
"Aditya Naufal Agustin"
Aditya Naufal agustin adalah sahabat haikal, di tampan tinggi dan cuek.
"Azril Alindra"
Azril alindra juga sahabatnya Haikal, dia tidak terlalu tinggi, tampan dan humoris, Azril suka tebar pesona ke banyak wanita.
"Athaya Al-Ghifari"
Athaya al-ghifari Dia juga sahabat haikal yang paling sopan dan manis, dia tinggi, putih dan tampan pria idaman semua wanita di kampus, selain Haikal dia juga pria populer NO2 di kampusnya.
vv
*******
Sudah beberapa hari ini salsa sudah masuk sekolah dan menjalankan aktifitas seperti biasanya, sekarang salsa dan Arini sudah terbiasa dengan kedatangan Haikal dan teman-temannya saat makan siang, sebenarnya Haikal menyukai Arini tapi Arini bahkan enggan berbicara dengannya, tapi Haikal tidak menyerah begitu saja untuk mendapatkan hati Arini.
"Hai kalian, kami datang membawakan makan siang untuk kalian." Haikal datang bersama teman-temannya membawa makanan dari kantin
"Telat Lo datangnya, jam istirahat akan selesai, kalau gak ada niat bawa makan sing buat kita mending tidak usah." Salsa menjawab dengan sinis sambil meninggalkan mereka begitu saja
"Hai salsa gue tau kalau kalian sehabis istirahat gak ada kelas kan, jangan coba coba menghindar Lo." Haikal mencegah agar salsa dan Arini tidak pergi
"Siapa juga yang menghindar, gue males kumpul sama kalian yang suka tebar pesona ke semua wanita."
"Sudahlah, salsa sebaiknya kita di sini, dari pada di kelas pusing tahu gak, lebih tenang disini." Arini membujuk salsa agar tidak pergi
"Baiklah baiklah, tapi kalian pergi dari sini, gue gak mau melihat muka kalian yang pas-pasan itu." Salsa menyuruh Haikal dan teman-temannya pergi dari taman tersebut
"Hai gadis jutek punya mulut tu di jaga, apa yang Lo kata pas-pasan ini banyak wanita yang tertarik, lo nya saja yang buta tidak bisa bedain yang tampan dan yang pas-pasan." Azril marah atas perkataan salsa
"Hahaha gue bisa bedain yang baik dan yang gak baik, kalian semua laki-laki yang suka keluar masuk lubang kenikmatan wanita dasar laki-laki bejad." Salsa semakin geram atas perkata Azril
"Sudahlah salsa itu urusan mereka, kenapa kamu yang repot, gak penting juga ikut campur masalah mereka." Arini sebisa mungkin menenangkan salsa
"Iya si apa peduli gue ya hehehehe."
"Dasar Lo salsa salsa." Arini menggelengkan kepalanya atas sikap sahabatnya itu
Salsa dan Arini duduk di kursi taman yang ada di bawah pohon besar, menikmati udara yang sangat segar karna letak sekolah mereka di bawah pegunungan yang sangat sejuk, sedangkan Haikal dan teman-temannya duduk agak jauh dari mereka kalau tidak salsa da Azril akan ribut terus.
Salsa biasa memanggil Arini dengan panggilan Aini katanya panggilan sayang dari salsa.
"Ai aku ke toilet sebentar ya, nanti aku bawakan makanan ringan dari kantin." Pamit salsa pada Arini
"Ok jangan lama-lama, jangan lupa air minumnya juga salsa." Teriak Arini pada salsa yang lumayan menjauh
__ADS_1
"Siap." Teriak balik salsa sambil mengacungkan ibu jarinya pada Arini
Haikal mengetahui bahwa salsa meninggalkan Arini, Haikal pun mengambil kesempatan untuk mendekati Arini.
"Hai, salsa pergi kemana." Haikal basa basi menanyakan salsa pada Arini
"Owh dia mau ke toilet sambil beli cemilan di kantin." Jawab Arini yang masih fokus membaca bukunya
"Kenapa Lo tidak mempermasahkan kebiasaan kami yang sering ke bar dan juga yang di katakan salsa memang benar." Haikal heran kenapa Arini tidak masalah atas pergaulan di dan teman-temannya
"Kenapa juga harus mempermasalahkan itu, orang tua kalian saja tidak masalah, sedangkan gue bukan siapa-siapa Lo keberatan atas pergaulan Lo." Jawab Arini singkat dan padat
Haikal pun terdiam atas jawab Arini tersebut, mereka terdiam beberapa saat salsa datang dengan membawa makanan ringan sangat banyak di dalam kantung plastik.
"Ai maaf lama, soalnya di kantin antri."
"Tidak apa, kenapa banyak sekali memangnya kita sanggup menghabiskannya." Tanya Arini
"Hehehe iya juga ya, tapi nggak papa kita kan gak ada kelas sampai pulang sekolah biar betah kita lama-lama di sini." Jawab salsa cengengesan
"Kalau aku tau jam kosong sampai pulang sekolah mending aku ke perpustakaan." Arini menjawab dengan kesal
"Sudah la ai hanya hari ini saja kita tidak masuk kelas kita habiskan waktu bersama sampai jam pulang sekolah."
"Baiklah demi kamu salsa yang cerewet dan yang banyak maunya." Arini mencubit pipi salsa gemas atas tingkah sahabatnya itu
"Hai kenapa Lo duduk di sini, sana kembali ke tempat asal mu." Salsa baru sadar Haikal duduk di sebelah Arini dan mengusirnya
"Terserah gue lah, Lo memang mahluk astar tau." jawab salsa jutek
"Sa kenapa si Lo gak suka sama gue dan temen-temen gue, bahkan Arini saja tidak masalah, gue akui gue dan teman-teman gue memang tidak baik." kata haikal
"Tuh sadar diri Lo kalo gak baik, gue gak suka ja sama kalian nanti kami terjerumus dengan pergaulan kalian yang gak baik, gue dan Arini cewe baik-baik ya." Salsa menjawab apa yang ada dipikirannya
"Sa biarkan saja mereka, itu tergantuk kita sa, pendirian kita maka kita tidak akan terjerumus kedalamnya." Jelas Arini pada salsa
"Tuh Arini saja tidak keberatan, sekarang kita bisa berteman?" Tanya Haikal sambil mengulurkan tangannya pada salsa
"Tidak, ai kenapa kamu menyetujuinya." Salsa menepis tangan Haikal, sedangkan Arini sudah menyetujuinya
"Sudahlah sa lagi pula apa lagi masalahnya, biar kita lebih banyak teman lagi." Bujuk arini
"Baiklah baiklah, aku setuju hanya karna kamu loh ai." Salsa setuju dengan terpaksa atas keputusan Arini
"Yes yes, hai kalian sini mereka sudah setuju untuk berteman dengan kita." Haikal senang dan memangil teman-temannya
"Benarkah, sebenarnya gue gak mau berteman dengan si jutek itu, tapi apa boleh buat dia satu paket dengan Arini ya sudah lah mau gimana lagi." Azril mengejek salsa yang masih kesal atas keputusan arini
"Serah apa kata Lo deh nyet dasar monyet." Kesala salsa pada Azril
"Sudah lah kalian kalau bertemu seperti kucing dan tikus saja, nanti jodoh Lo." Ejek Arini pada salsa
"Amit amit ya Allah sama dia aish." Jawab salsa dan Azril bersamaan
__ADS_1
"Ya kan, ya kan ini mah jodoh hahaha." Arini mengejek salsa dengan tertawa lepas
Haikal yang melihat Arini yang tertaw lepas Terkesima, Arini bahkan jarang tersenyum, sekarang dia melihat Arini tertawa lepas di hadapannya ikut merasa bahagia.
"Ai Lo kok malah mengejek aku si, aku kesel sama lo ai." Salsa marah pada Arini yang mengejeknya
"Cup cup cup sasaku tersayang jangan marah dong." Arini semakin mengejek sikap salsa yang menurutnya kekanak Kanakan sambil tertawa
"Aini...." Salsa semakin kesala atas ejekan Arini padanya
"Iya iya maaf sa hanya becanda." Arini memperlihat kan dua jari pada salsa melambangkan damai
"Sudah ya sa jangan kesal lagi, sebaiknya kita duduk di bawah pohon, kita ngobrol dan makan makanan yang kita beli." Bujuk arini pada salsa, sang mengajak Haikal dan teman-temannya
Arini masih tersenyum senyum sendiri atas sifat temannya itu, Haikal dan yang lainnya terus memperhatikan Arini, menurut Haikal senyuman Arini sangat manis saat tersenyum karna di pipinya ada lesung pipitnya dia suka melihatnya.
Mereka menghabiskan waktu mereka dengan bercanda gurau, mereka juga bermain putar botol yang membuat mereka lupa waktu, jam pulang sekolah pun berbunyi, mereka pun berpisah di parkiran.
"Nanti jam istirahat kita kumpul di markas." Ajak Azril pada teman barunya Arini dan salsa
"Di mana, memang kita punya markas." Tanya salsa polos
"Salsa salsa Lo bego atau polos si, ya di taman memang di mana lagi kalau kita kumpul." Jawab Azril sambil mendorong kepala salsa
"Lo nya saja yang tidak jelas markas apanya, kalau markas itu tempat rahasia lah ini taman Lo sebut markas semua orang tau nyet." Salsa mengejek Azril balik
"Iya juga ya." Jawab Azril sembari menggaruk kepalanya
"Baiklah kita kumpul setiap jam istirahat." Jawab semuanya
"Nanti istirahat besok mau di bawakan makan siang apa." Haikal menawarkan pada teman-teman nya
"Gue dan Aini tidak usah, Aini selalu memasak untuk makan siang buat gue." Jawab salsa sambil merangkul bahu Arini
"Iya kita tidak usah, kalian saja." Jawab Arini
"Owh kenapa kita gak di bawakan sekalian, kita juga mau loh ai." Athaya menjawab dia ingin merasakan masakan Aini
"Iya loh ai." Jawab mereka kompak
"Lah kenapa ikut ikutan panggilnya Aini si." Kesal salsa
"Y terserah dong sa aini saja tidak masalah," jawab Azril
"Iya iya terserah kalian ja deh."jawab salsa pasrah
"Baiklah kapan kapan kalau ingat dan sempat."
Jawab Arini yang meninggalkan mereka begitu saja sambil melambaikan tangan pada mereka yang masih berdiri di parkiran.
TERIMA KASIH
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA
__ADS_1