Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 30


__ADS_3

Keesokan paginya, Arini sudah memasak makanan untuk sarapan, sedangkan Oliv masih tidur, hari ini mata kuliah mereka siang, setelah selesai memasak Arini mengerjakan pekerjaannya, mba Nova akan mengirim informasi restoran dua hari sekali.


Sudah beberapa hari ini Arini mematikan ponselnya, dia sedang tidak ingin berbicara dengan Haikal dan berdebat dengannya.


"Heeemm, kamu masak apa ai?" Tanya Oliv


"Spaghetti bolonese." Kata Arini


"La kok sarapannya spaghetti." Kata Oliv, sebenarnya Arini memasak itu karena rindu pada vaizah


"Kalau tidak mau tidak usah dimakan." Kata Arini singkat


"Mau lah ai siapa yang bisa menolak masakan kamu." Kata Oliv lalu menyantapnya


Arini masih duduk di ruang tamu, masih mengerjakan pekerjaannya, setelah selesai Oliv menghampiri Arini.


"Apa kamu sedang sibuk ai?" Tanya Oliv


"Tidak juga." Kata Arini


"Kenapa kamu mengambil jurusan bisnis?"


"Karena aku suka dan aku juga menjalankan bisnis restoran, walau bukan punya aku sendiri." Jelas Arini


"Sebenarnya aku sama sekali tidak tertarik mengambil jurusan bisnis, tapi papa memaksa karena menurutnya siapa lagi yang akan meneruskan bisnisnya kalau bukan aku." Jelas Oliv


"Memang kamu mau mengambil jurusan apa, benar kata papa kamu, kalau bukan kamu siapa lagi." Kata Arini


"Aku ingin masuk jurusan kedokteran." Arini hanya menganggukkan kepalanya


Merekapun membahas cita-cita mereka dan keinginan mereka yang belum terwujud, setelah selesai berbincang mereka bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.


Sesampainya di kampus, samaira sudah menunggu Oliv dan Arini datang, mereka masuk ke kelas bersama karena mereka bertiga mengambil jurusan bisnis.


Mata kuliah hari ini sudah selesai mereka bertiga akan ke perpustakaan kampus untuk meminjam buku yang mereka butuhkan, saat di perpus lagi-lagi Arini melihat salsa dan vaizah, Arini mengikuti mereka dari belakang namun tiba-tiba Oliv menepuk bahu Arini, arinipun sangat terkejut.


"Kamu sedang apa si ai mengendap-endap seperti pencuri saja." Kata Oliv


"Sssuut, lihat mereka berdua mirip sekali dengan salsa dan vaizah Liv." Kata Arini menunjuk seseorang yang mirip dengan salsa dan vaizah


"Benar dia mirip sekali dengan vaizah." Kata samaira mengagetkan Oliv


"Ya ampun samaira, sejak kapan kamu di sini?" Tanya Oliv


"Sejak tadi, benar dia vaizah." Kata samaira,


"Apakah benar, bagaimana kalau kita samperin mereka." Kata Oliv


Mereka bertiga menghampiri seseorang yang mirip dengan salsa dan vaizah namun tinggal beberapa langkah lagi orang tersebut berjalan keluar perpustakaan, Arini pun memanggil nama salsa dan vaizah namun seseorang tersebut tidak menoleh sama sekali.


"Salsa, Adek." Teriak Arini pada seseorang yang mirip dengan salsa dan vaizah


"Sudah ai malu, mungkin bukan orang yang kamu maksud, kalau memang benar pasti mereka berdua menoleh." Kata Oliv


"Benar apa kata Oliv, mungkin hanya mirip saja." Kata samaira


Sedangkan Arini hanya diam, Arini harus menyelidiki bahwa apa yang Arini lihat memang benar kalau mereka adalah salsa dan vaizah.


"Excuse me, Do you know them?" (permisi, apakah kalian mengenal mereka?) Tanya arini pada mahasiswi yang tadi berbicara dengan seseorang yang mirip dengan vaizah dan salsa


"Of course they are both transfer students from England" (Tentu mereka berdua mahasiswi pindahan dari Inggris) kata mahasiswi tersebut pada arini


"May I know, what are their names and from what major?" (Apakah boleh tahu, siapa nama mereka dan dari jurusan apa?) Tanya Arini semakin penasaran


"Of course, her sister's name is Naura, daughter of Shea, while her sister's name is Namira, daughter of Shea, they are both majoring in gheography." (Tentu, kakaknya namanya Naura putri Shea sedangkan adiknya namanya Namira putri shea, mereka berdua dari jurusan gheograpy) jawab mahasiswi tersebut


"How come I've never seen them both." (Kenapa saya tidak pernah melihat mereka berdua) kata Arini


"The two of them are not allowed to talk to other people for too long and after the course is over they will go straight home and one more thing they always bring a bodyguard with them." (Mereka berdua tidak boleh berbicara dengan orang lain terlalu lama dan setelah kursus selesai mereka akan langsung pulang dan satu hal lagi mereka selalu membawa pengawal) kata mahasiswi tersebut


"So what?" (Memang kenapa) tanya Arini


"They're both grandchildren of the shea family, the richest family in England and no one dares to go near them." (Mereka berdua adalah cucu dari keluarga shea, keluarga terkaya di Inggris dan tidak ada yang berani mendekati mereka)


"Owh thank you." (Owh terimah kasih) kata Arini pada mahasiswi tersebut


"yes" jawab mahasiswi tersebut lalu pergi meninggalkan Arini


Sedangkan Oliv dan samaira hanya mendengarkan percakapan mereka.


"Apakah kamu sudah puas, mereka bukan salsa dan vaizah, merek adalah Namira dan naura" Kata Oliv

__ADS_1


"Apakah kamu mengenal keluarga shea?" Tanya Arini penasaran karena dia baru mendengar marga keluarga shea


"Tahu mereka keluarga terkaya di inggris, perusahaan papa saja susah mendapatkan kerjasama dengan perusahaan mereka." Jelas Oliv pada Arini sedangkan samaira hanya menyimak saja


"Apa mereka sangat berpengaruh?" Tanya Arini lagi


"Sangat ai, tidak ada yang berani mengusik keluarga mereka apa lagi perusahan mereka ada di mana-mana dan keluarga mereka sangat kejam, sekali mengusik mereka, hancur semua usaha orang yang berani bermain-main dengan mereka." Jelas Oliv


"Satu lagi, kamu tidak usah mencoba mendekati mereka apalagi berusaha mencari informasi tentang mereka." Kata Oliv memperingati Arini


Arini hanya diam saja, kenapa ada seseorang yang mirip sekali dengan salsa dan vaizah pikir arini.


"Sudahlah ai jangan berfikiran untuk mengusik mereka, ingat itu ai." Kata Oliv lagi, Oliv tidak mau Arini terlibat masalah dengan keluarga shea


"Baiklah, sekarang kita sebaiknya makan siang, aku sudah lapar." Kata Arini pada Oliv dan samaira


Mereka bertiga pergi ke kantin untuk makan siang, sedangkan Arini masih memikirkan cara untuk mendekati namira dan Naura sepanjang jalan menuju kantin.


Mereka bertiga memesan makanan, Arini terus memperhatikan Namira dan Naura yang sedang makan di kantin.


"Ai jangan memperhatikan mereka seperti itu, kalau sampai bodyguard mereka melihat kamu memperhatikan Namira dan Naura bisa gawat." Kata Oliv memperingati Arini


"Aku hanya penasaran saja." Kata Arini singkat lalu menyantap makanan yang dia pesan


Sedangkan Namira dan Naura tidak memperdulikan orang-orang yang memperhatikannya, mereka menikmati makan siang yang mereka bawa dari rumah, karena kakeknya melarang mereka untuk makan di sembarang tempat.


"You two get my cell phone in the car." (Kalian berdua ambilkan ponsel aku di mobil) Naura menyuruh kedua bodyguard mereka untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di mobil


"ok miss." (Baik nona) kata bodyguard tersebut


Setelah bodyguard mereka pergi, Arini mencoba mendekati mereka namun Oliv mencegahnya, sedangkan Namira dan Naura yang melihat Arini yang terus memperhatikannya sangat risih mereka berdua menghampiri Arini, Oliv dan samaira.


"Why do you guys keep watching us?" (Kenapa kalin terus memperhatikan kita) tanya Naura pada Arini, Oliv dan samaira


"Sorry we were just curious, you two are very similar to my two little sisters." (Maaf kami hanya ingin tahu, kalian berdua sangat mirip dengan kedua adik perempuanku) kata Arini


Sebelum menjawab bodyguard mereka sudah datang menghampiri Naura dan Namira.


"What's the problem with talking to them? (Ada masalah apa nona berbicara dengan mereka?) Tanya bodyguard tersebut sembari menunjuk Arini


"Nothing, where's my phone?" (Tidak ada, mana ponsel saya?) Kata Naura


"Sorry miss, your phone is not in the car." (Maaf nona, ponsel anda tidak ada di mobil) kata bodyguard tersebut sembari menundukkan kepalanya


Namira dan naurapun pergi, sedangkan Arini sangat bingung, apakah mereka bukan salsa dan vaizah.


"Sudah jangan banyak berfikir, lebih baik kita masuk ke kelas, mata kuliah kita akan segera di mulai." Kata Oliv mengajar Arini dan samaira


Mereka bertiga pun pergi, sepanjang jalan mereka bertiga hanya diam, setelah mata kuliah mereka selesai, Arini mengajak samaira dan Oliv untuk keliling Singapura.


"Lebih baik kita sekarang keliling kota singapura, sudah beberapa hari kita di sini tapi belum kemana-mana." Kata Arini


"Baiklah ayo, apak kamu bisa ikut?" Tanya Oliv pada samaira


"Bisa, tapi hanya sampai jam 6 sore." Kata samaira


"Baiklah ayo, nanti kita antarkan kamu tepat waktu ke asrama." Kata Oliv


Merekapun berburu kuliner khas Singapura, makanan khas Singapura tidak cocok dengan lidah mereka, setelah berburu kuliner mereka bertiga menuju tempat wisata di sana mereka menikmati suasana yang baru bagi Arini dan samaira, sedangkan Oliv sudah sering ke Singapura bersama keluarganya.


******


Sudah satu bulan Arini di Singapura, Arini selalu mengambil kesempatan untuk mendekati namira dan Naura, namun usahanya selalu di halangi oleh Oliv dan samaira, mereka berdua takut Arini bertindak gegabah dan merugikan diri sendiri.


Hari ini kesempatan terbesar bagi Arini, karena Oliv dan samaira tidak ada di kampus mereka berdua sedang bersama orang tua mereka masing-masing dan kedua bodyguard Naura dan Namira sedang tidak ikut mereka ke kampus.


"Wait, can I talk to you guys for a bit." (Tunggu apakah aku bisa berbicara dengan kalian sebentar) teriak Arini pada Naura dan Namira


Mereka berdua pun menghentikan langkahnya, dan berbalik menghadap Arini, arinipun lari untuk mendekati mereka.


"What is wrong?" (Ada apa) tanya Naura


"I want to talk to you guys about something, but don't come here let's find a nice place to talk." (Aku ingin berbicara sesuatu dengan kalian, tapi jangan di sini kita cari tempat yang enak untuk berbicara) kata arini


Mereka bertiga duduk di bangku taman, Arini sangat yakin bahwa Naura dan Namira adalah salsa dan vaizah.


"Why do you want to talk to us, even. I do not know you." (Kenapa kamu ingin berbicara dengan kita, bahkan aku saja tidak mengenal kamu) kata Naura


"Can you speak Indonesian?" (Apakah kalian bisa bahasa Indonesia) tanya Arini


"Kami bisa berbicara dengan bahasa Indonesia, karena ibu kami dari Indonesia." Kata Naura

__ADS_1


Arinipun sangat terkejut, Arini semakin yakin kalau mereka adalah salsa dan vaizah.


"Aku dengar-dengar kalian berdua baru pindah ke kampus ini, dulu kalian kuliah dimana dan kenapa kalin dipindahkan ke sini?" Tanya Arini


"Iya kami pindahan dari universitas di Inggris, kami tidak ingin tinggal bersama keluarga kami di sana, karena terlalu banyak aturan." Jelas Naura


"Bukannya di sini juga ada bodyguard yang mengawal kalian, bukannya sama saja." Kata Arini


"Ya ada bodyguard di samping kita namun tidak seketat pengawalan di Inggris, kami bebas melakukan apa saja, hanya tidak boleh bergaul dengan siapapun." Jelas Namira


"Maaf kalau saya mencari tahu tentang keluarga shea, dengar-dengar hanya kalin berdua yang di akui oleh keluarga shea." Tanya Arini, karena banyak rumor hanya Naura dan Namira cucu keluarga shea


"Tidak apa-apa itu sudah konsumsi publik, memang hanya kita berdua putri pewaris keluarga shea, memang kenapa kamu ingin tahu?" Tanya Naura


"Sebenarnya ada berapa pewaris keluarga shea?" Tanya Arini penasaran


"Sebenarnya pewaris keluarga shea ada lima." Jawab Namira


"Lalu kenapa tinggal kalian berdua, apakah yang lainnya melanggar peraturan keluarga shea."


"Tidak, kenapa kamu ingin tahu masalah keluarga shea." Kata Naura sinis


"Maaf aku hanya penasaran saja." Kata Arini


"Nama kamu siapa?" Tanya Namira


"Perkenalkan nama aku, Arini biasa dipanggil Aini." Kata Arini sembari mengulurkan tangannya pada mereka berdua, mereka berdua menyambut uluran tangan Arini


"Kamu pasti sudah tahu kita, jadi kita tidak perlu memperkenalkan diri kita." Kata Naura


"Benar aku sudah tahu nama kalian, apakah kita bisa berteman." Kata Arini


"Maaf kalau berteman kami tidak bisa, karena kami tidak di perbolehkan berteman dengan siapapun." Kata Namira


Akhirnya naura dan Namira pergi meninggalkan Arini di bangku taman sendiri, karena mereka berdua mendapat telfon dari kakeknya kalau kakeknya sudah ada di Singapura.


Naura dan Namira pulang untuk menemui kakeknya yang jauh-jauh datang untuk menemui mereka.


"Kenapa kakek tidak memberi tahu kita kalau kakek mau datang ke sini?" tanya Namira


"kenapa kakek harus memberi tahu kalian, suka hati kakek mau datang kapan saja." kata kakek mereka


"Iya juga si, ada apa kakek jauh-jauh datang ke sini?" tanya Namira, sedangkan Naura Hanya diam mendengarkan mereka berbicara


"Kakek kesepian di sana sejak kalian pergi meninggalkan kakek sendirian."


"Aku tidak percaya kakek kesepian di sana, selama kita ada di sana kakek selalu sibuk dengan pekerjaan kakek." kata Namira


"Kenapa kamu diam saja Naura?" tanya kakek, mengalihkan pembicaraan dengan Namira


"Tidak apa-apa kek, hanya capek saja." kata Naura


"Apakah kalian suka kuliah di sini?" tanya kakek


"Suka kek, tapi." kata-kata Namira tergantung


"Tapi kenapa, ada yang mengusik kalian di sini."


"Tidak kek, kami satu kampus dengan kak Aini." kata Namira


Namira dan Naura sebenarnya adalah salsa dan vaizah, mereka menyembunyikan identitas sebenarnya dari semua orang yang tahu hanya kakek yang bersama mereka saat ini.


"Siapa yang kamu maksud." kata kakek


"Itu loh kek, kak Arini yang aku ceritakan tempo hari pada kakek." kata vaizah, dia sudah menceritakan semuanya pada kakek


Kakek tersebut bernama Kenan aldway Shea.


"Owh Arini, kenapa dia ada disini?" tanya kakek Kenan


"Dia di sini sedang mengikuti pertukaran mahasiswi di kampus." jelas vaizah


"Apakah dia mengenali kalian."


"Tentu dia terus memperhatikan kita dari kejauhan." kata vaizah


"Apa kalian tidak merindukan dia?" tanya kakek


"Kami sangat merindu kan nya." kata vaizah


Siapakah kakek yang bersama vaizah dan salsa kenapa kakek tersebut menyembunyikan identitas mereka?....

__ADS_1


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


TERIMA KASIH


__ADS_2