Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 16


__ADS_3

Setelah menghubungi vaizah, Arini melanjutkan membersihkan rumah dan menata barang-barang yang Haikal belikan untuknya.


Stelah menyelesaikan semuanya, Arini bersiap-siap untuk berangkat bekerja, arinipun berangkat berjalan kaki setelah beberapa menit Arini sudah sampai ke restoran.


"Baru datang Rin?" Tanya mba Nova


"Iya mba, bagaimana apakah hari ini banyak pelanggan mba." Tanya Arini


"Seperti hari-hari biasanya Rin, tapi belum mencapai omsetnya." Kata mba Nova


"Ini juga masih siang mba, bagaimana bisa langsung mencapai omset." Kata Arini heran pada mba Nova, selama ini juga beruntung selalu mencapai omset


"Hehehe iya juga." Kata mba Nova


Setelah berbincang bersama mba Nova arinipun masuk ke ruangan yang sudah Haikal siapkan untuknya, lalu mengerjakan pekerjaannya sampai waktunya makan siang Arini masih fokus bekerja, sampai-sampai ada yang mengetuk pintu pun Arini tidak mendengarnya.


"Mba arini." Panggil Sinta sembari masuk


"Iya ada apa mba Sinta, aku sudah bilang jangan panggil Arini mba panggil nanya saja, Arini masih sekolah loh." Kata Arini sembari mengerucutkan bibirnya karna di panggil mba


"Iya iya Arini, apakah kamu sibuk sekali sampai-sampai mba ketuk pintu beberapa kali tidak ada yang menyaut." Tanya Sinta


"Sedikit mba, memang ada apa?" Tanya Arini


"Kalau sudah selesai boleh bantuin kita, di luar sedang banyak pelanggan." Kata Sinta


"Kenapa tidak berbicara dari tadi ayo keluar, biar pekerjaan Arini di tinggal saja, tinggal sedikit lagi kok." Kata Arini sembari keluar dari ruangannya


Arini pun membantu melayani pelanggan di luar, Arini belajar banyak dalam waktu singkat walaupun masih muda Arini orang yang bekerja keras.


*******


2 tahun sudah berlalu, Arini bekerja seperti biasanya sekarang Arini tidak melanjutkan kuliah karena biaya yang dikeluarkan terlalu mahal, Arini juga harus menghidupi seseorang.


Arini yang sedang menikmati hari liburnya terganggu dengan deringan ponsel yang ada di tempat tidurnya karna sekarang Arini sedang merebahkan tubuhnya di tempat tidur, ternyata setelah di lihat yang menelfon adalah vaizah.


"Ada apa dek, bagaimana keadaannya kamu?" Tanya arini pada vaizah


"Adek rindu kak, Baik kak semakin hari semakin membaik, bagaimana keadaan kaka?" Tanya vaizah


"Kakak juga baik, gimana sekolah kamu lancar dek."


"Semuanya lancar kak, kapan kakak ke sini lagi."


"Nanti kalau uang kakak suda cukup nanti kesana, kakak juga rindu dek kakak mau bicara dengannya." Kata Arini, vaizah memberikan pada orang yang di maksud Arini


"Bagaimana keadaan mu sa." Yah salsa, sebenarnya salsa belum meninggal saat kondisi salsa memburuk Arini menghubungi Haikal dan Haikal pun membawa salsa ke London untuk melakukan pengobatan di sana, salsa berangkat ke London bersama vaizah


"Baik ai, terimakasih untuk semuanya ai, kalau terlambat sedikit saja pasti aku benar-benar tiada." Kata salsa


"Sudahlah, sudah dua tahun berlalu sa, jangan di bahas lagi, aku kangen sama kamu sa cepet pulang ke indo sa." Kata Arini, Arni sangat merindukan sahabat nya tersebut


"Iya ai aku juga sudah rindu suasana di indo dan juga kangen sama kamu, bagaimana hubungan kamu dengan haikal?" Tanya salsa


"Ya tidak gimana-gimana masih berhubungan kok."


"Kamu sudah berpacaran dengan Haikal, apa kamu di Jakarta suku sama seseorang." Tanya salsa


"Aku tidak sempat memikirkan soal pacaran, kita jalani saja dan ikuti alurnya." Kata Arini, memang Arini tidak memberikan jawaban apapun pada Haikal karna masih sangat ragu


"Yang benar bukannya Haikal sudah mengatakan perasaan nya pada kamu ai." Goda salsa


"Apaan si sa, kata siapa memang."


"Kata Azril siap lagi hahaha." Gelak tawa salsa terdengar di sambungan telfon, arinipun merasa bahagia karena salsa sekarang baik-baik saja


"Dasar Azril punya mulut ga bisa diam." Gerutu Arini


"Hahaha jadi benar, terus bagaimana kelanjutannya." Goda salsa


"Sudah delu ya sa , jangan lupa minum obat nya dengan teratur." Lalu arini memutuskan panggilan telfonnya secara sepihak


Setelah mengakhiri telfonnya haikalpun menghubungi arini.

__ADS_1


"Bagaimana hari ini lancar ai." Tanya Haikal


"Lancar kak, kak kapan salsa bisa pulang ke indo lalu kesehatannya bagaimana." Tanya Arini


"Syukur kalau lancar, mungkin beberapa bulan lagi salsa pulang, kesehatannya membaik tinggal dia tidak bisa mengkonsumsi produ susu saja, cukup pesat perkembangannya." Jelas Haikal


"Aku sudah tidak sabar bertemu salsa kak."


"Apa kamu tidak merindukan aku ai."


"Apaan si kak, kakak dan teman-teman kan tiap bulan ke sini, kalau salsa sudah 9 bulan tidak bertemu." Kata Arini


"Iya iya, bagaimana keputusanmu ai, kakak benar-benar suka sama kamu." Kata Haikal


"Maaf kak aku masih tidak ingin menjalin hubungan dengan siapa-siapa kak."


"Owh ya sudah tidak apa yang penting kamu tidak menjauh dari kakak, kakak senang kok."


"Maaf kak, bagaimana kuliahnya lancar?"


"Lancar ai, udah dulu ya kakak ada kelas." Pamit Haikal


"Baiklah assalamualaikum."


"Waalaikumsalam salam ainiku." Setelah mengucapkan salam Haikal langsung mematikan telfonnya sebelum Arini memarahinya


Mereka selalu rutin berkomunikasi lewat via telfon atau via video call kapanpun itu walau waktu London dan indo berbeda, Arini menjalankan harinya dengan semangat, dia bekerja juga untuk menambah pengobatan salsa sebenarnya Haikal melarang Arini karna pengobatan salsa di tanggung oleh Haikal semuanya namun Arini menolak keras keputusan Haikal.


*******


Sekarang sudah 3 bulan berlalu pak Mansyur datang ke Jakarta untuk menjemput putrinya, kalau soal vaizah pak Mansyur tidak akan mengajak istrinya, karna vaizah tidak menyukainya.


Arini, Haikal dan teman-temannya serta pak Mansur menunggu salsa dan vaizah di airport, saat vaizah dan salsa melihat merek vaiza dan salsa berlari memeluk Arini bersamaan.


"Kak Aini Adek rindu." Kata vaizah sembari memeluk Arini dengan erat menyalurkan rasa rindunya


"Iya ai aku rindu sekali." Salsa pun memeluk Arini dengan erat menyalurkan rasa rindunya juga


"Tidak mau aku dan kak salsa tidak merindukan kalian." Jawab vaizah sembari menjulurkan lidahnya ke pada Haikal dan teman-temannya


"Dasar Adek durhaka." Kata Haikal menarik telinga adiknya


"Ayah lihatlah Abang menarik telinga Adek sakit ayah." Kata vaizah mengadu pada ayahnya sembari memeluk ayahnya


"Memang harus begitu, kenapa Adek tidak memeluk ayah terlebih dulu." Ayahnya pura-pura kesal


"Baiaklah sekarangkan Adek sudah memeluk ayah." Kata vaizah merayu ayahnya agar tidak kesal lagi


"Bagaimana keadaan ayah, sehat." Tanya salsa


Ya salsa sudah seperti putri keluarga Malik, mereka semua memanggil papanya Haikal dengan panggilan ayah Arini pun memanggil pak Mansyur dengan panggilan ayah.


"Sehat sa lihat ayah masih berdiri dengan tegap di hadapan kalian, bagaimana kesehatan kamu Nabila sudah membaik." Tanya pak Mansyur


Ya nama salsa di ubah menjadi Nabilla Putri Malik, sebab mereka menyembunyikan identitas salsa, pak Mansyur juga sudah mengetahui apa yang di lalui oleh salsa.


Merekapun pergi dari airport menuju hotel, mereka akan menginap di hotel sebelum mencari rumah yang cocok untuk mereka.


"Dek, sa aku pulang dulu kalian jaga diri." Kata Arini karena sudah malam Arini akan pulang ke kontrakannya


"Kenapa pulang ai kita kan baru bertemu lagi, menginap lah di sini kita besok akan mencari rumah untuk kita." Kata salsa membujuk Arini agar mau menginap bersama mereka


"Ia ai menginap saja di sini, besok kita akan mencari rumah untuk 3 putri ayah ini." Kata pak Mansyur


"Tidak usah yah Aini sudah nyaman tinggal di kontrakan yang Aini tinggali saat ini." Kata Aini


"Tidak ada penolakan, besok kita akan mencarinya, sedangkan kalian pulang sana kuliah kalin tidak bisa ditinggal terlalu lama." Suruh pak mansuur pada Haikal dan teman-temannya


"Ya kan yah aku baru bertemu dengan mereka baru sehari sudah di suruh pulang, kan masih rindu sama adek Abang yang mangat cantik ini." Jawab Haikal sembari mengacak-acak rambut adiknya


"Sudahlah jangan banyak alasan, rindu sama adek apa sama Arini, ini sudah keputusan ayah pagi-pagi sekali kalian harus pulang, ayah sudah pesan tiketnya." Tegas pak Mansyur


"Belum saja kangen-kangenan sudah di suruh pulang hahaha." Ejek salsa pada haikal

__ADS_1


"Diam lo sa." Kata Haikal, sedangkan yang lain menertawakan Haikal.


Setelah berbincang mereka masuk ke kamar hotel mereka masing-masing, arini, salsa dan vaizah mereka satu kamar katanya melepas rindu, sedangkan pak Mansyur, Haikal dan teman-temannya masuk kekamar mereka masing-masing.


Penampilan salsa berubah derastis dulu dia sedarhana walau dari keluarga yang berkecukupan, sekarang dia mengikuti gaya hidup di London, berat badannya sekarang normal, tidak seperti dulu saat sakit, rambutnya berwarna coklat muda.


Sekarang semua sedang beristirahat untuk menjalankan kegiatan besok pagi, pak Mansyur ke Jakarta bukan hanya menjemput putrinya dia ke Jakarta juga karna ada pekerjaan bertemu dengan klien nya.


Ke esokan harinya mereka semua sudah siap untuk menjalani hari ini, mereka sarapan pagi di restoran hotel setelah selesai sarapan Haikal dan teman-temannya ke airport untuk pulang ke malang sedangkan arini, salsa, vaizah dan pak Mansur mencari rumah untuk mereka di komplek perumahan elite.


Mereka sudah mencari rumah tapi tidak ada yang cocok, mereka menginginkan rumah yang tidak besar, tamannya luas dan di belakang rumah harus ada tanah lapang karena mereka ingin menanam bunga dan buah-buahan di sana, namun sampai siang hari mereka belum menemukan rumah yang mereka cari.


Saat mencari di komplek perumahan yang terakhir mereka menemukan rumah yang menurut mereka cocok, rumah berlantai 2 di bawah ada dua kamar, dapur ruang tamu dan meja makan sedangkan di lantai 2 ada 3 kamar, kamar mandi ruang untuk mereka menonton dan ada dapur, setiap kamar tidak ada kamar mandinya mereka menggunakan kamar mandi yang sama.


Di depan rumah sangat luas ada pohon besar dua dan sudah ada tanaman hias, ada garasi, ada kolam renang di samping rumah dan di belakang rumah juga sangat luas, mereka akhirnya membeli rumah itu, setelah pembayaran dan negosiasi dengan pemilik rumah selesai mereka pergi ke universitas untuk mendaftar masuk kuliah salsa dan vaizah, sedangkan Arini tidak mau melanjutkan kuliahnya.


Setelah selesai mendaftarkan salsa dan vaizah mereka ke mall untuk mencari perabotan rumah, karna perabotan rumah yang ada akan di bawa oleh pemiliknya.


Setelah mereka selesai berbelanja haripun sudah menjelang malam, mereka makan malam di restoran mall yang mereka datangi.


"Bagaimana apakah sudah membeli semua yang kalian butuhkan." Tanya pak Mansyur


"Sudah yah, tinggal besok membeli bahan-bahan makanan buat setok di dapur." Jawab Arini


"Bagus kalau begitu, kalau kalin butuh sesuatu lagi hubungi ayah saja ok." Kata pak Mansyur


"Siaap yah, ayah yang terbaik." Peluk Faizah pada pak Mansur


"Satu lagi akan ada satpam dan pembantu di rumah kalian."


"Tidak usah ada pembantu yah, rumahnya juga tidak terlalu besar Aini sanggup mengerjakannya kok ya biar kita bagi tugas yah." Kata Arini


"Ayah percaya sama kamu kalau kamu bisa mengerjakannya, tapi dengan kedua gadis ini ayah tidak percaya dan satu lagi kamu pasti capek pulang kerja harus membereskan rumah." Kata pak Mansur sembari menyindir salsa dan vaizah


"Tinggal terima saja kak, apa yang di katakan ayah benar pasti kakak capek sehabis pulang kerja harus membereskan rumah." Kata vaizah


"Ya terserah kalian saja." Jawab Arini pasrah


"Bagus, sekarang kita ke deler mobil, lalu ke deler sepeda motor dan mencari sepeda." Kata pak Mansyur


"Buat apa lagi yah, ini semua sudah cukup." Tolak Arini


"Sudahlah ikut saja ai, mobil untuk salsa dan vaizah berangkat kuliah, sepeda untuk olah raga kalin setiap hari weekend, sedangkan sepeda motor untuk Aini mau di belikan mobil Aini pasti menolak." Jelas pak Mansyur


Mereka semua akhirnya setuju dan menuju tempat yang mereka sudah rencanakan, semua yang mereka beli akan mereka antar besok di rumah baru mereka dan mereka pulang ke hotel untuk beristirahat.


******


Ke esokan harinya Arini pergi ke restoran untuk bekerja, salsa dan vaizah berangkat ke kampus sedangkan pak Mansyur bertemu kliennya.


Sedangkan di rumah baru mereka barang-barang mereka sudah datang dan di tata di tempatnya masing-masing mereka sudah memberi tahu yang akan membereskan rumahnya, barang akan di tempatkan di mana saja, di bawah pohon besar yang ada di depan rumah akan di taruh bangku untuk mereka bersantai dan akan ada ayunan di dahan pohonnya dan akan ada gazebo di depan rumah.


"Pak baru pindah kemari, orang yang punya rumah ini menjualnya." Tanya ibu-ibu yang bertanya pada satpam yang akan menjaga rumah ini


"Iya Bu baru pindah." Jawab satpam


"Bukannya pemilik rumah ini tidak akan menjual rumahnya, lalu siapa pemilik barunya pak, kita akan menjadi tetangga, rumah saya ada di sebelah rumah ini." Kata ibu-ibu tersebut


"Soal pemilik rumah ini yang dulu tidak akan menjualnya saya tidak tahu Bu, saya juga belum bertemu dengan pemilik rumah baru ini Bu katanya 3 putri mereka baru datang dari London dan akan menetap di indo." Jelas pak satpam


"Owh kirain bapa sudah bertemu dengan pemilik rumahnya." Kata ibu-ibu tersebut


"Belum Bu mereka akan datang nanti sore, katanya putri pertama mereka mengelola restoran sedangkan ke 2 putri yang lainnya masih kuliah." Jelas pak satpam


"Owh sepertinya mereka orang yang sangat kaya pak, kenapa memilih rumah yang sederhana." Tanya lagi ibu-ibu tersebut


"Iya sepertinya begitu,ke 3 putri tidak mau mempunyai rumah yang besar." kata pak satpam


Lalu ibu itu pergi membawa putrinya berjalan-jalan.


TERIMA KASIH


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA

__ADS_1


__ADS_2