Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 34


__ADS_3

Vaizah juga ikut duduk didekat Arini, sedangkan Arini masih memikirkan kenapa salsa dan vaizah baik-baik saja setelah kecelakaan pesawat.


"Katakan kalian berdua kemana selama ini, bukannya kalin berdua naik penerbangan ke London?" Tanya Arini


"Aku dan kak salsa tidak jadi naik penerbangan ke London karena kondisi kak salsa pada saat itu memburuk dan penerbangan indo ke London sangat jauh, jadi kamu keluar pesawat untuk pindah ke penerbangan ke Singapura karena indo ke Singapura tidak terlalu jauh." Jelas vaizah


"Lalu kenapa kalian tidak pernah menghubungi aku?" Tanya Arini lagi


"Semua barang-barang kita tertinggal di pesawat yang akan membawa kita ke london, dan pesawat yang akan kelondon terjatuh ke laut jadi kita tidak pernah menghubungi kak Aini, kita Juga tidak ingat nomor kak Aini." Jelas vaizah


"Lalu apakah kamu sudah baik-baik saja sa?" Tanya Arini pada salsa yang sedang bermain ponsel


"Kamu sudah melihat sendiri, aku baik-baik saja." Jawab salsa cuek


"Apa kamu masih marah sama aku sa?" Tanya Arini lagi pada salsa


"Tidak." Jawab salsa singkat


"Sekarang kalin berdua tinggal dimana, lalu kenapa kalian bisa menjadi cucu keluarga shea?" Tanya Arini


"Tinggal di rumah kita sendiri, memang aku cucu keluarga shea." Jawab vaizah


"Di rumah yang dulu?" Tanya Arini


"Tidak, kakeh sudah menyiapkan rumah sebelum kita datang ke indo." Kata vaizah


"Sudahlah nanti kita jelasin lain kali, aku ada keperluan di luar, apa Adek mau ikut." Kata salsa


"Ada perlu apa di luar kak, apakah kita akan bermain?" Tanya vaizah, maksudnya bermain adalah tugas menjadi detektif


"Ya kita ada permainan baru, sepertinya akan seru." Kata salsa bangkit dari tempat duduknya


"Kalian berdua mau bermain apa?" Tanya Arini


"Ada video game terbaru, kita harus membelinya dan akan bermain." Jawab vaizah berbohong


"Aku belum selesai berbicara dan kalian berdua berhutang penjelasan." Kata Arini


"Tenang kak kita Masi banyak waktu, lain kali kita akan membicarakannya." Kata vaizah, sedangkan salsa sudah keluar lebih dulu


Arini yang mau mencegah mereka pergipun tidak jadi, karena mereka tidak akan mendengarkan perkataanya lagi seperti dulu, Arini keluar dari ruangan salsa dan vaizah lalu melanjutkan pekerjaannya.


Saatnya Arini pulang kerja, dia lupa meminta nomor ponsel vaizah dan salsa, lalu dia menghubungi Oliv.


"Liv bisa datang ke kontrakan aku, ada sesuatu yang ingin aku katakan." Kata Arini lewat sambungan telfon


"Baiklah." Jawab Oliv singkat lalu memutuskan sambungan telfonnya


"Kamu mau kemana Liv?" Tanya mamanya Oliv


"Biasa ma, mau ke kontrakan Arini katanya ada yang perlu dibicarakan dengan aku." Jawab Oliv


"Inget pulangnya jangan terlalu malam, lebih baik kamu pergi bersama sopir mama."


"Siap ma, tidak usah ma aku lebih nyaman mengemudi sendiri, lagi pula mama kenapa si sesekali aku boleh pulang malam." Kata Oliv


"Kamu anak perempuan liv bagaimana mama mengizinkan kamu pulang malam."


"Iya iya ma, aku tidak akan pulang malam tapi pulangnya pagi hahaha." Kata Oliv sembari meninggalkan mamanya di ruang tamu


"OLIV." Teriak mamanga


Namun Oliv tidak memperdulikan mamanya, dia pergi kekontrakan Arini, sesampainya di kontrakan Arini Oliv langsung masuk, karena Oliv mempunyai kunci kontrakan Arini dan arinipun belum sampai, oliv menunggu Arini sekitar 30 menit akhirnya Arini datang lalu membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum merebahkan tubuhnya yang lelah, setelah selesai Arini menghampiri oliv dan duduk di sampingnya Oliv sedang makan, dia mwmesan makanan online untuknya dan Arini, arinipun bergabung dengan oliv.


"Bagaimana hari pertama bekerja di tempat baru?" Tanya Oliv


"Aku pertama bekerja senang banget Liv." Kata Arini senang sekali


"Senang memangnya kenapa?"


"Tahu tidak liv, samaira dan Namira sebenarnya salsa dan vaizah, virasat aku pada mereka berdua benar Liv." Jelas Arini dengan raut muka yang bahagia


"Benarkah, kok bisa ai?" Tanya Oliv penasaran, lalu Arini menjelaskannya pada oliv apa yang terjadi tadi siang, mendengarkan cerita Arini Oliv senang karena melihat Arini yang ceria lagi, melupakan sejenak kejadian kemarin malam.


Malam sudah semakin larut Oliv bermitan pada Arini, arinipun merebahkan tubuhnya tidak berapa lama Arini sudah terlelap.


Sedangkan salsa dan vaizah baru pulang dari tugas sebagai agen detektiv, penampilan mereka sangat berbeda berpakaian hitam-hitam, rambutnya di kuncir kuda menambah kecantikan mereka berdua, mereka langsung kekamarnya masing-masing lalu beristirahat.


Pagi harinya Arini sedang membersikan kontrakannya karena Hari ini dia akan masuk kerja siang dan Arini berniat akan membawakan makan siang untuk vaizah dan salsa, siang harinya Arini berangkat bekerja menggunakan kendaraan umum, sesampainya di sana vaizah dan salsa belum datang, lalu Arini mulai pekerjaannya.


Sudah hampir sore vaizah dan salsa tidak kunjung datang, arinipun belum makan siang, dia menunggu salsa dan vaizah Arini ingin makan bersama mereka berdua, saat waktunya makan malam mereka baru datang kerestoran dan langsung masuk keruangan mereka.

__ADS_1


Arinipun mengikuti mereka berdua dan membawakan makanan yang dia bawa tadi siang, dia sudah memanaskannya.


"Kenapa kalin berdua baru datang, kemana saja?" Tanya Arini sembari menaruh makanan yang dia bawa ke meja depan sofa


"Hehehe kami ketiduran." Jawab vaizah berbohong karena mereka sejak pagi-pagi buta sudah berangkat bertugas


"Semalam kalian bermain sampai jam berapa, sampai bangunnya sore hari?" Tanya Arini, vaizah hanya tersenyum pada Arini


"Kakak bawakan makan siang buat kalian, tapi kalian tidak kunjung datang, jadi kakak memanaskan makanannya, ayo makan." Kata Arini


Vaizah dan salsa mendekati Arini yang duduk di sofa sedangkan mereka berdua tadi duduk di kursi kerja mereka, merekapun menikmati makan malam bersama, Arini sangat senang karena bisa makan malam bersama mereka lagi.


"Owh iya aku minta nomor telvon kalian berdua." Kata Arini


"Kita belum punya nomor telvon di Indonesia." Kata vaizah


"Ini kakak kasih nomor kakak kalau kalian sudah punya langsung hubungin kakak." Kata Arini memberikan nomor telfon pada vaizah


"Baiklah." Kata vaizah singkat


"Kenapa kamu diam saja, apakah masih marah padaku?" Tanya Arini pada salsa karena salsa masih tidak mau berbicara dengannya


"Tidak." Jawab salsa singkat


"Lalu kenapa kamu tidak mau berbicara denganku?" Tanya Arini lagi


"Tidak begitu, lagi pula tidak ada yang perlu dibicarakan." Kata salsa


"Bukannya tidak ada yang perlu di bicarakan, namun kamu tidak ingin membicarakannya." Kata Arini


"Sudahlah ai jangan mulai lagi, aku kesini untuk mengerjakan pekerjaanku, sebaiknya kamu juga mengerjakan pekerjaan kamu." Kata salsa bangkit dari tempat duduknya, lalu duduk di kursi kerjanya dan fokus mengerjakan pekerjaannya


"Baiklah, dek kakak keluar dulu." Kata Arini pada vaizah, vaizah hanya mengangguk kepalanya, lalu vaizah mendekati salsa


"Kenapa kak salsa bersikap seperti itu pada kak Aini?" Tanya vaizah


"Kamu sudah tahu kenapa bertanya." Kata salsa


"Ini tidak baik kak, kak salsa sudah bersahabat dengan kak Aini sejak kecil hanya karena masalah sepele kenapa kalian bertengkar sampai segitunya, aku tahu kak salsa masih peduli pada kak Aini namun kak salsa tidak memperlihatkannya." Kata vaizah


"Menurut kamu hanya masala sepela tapi bagi kakak tidak dek, ya kakak masih peduli pada Aini karena kakak tidak ingin Aini terluka, lalu apa masalahnya kalau kakak memperdulikan Aini secara diam-diam." Kata salsa


"Baiklah terserah kalian berdua saja, owh ya kak besok kita akan bertugas keluar kota." Kata vaizah


"Kalau masalahnya cepat mungkin hanya dua hari, kalau terlalu rumit mungkin lima hari, di kota malang." Jelas vaizah


"Baiklah, kita akan kesana menaiki kereta api saja." Kata salsa


"Kenapa kita tidak naik pesawat, kan lebih cepat."


"Terserak kamu tapi kakak akan naik kereta, kalau kamu mau naik pesawat ya silahkan."


"Baiklah baiklah." Kata vaizah karena dia tidak ingin berdebat dengan salsa, salsa terlalu keras kepala.


********


Keesokan paginya Arini sudah menunggu salsa dan vaizah namun tidak kunjung datang sampai malam hari, Arini sangat khawatir pada mereka Arini juga tidak atau di mana rumah mereka yang baru.


Sedangkan Haikal masih belum menemukan Arini, atau memang dia tidak terlalu peduli Arini dimana dan apakah baik-baik saja, sedangkan vaizah dan salsa sedang melakukan tugasnya, tugas kali ini lumayan rumit.


Sudah beberapa hari Arini tidak bertemu dengan salsa dan vaizah kariawan disana tidak ada yang tahu kenapa bosnya tidak datang kerestoran dalam beberapa hari ini dan tidak ada yang tahu rumahnya di mana, Arini sangat bingung harus mencarinya kemana dan harus bertanya sama siapa.


Hari ini Arini akan berangkat ke restoran siang, sedangkan di restoran vaizah dan salsa pagi-pagi sudah datang karena banyak pekerjaan yang tertunda karena mereka tidak datang ke restoran.


"Kak sepertinya kita harus kembali ke London katanya banyak tugas yang tertunda karena kita tidak ada disana." Kata vaizah


"Nanti kakak akan memikirkannya, tapi sepertinya dalam waktu dekat kita tidak bisa kesana."


"Baiklah, kalau Adek duluan kesana bagaimana?" Tanya vaizah


"Jangan, kita akan kesana bersama, kita harus menyelesaikan urusan kita terlebih dahulu disini kalau belum selesai tidak akan pernah selesai sampai kapanpun dan kemungkinan besar kita akan lama di London." Kata salsa, vaizah hanya mengangguk kepala nya


Siang harinya Arini sudah datang dia mengerjakan pekerjaannya seperti biasanya, Arini tidak tahu sama sekali kalau salsa dan vaizah ada di ruangannya.


"Ai dari tadi pagi bos kita belum keluar dari ruangannya, mereka juga belum makan siang." Kata mba Amel


"Benarkah apa keduanya ada di ruangannya?"


"Iya, kamu tanyakan mau dibawakan makan siang apa." Kata mba Nova, arinipun langsung menuju keruangan salsa dan vaizah, Arini masuk ruangan tersebut tanpa mengetuk pintu


"Kalian berdua dalam beberapa hari ini kemana?" Tanya Arini khawatir dan sedikit kesal pada salsa dan vaizah

__ADS_1


Sedangkan mereka berdua sangat terkejut, karena mereka sedang fokus mengerjakan tugasnya masing-masing.


"Ya ampun kak Aini ngagetin aja." Kata vaizah


"Kakak tanya kalian darimana saja?" Tanya Arini lagi


"Kita keluar kota mengerjakan pekerjaan yang harus kita kerjakan kak, dan sangat mendadak sampai kita tidak sempat memberi tahukan kakak." Jelas vaizah berbohong, karena salsa melarang vaizah untuk memberikan arini


"Benarkah, apakah kalian menyembunyikan sesuatu dari kakak dan apakah kamu dilarang memberitahu kakak oleh salsa." Kata Arini, salsa yang mendengarnya pun langsung mendongakkan kepalanya dia sedang fokus memeriksa laptopnya


"Kenapa jadi nama aku yang dibawa-bawa." Kata salsa


"Bukannya kamu yang sering melarang Adek untuk tidak memberi tahu aku apapun itu." Kata Arini


"Tanyakan saja sendiri padanya apaka aku melarangnya untuk memberitahukan pada kamu." Kata salsa sembari melihat vaizah, akhirnya vaizah yang terjebak oleh permasalah mereka berdua


"Apakah benar kamu tidak berbohong?" Tanya Arini pada vaizah


"Benar kak Adek tidak berbohong." Kata vaizah


"Benarkah, matakamu memberitahu kakak sebaliknya." Kata Arini


"Sudahlah kalau kamu hanya ingin berdebat dengan kita lebih baik kamu mengerjakan pekerjaan kamu, kita sedang sibuk saat ini." Kata salsa


"Baiklah, aku kesini hanya ingin menanyakan kalian mau makan siang apa?" Tanya Arini


"Terserah, Aku ingin yang memasak makanan untuk kita kakak." Kata vaizah


"Baiklah." Kata Arini langsung keluar dari ruangan salsa dan vaizah lalu memasak makanan untuk mereka


Setelah menyelesaikan masakannya Arini langsung membawakan makanan tersebut keruangan mereka, lalu mereka bertiga menyantap makan siangnya dengan diam, saat vaizah ingin meminum minumannya salsa menepis gelas yang di pegang oleh vaizah dan pecahan gelas berhamburan kemana-mana.


"Apaan si kak." Kata vaizah kesal


"Kakak sudah bilang kalau minum perhatikan isinya dek." Kata salsa marah pada vaizah


"Memang ada apa, aku tidak menyampurkan racun pada minuman Adek kenapa kamu semarah itu." Kata Arini kesal pada salsa


"Iya kamu tidak mencampurkan racun pada minuman adek, tapi asal kamu tahu kalau Adek alergi biji selasih kalau sampai memakannya bisa sangat fatal akibatnya." Jelas salsa kesal


Sedangkan Arini yang mendebarkan penjelasan salsa pun sangat terkejut, karena dia tidak tahu menahu soal alergi vaizah.


"Aku benar-benar tidak tahu maafkan aku dek." Kata Arini pada vaizah


"Tidak apa kak, ini juga bukan salah kakak, kakak tidak tahu menahu soal alergi Adek." Kata vaizah pada Arini


"Dan maafkan Adek kak salsa, Adek akan lebih memperhatikan isi minuman yang akan Adek minum." Kata vaizah pada salsa


"Aku juga minta maaf sa karena berbicara seperti itu pada kamu." Kata Arini


"Sudahlah lupakan, apakah Adek selalu membawa obatnya?" Tanya salsa pada vaizah, maksudnya obat alergi vaizah


"Adek selalu bawa kok kak, tenang saja." Kata vaizah


"Aku akan membersihkan pecahan gelasnya." Kata Arini


"Tidak usah, lebih baik kamu mengerjakan pekerjaan kamu." Kata salsa, arinipun keluar ruangan tersebut dan mengerjakan pekerjaannya


Sedangkan salsa dan vaizah di dalam juga masih mengerjakan tugasnya masing-masing, sore harinya salsa ingin keluar restoran dia akan membeli sesuatu di supermarket.


"Kamu mau kemana sa?" Tanya Arini yang melihat salsa ingin keluar dari restoran


"Ke supermarket." Jawab salsa singkat, lalu pergi meninggalkan Arini


"Apakah kamu sedekat itu sampai memanggil namanya saja?" Tanya mba Amel


"Iya." Jawab Arini singkat


Sesampainya di supermarket salsa mencari cemilan yang diminta vaizah dan salsa juga membeli keburukan bulanan untuk dirumah, saat sedang mengambil minuman ada yang menarik bajunya, salsa langsung melihat siapa yang menarik baju bagian bawahnya.


"Kak la." Panghil sofiya pada salsa, ya yang menarik bajunya adalah Sofia, lalu salsa melihat kesana kemari pasti sofiya datang bersama mamanya dia sekarang tidak ingin bertemu dengan mamanya


"Kenapa sofiya disini sendirian, dimana mama sofiya?" Tanya salsa


"Pia lihat kak la, Adi pia ikutin." Jawab sofiya


"Sebaiknya sofiya kembali kemamanya sofiya, sekarang kakak harus pergi." Kata salsa lalu pergi meninggalkan sofiya


"Kak la, kak la." Teriak Sofiya memanggil salsa, ibu sisil yang mendengarkan teriakan putrinya langsung menghampiri sofiya


"Kenapa sofiya teriak-teriak?" Tanya ibu sisil

__ADS_1


TERIMA KASIH


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


__ADS_2