
Sudah hampir satu Minggu kedua putri pak Kenan tinggal di rumahnya, pak kenan memperbolehkan kedua putrinya tinggal di rumahnya hanya satu bulan, Audry terus mencari bukti kalau vaizah adalah putrinya namun pak Kenan terus menggagalkkan rencana Audry dan sekarang Audry tidak bisa mendekati vaizah.
"Bagaiman apakah penyelidikan kamu membuahkan hasil?" Tanya salsa pada vaizah, mereka semua sedang di kantin kampus
"Belum kak, sepertinya kakek tidak meninggalkan jejak sedikitpun." Kata vaizah
"Sudah kak Aini bilang jangan menyelidiki nya lagi dan kalau kakek tahu bagaiman." Kata Arini
"Tapi Adek ingin tahu siapa orang tua kandung Adek kak, kalau memang kakek tahu, biarkan saja Adek akan tetap pencari tahu kebenarannya." Kata vaizah yakin
"Bukannya kakak melarang Adek mencari orang tua kandung Adek, kakak takut kalau Adek tahu kebenarannya Adek yang akan terluka."
"Benar apa yang Aini katakan." Kata salsa dan Oliv
"Adek akan menerima konsekuensi apapun itu." Kata vaizah tegas
"Kalau memang itu keputusan adek, kami hanya akan mendukung Adek dan akan menemani Adek apapun yang akan terjadi kedepannya." Kata Arini
Setelah menyantap makan siang mereka, mereka semua masuk ke kelas karena mata kuliah akan segera di mulai, setelah selesai mereka semua mampir ke mall untuk bersenang-senang, sekarang mereka semua mengendarai mobil milik vaizah namun semua mahasiswa dan mahasiswi tidak ada yang tahu kalau mereka adalah cucu keluarga Shea.
Hari ini mereka tidak bekerja, mereka menikmati hari ini dengan bermain di mall, malam harinya mereka baru pulang, pak Kenan sudah menunggu mereka di ruang tamu bersama Audry dan khalisa, sedangkan Lucas kembali terlebih dahulu karena ada miting penting.
"Kenapa kalian baru pulang jam segini?" Tanya pak Kenan pada mereka berempat tegas
"Dari mall kek." Jawab vaizah santai
"Kalian ngapain saja di sana sampai pulang jam segini." Tanya pak Kenan
"Kita menghabiskan uang kakek hahaha." Jawab vaizah, sedangkan Arini, salsa dan Oliv hanya diam saja
"Kakek tidak bercanda vaizah." Kata pak Kenan kesal pada cucunya yang satu ini
"Memang benar kita menghabiskan uang kakek, kakek pasti sudah tahu apa yang kita lakukan dia sana karena banyak bodyguard yang mengawasi kita dari kejauhan secara diam-diam, Adek sudah bilang kan kek Adek mau menikmati hari ini bersama kakak-kakak Adek dan tidak ada yang akan mengawasi kita." Kata vaizah kesal pada pak Kenan, sedangkan Audry terbengong atas perkataan vaizah yang berani-beraninya berbicara seperti itu pada ayahnya
"Kakek tidak tenang kalau kalian pergi tanpa di kawal oleh bodyguard." Kata pak Kenan
"Kakek tidak tenang atau kakek takut kalau kita menyelidiki kebenaran tentang Adek." Kata vaizah marah pada pak Kenan, pak Kenan hanya diam saja
Pasalnya pak Kenan sudah tahu kalau vaizah sedang mencari kebenaran tentang dirinya, pak Kenan juga takut kalau vaizah mengetahuinya dia tidak akan menerima kenyataannya.
"Bukannya begitu, kakek takut pesaing bisnis kakek akan menyuruh orang untuk menyakiti kalian." Kata pak Kenan
"Cukup kek, kakek hanya takut adek tahu kebanarnya kan, lagi pula pesaing bisnis kakek tidak ada yang tahu kalau Adek pewaris tunggal keluarga shea." Kata vaizah semakin marah, pak Kenan lupa kalau Audry ada bersama mereka di ruang tamu
Sedangkan Audry semakin bingung apa yang vaizah katakan tadi, vaizah pun lari meninggalkan mereka semua dia naik ke lantai empat dan masuk kekamarnya.
"Kita naik dulu kek." Kata Arini, pak Kenan hanya menganggukkan kepalanya
"Ayah apa yang di maksud vaizah, kalau dia pewaris tunggal keluarga shea?" Tanya Audry
Pak Kenan pun tidak menjawab pertanyaan Audry dan langsung meninggalkan Audry begitu saja, sedangkan di atas Oliv, Arini dan salsa membujuk vaizah untuk membuka pintu kamarnya namun vaizah tidak membukakakan pintunya, mereka semua khawatir kalau vaizah berbuat yang tidak-tidak pada dirinya.
Sedangkan vaizah sedang berendam di bathtub, dia tidak mendengar ketukan dari luar dan dia juga memutar musik yang sangat keras sembari memikirkan cara bagaimana di bisa menemukan kebenaran.
"Biarkan Adek tenang terlebih dahulu, kalau sudah tenang dia akan menghampiri kita dengan sendirinya." Kata salsa
Mereka pun pergi dari depan kamaar salsa dan masuk ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
Keesokan paginya vaizah mengetuk kamar Arini, arinipun keluar dari kamarnya.
"Ada dek pagi-pagi begini sudah siap?" Tanya Arini heran karena vaizah sudah rapi
__ADS_1
"Kak temani Adek keluar, ada seseorang yang membantu ibu kandung aku saat melahirkan." Kata vaizah
"Baiklah kakak siap-siap terlebih dahulu, yang lainnya bagaimana?" Tanya Arini
"Hanya kita yang akan ke sana." Kata vaizah
Arinipun bersiap-siap, sedangkan vaizah menunggunya di ruang keluarga sembari menyiapkan sarapan untuk mereka di perjalanan jam masih menunjukkan pukul 04, semua orang masih tertidur dan mereka akan keluar lewat halaman belakang, Arini pun keluar dari kamarnya.
Merekapun mematikan semua cctv selama 30 menit dan merekapun keluar dengan mudah karena jam segitu para bodyguard berganti tugas dan meninggalkan tempat jaga mereka.
"Kenapa pagi-pagi sekali perginya dan kenapa harus sembunyi-sembunyi si dek?" Tanya Arini
"Karena dokter yang membantu ibu Adek sekarang tinggal di luar kota, biar kakek tidak bisa melacak keberadaan Adek dan kak Aini."
Vaizah yang mengemukakan mobil nya sedangkan Arini melanjutkan tidurnya karena semalam dia tidak bisa tidur, mereka menggunakan mobil anggota detektiv mereka akan aman pak Kenan tidak akan menemukan mereka.
Matahari sudah terbit, semua orang sudah bangun, sedangkan salsa dan Oliv mencari keberadaan Arini dan vaizah, mereka tidak memberi tahu Oliv dan salsa kalau mau pergi, mereka pun turun ke lantai dasar, semua orang sudah berkumpul di meja makan.
"Apakah kakek melihat vaizah dan Arini?" Tanya salsa pada pak Kenan
"Tidak, memang mereka berdua kemana, mungkin mereka berdua ada di lantai lima kalian sudah memeriksanya di sana." Kata pak Kenan
"Kami sudah mencari keseluruhan lantai empat dan lima namun kami tidak menemukannya juga." Kata Oliv, pak Kenan pun bangkit dari tempat duduknya
"Kita akan melihat rekaman cctv, apakah mereka keluar rumah." Kata pak Kenan dan langsung menuju ruang cctv bersama oliv, salsa dan Audry
Vaizah mencari tahu informasi di rumah sakit, pada saat dia di lahirkan ada lima ibu yang melahirkan di hari yang sama, namun dokter yang membantu ke tiga ibu itu mengatakan bayi mereka saat lahir sehat, sedangkan vaizah sudah tahu kalau bayi Andrea sudah meninggal pada saat di lahirkan, sekarang dia mencari ibu yang kelima di rumah sakit tersebut, namanya saja tidak terdaftar padahal hari itu ada lima ibu-ibu yang melahirkan dan dokter yang membantu ibu yang ke lima menghilang tanpa jejak.
Namun vaizah berhasil menemukan informasi tentang dokter tersebut dan menyelidikinya secara hati-hati, akhirnya kerja keras vaizah membuahkan hasil dia menemukan dokter tersebut, dokter tersebut ternyata tinggal di pinggiran kota London.
Pak Kenan pun melihat rekaman cctv namun tidak melihat vaizah dan Arini keluar rumah Namaun ada yang janggal dari rekaman cctv sekitar jam lima, cctv tidak merekam selama 30 menit, pak Kenan pun keluar dan memanggil semua bodyguard yang berjaga tadi malam.
"Apakah kalian semua berjaga di post masing-masing?" Tanya pak Kenan tegas
"Lalu kenapa cucu saya tidak ada di rumah." Pak Kenan marah pada semua bodyguard, sedangkan Audry dan Andrea terkejut ayahnya sampai semarah itu cuman gara-gara vaizah dan Arini tidak ada di rumah
"Tenanglah kek, nanti kita coba menghubungi mereka terus." Kata salsa
"Kalian semua cari cucu saya sampai di temukan dan tambah bodyguard lagi untuk membantu kalian mencari mereka, CEPAT." Pak Kenan semakin marah pada semua bodyguard
Sedangkan salsa dan Oliv terus menghubungi vaizah dan Arini telfon mereka di luar jangkauan.
"Bagaimana apakah sudah bisa di hubungi?" Tanya pak Kenan mulai tenang
"Belum kek, telfon mereka berdua di luar jangkauan." Jawab Oliv
"Apakah mereka membawa mobil dari rumah?"
"Sepertinya tidak kek, kalau memang membawa mobil dari rumah pasti ada bodyguard yang melihat mereka keluar." Kata salsa
Mereka semua terus mencari keberadaan vaizah dan Arini, sedangkan mereka berdua masih dalam perjalanan Arini masih tidur, pada saat siang hari mereka beristirahat terlebih dahulu karena vaizah capek mengemudi dan akan di lanjutkan Arini yang akan mengemudi vaizah yang akan beristirahat.
Pada sore hari mereka sudah sampai ke tempat tujuan, dan mereka mencari rumah dokter tersebut, akhirnya vaizah dan Arini menemukannya dan mengetuk rumah yang sederhana namun tertata rapi banyak bunga di depan rumah tersebut, pemilik rumah itu membukakan pintu untuk mereka.
"Maaf apakah ini rumah dokter anna?" Tanya Arini
"Benar dengan saya sendiri, silahkan masuk." Kata dokter anna ramah pada mereka
Merekapun masuk dan duduk di ruang tamu, mereka di buatkan secangkir teh, karena sekarang sedang musim dingin di sana.
"Ada keperluan apa kalian mencari saya?" Tanya dokter anna
__ADS_1
"Kami mencari anda, ada yang ingin saya tanyakan pada dokter." Kata Arini, sedangkan vaizah hanya diam saja
"Kenapa dokter menghilang dari rumah sakit tersebut pada saat anda membantu seorang wanita melahirkan." Tanya Arini memberikan kertas dari rumah sakit, dokter tersebut hanya diam
"Kenapa dokter diam saja, anak siapa yang dokter berikan pada keluarga shea?" Tanya arini, dokter sangat terkejut atas pertanyaan Arini
"Kenapa kamu mengenal keluarga Shea, apakah." Kata-kata dokter anna terhenti
"Apakah aku anak yang dokter berikan kepada keluarga shea kalau benar." Kata arini dokter anna pun semakin terkejut
"Apakah benar kamu?" Tanya dokter
"Bukan, dia." Kata Arini menunjuk vaizah yang duduk di sampingnya
"Pantas saja wajahnya sama persis." Kata dokter
"Tolong katakan dokter siapa ibu kandung saya, saya tidak mau hidup dalam kebohongan terus menerus." Kata vaizah memohon pada dokter anna, dokter anna pun sebenarnya sudah menunggu kedatangan anak yang ia berikan pada pak Kenan
"Saya akan memberi tahu kamu siapa ibu kandung kamu, namun dengarkan nasehat saya ibu kandung kamu tidak tahu kalau kamu masih hidup pak Kenan menukar cucunya yang sudah meninggal dengan kamu, ibu kamu hanya tahu kalau kamu sudah meninggal." Kata dokter anna, vaizah hanya menganggukkan kepalanya
"Ibu kandung kamu hamil sebelum menikah dan ayahnya malu mempunyai cucu yang tidak mempunyai seorang ayah, saat ibu kamu melahirkan kamu, putri keluarga shea juga melahirkan namun anak yang di lahirkan meninggal." Kata dokter menghela nafas
"Lalu kenapa keluarga shea mau menerima anak di luar nikah dari orang lain?" Tanya vaizah
"Karena ibu kamu juga putri keluarga shea, kamu bukan anak kandung Andrea melainkan Audry." Kata dokter anna
Vaizah yang sedang memegang secangkir teh hangat pun menjatuhkannya karena sangat syok atas penjelasan dokter anna, Arini dan dokter anna pun kaget gelas yang vaizah pegang pecah dan serpihan gelas tersebut mengenai kaki vaizah, dolterpun langsung mengambil p3k untuk membersihkan luka vaizah, sedangkan vaizah yang di obati hanya diam saja tidak ada ekspresi di wajahnya.
"Apakah dokter tidak salah orang, klaau ibu kandungnya Audry putri kedua keluarga shea?" Tanya arini
"Benar apakah kalian sudah pernah bertemu dengan Audry, kalau sudah lihat wajah mereka hampir sama." Kata dokter anna sembari membalut luka vaizah
Arinipun hanya terdiam Memeng wajah vaizah dan Audry sangat mirip, namuan Arini tidak menyangka sama sekali kalau vaizah adalah putrinya Audry.
"Dek, Adek tidak apa-apa?" Tanya Arini memegang tangan vaizah, vaizah terkejut
"Tidak apa-apa kok kak, lalu siapa ayah kandung aku, apakah dokter juga tahu?" Tanya vaizah
"Ayah kandung kamu, pada waktu itu menikah dengan Andrea kalau tidak salah namanya Lucas azkara." Kata dokter anna, Arini dan vaizah pun semakin terkejut
"APA, bukannya dia suami dari tante Audry." Kata Arini
"Dulu Lucas suaminya Andrea, setelah Andrea tahu kalau kamu bukan putri kandungnya dia mencoba membunuh kamu dengan memberikan racun pada susu formula yang kamu minum, namun tuan Kenan datang tepat waktu dan membawa kamu ke rumah sakit dan tuan Kenan memalsukan kematian kamu pada Lucas dan andrea, setelah itu saya tidak tahu kamu di bawa kemana oleh tuan Kenan dan setelah kejadian itu rumah tangga mereka berantakan setahu saya Andrea berselingkuh dengan seorang polisi, setelah Andrea dan Lukas bercerai Lucas menikah dengan Audry." Jelas dokter anna dengan sangat detail
Mereka diam membisu, mereka sangat terkejut atas penjelasan dokter anna, setelah semuanya sudah jelas, vaizah dan Arini pun pamit hari sudah gelap, Arini yang mengemukakan mobilnya mereka berdua hanya terdiam di sepanjang perjalanan, Arini dan vaizah tidak makan malam sama sekali namun mereka beberapa kali berhenti di tepi jalan, Arini tidak memperbolehkan vaizah untuk mengemudi karena takut terjadi sesuatu.
Saat mereka sedang berhenti di tepi jalan ada seseorang yang mengetuk kaca mobil mereka dan ternyata itu adalah bodyguard yang sedang mencari mereka, arinipun membuka pintu mobil.
"Sebaiknya nona Arini dan nona muda ikut dengan kami." Kata body Tersebut, merekapun masuk ke mobil yang bodyguard bawa
Saat menjelang pagi Arini dan vaizah sampai di kediaman keluarga shea, pak Kenan, salsa dan Oliv tidak tidur mereka menunggu kedatangan Arini dan vaizah mereka ingin mendengar penjelasan dari mereka berdua.
Arini dan maizah pun masuk kerumah dengan tubuh dan pikiran yang lelah, di belakang mereka ada bodyguard yang membawa mereka pulang.
"Kalian berdua dari mana?" Tanya pak Kenan marah, sedangkan mereka berdua terus berjalan dan tidak menjawab pertanyaan pak Kenan
"Kek biarkan mereka berdua beristirahat terlebih dahu kakek juga harus istirahat semalaman kakek tidak tidur terus menghawatirkan mereka berdua." Kata salsa
Salsa dan Oliv pun mengikuti dari belakan, pertanyaan mereka di abaikan oleh vaizah dan Arini, mereka berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing, Arini dan vaizah masuk kekamar mereka masing-masing, sedangkan salsa dan Oliv bingung apa yang terjadi pada mereka berdua.
TERIMA KASIH
__ADS_1
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA YA