Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 20


__ADS_3

Mereka pun masuk, saat pertama kali salsa menginjakkan kakinya untuk pertama kali di rumah orang tuanya salsa merasa sangat gelisah, salsa melihat sekeliling rumah banyak foto-foto sofiya sejak masih bayi sampai sekarang, sebenarnya salsa senang karna sofiya mendapatkan kasih sayang seutuhnya dari kedua orang tuanya tidak seperti dia yang bahkan tidak mempunyai foto pertumbuhannya bersama orang tuanya.


Arini yang melihat salsa melihat sekeliling rumah itu pun merasa bahwa seharusnya Arini tidak membawa salsa ke rumah pak Satya, pak Satya yang melihat mereka datang pun mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu, sedangkan ibu sisil masih ada di dapur.


"Kalian sudah datang, silahkan duduk dulu." Kata pak Satya


"Iya om terimakasih, di mana Tante sisil?" Tanya Arini


"Dia sedang memanaskan makanan di dapur


"Owh sekarang Tante sisil bisa memasak om, setahu Arini Tante tidak bisa memasak." Kata Arini


"Iya, setelah kepergian salsa istri saya sangat kehilangan dan bersalah karena tidak bisa menghabiskan waktu dan memasak masakan untuknya, dia sekarang bisa memasak dan menghabiskan waktu lebih banyak bersama sofiya." Kata pak Satya menjelaskan sembari melihat salsa yang sedang memainkan ponselnya


"Syukur om setidaknya sofiya mendapatkan kasih sayang sepernuhnya dari kalian berdua tidak seperti salsa, pasti salsa sekarang sangat bahagia karna om dan Tante melakukan permintaan terakhir dari salsa." Kata Arini


Mereka pun asik berbicara, di sana juga ada sofiya yang sedang bermain dengan vaizah, sedangkan salsa hanya memainkan ponselnya, ibu sisil pun datang dan menghampiri mereka.


"Kalian sudah datang, kirain kalian tidak datang." Kata ibu sisil


"Kita pasti Dateng Tan, soalnya masakan Tante sangat lezat." Kata arini, karna mereka pernah di kasih makanan oleh ibu sisil


"Benar itu Tan." Sambung vaizah


Sedangkan ibu sisil memperhatikan salsa, namun salsa tidak mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


"Ayo sekarang kita ke meja makan, nanti makanannya keburu dingin." Ajak ibu sisil pada mereka


Ibu sisil menghampiri sofiya dan menggendong nya, mereka pun duduk dan memulai menyantap makanan yang sudah terhidang di meja makan.


"Heeemm masakan Tante memang terbaik." Kata vaizah


"Diamlah dek kalau sedang makan jangan berbicara." Kata salsa memberi tahu vaizah


"Iya kak, iya." Kata vaizah lalu melanjutkan makannya


Mereka semua sedah selesai menyantap makan malam yang menurut mereka sangat lezat, Arini sangat khawatir karena di depan mereka semua ada susu, Arini takut ibu sisil menyuruh mereka semua meminumnya.


"Sekarang minum susunya setelah itu kita berbincang di ruang tamu." Kata ibu sisil


Arinipun mengirimkan pesan pada salsa agar tidak meminumnya namun salsa kekeh meminumnya, Arini yang melihat salsa meminumnya semakin khawatir, sedangkan ibu sisil yang melihat salsa meminumnya sedikit percaya bahwa Nabilla bukanlah salsa putrinya.


Merekapun semua berkumpul di ruang tamu, membicarakan yang mereka alami selama dua tahun belakangan ini, sedangkan vaizah sedang bermain dengan sofiya, salsa yang mulai merasakan sakit di perutnya terus berpura-pura baik-baik saja, Arini yang melihat salsa menahan rasa sakit pun akhirnya berpamitan pada pak Satya dan ibu sisil.


"Om kami pamit pulang ini sudah larut, besok kita semua harus berangkat pagi-pagi sekali." Pamit Arini


"Baikalah dan terimah kasih karena kalian meluangkan waktu untuk makan malam bersama kita." Kata ibu sisil


Akhirnya mereka pun pulang ke rumah, salsa sudah sangat kesakitan sampai-sampai harus dipapah oleh Arini dan Vaizah.


"Aku kan sudah bilang sa jangan di minum." Kata Arini kesal karena salsa tidak mau mendengar perkataannya


"Iya ai maaf, tapi aku harus membuktikan kepada mereka bahwa aku Nabilla ai." Kata salsa masih menahan rasa sakit, sedangkan vaizah sedang mengambil obat salsa di kamarnya.


"Kalau terjadi sesuatu sama kamu lagi, aku akan memberi tahu mereka kalau kamu salsa bukan nabilla." Kata Arini kesal, karna salsa tidak memperhatikan kesehatannya


"Aku akan baik-baik saja ai, aku janji tidak akan melakukannya lagi." Kata salsa


Vaizahpun turun membawa obat untuk salsa dan mengambilkan air minum, setelah meminum obatnya salsa di bawa ke atas ke kamarnya untuk beristirahat, Arini dan vaizah pun tidur di kamar salsa karena takut terjadi sesuatu padanya.


Saat tengah malam salsa bangun dari tidurnya melihat vaizah dan Arini yang tidur di sampingnya meneteskan air mata.


"Terikasih ai kamu sudah peduli padaku, mengorban kan pendidikanmu demi kesembuhan ku dan semoga kamu akan mendapatkan seseorang yang akan membahagiakanmu, dan untuk adikku tersayang terimah kasih Adek selalu menjaga kakak di sana dengan baik." Salsa sangat bahagia karna mempunyai sahabat dan adik yang sayang dan peduli padanya.


Salsa pun merebahkan tubuhnya lagi dan melanjutkan tidurnya, sedangkan Arini sebenarnya tidak tidur karena khawatir terjadi sesuatu pada salsa secara tiba-tiba, Arini yang mendengarkan perkataan salsa meneteskan air mata.


"Aku juga beruntung sa punya sahabat seperti kamu, aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku." Kata Arini dalam hatinya


Keesokan paginay mereka semua sarapan bersama, lalu Arini berangkat ke restoran dengan mengendari sepeda motor nya namun dia harus mengantarkan vaizah dulu ke kampus karena hari ini salsa tidak di perbolehkan berangkat ke kampus oleh Arini, karena kondisi salsa masih kurang sehat.


Salsa yang di tinggal sendirian dirumahpun sangat bosan, salsa keluar rumah lalu duduk di ayunan yang ada di halaman depan sembari menikmati segelas jus di tangannya.

__ADS_1


Ibu sisil yang melihat salsa sendirian di rumah pun mengambil kesempatan untuk berbincang dengan salsa, ibu sisil masuk kehalaman rumah salsa bersama sofiya.


"Kamu sedang di rumah sendirian nabilla?" Tanya ibu sisil


Salsa yang mendengar pun kaget karena dia sedang melamun.


"Eh iya Tan." Kata salsa


"Di mana Arini dan vaizah?"


"Arini sedang ke restoran sedangkan vaizah berangkat ke kampus." Kata vaizah


"Owh kenapa kamu ada dirumah."


"Saya sedang tidak ada kelas hari ini Tan." Kata salsa berbohong


,


"Kenapa wajah kamu pucat, apakah kamu sedang sakit." Tanya ibu sisil karena melihat wajah salsa yang pucat


"Tidak Tan hanya sedang tidak enak badan saja." Kata salsa


"Kak pia mau aik ayunan." Kata sofiya pada salsa


"Sini, duduk di pangkuan kakak." Kata salsa sembari memangku sofiya, lalu mengayunkan ayunannya secara perlahan


Ibu sisil yang melihat mereka tersenyum, meras bahagia karena wajah mereka berdua sangatlah mirip.


"Kak Ebih epat kak." Kata sofiya


"Tidak, nanti jatoh." Kata salsa


Salsa sangat senang bisa bermain bersama adiknya, walau hanya sebentar.


"Ayo sofiya kita pulang." Kata ibu sisil pada sofiya yang ada di pangkuan salsa


"Gak au ma, pia au ama kak la." Kata Sofia


"Pa kak la akit, mana yang akit." Tanya sofiya pada salsa


"Iya kak Nabilla sedang sakit, sekarang sofiya pulang ya nanti kalau kak Nabilla sudah sembuh kita bermain lagi." Kata salsa membujuk sofiya karena tidak mau terlalu lama bersama ibu sisil


"Aik lah, kak la anji." Kata sofiya sembari mengurutkan jari kelingkingnya


"Iya kak Nabilla janji." Kata salsa manyatukan jari kelingkingnya dengan sofiya


Ibu sisil yang menyaksikannya terharu sampai-sampai meneteskan air matanya, setelah penuh drama akhirnya sofiya pulang bersama ibu sisil, setelah kepergian mereka salsa masuk ke rumah untuk beristirahat.


Sedangkan Arini di restoran sedang menerima telfon dari Haikal.


"Ai bagaimana kabar kamu?" Tanya Haikal


"Baik ka, kalau kakak?" Tanay arini


"Baik juga ai, kata ayah rumah kalian bersebelahan dengan rumah orang tua salsa, apa salsa baik-baik saja." Haikal bertanya soal salsa


"Iya kak salsa baik-baik saja, tapi semalam kondisinya menurun, karna meminum susu dari ibu sisil salsa ingin membuktikan bahwa dia Nabilla bukan salsa." Kata Arini menceritakan kejadian semalam


"Kamu tahu kan ai salsa tidak boleh meminum produ susu, nanti kondisinya akan semakin memburuk ai." Kata Haikal memperingati Arini


"Aku juga sudah melarangnya kak, tapi salsa tidak mendengarkanku."


"Lalu di mana di, apa dia baik-baik saja sekarang?"


"Salsa ada di rumah, sekarang aku ada di restoran karena ada masah sedikit kak."


"Ai cepatlah pulang mungkin keadaan salsa memburuk, dia akan muntah-muntah setelah dua belas jam ai, panggil dokter juga." Kata Haikal menyuruh Arini pulang


"Apa benar kak, kenapa kakak tidak memberi tahu Aini dari tadi, sudah dulu kak." Kata Arini mematikan panggil an telfon secara sepihak


Arinipun langsung lari keluar dari restoran ada banyak pelanggan yang memperhatikan Arini namun Arini tidak memperdulikan mereka dia hanya menghawatirkan kondisi salsa saat ini, sedangkan salsa di rumah sedang muntah-muntah di kamar mandi dia sudah terduduk lemas di lantai, di rumah tidak ada siapa-siapa sedangkan ponselnya ada di kamar untuk berdiri saja salsa tidak bisa, apalagi ke kamar benar kata Haikal kondisi salsa sekarang memburuk.

__ADS_1


Arini mengendarai sepeda motor nya dengan sangat kencang, sesampainya di rumah Arini langsung berteriak memanggil salsa, pak satpam yang melihat Arini khawatir tidak ingin ikut campur urusan nona mudanya.


"SALSA, kamu di mana." Teriak Arini


Arinipun mencari salsa di setiap ruangan di rumahnya akhirnya Arini menemukan salsa yang terduduk di lantai kamar mandi, wajah salsa sangat pucat tadi pagi kondisi salsa baik-baik saja, akhirnya Arini memapah salsa ke kamar Arini yang dekat dengan kamar mandi lalu membantunya berbaring di tempat tidur, setelah itu arini menelfon dokter yang menangani salsa di indo, lalu menyuruh vaizah pulang.


"Dek cepat pulang kondisi salsa sekarang memburuk." Kata Arini terdengar jelas oleh vaizah saat ini Arini sangat khawatir


"Baik kak Adek akan sampai dalam 30 menit." Kata vaizah


Arini tidak bisa berbuat apa-apa karna selama ini salsa tinggal bersama vaizah jadi Arini bingung harus berbuat apa, sekitar 25 menit dokter datang dan langsung memeriksa kondisi salsa.


"Kenapa ini bisa terjadi?" Tanya dokter


"Semalam Nabilla meminum produk susu dok." Kata Arini pada dokter


"Kenapa kamu membiarkannya ini akan membuat kondisinya menurun." Kata dokter menasehati Arini


"Saya sudah melarangnya dok, tapi dia tidak mau mendengarkan saya, lalu bagaimana kondisinya sekarang." Kata arini


"Ini tidak boleh terulang lagi kalau tidak, dia akan lemah seperti dulu lagi, nanti akan membaik tenang saja ini hanya efek samping." Jelas dokter pada Arini


"Baiklah dok, terimah kasih dok." Kata Arini


Lalu Arini mengantarkan dokter tersebut sampai depan, setelah dokter pergi vaizah datang sembari berlari menghampiri Arini yang masih ada di teras rumah.


"Bagaimana keadaan kak salsa kak?" Tanya vaizah khawatir, walaupun salsa selalu iseng padanya bagaimana pun dia kakak yang menyayangi dia


"Syukurlah dek salsa baik-baik saja, hanya evek samping semalam, untung kak Haikal memberi tahu kakak kalau kondisi kak salsa akan memburuk setelah 12 jam." Kata Arini menjelaskan pada vaizah


"Syukur kalau baik-baik saja, ayo masuk kak aku ingin melihatnya." Ajak vaizah


Merekapun masuk dan menghampiri salsa yang masih tertidur karena di suntikkan obat tidur oleh dokter, vaizah duduk di sebelah salsa sembari menggenggam tangannya.


"Kak jangan seperti ini lagi, Adek sayang sama kakak." Kata vaizah sembari menangis


Arini hanya memperhatikan vaizah dan salsa yang ada di tempat tidur sedangkan Arini hanya berdiri di depan pintu.


"Aku berjanji akan melindungi kalian berdua, hanya kalian berdua keluarga yang aku punya walau pun aku harus merelakan semuanya asalkan kalian bahagia dan aman" Arini mengatakannya pelan, sembari menghapus air matanya yang menetes


Arini pun turun ke lantai bawah untuk memasak makan siang untuk mereka, dan membuatkan bubur untuk salsa, saat sedang memasak Arini terkejut karna ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


"kak jangan tinggalin Adek, Adek sayang kak Aini dan kak salsa." kata vaizah sembari menangis


"Aduhhh ternyata Adek kakak ini cengeng juga, kakak tidak akan meninggalkan kalian kakak janji." kata Arini sembari menghapus air mata vaizah


"Kalian berdua kalau yang lainnya sedang sakit pasti saling menyayangi kalau tidak sakit seperti tom and Jerry selalu ribut, lepas pelukannya dek kakak mau melanjutkan memasaknya." kata Arini melepaskan pelukan vaizah


"Aish kakak, Adek tidak memulai keributan dengan kak salsa, namun kak salsa yang memulainya duluan." kata vaizah sembari duduk di meja makan memperhatikan Arini yang sedang memasak


"Kalian berdua sama saja, kalau salsa tidak memulai kamu yang memulainya." kata Arini


"hehehe memang benar si." kata vaizah sembari tersenyum


Akhirnya Arini menyelesaikan masakannya, vaizah yang masih setia menunggunya di meja makan, karena dia mau di masak kan spaghetti bolonese, namun Arini tidak mau membuatkannya, vaizah kesal karena tidak di buatkan oleh Arini, namun Arini tidak memperdulikannya karena menu makan siang hari ini bubur ayam.


"Kak ayolah buatkan Adek spaghetti." kata vaizah merengek seperti anak kecil


"Tidak boleh, nanti malam akan kakak buatkan sekarang kita makan bubur ayam saja." kata Arini


"Ayolah kak, kak salsa yang sakit kenapa Adek juga harus makan bubur, kalau kakak tidak membuatkannya Adek pesan online." kata vaizah mengancam Arini


"Terserah kalau tidak mau, hari-hari selanjutnya pesan online saja, kakak tidak akan masak untuk kamu, kakak akan memasak untuk kakak dan salsa saja." kata Arini


"Eh eh kok begitu si kak, iya iya aku akan memakannya, tapi janji nanti malam di masak kan spaghetti bolonese kan." kata vaizah memastikan


"Iya, makan cepat nanti keburunya dingin, setelah selesai kita ke atas membawakan bubur untuk salsa." kata Arini vaizah hanya menganggukkan kepalanya


Setelah mereka berdua menyelesaikan makan siang, mereka naik ke lantai dua untuk mengantarkan makan siang untuk salsa.


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2