Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 45


__ADS_3

Arini, Vaizah dan Salsa pun pulang ke villa setelah makan malam, sesampainya di villa mereka duduk di ruang tamu.


"Besok kita berangkat jam berapa, agak siangan saja." Kata salsa


"Baiklah, paginya kita main di pantai terlebih dahulu." Kata Arini


Sedangkan vaizah hanya diam saja, Arini yang melihat vaizah diam saja seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kenapa Adek diam saja?" Tanya Arini


"Adek sedang memikirkan sesuatu?" Tanya salsa


"Kak Aini, kak salsa kita mempunyai masalah dalam hidup kita masing-masing, kenapa kita tidak menghadapinya langsung Adek lelah lari dari kenyataan."


"Apa yang adek maksud?" Tanya Arini tidak mengerti


"Kakak Aini tidak harus menghindar dari kak Haikal hadapi jangan menghindarinya lagi dan kak salsa hadapi orang tua kak salsa."


"Masalah akan selesai saat kita menghadapinya kalau terus menerus kita menghindar tidak akan selesai dan kita yang akan tersakiti." Lanjut Vaizah


"Dan satu lagi Adek ingin memberi tahu kalian berdua kalau orang tua kak salsa juga ada di Bali dan untuk kak Aini kak Haikal sudah menikah dan mempunyai seorang putri." Jelas vaizah


Deg deg hati Arini berdenyut nyeri, Arini sangat terkejut dan tidak menyangka kalau Haikal sudah menikah dan mempunyai seorang anak pasalnya dia masih mencintai Haikal sampai sekarang, sedangkan salsa hanya diam.


"Adek sudah merasakan sendiri kak, Adek menghindari masalah dan Adek yang tersakiti, Adek tidak mau kak Aini dan kak salsa mengalaminya juga." Kata vaizah lagi


"Baiklah, kita sepakat untuk menghadapi masalah kita masing-masing jangan menghindar." Kata salsa yakin


"Sepakat." Kata Arini dan vaizah bersamaan


Malam pun sudah semakin larut mereka membersihkan diri dan beristirahat, pagi harinya mereka bertiga joging di tepi pantai seperti biasa ada lima bodyguard yang menjaga mereka, setelah selesai mereka duduk di tepi pantai.


Pelayan membawakan sarapan untuk mereka, karena mereka ingin sarapan di tepi pantai dan setelah selesai mereka bermain air, salah satu bodyguard mengangkat panggilan video dari pak Kenan, pak Kenan senang melihat vaizah yang tertawa lepas.


"Tetap berada di samping mereka, kalau terjadi sesuatu pada cucu saya kalian yang akan bertanggungjawab." Kata pak Kenan tegas, bodyguard tersebut hanya menganggukkan kepalanya, lalu pak Kenan memutus panggilan video nya secara sepihak.


Siang harinya mereka masuk ke vila karena matahari sudah terik dan mereka memberikan tubuh mereka yang di penuhi banyak pasir pantai, setelah semua sudah siap mereka akan berangkat ke monkey forest Ubud sekarang Arini yang akan mengemudi di sampingnya vaizah sedangkan salsa duduk di kursi belakang.


Sesampainya di sana mereka berkeliling dan bersua foto, di sana banyak monkey yang duduk di pagar pembatas, namun pada saat separuh jalan mereka melihat orang tua salsa.


"Bukannya itu om satya dan Tante sisil bersama sofiya." Kata vaizah menunjuk orang tua salsa


"Benar itu mereka." Kata Arini, salsa hanya diam saja


"Kamu pasti bisa menghadapi mereka sa." Kata Arini


"Benar kak salsa pasti bisa." Kata vaizah


Vaizah, Arini dan Salsa mendekati pak Satya dan ibu sisil, orang tua salsa sangat terkejut melihat mereka mendekati mereka.


"Hai sofiya." Kata vaizah pada sofiya


"Hai kak la." Kata sofiya berlari memeluk kaki salsa, salsa berjongkok mensejajarkan tinggi Sofiya


"Kak la pia sangat melindukan kak la." Kata sofiya, sedangkan Arini berbicara dengan orang tuanya salsa


"Bagaimana kabar om dan Tante?" Tanya Arini


"Baik, kabar kalain bagaimana?" Tanya pak Satya


"Baik om." Jawab vaizah


"Kalian sedang berlibur di sini?" Tanya ibu sisil


"Benar Tan." Jawab Arini


"Kalian ke Bali hanya bertiga?" Tanya pak Satya memastikan kalau pak Kenan tidak ikut bersama mereka


"Tidak, bersama mereka." Kata vaizah menunjuk para bodyguard yang berada di belakang mereka


"Arini maafkan tante atas kejadian saat di puncak kamu sampai terluka." Kata ibu sisil menyesal


"Tidak apa-apa Tan lupakan saja, sudah lama juga, Arini juga sudah memaafkan Tante kok." Kata Arini


Sedangkan salsa menggendong sofiya dia mendekati orang tuanya, pak Satya dan ibu sisil senang melihat salsa dan sofiya sangat dekat.


"Kak la nanti malam makan bersama mama dan papa ya." Kata sofiya pada salsa dengan mata yang memohon

__ADS_1


"Baiklah, nanti kabari saja kak salsa dimana tempatnya." Kata salsa


"Mana nomol telpon kak la?" Kata sofiya


Salsa memanggil salah satu bodyguard dan memberikan nomornya pada orang tuanya, mereka tidak sembarangan memberikan nomor telefon mereka.


"Sofiyakak salsa harus pergi dulu." Kata salsa menurunkan sofiya dari gendongannya dan berpamitan pada orang tuanya, salsa, Arni dan vaizah menjauh dari orang tua salsa


Saat sudah jauh salsa menghela nafas lega


"Perasaan kak salsa sudah lega dan lebih tenang kan?" Tanya vaizah


"Benar sekarang sudah lega." Kata salsa


Merekapun melanjutkan perjalanan mereka ke tempat wisata berikutnya, malam harinya orang tua salsa memberi tahu di mana mereka akan makan malam dan bodyguard yang mendapat pesan dari orang tua salsa pun memberi tahu salsa, Arini dan vaizha tidak ikut karena mereka ingin salsa menghabiskan waktu bersama orang tuanya, salsa akan pergi bersama bodyguard untuk berjaga-jaga.


Salsapun berangkat dia duduk di kursi penumpang karena bodyguard yang mengemudikan mobilnya sesampainya di tempat tujuan salsa turun dan menghampiri orang tuanya yang sudah menunggu.


"Selamat malam semua." Kata salsa


"Malam juga, apakah tempatnya mudah di temukan?" Tanya pak Kenan


"Mudah." Jawab salsa singkat, sedangkan bodyguard yang ikut bersamanya berdiri agak jauh dari salsa


"Kak la, kak la cantik sekali." Kata sofiya


"Terima kasih, pia juga cantik malam ini dengan gaun merah muda." Kata salsa memuji sofiya yang menurutnya manis memakai gaun itu


"Benalkah?" Tanya sofiya senang, salsa hanya menganggukkan kepalanya lalu sofiya meminta duduk di pangkuan salsa, salsa pun memangku sofiya


"Bagaimana kabar kamu sa?" Tanya ibu sisil


"Baik, bagaimana kabar anda?" Tanya salsa, dia belum bisa memanggil orang tuanya mama dan papa


"Baik juga, kuliah kamu lancar, kapan kamu akan wisuda?" Tanya pak Satya


"Syukur kalau kalian baik-baik saja, kuliah lancar kemungkinan satu tahun lagi akan wisuda, kalau kalian ada waktu kalian bisa datang di hari wisuda aku." Kata salsa


"Tentu, nanti kamu kabari saja." Kata ibu sisil senang karena salsa mau mengundangnya dalam wisudanya, walau ibu sisil agak kecewa kalau salsa tidak memangilnya mama


Mereka semua menikmati makan malam mereka, sedangkan Arini dan Vaizah juga sedang keluar, mereka akan makan malam di luar, mereka melihat di internet ada restoran yang baru buka dan sangat ramai pembelinya, mereka sudah memesan tempat terlebih dahulu, sesampainya di sana restoran sangat penuh banyak orang yang mengantri orang-orang yang belum memesan tempat, sedangkan mereka langsung ke kasir dan menanyakan tempat yang sudah mereka pesan ada dua bodyguard yang ikut bersama mereka.


"Aini." Kata seseorang yang menyapanya


"Eh samaira kamu juga ada di sini?" Tanya Arini


"Iya bersama keluarga aku." Kata samaira, lalu samaira melihat vaizah dengan tersenyum namun vaizah mengalihkan pandangannya


"Ya sudah aku pergi dulu ai." Kata samaira lalu pergi meninggalkan meja Arini dan vaizah Arini hanya menganggukkan kepalanya karena raut wajah vaizah sudah menunjukkan bahwa dia tidak senang bertemu dengan samaira


Samairapun kembali kemejanya


"Kamu dari mana saja, ke toilet lama sekali?" Tanya ibu Mikaila


"Tidak dari mana-mana ma, tadi hanya menyapa Arini saja." Kata samaira Haikal yang mendengar nama Arinipun sangat terkejut, pasalnya selama ini dia mencari Arini namun tidak ada informasi apapun tentang Arini


"Dimana kamu melihatnya?" Tanya Haikal


"Tuh di sana." Kata samaira menunjuk Arini dan vaizah yang duduk membelakangi mereka, sedangkan istrinya Haikal bingung siapa Arini


Haikal bangun dari tempat duduknya ingin menghampiri Arini namun pak Mansyur mencegahnya.


"Jangan dekati mereka." Kata pak mansyur


"Aku ingin berbicara dengan Aini yah." Kata Haikal


"Lihat, ada bodyguard yang menjaga Aini dan vaizah, mereka tidak akan mengizinkan kamu mendekati mereka." Kata pak mansyur


"Kenapa ada bodyguard bersama mereka?" Tanya Haikal


"Kamu sudah tahu kalau vaizha adalah cucu keluarga Shea pasti ada bodyguard yang akan menjaganya." Kata pak Mansyur, iya Haikal sudah tahu sejak dulu kalau vaizah adalah Namira pewaris tunggal keluarga Shea hanya itu yang Haikal tahu, dia juga tidak tahu kalau Arini, Salsa dan Oliv tinggal bersama vaizah pak Mansyur di minta untuk tidak memberi tahu Haikal kalau Arini tinggal bersama vaizah


Haikalpun duduk kembali ke tempat duduknya, sedangkan makanan yang vaizah dan Arini sudah datang dan merekapun menikmati makan malam mereka, memang makanan di restoran tersebut sangat enak pantas Saja pembelinya sampai mengantri panjang, setelah selesai mereka pun bangkit dari tempat duduknya mereka melewati meja keluarga pak Mansyur saat mereka datang keluarga pak Mansyur belum datang mangkanya mereka tidak melihat pak Mansyur bersama keluarganya.


"Kalian sudah selesai makan malamnya?" Tanya pak Mansur yang melihat mereka


"Sudah yah." Jawab vaizah, Haikal terus memperhatikan Arini menurutnya Arini semakin cantik, sedangkan istrinya Haikal pun kagum dengan kecantikan Arini

__ADS_1


"Kami duluan yah." Kata vaizah namun Haikal yang duduk di samping pak Mansyur langsung memegang tangan arini, Arini yang kagetpun menepis tangan Haikal, Haikal berdiri dan ingin membawa Arini menjauh dari mereka namun bodyguard yang melihat Arini menolaknyapun menjauhkan Haikal dari Arini


"Jangan mendekat padanya." Kata bodyguard itu pada Haikal dengan sangat tegas, banyak orang yang memperhatikan mereka, Haikal terus memberontak ingin berbicara dan mendekati Arini namun bodyguard yang memegang Haikal sangat kuat sampai Haikal tidak berkutik


"Lebih baik nona Arini dan nona muda pergi dari sini." Kata bodyguard yang satu lagi nya


"Kita duluan." Kata vaizah kalau pergi meninggalkan restoran tersebut, setelah mobil yang di tumpangi Arini dan vaizah sudah jauh bodyguard tersebut baru melepaskan Haikal lalu bodyguard itupun pergi begitu saja


"Apakah kak Aini baik-baik saja?" Tanya vaizah


"Kakak baik-baik saja hanya terkejut tiba-tiba dia memegang kak Aini." Kata Arini


Sesampainya di rumah salsa sudah menunggu mereka berdua di ruang tamu sembari menikmati secangkir teh hangat, lalu Arini dan vaizah bergabung dengan salsa.


"Bagaiman semuanya lancar?" Tanya Arini


"Lancar, aku mengundang mereka pada waktu aku akan wisuda nanti." Kata salsa


Setelah selesai mereka masuk kekamar mereka untuk beristiraha karena hari ini cukup melelahkan, tengah malam Arini terbangun dia keluar kamar dan menuju pantai, sebenarnya di tidak bisa tidur karena terus memikirkan Haikal yang sudah menikah secara mendadak, Arini duduk di tepi pantai angin pantai cukup kencang.


Arini sedang menenangkan dirinya, sekitar hampir satu jam salah satu bodyguard menghampiri Arini.


"Tengah malam begini nona Arini kenapa di luar?" Tanya bodyguard tersebut


"Aku tidak bisa tidur." Kata Arini singkat


"Setidaknya nona Arini memakai pakaian yang tebal, anginnya cukup kencang nanti nona akan sakit." Kata bodyguard tersebut


"Sebentar lagi aku akan masuk." Kata Arini, bodyguard hanya menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan Arini


Sekitar lima belas menit arinipun masuk dia sudah sangat kedinginan dia akan berendam air hangat, setelah selesai berendam Arini merebahkan tubuhnya di samping vaizah.


*******


Sedangkan di Sidney Audry dan Lucas sedang duduk di bangku taman belakang rumah sedangkan khalisa pergi dengan teman-teman ke mall.


"Aku ingin memberi tahu kamu sesuatu." Kata Audry


"Ingin memberitahu tentang apa?" Tanya Lucas


"Sebenarnya anak yang dulu aku kandung masih hidup." Kata Audry


"Maksud kamu?" Tanya Lucas


"Vaizah adalah anak kandung aku dan kamu." Kata Audry to the points


"Sudahlah, kenapa harus membahas tentang ini lagi, vaizah bukan anak kandung kita." Kata Lucas tidak percaya


"Kalau kamu tidak percaya kita bisa melakukan tes DNA dengannya, ayah juga sudah menjelaskan pada aku semuanya." Kata Audry lalu Audry menjelaskan pada Lucas semuanya


"Baiklah, kita akan melakukan tes DNA apakah dia putri kita atau bukan." Kata Lucas, dia masih tidak percaya kalau vaizah adalah putrinya dengan Audry


"Tapi tidak dalam waktu dekat." Kata Audry


"Memang kenapa, lebih cepat lebih baik."


"Pasalnya dia juga baru mengetahuinya kalau kita adalah orang tua kandungnya, dia tidak menerima kenyataan itu, sekarang dia mengalami depresi, dia tidak mau berbicara dengan siapapun hanya dengan satu kakaknya dia mau berbicara, kalau sampai dia tahu kalau kita akan melakukan tes DNA dengannya pasti keadaannya akan semakin memburuk dan mungkin dia tidak akan mau menerima kita sebagai orang tua kandungnya." Jelas Audry


"Kenapa dia sampai depresi?" Tanya Lucas


"Karena dia merasa kita tidak menginginkannya, karena ayah menitipkannya pada orang lain dan karena Andrea mencoba membunuhnya, dia tidak menerima semua itu, dia berfikir kalau dia tidak seharusnya di lahirkan ke dunia ini, bukannya ini bukan kesalahannya namun dia yang harus menanggung semuanya." Jelas Audry sembari menyeka air matanya lalu Lucas meluk Audry


"Benar ini semua bukan salahnya, nama dia siapa?" Tanya Lucas


"Namanya Namira putri Shea." Kata Audry


"Bukannya nama itu."


"Iya itu nama bayi yang kamu rawat bersama kak Andrea." Kata Audry


"Tapi kenapa ayah memberi marga shea bukan azkara?" Tanya Lucas heran


"Karena dia pewaris satu-satunya kekayaan keluarga shea, khalisa dan kayra tidak akan mendapatkan kekayaan keluarga Shea sedikitpun." Jelas Audry, Lucas hanya diam saja


Sedangkan di Bali vaizah dan salsa sudah bangun pagi-pagi sekali, Arini masih tidur katanya dia semalam tidak bisa tidur jadi dia tidak ikut mereka berdua joging, setelah joging salsa dan vaizah duduk di tepi pantai melihat matahari terbit, setelah matahari mulai terik mereka masuk ke vila tersebut dan membersihkan tubuh mereka setelah selesai vaizah membangunkan Arini, arinipun bangun dan mandi mereka memakan sarapan mereka Arini meminum obat, karena Arini terserang flu karena semalam dia terlalu lama di pantai, mereka sudah siap berangkat ke wisata selanjutnya, salsa dan vaizah sudah melarang Arini untuk ikut namun dia kekeh mau ikut.


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2