Cinta Memaksaku Berkorban

Cinta Memaksaku Berkorban
BAB 2


__ADS_3

"Arini itu kan?" Ucap salsa yang kaget melihat para pemuda yang mendekati mereka.


"Apa?, Mereka siapa?" Tanya Arini penasaran pada salsa.


"Mereka cowo-cowo yang populer di universitas sebelah," jawab salsa singkat.


Arini hanya menganggu kan kepalanya saja dan melanjutkan makan siangnya lagi.


"Hai kalian kenapa makan siang di sini?, Sekolah kita kan punya kantin kenapa malah di sini." Tanya Haikal sinis


"Apaan si kalian ganggu saja, emang masalah kalau kami makan di sini guru saja tidak keberatan kenapa kalian yang keberatan dasar." Jawab salsa lebih sinis dari Haikal


"Sudah lah salsa, sebaika nya kita segera ke kelas, jam istirahat akan selesai." Ajak Arini pada salsa yang sedang kesal


Arini dan salsa pun pergi meninggalkan mereka yang masih berdiri di tempatnya.


"Hai hai hai kalian mau kemana? Kita belum selesai bicara dasar anak ingusan." Panggil Haikal marah


Arini dan salsa tidak memperdulikan panggilan dari mereka, Arini dan salsa terus berjalan menuju kelasnya, jam pelajaran pun sudah selesai Arini dan salsa berpisah di parkiran, salsa yang pulang ke rumah dan Arini menuju perpustakaan untuk bekerja paruh waktu.


*******


Sedangkan Haikal dan teman-temannya menjemput vaizah di kantor kepala sekolah, Karena vaizah berkelahi dengan teman sekelasnya.


"Permisi pak, kenapa adik saya di bawah kekantor?" Tanya Haikal pada kepala sekolah


"Kamu kakaknya, karena adikmu berkelahi dengan teman sekelasnya, dia memukuli teman wanitanya sampai masuk ke rumah sakit, bahkan kamu murid pindahan sudah buat masalah." Jawab guru tersebut marah.


"Iya saya kakak nya, pasti mereka yang mulai membuat masalah pada adik saya, adik saya tidak akan membuat masalah terlebih dahulu pak." Jawab Haikal sinis


"Bapak juga tidak tahu, yang pasti tidak boleh ada kekerasan di sekolah ini, walau temannya yang mulai harusnya tidak usah berkelahi, lapor saja ke guru yang sedang mengajar." Kata pak kepala sekolah


"Dek apa yang terjadi sampai kamu berkelahi dengan teman kamu." Tanya Haikal tegas pada vaizah


"Bang dia selalu mengganggu aku, dia selalu bilang kalau aku wanita murahan, dia suka sama Abang karena aku selalu berangkat sekolah sama Abang jadi gini kan." vaizah jawab dengan santai menyalahkan kakak nya

__ADS_1


"Emangnya kamu tidak memberi tahu mereka lalu kamu adik Abang, kenapa malah menyalahkan Abang." tanyanya


"Buat apa memberi tahu mereka males banget makin tambah repot kalau mereka tau aku adik Abang." Jawab vaizah singkat


"Dengar kan pak adik saya tidak bersalah mereka yang memulainya."


"Iya saya dengar, tapi tetap saja vaizah harus di hukum atas kejadian ini, dia harus membersikan taman belakang saat pulang sekolah." Pak guru itu memerintah vaizah dengan tegas


"Baiklah tidak masalah sama sekali." Jawab vaizah sambil meninggal kan ruang kepala sekolah tanpa berpamitan


"Dasar anak jaman sekarang tidak ada sopan-sopannya dengan guru." Kepala sekolah bicara sendiri sambil menggeleng kan kepalanya


Haikal pun mengantar adiknya pulang lalu pergi keluar bersama taman-taman nya.


Di kediaman rumah keluarga Malik terlihat sepi dan sunyi, Karne kedua orangtuanya sedang bekerja, di rumah hanya ada asisten rumah tangga dan dirinya.


Tetapi bukan vaizah kalau hanya berdiam diri saja di rumah, dia akan pergi ke mall untuk menghilangkan kejenuhannya dirumah, sebenarnya dia kesepian tapi bagai mana lagi tidak ada yang mengerti dirinya.


"Aku meras sepi di tengah keramaian,


Aku merasa sedih di tengah kegembiraan


******


Haikal dan teman-temannya pergi ke bar untuk bersenang-senang dengan wanita-wanita penghibur di sana, mereka biasanya akan pulang larut malam, orang tua mereka tidak masalah dengan perbuatan anak-anak mereka.


Pagi harinya di kediaman Arini, dia sedang memasak untuk bekal makan siang yang akan di bawa, Arini membawa makan siang sendiri agar tidak terlalu boros gaji yang dia terima dari bekerja paruh waktu di perpustakaan tidak seberapa jadi Arini harus berhemat, sedangkan kalau makan di kantin sangat mahal bagi Arini.


Hari ini Arini berangkat sekolah dengan salsa, salsa memaksa Arini dengan segala cara dan alasan, akhirnya Arini pun mau berangkat dengan salsa namun hanya hari ini tidak dengan lain hari.


Sesampainya di sekolah, mereka belajar seperti hari-hari biasanya, waktu istirahat pun tiba, mereka pun menuju tempat biasa untuk makan siang.


"Arini menu makanan hari ini apaan?" Tanya salsa bersemangat


"Seperti biasanya hanya telor dadar dan nasi goreng, apakah kamu tidak bosan makan, makanan yang ku bawakan, kenapa kamu tidak makan di kantin saja?"

__ADS_1


Arini heran kenapa salsa mau memakan makanan yang Arini bawakan setiap hari bahkan menunya itu-itu saja.


"Tidak, kenapa aku harus bosan, makananmu enak bahkan lebih enak dari masakan pembantu di rumahku, orang tuaku saja tidak peduli aku makan ataupun belum, mereka hanya mementingkan pekerjaan dari pada aku." Salsa menjawab dengan raut wajah sedih dan menunduk


Keluarga salsa memang berkecukupan tapi mereka tidak bisa meluangkan waktu untuk putrinya, bahkan saat libur pun mereka masih sibuk bekerja di rumah, sebenarnya salsa tidak mempermasalahkan itu dia hanya ingin orang tuanya meluangkan waktu sedikit untuk dirinya, mengobrol pun mereka jarang lakukan.


"Sudahlah kamu jangan sedih, mereka bekerja agar kamu berkecukupan tidak kekurangan apapun, tenang kamu masih punya aku yang sayang sama kamu aku juga punya banyak waktu kalau butuh teman curhat datang saja ke perpustakaan atau ke rumah." Ari sebisa mungkin menghibur salsa yang sedang bersedih


"Iya iya, memang kamu sahabat yang terbaik, ayo sekarang kita makan siang aku sudah lapar hehehe." Jawab salsa yang mulai tersenyum lagi


Arini hanya menggelengkan kepala atas sikap sahabatnya itu dan mereka memulai makan siang mereka, jam istirahat pun sudah selesai, mereka pun masuk kelas dan melanjutkan pelajaran seperti biasanya, jam pulang sekolah pun berbunyi waktunya mereka berpisah.


******


Hari-hari selanjutnya masih sama kegiatan Arini dan salsa, tapi beberapa hari ini salsa tidak masuk sekolah karena ada urusan keluarga di luar negeri, katanya kakeknya sedang sakit parah sampai masuk rumah sakit, Arini di sekolah hanya sendirian, tapi tidak masalah karena Arini sudah terbiasa.


Sekarang Arini menuju taman untuk makan siang, sesampainya di sana Arini mulai memakan makan siangnya tiba-tiba Hailai dan teman-temannya menghampiri Arini yang duduk sendirian di taman.


"Hai kamu kenapa kamu sendirian di sini, di mana temanmu yang cerewet plus sombong itu?" Tanya Haikal pada Arini yang sedang memakan makan siangnya


"Memangnya kenapa, owh dia sedang izin, memang kenapa Lo nanyain dia?" Arini balik bertanya pada Haikal


"Tidak hanya iseng bertanya saja, owh iya apakah lo tidak punya teman selain dia, gue perhatiin Lo hanya bersamanya saja."


"Memang kenapa kalau aku hanya punya teman dia saja, buat apa Lo memperhatikan gue?" Jawab Arini cuek dan heran


"Hehehe nggak apa-apa, owh iya perkenalkan nama gue Haikal cowo paling populer di universitas sebelah dan mereka teman-teman ku, dia Aditya, dia Azril dan dia Athaya, nama Lo siapa?" Haikal memperkenalkan temannya


"Owh, tapi gue gak nanya dan gak mau tahu." Arini menjawab dengan cuek


"Hahahaha baru tau gue, kalau ada yang nggak tertarik sama lo." Ejek Azril pada Haikal


"Diam lo nyet" Haikal memukul tangan azril dengan keras


Arini pun pergi meninggalkan mereka yang masih berdebat di sana, tanpa memperdulikan mereka.

__ADS_1


LANJUT KE BAB SELANJUTNYA


TERIMA KASIH


__ADS_2