Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 38


__ADS_3

Keesokan paginya Arini sudah di perbolehkan untuk pulang, ada satu suster yang akan ikut mereka ke vila untuk mengganti perban Arini dan untuk memantau keadaan Arini.


"Kenapa kita kesini?" Tanya Arini bingung kenapa dia pulangnya ke vila


"Kita semua sedang liburan di sini." Jawab salsa


"Benarkah dan kenapa banyak bodyguard di vila ini?" Tanya Arini lagi


"Mereka bodyguard yang dikirim kakeknya Adek untuk menjaga kita." Jelas salsa lagi


"Lebih baik kak Aini masuk dan beristirahat jangan fikirkan apa pun." Kata vaizah


Arini pun masuk ke vila, lalu dia masuk kekamar salsa sementara Arini akan tidur di kamar salsa, setelah meminum obat Arini pun tidur karena pengaruh obat, sedangkan salsa dan vaizah keluar mereka takut mengganggu Arini beristirahat.


"Bagaimana kalau kak Aini tidak ingat dalam beberapa hari kedepan?" Tanya vaizah khawatir, mereka sudah duduk di ruang tamu bersama pak Kenan


"Kalau dia tidak ingat dalam waktu beberapa hari kedepan, kita akan membawanya ke London untuk melakukan pengobatan, kakek akan menyewa dokter yang terbaik di sana." Kata pak Kenan


"Terima kasih kek, apakah tidak apa-apa kalau kak Aini ikut bersama kita?" Tanya vaizah


"Benar kek, aku juga sudah merepotkan kakek selama ini, maaf." Sambung salsa


"Kenapa harus minta maaf salsa, kamu dan Arini selama ini menyayangi vaizah seperti adik kalian sendiri, apa salahnya kalau kakek membalas kebaikan kalian sebisa mungkin." Kata pak Kenan, pak Kenan bersyukur cucunya di kelilingi teman-teman yang baik seperti salsa dan vaizah


"Terimakasih dan minta maaf kek." Kata salsa, menetesakn air matanya karena terharu


"Tidak ada ucapan minta maaf dan terimah kasih kita semua keluarga disini, kakek juga senang kalian ikut kakek ke London, rumah akan semakin ramai kalau ada satu gadis lagi yang akan tinggal di rumah kita." Kata pak Kenan sembari tersenyum melihat cucunya yang bahagia


"Kakek yang terbaik." Kata vaizah lalu memeluk kakeknya


*******


Sedangkan Haikal di Jakarta sangat pusing karena ada perempuan yang datang kerumah dan mengaku mengandung anaknya, Haikal tidak percaya kalau anak yang di kandung perempuan itu anaknya, namun perempuan itu kekeh untuk meminta Haikal bertanggung jawab.


"Bagaimana aku yakin kalau anak yang kamu kandung anak aku." Kata Haikal


"Kamu boleh melakukan tes DNA saat anak ini lahir." Kata perempuan tersebut


"Baiklah, tapi kamu tidak akan tinggal di sini dan aku akan membiayai hidup kamu selama kamu mengandung anak ini dan satu lagi kamu tidak perlu terus menghubungi aku." Kata Haikal tegas


"Baiklah." Kata perempuan itu lalu meninggalkan rumah yang Haikal dan teman-temannya tinggali


Sedangkan di vila kepala Arini sangat sakit, dia merintih kesakitan, sedangkan di kamar tidak ada siapapun, Arini mencoba memanggil salsa dan vaizah namun tidak ada sahutan sama sekali dari salsa dan vaizah, sedangkan kamar yang di tinggali nya saat ini kedap suara, Arini pun akhirnya bangun dari tempat tidurnya berjalan keluar sembari memegang kepalanya yang terasa nyeri.


"Salsa, Adek." Panggil Arini saat sudah keluar dari kamar salsa


Salsa yang ingin naik ke atas pun terkejut karena melihat Arini berjalan dan memegang kepalanya yang menurut salsa Arini sedang menahan sakit di kepalanya.


"Kenapa kamu keluar ai?" Tanya salsa lari dari lantai bawah ke lantai atas


"Kenapa kepala aku sakit sekali sa." Kata Arini sembari memegang kepalanya


"Lebih baik kita masuk ke kamar dulu, nanti aku akan memberikan obat pereda nyeri." Kata salsa, lalu memapah Arini masuk ke kamarnya


Sesampainya di kamar salsa langsung memberikan obat pada Arini.


"Apakah kamu dan Adek Masi marah sama aku?" Tanya Arini sedangkan salsa heran kenapa Arini bertanya seperti itu


"Apa maksud kamu?" Tanya salsa bingung


"Kamu kan sangat marah karena aku berpacaran dengan kak Haikal." Kata Arini, salsa sudah mengerti ingatan Arini hilang hanya saat salsa marah pada Arini karena masalah itu


"Aku sudah tidak marah lagi pada kamu."


"Syukurlah kalau kamu tidak marah lagi, apakah kamu sudah memberi tahu kak Haikal kalau aku mengalami kecelakaan?" Tanya Arini


"Tidak." Jawab salsa singkat


"Syukur jangan kasih tahu kak Haikal, dia harus fokus kuliah dan sekarang aku sudah baik-baik saja." Kata Arini salsa hanya menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"Kapan kita akan kembali ke Jakarta, aku tidak betah tinggal di sini?" Tanya arini


"Setelah kamu lebih baik kita akan kembali ke Jakarta." Jawab salsa


Setelah berbicara dengan salsa arinipun kembali beristirahat, salsa keluar kamar Arini dan masuk ke kamar vaizah, saat masuk salsa melihat vaizah yang sedang tidur mungkin karena capek semalaman menjaga Arini di rumah sakit.


Malam harinya pak Kenan, salsa, vaizah dan Arini makan malam bersama, setelah selesai merekapun berkumpul di ruang tamu, sedang Arini masih bingung kapan dia berangkat liburan bersama salsa dan vaizah.


"Setahu aku, Adek tidak punya kakek, lalu dia siapa?" Tanya Arini


"Kak Aini tidak tahu semua tentang aku, dia ayah dari mama aku." Jelas vaizah


"Benarkah, salam kenal kek nama saya arini." Arini memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya


"Perkenalkan juga saya kakek Kenan." Jawab pak Kenan dan menyambut uluran tangan Arini


"Sudah berapa lama kita liburan, kenapa aku tidak ingat sama sekali?" Tanya Arini


"Baru tiga hari, jangan di paksakan untuk mengingat kalau kamu memang tidak ingat." Jawab salsa


"Owh iya, vaizah dan salsa sekarang sudah pindah kuliahnya lagi ke London, apakah kamu juga mau ikut mereka kuliah di London?" Tanya pak Kenan pada Arini


"Benarkah, sejak kapan, aku tidak bisa ke London karena di sini aku punya seseorang yang sangat aku cintai, indo ke London sangat jauh sedangkan di Jakarta ke malang saja aku sangat merindukannya." Jelas Arini sedangkan salsa dan vaizah tersenyum getir


"Apakah kamu yakin masih ingin tinggal di sini?" Tanya pak Kenan memastikan lagi


"Yakin kek, lalu kalian berdua berangkat ke London lagi kapan?" Tanya Arini pada salsa dan vaizah


"Masih lama ai, kita sedang libur semester." Jawab salsa, pak Kenan hanya menganggukkan kepalanya saja, dia sangat faham situasi saat ini tidak memungkinkan vaizah dan salsa ikut ke London dalam waktu dekat ini


"Lalu kapan kita akan ke Jakarta, aku harus bekerja dan kuliah." Kata Arini


Setelah berbincang mereka semua masuk ke kamar mereka masing-masing, salsa dan vaizah tidur satu kamar sedangkan Arini tidur sendiri di kamar salsa.


Pagi harinya mereka sudah siap untuk pulang ke Jakarta, pak Kenan juga akan kembali ke London pak Kenan satu mobil dengan vaizah sedangkan Arini dan salsa di mobil yang lainnya, bangak mobil yang mengiring mereka, mobil-mobil tersebut berisi bodyguard yang mengawal mereka semua ke bandara.


Setelah mengantar pak Kenan ke airport, salsa, vaizah dan Arini pun kembali ke rumah mereka yang dulu, salsa dan vaizah sudah memberi tahu Arini kalau mereka sudah pindah dari rumah yang dulu namun Arini tidak mau tinggal di rumah yang baru, terpaksa salsa dan vaizah kembali kerumah yang dulu pak Mansyur belikan untuk mereka, ada bodyguard bersama mereka juga jumbelahnya delapan orang, sisanya ikut pak Kenan ke London.


Sudah beberapa hari ini Arini terus ingin masuk kuliah dan bekerja, Namaun salsa dan vaizah melarangnya karena mereka memberi alasan kalau Arini belum sembuh total namun Arini tetap kekeh ingin masuk kerja dan kuliah, Oliv juga sudah di beri tahu kalau Arini hilang ingatan setiap pulang kuliah Oliv akan mampir kerumah Arini, sedangkan pak Satya dan ibu sisil tidak berani mendekati mereka lagi walau mereka sudah menjadi tetangganya lagi.


Keesokan paginya salsa dan vaizah mencoba membujuk Arini agar ikut mereka ke London, karena mereka harus bertugas salsa dan vaizah tidak mungkin meninggalkan Arini dengan keadaan seperti ini.


"Ai sekali ini turuti permintaan kita, ikut kita ke London ya." Kata salsa


"Benar kak tolong sekali ini saja." Kata vaizah memohon, Arini sangat bingung dia ingin ikut mereka sedangkan dia tidak mau jauh dari Haikal


"Ayo lah ai." Kata salsa


"Baiklah, tapi aku harus berbicara dengan kak Haikal terlebih dulu." Kata Arini, sedangkan salsa dan vaizah tidak mau Arini bertemu Haikal lagi


"Kata kak Haikal, kak Aini boleh pergi, aku sudah meminta izin padanya, lagi pula dia sedang ada ujian, jadi tidak bisa mengantar kita ke airport." Kata vaizah berbohong pada Arini


"Baiklah, kalau kak Haikal sudah mengizinkan, kita berangkat ke London nya kapan?" Tanya Arini pada mereka berdua


"Nanti malam kak." Jawab vaizah


"Secepat itu, kakak belum mempacking barang-barang kakak." Kata Arini


"Kita tidak perlu membawa barang-barang kita, di sana kakek sudah menyiapkan semuanya." Kata vaizah


Sedangkan di rumah Oliv, dia sedang berdebat dengan mamanya, Oliv ingin ikut bersama mereka namun mamanya melarang Oliv, mamanya Oliv tidak mau lagi berpisah dari putrinya.


"Ayolah mah, Oliv ingin kuliah di London bersama Arini." Bujuk Oliv pada mamanya


"Tidak, mama tidak setuju kamu kuliah di London." Kata mamanya tegas


"Ayolah mah, sekali ini saja, oliv janji akan jaga diri Oliv baik-baik di sana." Kata Oliv lagi


"Tidak, kamu putri satu-satunya mama, mama tidak ingin jauh dari kamu, cukup lima bulan mama berpisah dari kamu." Kata mamanya

__ADS_1


"Kalau mama tidak mengizinkan Oliv untuk kuliah di London, Oliv tidak mau kuliah lagi." Acam Oliv


"Terserah kamu Oliv, nanti mama bilangin ke papa kalau Oliv tidak mau kuliah lagi." Kata mamanya


"Silahkan Oliv tidak takut, lagi pula Oliv bukan satu-satunya putri mamah." Kata Oliv lalu meninggalkan mamanya begitu saja


"Apa maksud kamu Oliv." Teriak mamanya pada Oliv, namun Oliv tidak peduli


"Kenapa mama teriak-teriak, ribut sama Oliv lagi." Tanya papanya Oliv


"Eh papa sudah pulang, biasa anak itu bikin Mama kesal saja." Kata mamanya Oliv


"Kalian berdua kalau tidak ribut sehari saja apakah tidak bisa, memang apa yang Oliv lakukan sampai-sampai mamah teriak-teriak." Tanya suaminya


"Oliv minta kuliah di London bersama Arini, mama melarangnya dia malah mengancam mama kalau dia tidak akan kuliah lagi, satu lagi katanya dia bukan putri satu-satunya mama, memang mama punya putri selain dia." Jelas mamanya Oliv


"Memang kenapa mama melarang Oliv kuliah di londen, biarkan saja dia mencari pengalaman di sana, apa yang Oliv katakan kan memang benar sekarang yang mama kandung bayi perempuan." Kata suaminya, sedangkan mamanya Oliv hanya menganggukkan kepalanya memang benar sekarang dia sedang mengandung bayi perempuan


"Pokoknya mama tidak setuju kalau Oliv kuliah di London titik." Kata mamanya Oliv tegas


"Terserah mama saja, kalau Oliv kabur dari rumah jangan salsahkan papa dan papa tidak akan ikut campur urusan mama dan Oliv." Kata suaminya lalu pergi meninggalkan mamanya Oliv


"Papa, kenapa papa jadi mendukung Oliv." Teriak mamanya Oliv pada suaminya


Sedangkan di atas Oliv sedang menelfon Arini, Oliv kekeh ingin ikut bersama Arini ke London.


"Ai aku ingin ikut bersama kamu vaizah dan salsa, tapi mama melang aku bagaimana ini." Kata Oliv pada Arini dengan suara sedih


"Turuti saja permintaan mama kamu, atau kamu minta izin sama papa kamu saja." Kata Arini


"Baiklah nanati aku bicara sama papah, apa aku bisa berbicara dengan vaizah?" Tanya Oliv


"Tentu." Kata Arini lalu memberikan ponselnya pada vaizah


"Ada apa kak, kenapa ingin berbicara dengan adek?" Tanya vaizah


"Apakah aku bisa minta tolong sama kamu dek, bujuk papa aku biar aku di perbolehkan kuliah di London." Kata Oliv meminta bantuan vaizah


"Apa yang bisa Adek bantu kak, apa papanya kakak akan menyetujuinya." Tanya vaizah


"Bilang pada papa, kalau kamu cucu keluarga shea dan bisakah aku magang di perusahan kakek kamu agar aku belajar banyak dari perusahaan kakek kamu." Kata Oliv


"Nanti aku bicarakan dengan kakek terlebih dahulu."


"Baiklah, nanti langsung hubungi kakak saja." Kata oliv, lalu sambungan telfon mereka berakhir


Vaizah pun menelfon kakkeknya, pak Kenan setuju-setuju saja, dia sangat senang kalau teman-teman cucunya masuk ke perusahaannya, pak Kenan sudah menyelidiki salsa, Arini dan Oliv mereka semua mahasiswi yang berprestasi, kemungkinan besar perusahaannya akan lebih maju saat mereka semua masuk ke perusahaan Shea company.


"Kalau papanya Oliv tidak menyetujuinya, ajak orang tua Oliv ke London bertemu dengan kakek." Kata pak Kenan


"Baiklah, setahu aku rumor di luarsana kakek sangat kejam." Kata vaizah


"Itu hanya rumor cucu kakek yang cantik." Kata pak Kenan


"Ya sudah kek, aku akan kerumah orang tua kak Oliv dulu." Kata vaizah langsung mematikan telfonnya, sedangkan di sebrang telfon pak Kenan hanya menggelengkan kepalanya, baru pertama kali ada orang yang memutuskan telfonnya begitu saja, tapi pak Kenan senang vaizah bersikap seperti itu padanya


Vaizah pun datang ke rumah Oliv, Oliv sangat senang karena pak Kenan menyetujui permintaannya, vaizah duduk di ruang tamu sedangkan Oliv memanggil papa dan mamanya, orang tua Oliv bingung kenapa mereka harus mendiskusikan tentang kepindahan Oliv ke luar negri dengan anak remaja seperti vaizah.


"Selamat sore om Tante." Kata Oliv menyapa mama dan papanya Oliv


"Sore juga." Kata papanya Oliv, orang tua Oliv sudah mengenal vaizah, vaizah, salsa dan Arini sudah berkunjung kerumah orang tua Oliv karena Arini memaksa ingin bertemu Oliv ingin menanyakan mata kuliah yang tertinggal


"Bagaimana keadaan om dan Tante?" Tanya vaizah basa basi


"Baik, bagaimana keadaan Arini, apakah dia sudah mengingat semua?" Tanya papanya Oliv


"Belum om, itu alasan kak Aini akan pindah kuliah ke London, dia akan menjalankan pengobatan di sana, doakan saja agar pengobatan nya membuahkan hasil." kata vaizah


TERIMA KASIH

__ADS_1


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


__ADS_2