
Samaira juga termasuk dalam pertukaran mahasiswi yang mewakili kota malang, sedangkan Arini dan Oliv mewakili Jakarta, setiap kota akan mendapat pertukaran mahasiswi dari berbagai negara namun tahun ini dari negara Singapura.
Hari ini Arini dan Oliv akan berangkat ke Singapura, mereka berangkat bersama mahasiswi kota lain, ibunya oliv juga akan ikut mengantarkan Oliv ke Singapura, sedangkan ayahnya Oliv sedang mengurus apartemen yang akan Oliv tinggali, sekarang ayah Oliv ada di Singapura dia sedang melakukan perjalanan bisnis.
Sebenarnya Arini tidak pernah bertemu mamanya Oliv dan main kerumahnya, Oliv juga tidak pernah main ke rumah Arini Oliv sudah tahu kalau orang tua Arini sudah meninggal dalam kecelakaan, Oliv salut pada Arini bisa bertahan dan berjuang sampai sekarang, Oliv menceritakan semuanya pada mamanya, mamanya Oliv juga senang kalau putrinya punya teman yang baik dan pekerja keras.
"Ma kenalin, dia Arini yang sering Oliv ceritakan pada mama." Kata oliv memperkenalkan Arini pada mamanya
"Hai Tante perkenalkan nama saya Arini." Arini mengulurkan tangannya lalu mencium tangan mamanya oliv
"Hai juga tante mamanya Oliv udah cantik sopan lagi, kalau Tante punya anak laki-laki akan Tante jodohkan sama anak Tante." Kata mamanya Oliv
"Sayangnya mama tidak punya anak laki-laki hahaha." Kata Oliv mengejek mamanya, sedangkan Arini hanya tersenyum
"Kan mama juga bilang seandainya Oliv, mama juga sudah bersyukur dan bangga punya putri seperti kamu." Kata mamanya salsa
"Sudahlah mah jangan banyak drama, Oliv juga tahu kalau mama seperti ini ada maunya ya kan." Kata oliv
"Tahu saja, Arini bagaimana kalau kamu tinggal bersama Oliv di apartemen yang om dan Tante siapkan, Tante akan merasa tenang kalau Oliv tinggal bersama kamu" Kata mamanya Oliv
"Hemmm baiklah, tapi Aini akan membayar tiap bulannya, Arini tidak mau menumpang pada orang lain." Kata Arini
"Tidak usah ai, kamu bisa membayarnya dengan memasakkan makanan kesukaan ku, bagaimana?" Tanya Oliv
"Tapi." Kata Arini terpotong
"Tidak ada penolakan ai, tahu tidak ma masakan Arini sangat lezat Lo." Kata Oliv pada mamanya
"Apakah benar, sesekali masakin juga untuk om dan tante dan kamu Oliv jangan bisanya makan saja, belajar masak dari Arini." Kata mamanya Oliv
"Iya Tan nanti akan masakin makanan untuk om dan Tante." Kata Arini
Saking asiknya berbincang mereka sampai lupa penerbangan mereka akan berangkat, mahasiswi dari kota lain sudah datang semuanya, mereka semua memasuki pesawat dan pesawat pun terbang menuju Singapura.
Sedangkan Haikal di kampus mencari-cari keberadaan Arini namun tidak ketemu juga, akhirnya Haikal menghampiri Vita.
"Vita hari ini Aini kemana, padahal hari ini ada kelas tidak mungkin dia tidak masuk mata kuliah." Kata Haikal
"Heeemm." Vitapun bingung harus menjawab apa
"Jawab Vita di mana Arini Oliv juga tidak ada di kampus mereka berdua kemana?" Tanya haikal
"Heeemm Oliv dan Arini termasuk pertukaran mahasiswi, hari ini mereka berangkat ke Singapura." Kata Vita
"Kenapa Aini tidak memberi tahu aku, jam berapa mereka akan berangkat?" Tanya Haikal
"Pesawat yang mereka tumpangi sudah berangkat." Kata Vita
Haikalpun sangat frustasi kenapa Arini tidak memberi tahunya sama sekali, dan di akhir bulan ini akan ada ujian, Haikal tidak mungkin meninggalkan kulih nya.
Arini dan Oliv sudah sampai di changi airport, bandara internasional Singapura, mahasiswi yang datang bersama mereka sudah di jemput perwakilan dari national university of Singapore (NUS), sedangkan Arini ikut bersama papa mamanya Oliv, mereka semua akan ke university tersebut dan akan di tempatkan di asrama, namun papanya Oliv sudah mengurus semuanya Arini dan Oliv akan tinggal di apartemen.
Sesampainya di university tersebut mereka berkumpul di aula dan di berikan arahan dan peraturan di university tersebut, setelah selesai mahasiswi lainnya di ajak ke asrama yang akan mereka tempati dalam beberapa bulan kedepan, sedangkan Arini dan Oliv pergi ke apertemen yang akan mereka tinggali bersama mama papanya Oliv.
Apertemen yang akan mereka tempati mempunyai dua kamar dan masing-masing kamar ada kamar mandinya, ruang tamu dan dapur dan papanya Oliv membelikan Oliv mobil untuk berangkat ke kampus karena jarak kampus ke apertemen cukup jauh.
Sesampainya di apertemen, mereka semua duduk di ruang tamu, sedangkan Arini masuk ke kamarnya karena lelah.
"Ma apa mama langsung pulang ke indo?" Tanya Oliv
"Tidak, mama akan ikut bersama papa dalam perjalanan bisnis." Kata mamanya
"Bilang saja, tujuan mama ke sini ingin bertemu papa, baru beberapa hari sudah rindu saja hahaha." Kata Oliv mengejek mamanya
"Tuh udah tahu." Kata mamanya
"Sudahlah kalian berdua sama saja." Kata papanya Oliv
"Owh iya pa, buatkan aku Adek, biar mama tidak mencari-cari aku terus dan ada kesibukan" Kata Oliv, memang mamanya Oliv tidak bekerja Karana suaminya melarangnya dan dia over protective pada Oliv.
"Minta tuh oleh-oleh Oliv, memangnya mudah membuat Adek untuk kamu." Kata papanya Oliv sembari menggelengkan kepalanya karena putrinya ada-ada saja ini perjalanan bisnis bukan bulan madu
"Ya usaha pa, siapa tahu berhasil, papa kan kepingin banget punya anak laki-laki, apa lagi tuh si mama." Kata Oliv
"Iya Oliv papa akan usahakan, tapi papa sudah bersyukur punya putri seperti kamu." Kata papanya sembari memeluk Oliv
"Mama juga ingin di peluk." Kata mamanya Oliv
"Oliv tidak mau di peluk mama, papa hanya milik Oliv." Kata Oliv
"Oliv sebelum dia jadi papa kamu dia suaminya mama." Kata mamanya Oliv kesal pada oliv
"Oliv tidak peduli, papa cinta pertamanya Oliv, apakah papah cinta pertamanya mama pasti bukan." Kata Oliv sembari mencium pipi papanya
__ADS_1
"Benar apa yang di katakan Oliv, seorang putri akan menjadi cinta pertama papanya." Kata papanya
"Kalian berdua sama saja." Kata mamanya Oliv
"Hahahaha mama marah apa cemburu, Oliv hanya becanda ma." Kata Oliv, lalu mamanya memeluk mereka berdua dengan sangat bahagia karena mempunyai suami dan anak yang menyayangi nya.
Ya memang keluarga Oliv sangat menyayangi satu sama lain, terutama Oliv sering menjahili mamanya karena mamanya teman dan sahabatnya.
Akhirnya mama papanya Oliv pergi, mereka akan tinggal di hotel dekat sini, mereka akan pergi ke Inggris besok.
Sedangkan samaira dia akan tinggal di asrama, sebenarnya pak Mansyur sudah menawarkan samaira untuk tinggal di apertemen namun samaira menolaknya.
*****
Pagi harinya Arini dan Oliv sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kampus, sedangkan orang tua Oliv sudah berangkat ke Inggris pagi-pagi sekali.
"Ai hari ini mata kuliah kita hanya ada satu, setelah selesai kita belanja keperluan dapur." Kata Oliv, mereka sedang sarapan dengan roti dan jus
"Baiklah, apa ada restoran indo di sini?" Tanya Arini
"Ada ai, baru buka beberapa bulan tapi selalu ramai, setelah belanja kita akan mampir ke restoran tersebut untuk makan siang." Kata Oliv
"Ok, aku sudah rindu masakan indo." Kata Arini
Merekapun berangkat ke kampus, sesampainya di kampus dosen memperkenalkan mereka semua pada mahasiswa-mahasiswi lainnya, ada gadis yang mendekati Arini dan Oliv.
"Hai perkenalkan nama aku samaira." Kata samaira pada Oliv dan Arini
"Hai juga aku Oliv dan dia Arini." Kata Oliv
"Kalian berdua dari kota mana?" Tanya samaira
"Kita perwakilan dari Jakarta, kalau kamu?" Kata Oliv
"Aku perwakilan dari malang." Kata samaira
"Dia dari malang ai, kota kelahiran kamu bukan?" Tanya Oliv pada Arini
"Benar." Kata Arini dia sedang memperhatikan orang yang familiar
"Kamu sedang memperhatikan siapa ai?" Tanya Oliv karena sepertinya Arini tidak fokus pada mereka
"Sepertinya aku melihat seseorang yang aku rindukan selama ini." Kata Arini
"Memang siapa yang kamu rindukan selama ini ai?" Tanya oliv
"Memang apa yang terjadi sampai semua orang beranggapan mereka sudah tiada?" Tanya Oliv semakin penasaran
"Nanti aku akan jelaskan, aku harus menghampiri mereka." Kata Arini sembari menunjuk orang yang menurut Arini vaizah dan salsa
"Ai tunggu." Kata Oliv namun Arini tidak mendengarkan panggilan Oliv
Suasana kampus sangat ramai, berbeda dengan kampus di Indonesia, Arini kehilangan seseorang yang Arini kejar, sedangkan Oliv dan samaira mengikuti Arini dari belakang, hari ini tidak ada mata kuliah, hari ini hanya perkenalan saja, Arini berhenti di lorong kampus karena kehilangan mereka.
"Ai ya ampun cepat amat si." Kata Oliv
"Aku kehilangan mereka Oliv." Kata Arini dengan raut muka sedih
"Mungkin kamu salah lihat ai, kamu hanya merindukan mereka sampai-sampai kamu melihat mereka ada di sini." Jelas Oliv sembari menenangkan Arini
"Aku tidak mungkin salah lihat Liv, aku yakin itu mereka berdua, aku hafal dengan postur tubuh mereka." Kata Arini
"Sudahlah la ai, kita cari tempat duduk dulu kita akan membicarakannya di sana." Kata Oliv mengajak Arini duduk di taman kampus
Arini, Oliv dan samaira duduk di kursi taman, samaira sudah membeliikan minuman untuk Arini.
"Jelaskan ai apa yang terjadi dengan mereka, dan nama mereka siapa, mungkin papa bisa membantu menemukan mereka." Kata Oliv
"Mereka berdua mengalami kecelakaan pesawat beberapa bulan yang lalu." Jelas Arini sembari menangis
"Tenangkan dirimu ai, apa kecelakaan pesawat yang terjatuh ke laut?" Tanya Oliv sembari bertanya
"Benar, bahkan aku yang mengantarkan mereka ke airport, kalau aku tidak bersikap seperti itu pada mereka, mereka berdua tidak akan pergi ke London." Kata Arini, dia masih menyalahkan dirinya sendiri
"Apa pada saat itu kamu bertengkar dengan mereka, sampai-sampai mereka berdua memutuskan untuk ke London?" Tanya Oliv
"Benar." Kata arini sembari menangis tersedu-sedu
"Aku juga kehilangan seseorang dalam kecelakaan pesawat tersebut." Kata samaira
"Kamu juga, siapa?" Oliv sangat terkejut
"Saudari tiri aku, walau kami tidak terlalu dekat aku sangat menyayanginya." Jelas samaira
__ADS_1
"siapa nama seseorang yang kalain sayangi yang ada di pesawat tersebut?" Tanya Oliv
"Oliv aku sangat merindukan mereka berdua?" Kata Arini sembari memeluk Oliv dengan tangisnya yang pecah
"Siapa mereka berdua ai, namanya."
"Salsa dan vaizah mereka seperti saudari aku sendiri."
Sedangkan samaira terkejut pasalnya saudari tirinya namanya vaizah.
"Kenapa kamu terkejut samaira, apa salah satu dari mereka saudari tiri kamu?" Tanay Oliv yang melihat raut muka samaira
"Apakah nama lengkapnya vaizah putri Mansyur?" Tanya samaira pada Arini
"Benar, kenapa kamu bisa tahu nama lengkapnya." Tanya Arini bingung, pasalnya Arini tidak mendengarkan perkataan samaira
"Dia saudari tiri aku." Kata samaira
"Apa, kenapa Adek tidak pernah memberi tahu aku kalau punya saudari." Kata Arini bingung
"Mungkin karena dia tidak suka dengan aku, apa hubungan kamu dengan dia." Kata samaira
"Dia seperti Adek aku sendiri, selama di Jakarta dia tinggal bersama aku dan salsa, ayah membelikan rumah untuk kami bertiga." Jelas Arini
"Benarkah, apakah pak Mansyur yang kamu maksud ayah?" Tanay samaira, sedangkan Arini hanya menganggukkan kepalanya
Setelah selesai berbincang mereka bertiga belanja untuk keperluan mereka masing-masing, setelah berbelanja, mereka ke restoran yang Arini dan Oliv bicarakan tadi pagi, sesampainya di sana mereka memesan makanan favorit mereka masing-masing, pelayan di sana semuanya bisa berbahasa Indonesia.
"Kalian berdua di asrama kamar nomor berapa?" Tanay samaira
"Kami tidak tinggal di asrama, kami tinggal di apertemen dan tidak harus mematuhi peraturan asrama." Kata Oliv
"Pantas saja aku tidak melihat kalain berdua saat pembagian kamar di asrama." Kata samaira
Makanan yang mereka pesan datang, mereka menikmati makanan mereka, rasanya Indonesia banget, di Singapura jarang ada rempah-rempah dari Indonesia.
"Mba." Panggil Arini pada pelayan di restoran tersebut
"Iya ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan tersebut
"Apa ada air mineral, apakah yang punya restoran orang Indonesia?" Tanya Arini penasaran
"Ada mba, orang yang punya restoran ini orang inggris, memang kenapa mba." Kata pelayan tersebut
"Owh kirain orang Indonesia soalnya masakannya Indonesia banget." Kata Arini
"Bukan mba, yang mengelola restoran ini kedua putrinya." Jelas pelayan tersebut lalu meninggalkan Arini untuk mengambil pesanan Arini
Setelah selesai makan mereka menikmati dessert, dan menikmati suasana di restoran tersebut berasa ada di Indonesia karena interiornya melambangkan Indonesia.
"Nanti malam kita nonton ai bagaimana?" ajak oliv pada Arini, karena samaira tidak boleh keluar malam
"Sepertinya aku tidak bisa Liv, soalnya aku harus mengerjakan pekerjaanku." kata Arini
"Apa kamu bekerja ai?" tanya oliv
"Benar, aku mengelola sebuah restoran." jelas Arini
"Kenapa kamu tidak memberi tahu aku." kata Oliv
"Kamu saja tidak bertanya." kata Arini cuek
"Apakah restoran yang kamu kelola milik kamu ai?"
"Bukan liv, restoran yang aku kelola milik Haikal dan teman-temannya, dari mana aku punya restoran uang yang aku punya tidak sebanyak yang kamu pikirkan oliv." jelas Arini, sedangkan samaira terkejut kenapa Arini bisa mengenal Haikal
"Apakah kamu mengenal kak Haikal dan teman-temannya?" tanya samaira
"Tentu saja Arini mengenal mereka, Haikal kan pacarnya Arini." kata Oliv arinipun menendang kaki Oliv pelan
"Apaan si ai." sambung Oliv
Sedangkan samaira semakin terkejut dengan penjelasan Oliv, dia tidak menyangka akan bertemu seseorang yang dekat dengan Haikal dan vaizah serta pak Mansyur.
"Benarkah." kata samaira
"Jangan dengarkan Oliv samaira, aku tidak ada hubungan apapun dengan kak Haikal." kata Arini
Arini tidak mau mempunyai hubungan dengan Haikal lagi, namun hatinya berkata lain dia sudah sangat mencintai Haikal, hanya butuh waktu saja agar Arini bisa menyembuhkan rasa sakitnya dan berdamai dengan dirinya sendiri.
"Tapi memang benar kamu mempunyai hubungan dengan Haikal, tapi sekarang sedang tidak baik-baik saja." kata Oliv
Arini tidak mau membahas tentang Haikal saat ini, setelah semuanya selesai mereka keluar dari restoran dan mengantar samaira ke asramanya.
__ADS_1
TERIMA KASIH
LANJUT KE BAB SELANJUTNYA