan teman-teman mama." Kata Oliv memperingati mamanya
"Baiklah, mama mengeri Oliv mama juga masih tidak percaya kalau mama bertemu langsung dengan tuan kenan, walaupun sudah berumur namun karismanya masih terlihat." Kata mamanya Oliv
"Dan kenapa Arini dan salsa tidak ada takut-takut nya pada tuan kenan?" Tanya mamanya Oliv
"Karena tuan Kenan menganggap mereka cucunya jadi mereka santai berhadapan langsung dengan tuan Kenan dan tuan Kenan juga membalas kebaikan salsa dan Arini karena sudah menjadi kakaknya vaizah dan menyayanginya, walau mereka tidak punya hubungan darah." Jelas Oliv
Papanya Oliv pun datang, Oliv langsung keluar dan masuk ke kamarnya, karena hari ini sangat melelahkan dan menguras tenaga walau hanya bertemu dengan pak Kenan Samapi segitunya.
__ADS_1
Pagi harinya, orang tua Oliv akan pulang ke Indonesia, mereka sudah tenang putrinya akan aman di London, sedangkan pak Kenan tidak bisa mengantar mereka karena harus ke perusahaannya, karena pagi ini ada rapat yang penting, jadi yang mengantar orang tua Oliv ke airport hanyalah, Oliv, salsa, vaizah dan Arini, setelah mengantar orang tua Oliv mereka semua pergi ke mall, mereka akan berbelanja keperluan mereka untuk kuliah lusa.
*****
Hati ini hari mereka berempat masuk kuliah, mereka sudah bersiap-siap, pak Kenan melarang mereka untuk naik kendaraan umum namun vaizah menolaknya dengan sangat tegas, jadi sopir mengantarkan mereka sampai halte, karena jarak halte ke rumah pak Kenan sangat jauh, namun tetap akan ada bodyguard yang akan menjaga mereka tapi bodyguard mereka tidak akan mencolok dan akan menyamar menjadi mahasiswa.
Sesampainya di kampus, salsa, vaizah, Oliv dan juga Arini di perkenalkan kepada mahasiswa-mahasiswi lainnya, mereka di perkenalkan sebagai penerima beasiswa, banyak mahasiswi yang menganggap remeh mereka namun mereka tidak memperdulikannya sama sekali, mereka semua masuk ke jurusan bisnis.
" look at those scholarship recipients so arrogant" (lihatlah mereka penerima beasiswa sobong sekali) ejek mahasiswi di jurusan tersebut
Namun mereka benar-benar sudah mempersiap kan diri mereka untuk menghadapi semua ini.
Di kampus tersebut ada sekumpulan gadis yang populer dan sombong mereka adalah, Aghata, Alice, Bella dan Caitlin mereka semua tidak suka dengan kedatangan vaizah dan yang lainnya, orang tua mereka semua mempunyai saham di kampus tersebut, namun semua mahasiswa tertarik pada Arini, salsa, vaizah dan Oliv menurut mereka, walau pun mereka cantik namun tidak sombong.
Kuliah hari ini cukup lancar, setelah selesai mereka semua pulang dengan menggunakan kendaraan umum, di halte yang biasa mereka turun sudah ada sopir yang sudah menunggu mereka, hari ini akan ada dokter yang akan mulai mengobati Arini, Arini sebenarnya menolak untuk bertemu dokter menurutnya dia tidak sakit kenapa harus bertemu dokter tapi akhirnya arini menyetujuinya susah payah mereka membujuk Arini, sedangkan salsa dan vaizah pergi keluar mereka akan melaksanakan tugas mereka sebagai seorang detektif sedangkan Oliv menemani Arini yang sedang konseling dengan dokter.
Dan sekarang sudah hampir satu bulan mereka masuk kuliah dan bekerja, ingatan Arini pun sedikit demi sedikit mulai mengingat, Aghata dan teman-temannya masih mengganggu vaizah dan yang lainnya, namun mereka masih mentolerir mereka hanya mengejeknya kalau mereka sampai menyentuh salah satu dari vaizah, salsa, Arini dan oliv, vaizah akan bertindak.
Namun hari ini, saat avaizah Arini dan Oliv sedang makan siang, Aghata sengaja menumpahkan minuman di bahju Arini, anggap saja Aghata dan teman-temannya bisa berbahasa Indonesia ya.
"Eh maaf." Kata Aghata sambil tersenyum sinis pada mereka semua
"Kalian, kita sudah sabar dengan tingkah laku kalian semua." Kata vaizah menggebrak meja dengan sanagat kencang
"Gue baru tahu kalian bisa berbicara hahahha, sudah satu bulan kita mengganggu kalain namun kalian hanya diam saja, punya keberanian hari ini kalian." Kata Aghata mengejek Arini dan yang lainnya
"Kita diam saja bukan karena kita takut pada kalian, namun kita hanya ingin tahu kalian bertindak sejauh mana untuk merendahkan kita." Kata salsa
"Benarkah, lalu apa yang akan lakukan pada kita semua?" Tanya Alice
Vaizah dan salsa mendekati Aghata dan teman-temannya, vaizah mencengkram rahang Aghata dengan sangat kencang sedangkan salsa memelintir tangan Alice, banyak mahasiswi dan mahasiswa yang menyaksikannya, mereka takjub karena salsa dan vaizah berani melawan Aghata dan teman-temannya, sedangkan mahasiswi dan mahasiswa lainnya takut berurusan dengan Aghata dan teman-temannya karena pernah ada kejadian mahasiswi yang melawan mereka dan mahasiswi tersebut langsung di keluarkan dari kampus dan tidak ada kampus yang mau menerimanya.
"Argh." Rintih Aghata kesakitan
"Apakah Lo masih ingin menghina kita, kalau iya aku akan mematahkan rahang Lo." Kata vaizah lalu melepaskan cengkeramannya
"Gue tidak takut sama lo, nanti gue bilangin sama papa gue pastiin Lo semua akan di keluarkan dari kampus ini dan tidak ada kampaus yang akan menerima kalian." Kata Aghata yakin
"Benarkah, silahkan laporkan pada papa kamu, gue tidak takut sama sekali." Jawab salsa
Aghata dan Alice langsung menelfon papanya, Arini, salsa, vaizah dan Oliv di panggil ketua yayasan untuk keriangannya, sesampainya di sana papanya Aghata dan Alice sudah datang.
"Berani-beraninya kalian melukai anak saya." Marah papanya Aghata karena ada bekas cengkraman di rahang putrinya
"Kalau putri anda tidak memulainya terlebih dahulu aku tidak akan melukainya." Jawab vaizah santai
"Kamu, apakah orang tua kalian tidak mengajarkan sopan santun pada kalian." Kata papanya Aghata
"Jangan tanyakan didikan orang tua kami, apakah anda mendidik putri anda dengan baik." Kata vaizah
"Benar apa yang di bilang adek, anda tanyakan pada diri anda sendiri didikan anda benar atau tidak." Sambung salsa
Papanya Aghata semakin marah atas apa yang salsa dan vaizah katakan, papanya Aghata mendekati vaizah namun.
"Stop kalau anda berani mendekat, saya akan pastikan perusahaan anda akan hancur dan kalian akan menjadi tunawisma." kata vaizah
"Saya tidak takut sama sekali dengan ancaman anak kecil seperti kamu." kata papanya Aghata masih melangkah mendekati vaizah, namun salsa menghalangi papanya Aghata untuk mendekati vaizah, namun papanya Aghata mendorong salsa dengan sangat kencang sampai salsa terjatuh Arini pun langsung menghampiri salsa dan membangunkan salsa
"Sepertinya aku sudah terlalu baik pada keluarga anda." kata vaizah kalau mengambil ponselnya di dalam tasnya, lalu dia menelfon seseorang.
__ADS_1
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA
TERIMA KASIH