Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 47


__ADS_3

Makanannya yang pak Kenan pesan datang, Dewi bingung kenapa pak Kenan makan bersama mereka, namun dia tidak bertanya karena takut, setelah selesai makan siang mereka semua pulang sedangkan pak Kenan masih harus di kantor karena pekerjaannya memaksa untuk tinggal, mereka di antar oleh supir pribadi pak Kenan.


Sesampainya di kediaman keluarga Shea vaizah bertaruh dengan salsa siapa yang sampai kamar vaizah lebih dulu pemenangnya akan mendapat mobil terbaru milik vaizah.


"Siap tiga.......... Satu." Kata vaizah lari terlebih dahulu sedangkan salsa tertinggal pasalnya vaizah curang


"Adek kamu tidak bisa menghitung." Teriak salsa sembari mengejar vaizah, sedangkan Arini dan Oliv berjalan santai di belakang mereka


"Adek tidak curang Adek pintar hahaha." Kata vaizah sembari tertawa, dia terus berlari sampai dia menabrak seseorang


"Au minggir nanti Adek kalah." Kata vaizah, sedangkan orang yang di tabrak vaizah adalah Lucas dia heran apa yang di maksud vaizah


"Adek, kartu lift kak salsa mana?" Tanya salsa teriak pada vaizah, vaizah memang mengambil kartu lift milik salsa


"Adek tidak tahu." Kata vaizah pintu lift pun sudah tertutup salsa terpaksa naik lewat tangga, sesampainya di lantai empat salsa langsung mengejar vaizah karena dia mengerjainya, dan kartu lift milik vaizah pun hilang entah kemana jadi dia harus turun ke lantai bawah lewat tangga sedangkan salsa masih mengejar vaizah.


"Mereka berdua kenapa?" Tanya Lucas pada Arini


"Sudah biasa om, mereka akan saling jahil satu sama lain." Kata Arini


"Kak Aini." Teriak vaizah dari tangga, sedangkan Audry yang tidak tahu kalau mereka sudah datang pun langsung ke ruang tamu dia tadi di dapur memasak untuk makan malam mereka


"Adek hati-hati nanti jatuh." Kata Arini, namun vaizah terus lari turun ke bawah, sedangkan salsa sudah sangat kecapekan


"Hahaha kak salsa ayo kejar Adek." Kata vaizah


"Sudahlah kalian berdua." Kata Arini, sesampainya di lantai bawah salsa duduk di samping Arini dengan nafas yang tidak teratur dan Oliv mengambilkan minum untuk mereka berdua


"Kenapa kalian turun lewat tangga?" Tanya Arini


"Kartu lift Adek lupa di taruh dimana." Kata vaizah tersenyum, Audry dan Lucas yang baru pertama melihat senyum vaizah pun menurut merka senyumannya sangat manis


"Itu karma dek, kamu kemanain kartu lift kak salsa." Kata salsa memegang tangan vaizah karena mereka berdua duduk di samping Arini


"Sudah Adek bilang adek tidak tahu kartu lift kak salsa." Kata vaizah ingin melepas genggaman tangan salsa namun tidak berhasil


"Kalian berdua ya ampun." Kata Arini kesal pada vaizah dan salsa


Salsa bangkit dari tempat duduknya dan duduk di samping vaizah, lalu menggelitik vaizah, vaizah yang kegelianpun terus tertawa dan meminta salsa untuk menghentikannya namun salsa tidak peduli dia kesal dengan vaizah


"Hahahaha kak salsa hentikan hahaha." Kata vaizah


"Tidak mau, berikan mobil yang kamu janjukan pada kak salsa." Kata salsa


"Hahaha tidak kak salsa kan kalah hahaha." Kata vaizah


"Ya sudah kak salsa tidak akan menghentikannya."


"Baiklah-baiklah hentikan kak Adek mau buang air kecil tidak tahan lagi." Kata vaizah lari kekamar mandi tamu, sedangkan semua orang di ruangan tersebut tertawa atas tingkah vaizah termasuk Audry dan Lucas


"Ah lega." Kata vaizah keluar dari kamar mandi


"Mana kunci mobilnya?" Tanya salsa


"Yah kak salsa curang memaksa Adek untuk memberikannya, ada di kamar Adek lagian ada mobil keluaran terbaru lagi aku akan meminta kakek untuk membelikannya." Kata vaizah duduk disamping Arini


"Kenapa kalian kembali lebih cepat?" Tanya Audry, akhirnya Audry angkat bicara


"Kami lupa akhir bulan ini kita akan ada pertandingan pacuan kuda." Kata vaizah, Audry senang vaizah mau berbicara dengannya


"Kalian kapan kembali?" Tanya khalisa tiba-tiba datang


"Barusan." Jawab vaizah singkat


"Mana oleh-oleh aku?" Tanya khalisa


"Ya kita lupa membelikan oleh-oleh buat kamu." Kata salsa dan vaizah, salsa dan vaizah memang sedari dulu tidak berubah jahilnya


"Ya kan aku sudah meminta kalian untuk membelikan aku oleh-oleh dari Bali." Kata khalisa dengan raut muka sedih

__ADS_1


"Jangan dengarkan mereka berdua, oleh-oleh kamu ada di atas." Kata Arini, sedangkan salsa dan vaizah langsung melihat Arini dengan tatapan yang kesal


"Kenapa, kalian berdua menatap aku seperti itu." Kata Arini


"Tidak." Kata salsa dan vaizah sedangkan Oliv dan Arini tertawa


"Ya sudah sebaiknya kita naik untuk membersihkan tubuh kita dan beristirahat, kalian berdua naik lewat tangga." Kata Arini menyuruh salsa dan vaizah naik lewat tangga


"Ayolah ai aku sudah naik turun lewat tangga capek banget." Kata salsa


"Benar apa kak salsa aku juga capek kak Aini." Kata vaizah


"Kalian berdua kalau dalam situasi sepert ini pasti saling mendukung." Kata Arini lalu bangkit dari tempat duduknya salsa, vaizah dan oliv pun mengikuti Arini dari belakang, mereka semua naik kelantai empat dan beristirahat.


Sore harinya mereka sudah ada di lantai lima mereka sedang membahas tentang pertandingan yang akan mereka ikuti sembari memakan cemilan, di lantai lima juga ada supermarket mini pak Kenan membuatnya untuk keperluan mereka banyak makanan dan kebutuhan lainnya.


Malam harinya mereka turun untuk makan malam bersama di meja makan semua orang sudah menunggu tinggal mereka saja yang baru datang, mereka menikmati makan malam, setelah selesai seperti biasa mereka akan berkumpul di ruang keluarga.


"Mana oleh-oleh buat kakek." Kata pak Kenan


"Sebentar, Adek ambilkan dulu." Kata vaizah bangkit dari tempat duduknya dan naik ke atas


"Sepertinya kondisi vaizah sudah membaik." Kata pak Kenan


"Iya kondisinya sudah membaik, tahu tidak kek Adek membaik setelah bertemu dengan ayah sepertinya dia sangat merindukannya." Kata salsa


"Benarkah, apa hubungan mereka sedekat itu?" Tanya pak Kenan, pak Kenan tidak tahu menahu tentang hubungan kedekatan vaizah dan pak Mansyur


"Sangat, ayah selalu memanjakannya walau ayah tidak ada waktu banyak bersamanya namun ayah selalu meluangkan waktu untuk bertemu vaizah." Jawab Arini, sedangkan Audry dan Lucas hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka


"Bagaimana dengan istri dari Mansyur apakah dia baik pada vaizah?" Tanya pak Kenan


"Kalau istri ayah kami tidak tahu sama sekali, pasalnya vaizah tidak menyukainya jadi setiap ayah bertemu dengan vaizah dia tidak mengajak istrinya." Jawab Arini


Vaizah pun datang dan duduk di samping pak Kenan dia memberikan oleh-oleh dari Bali pada pak kenan.


"Ini aku tidak tahu apa yang kakek sukakai, jadi semoga kakek suka." Kata vaizah


"Kak mana oleh-oleh buat khalisa?" Tanya khalisa, Vaizah memberikan baju khas bali pada vaizah


"Hanya ini, seharusnya kak Namira memberikan aku aksesoris juga." Kata khalisa


"Jangan panggil aku Namira nama aku vaizah itu nama yang diberikan oleh ayah." Kata vaizah sedikit membentak khalisa, vaizah memang tidak suka di panggil dengan nama namira


"Tenanglah." Kata Arini pada vaizah


"Kalau khalisa mau kami banyak membeli aksesoris ada di atas nanti kamu pilih sendiri apa yang kamu suka." Kata Arini, sedangkan khalisa hanya diam saja karena vaizah membentaknya


"Kalau kamu tidak mau di panggil Namira tidak usah membantai khalisa, kami saja sebagai orang tuanya tidak pernah membentaknya." Kata Lucas kesal putrinya di bentak oleh vaizah


"Sudah, kenapa jadi berdebat." Kata pak Kenan, sedangkan Audry hanya diam saja dia bingung harus membela siapa mereka berdua putrinya


"Lebih baik kalian naik untuk beristirahat besok kalian akan berlatih." Kata pak Kenan menyuruh arini, salsa, vaizah dan oliv


"Kami akan keluar sebentar kek dan jangan ada bodyguard yang boleh mengikuti kita." Kata vaizah


"Kalian mau kemana, ini sudah malam?" Tanya pak Kenan


"Benar kata ayah ini sudah malam kalian mau kemana?" Kata Audry


"Kami akan ke sirkuit." Jawab vaizah singkat lalu naik ke atas untuk mengambil kunci mobil, merek akan membawa mobil masing-masing


"Kenapa kamu berbicara seperti itu pada vaizah?" Tanya pak Kenan pada Lucas tegas


"Seharusnya dia tidak perlu membentak khalisa, khalisa tidak tahu kalau dia tidak suka di panggil Namira." Kata Lucas


"Kalau kalian di sini hanya mempersulit keadaan lebih baik kalian kembali ke Sidney." Kata pak Kenan tegas


"Baiklah kami akan kembali ke Sidney, lagi pula aku tidak percaya kalau vaizah adalah putri saya." Kata Lucas

__ADS_1


"Aku juga tidak peduli anda menganggap saya sebagai putri anda atau bukan, karena saya sudah mempunyai seorang ayah yang menyayangi saya." Kata vaizah tiba-tiba datang semua orang terkejut dan langsung berdiri


Lalu vaizah melempar kunci mobil kepada Arini, salsa dan Oliv.


"Sekarang kita pergi, siapa yang akan menang dalam pertandingan ini aku akan memberikan maobil baru yang akan kakek belikan." Kata vaizah, lalu mereka semua keluar tidak ada bodyguard yang mengawal mereka


Sedangkan di kediaman Shea, pak Kenan menyuruh Lucas, Audry dan khalisa untuk meninggalkan rumah keluarga Shea.


"Sekarang kalian keluar dari rumah ini." Kata pak Kenan tegas, khalisa ketakutan


"Vaizah tidak butuh orang tua seperti kalian." Lanjut pak Kenan


"Ayah biarkan aku tetap di sini bagaimana pun dia putriku." Kata Audry memohon pada ayahnya


"Tidak kalian pergi dan saya tidak akan memperbolehkan kalian bertemu dengan vaizah." Kata pak Kenan lalu pergi meninggalkan mereka


"Ayah, ayah tidak ada hak melarang kita untuk bertemu dengannya." Teriak Audry pada pak Kenan, namun pak Kenan tidak memperdulikannya


"Kenapa kamu berbicara seperti itu, walaupun kamu tidak percaya kalau vaizah putri kita tapi aku sangat yakin kalau dia putriku." Kata Audry marah pada Lucas, Audry pun meninggalkan Lucas dan khalisa, khalisa hanya diam saja dia sangat ketakutan dengan pertengkaran keluarga mereka


Sedangkan di sirkuit, mereka baru memulai balapannya, sekarang yang memimpin vaizah dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dia melampiaskan kemarahannya dengan membahayakan dirinya sendiri, sedangkan salsa, Oliv dan Arini mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar.


Sudah hampir sepuluh putaran kecepatan mobil vaizah tidak berkurang sama sekali, sedangkan Arini, salsa dan Oliv sudah menepi di garis start, dengan kecepatan yang sangat tinggi mobil vaizah di rem secara mendadak jadi mobil yang di kendarai vaizah terbalik, yang lainnya sangat terkejut dan berlari menghampiri mobil vaizah yang sudah terbalik, di dalam mobil kepala vaizah mengeluarkan banyak darah.


Dengan cepat salsa mengeluarkan vaizah dari takut mobil akan meledak mereka mengangkat vaizah kedalam mobil salsa dan mobil yang vaizah kendarai meledak, mereka langsung menuju rumah sakit, Arini sangat khawatir pada vaizah karena darahnya tidak berhenti, sesampainya di rumah sakit vaizah langsung di bawah ke IGD, di luar ruang IGD Arini dan yang lainnya terus berdoa agar vaizah baik-baik saja.


"Tenanglah ai Adek pasti baik-baik saja." Kata salsa menenangkan Arini yang terus menangis


"Benar apa kata salsa Adek akan baik-baik saja." Kata Oliv, sebenarnya mereka juga sangat khawatir dan takut


Dolterpun keluar dari ruang IGD dan menghampiri salsa, Oliv dan Arini


"Bagaimana dok apakah dia baik-baik saja?" Tanya Arini


"Dia baik-baik saja, hanya kepalanya saja yang di jahit 15 jahitan." Kata dokter, mereka semua lega vaizah baik-baik saja


"Apakah boleh pulang dok?" Tanya Arini


"Boleh, setelah dia siuman dan setelah kantong darahnya sudah habis dia harus menerima transfusi dara, kebetulan golongn darahnya langkah dan di rumah sakit ini tinggal satu kantung darah yang cocok dengannya." Kata dokter tersebut


Arini, Salsa dan Oliv pun sangat lega, mendengar penjelasan dokter, sekitar hampir dua jam mereka keluar dari rumah sakit tubuh vaizah sangat lemah dan harus menggunakan kursi roda, sesampainya di kediaman keluarga shea salsa meminta salah satu bodyguard untuk mengangkat vaizah untuk di letakkan di kursi roda.


"Nona muda kenapa?" Tanya bodyguard terkejut


"Angkat saja dan pindahkan ke kursi roda." Kata salsa, bodyguard tersebut mengikuti perintah slasa


Mereka masuk kerumah di ruang tamu ada audry yang sedang menunggu mereka, Audry sangat terkejut melihat vaiza menggunakan kursi roda dan kepalanya dililit perban, Audry langsung menghampiri vaizah dan berjongkok di hadapan vaizah yang hanya diam saja, sejak dari rumah sakit vaizah hanya diam saja tidak mau berbicara dengan siapapun.


"Kamu kenapa?" Tanya Audry khawatir pada vaizah yang seperti itu, vaizah hanya diam saja


"Aku akan membawanya naik ke kamarnya, dia harus beristirahat." Kata Arini lalu mendorong kursi roda vaizah menuju lift


"Jelaskan apa yang terjadi." Kata ibu sisil pada mereka, namun mereka tidak memperdulikannya sama sekali


Vaizah beristirahat di kamarnya, dia diam saja karena pengaruh obat dia belum sadar sepenuhnya, Arini akan menemani vaizah di kamarnya, sedangkan salsa dan Oliv akan tidur di kamar mereka masing-masing, pak Kenan tidak tahu sama sekali kalau vaizah mengalami kecelakaan.


Sedangkan Audry tidak bisa tidur dia terus mondar mandir di kamarnya sedangkan suaminya sudah tertidur nyenyak, Audry mau ke kaar vaizah dia tidak berani.


Keesokan paginya pak Kenan yang baru mengetahu vaizah mengalami kecelakaan pun langsun naik ke atas dan masuk kekamar vaizah, sedangkan Arini sedang mengganti perban di kepala vaizah, vaizah baru selesai mandi.


"Bagaimana bisa kecelakaan?" Tanya pak Kenan khawatir


"Ini hanya kecelakaan kecil kek, aku baik-baik saja." Kata vaizah tersenyum pada kakeknya dia menyembunyikan rasa sakitnya di depan semua orang


"Kalau kamu baik-baik saja kenapa kepala kamu di perban seperti itu" Kata pak Kenan kesal karena vaizah bersikap semuanya baik-baik saja


"Hanya luka kecil kek." Kata vaizah


Pak Kenan pun akhirnya mengalah berdebat dengan vaizah dan turun ke bawah untuk sarapan bersama, Lucas sudah pergi dari kediaman keluarga Shea sedangkan Audry dan khalisa tidak mau, sudah pasti Audy ingin lebih dekat dengan vaizah dan memperbaiki semuanya sedangkan khalisa ingin tinggal bersama dengan ibunya, di meja makan sudah ada khalisa dan Audry sedangkan mereka semua baru turun, di meja makan semuanya hanya terdiam sedangkan Audry terus menerus memperhatikan vaizah.

__ADS_1


TERIMA KASIH


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


__ADS_2