Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 4


__ADS_3

Keesoka harinya, Arini tidak masuk sekolah dikarnakan sakit, karena Arini saat pulang kerja kehujanan sehingga Arni mengalami demam tinggi, Arini yang tinggal sendirian pun hanya terbaring lemah di atas ranjangnya, Arini ingin menghubungi salsa namun takut mengganggu salsa karna sudah larut malam.


Salsa yang bingung, pasalnya sampai jam masuk sekolah Arini tidak datang-datang, salsa mulai khawatir terjadi sesuatu pada arini, akhirnya salsa membuatkan surat izin sakit agar Arini tidak di absen tidak masuk sekolah.


Waktu istirahat salsa mencari Haikal dan teman-temannya di universitas belah, salsa sangat khawatir pada arini, ponsel Arini pun tidak bisa di hubungi dan pesan yang dikirim salsa tidak di balas sama sekali.


"Maaf kak apakah kakak tahu dimana Haikal dan teman-temannya." Tanya salsa pada mahasiswi yang berpapasan dengannya


"Memang ada apa mencari mereka, Lo siapa?" Tanya mahasiswi itu pada salsa


"Ayolah kak ini hal yang mendesak dan gawat aku harus bertemu mereka kak." Bujuk salsa pada mahasiswi tersebut


"Baiklah mereka ada di kantin kampus, kantinnya ada di ujung lorong sebelah sana." Mahasiswa itu menunjuk lorong sebelah kiri salsa


"Terima kasih kak."


Salsa pun berlari menuju kantin yang di beri tahu oleh mahasiswi tersebut, sesampainya di kantin salsa mencari keberadaan Haikal dan teman-temannya, akhirnya salsa pun menemukan mereka yang sedang makan siang di ujung kantin dan di kerumuni banyak wanita-wanita cantik.


Salsa berlari menuju tempat mereka dan menerobos kerumunan wanita-wanita tersebut dan tidak menghiraukan mereka yang marah kepadanya.


"Hai kalian sedang apa di sini enak-enakan." Tanya salsa terengah-engah


"Kenapa Lo lari lari si sa seperti di kejar hantu saja sampai terengah-engah begitu." Tanya Azril sembari mengejek salsa


"Diem Lo, ayo kalian ikut gue, Aini tidak masuk sekolah dan tidak bisa di hubungi sama sekali sampai sekarang pun tidak bisa." Salsa semakin khawatir


"Apa. Apa yang terjadi pada Aini sa." Jawab Mereka kompak


"Gue juga tidak tahu, gue khawatir pada Aini apakah terjadi sesuatu padanya." Salsa mulai menangis karna meimikirkan hal bruk terjadi pada Aini


"Tenanglah salsa, jangan berfikir yang tidak-tidak, kita cari di rumah atau tempat lain mungkin sa." Ajak Haikal pada salsa


"Iya ayo kita ke rumah Aini saja, tapi bentar gue izin dulu, kalian tunggu di parkiran saja." kata salsa


"Baiklah jangan lama-lama sa."


"Iya iya."


Salsa pun berlari keluar universitas tersebut, tidak peduli banyak mahasiswi lain yang ingin menerkam salsa karena bisa dekat sama Haikal dan teman-temannya. Salsa pun mendapatka izin dari gurunya dan langsung menuju parkiran, di sana sudah Haikal dan teman-temannya ada banyak mahasiswi yang iri pada salsa karna bisa dekat dengan cowok-cowok populer di kampus mereka.


Salsa pun menghampiri mobilnya dengan kencang menuju rumah Arini, sedangkan mereka mengendarai sepeda motor mereka masing-masing yang sangat mahal motor sport.


Akhirnya salsa dan Haikal sudah sampai di rumah arini yang sangat sederhana, pagarnya berwarna biru, ada taman kecil di depan rumahnya dan ada pohon besar beserta ayunan di batang pohon tersebut, mereka pun mengetuk pintu rumah Arini namun tidak ada jawabanpun sama sekali akhirnya salsaningat ada kunci serep di bawah pot bunga depan rumah.


Pintu rumah pun terbuka salsa pun bergegas mencari Arini, salsa terkejut denga keadaan Arini yang terbaring lemah di atas tempat tidur di kamarnya.


"Ya Allah Aini apa yang terjadi." Tanya salsa khawatir


"Nggak kenapa-kenapa kok sa hanya demam saja." Arini menjawab dengan lemah


"Nggak kenapa-kenapa gimana, lihat muka kamu pucat sekali demam kamu juga tinggi loh ai, sudah minum obat belum ai?" tanya salsa


"Belum sa, obat demam sudah habis, aku lupa belum membelinya lagi." jawab Aini dengan sangat lemah


"Lo salsa menunjuk Azril, Lo belikan obat penurun panas dan bubur ayam." suruh salsa

__ADS_1


"Baiklah apa ada yang lain lagi."


"Belikan maka siang untuk kita semua, kita juga belum makan siang." Aditya mengusulkan itu dia sudah sangat lapar sekali


"Baiklah apa ada lagi."


"Tidak buruan sana." Usir salsa


Setelah menyuruh Azril membeli obat dan makanan, salsa menyiapkan air dingin dan handuk kecil untuk mengkompres demam Arini.


"Kenapa kamu bisa demam si ai." Tanya salsa


"Semalam saat pulang kerja kehujanan sa jadi demam."


"Kenapa tidak menghubungi aku ai."


"Aku takut mengganggu kamu sa karna sudah sangat larut, aku juga nggak mau merepotinkan kamu sa."


"Apaan si ai seperti sama siapa saja, kan aku jadi khawatir terjadi sesuatu sama kamu ai, jangan di ulang lagi loh ai, kamu anggap aku apa si ai." Salsa bertanya sambil menangis


"Iya maaf sa, aku tidak akan mengulang lagi kok, aku akan kabarin kamu kalu terjadi sesuatu lagi."


"Kamu harus berjanji ai, terus kenapa ponsel kamu gak bisa di hubungi ai?"


"Iya janji sa, aku juga gak tau dimana ponsel aku, mungkin di dalam tas, tas aku ada di ruang tamu."


Haikal dan yang lainnya hanya memperhatikan percakapan mereka.


"Sa suruh mereka duduk di ruang tamu saja."


"Ia sa, iya sa kita keluar dulu ya ai." Haikal berpamitan pada Arini


"Maaf rumah aku kecil semoga kalian nyaman ya."


"Iya nggak papa ko ai, santai saja kalo sama kita-kita." Jawab Athaya


Azril pun datang membawa pesanan salsa dan yang lainnya, salsa pun bergegas menyuapi Arini dengan hati hati, setelah selesai salsa memberikan obat penurun panas pada Arini dan menyuruh meminumnya.


"Sudah sa aku sudah makan dan minum obat, sebaiknya kamu makan siang bersama mereka." Arini menyuruh salsa untuk bergabung bersama mereka


"Baiklah sekarang kamu istirahat dulu, kalau butuh sesuatu panggil saja ya ai."


"Iya." jawab Arini singkat


Salsa pun keluar dan bergabung bersama mereka yang sedang menikmati makan siang mereka masing-masing.


"Gimana sa apakan demam Aini sudah turun." Tanya Haikal pada salsa


"Belum, semoga setelah minum obat demamnya bisa turun."


"Iya semoga cepet turun demamnya, apakah gue bisa menemuinya." Tanya Haikal pada salsa yang sedang menikmati makan siangnya


"Jangan biarkan dia istirahat dulu, owh ya kalian sudah selesai kan sebaiknya kalian pulang, biar gue yang jagain Aini malam ini."


"Baiklah kalau butuh sesuatu kabari saja, kami siap 24 jam hahahah." Azril menjawab dengan candaan

__ADS_1


"Baikah titip salam buat Aini, cepet sembuh." kata Athaya pada salsa


"Baikal hati hati di jalan." Salsa mengantarkan mereka kedepan rumah


Salsa pun masuk dan membersihkan ruang tamu, sebenarnya salsa bukan anak yang manja, hanya saja ingin di perhatikan oleh kedua orang tuanya, setelah membersihkan ruang tamu salsa masuk kedalam kamar Arini, Arini sudah bangun dan duduk bersandar di sandaran tempat tidur.


"Loh ai kenapa sudah bangun, demam kamu sudah turun." Tanya salsa sembari memegang kening Arini yang ternyata demamnya sudah turun


"Sudah sa, badan aku juga tidak meriang lagi tidak seperti kemarin malam, mereka sudah pulang sa." Arini menanyakan Haikal dan teman-temannya karena rumah Arini sudah sepi


"Syukur deh ai, iya mereka sudah pulang aku usir, owh ya ai aku malam ini menginap di sini ya ai."


"Nggak usah sa aku sudah sembuh kok sa."


"Tidak ada penolakan ai, keputusan ku sudah bulat titik aku menginap di rumah kamu." Paks aslsa pada Arini


"Baiklah baiklah, sebaiknya kamu kabari orang rumah biar mereka tidak khawatir sama kamu sa." Suruh Arini pada salsa


"Iya nanti aku kabarin pembantu dirumah, kalau menghubungi keluargaku gak bakalan di angkat mereka kan sibuk, walau terjadi sesuatu juga merek gak bakalan peduli kok ai."


"Sa Lo gak boleh bicara seperti itu, ucapan adalah doa sa, jangan terjadi sesuatu sama kamu sa nanti aku sama siapa." Ucap Arini sedih dengan perkataa salsa


Mereka pun berbincang-bincang sampai lupa waktu, malampun tiba salsa pun keluar mencari makan malam buat mereka berdua, setelah makan malam Arini meminum obatnya lagi dan merekapun beristirahat di kamar Arini.


******


Pagi hari di kediaman keluarga Malik terjadi perdebatan antara Haikal dan vaizah.


"Bang mulai hari ini Abang tidak usah berangkat bersama Adek lagi ya." Kata vaizah pada Haikal yang sedang menikmati sarapannya


"Memegang kenapa dek, Adek malu berangkat sama abang.?"


"Tidak seperti itu bang, nanti Adek di gangguin terus sama siswi lain, nanti aku berantem sama mereka aku juga yang di salahin." Bujuk vaizah pada Haikal


"Kalau tidak mau berangkat sama Abang berangkat sekolahnya di antar sama sopir saja."


"Abang Adek berangkat naik motor saja, malu kalau di antar sopir, Adek seperti anak SD saja sampai di antar jemput." Vaizah memajukan bibirnya karena kesal


"Banyak Lo dek siswi yang di antar jemput sopirnya kenapa harus malu, kalau gak mau diantar sopir Adek berangkat sama Abang, keputusan Abang sudah bulat." Haikal bersikap tegas pada adiknya, takut terjadi sesuatu pada vaizah


"Baiklah lebih baik di antar sopir dari pada berangkat sama Abang." Vaizah pun pergi begitu saja sarapannya pun belum di makan sama sekali


"Dek mau kemana sarapan dulu, Bakan sarapan Adek belum di sentuh sama sekali." Panggil Haikal pada adiknya yang pergi begitu saja


"Ya berangkat lah bang memang mau kemana lagi, Adek gak nafsu sarapan gara-gara Abang." Jawabnya singkat


Sedangkan kedua orang tua mereka hanya menyaksikan perdebatan mereka dengan diam.


"Bang kenapa Adek nya tidak di perbolehkan naik motor berangkat sekolahnya, biar Adek mandiri loh bang." Tanya pak Mansyur


"Karena Abang takut terjadi sesuatu sama adek papakan tahu sendiri Adek orangnya seperti apa, kalau sudah waktunya mandiri Abang akan bebaskan Adek berbuat sesuka hatinya." Jawabnya dan meninggal kan pasangan suami istri tersebut tanpa berpamitan


Sesampainya di kampus haikal melihat mahasiswi baru di kampusnya yang sedang di dekati oleh teman-temannya, maklum saja mereka adalah playboy, tapi Haikal hanya melewati mereka dia melanjutkan berjalan menuju ruangan akhirnya teman-temannya pun ikut bersamanya.


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2