
Diperusahaan dimatra
setelah perginya sang papa kini adam sedang membaca semua laporan yang diserahkan oleh arya yang ia minta, ia melihat setiap berkas yang ada di atas meja kerjanya dan sesaat ia melihat jam tangan yang terpasang indah ditangan kekarnya, dan melirik ke arah andre dan arya yang juga ikut sibuk, Dan melonggarkan dasi yang tepasang rapi sejak tadi pagi itu
" andre, arya ini sudah lewat jam makan siang, kalian pergi makan sana" suruh adam pada kedua asistennya
"baik pak" jawab mereka bersamaan dan segera pergi meninggalkan ruangan adam, tapi sebelum pergi andre kembali masuk keruangan
"pak anda mau makan apa" tanya andre pada bosnya itu
"seperti biasa" jawabnya tanpa menoleh kearah andre
setelah kedua orang itu pergi kini adam menyandarkan bahu lebarnya kesandaran kursi kebesarannya, sejak tadi ia tidak bisa fokus bekerja dan terus memikirkan pemandangan yang tadi pagi ia lihat dirumah dan sekarang ia memejamkan matanya membayangkan lagi apa yang ia lihat bersih, putih, dan terlihat sangat halus dengan sedikit luka yang menghiasi kaki jenjang itu dan
"shitt" umpatnya merasakan sesuatu yang sudah lama tertidur kini mengeras didalam celananya dan berdiri tanpa rasa malu sedikit pun
seketika kepalanya pening karena menahan gejolak hasratnya itu, adampun langsung berdiri menuju kamar mandi yang ada didalam ruang istirahatnya dan tidak lupa ia langsung mengunci ruangan itu
sudah hampir tiga puluh menit adam berdiam di dalam kamar mandi tapi itu tidak bisa menidurkan kembali si junior yang masih teguh dalam pendiriannya tersebut, tetapi ketika terlintas dalam benaknya bagaimana bentuk bibir tebal wanita itu tanpa perlu perlawanan si junior langsung memuntahkan lahar nya
"shittt ini gila adamm" geramnya yang masih menatap sang si junior yang kini tengah kembali tertidur
adam yang sudah lama menduda ia pun bingung dengan dirinya sendiri, bagaimana ia menjadi seperti ini apa lagi cuma melihat hal tersebut padahal ia sering melihat hal yang sama bahkan lebih dari pada itu tapi tubuh nya tidak bereaksi sedikit pun, Dan mengapa dengan wanita itu ia merasakan hal yang berbeda hanya melihat kaki jenjang nya saja sudah bisa membuat dirinya turn on
setibanya andre dan arya diruangan ceo mereka mencari keberadaan bosnya, yang entah dimana karena mereka sudah tiba hampir dua puluh menit yang lalu tapi tidak mendapati adam disana
ceklek (suara pintu terbuka)
__ADS_1
terlihat orang yang mereka cari keluar dari dalam ruangan istirahat dengan tampilan yang lebih Fresh dengan setelan jas yang berbeda dari tadi pagi, ada tanda tanya dari kedua asisten nya itu dan mereka saling menatap satu sama lain ketika melihat bosnya itu
setelah lega mengeluarkan apa yang membuatnya pening tadi kini ia sedikit tersenyum keluar dari ruangan istirahatnya, tapi tatapannya beralih ke arah kedua orang yang sudah duduk di sofa ruangan itu sambil menatap kearah dirinya dengan tatapan yang penuh sidik apa lagi andre yang melihat nya dari atas sampai bawah seolah menilai dirinya
"kenapa sudah kembali?"tanya adam pada asistennya itu Dan berjalan menuju meja nya yang sudah Ada makanan yang ia mau
"kami sudah kembali sejak dua puluh menit yang lalu pak" jawab andre sambil menatap adam
"oh" jawab acuh adam sambil memalingkan tatapan nya pada andre dan langsung memakan makannya
sedangkan andre tampak bingung dengan perubahan adam apa lagi ia tadi melihat adam tersenyum yang menurut nya aneh, apa lagi bosnya itu jarang tersenyum kecuali ketika ia sedang bersama anak-anak nya, tapi andre menepis pikiran itu dan kembali melanjut kan pekerjaan nya
Dikediaman dimatra
tidak teras sore pun menjelang, kini ke lima orang yang tengah berbincang sejak tadi itu berpindah tempat dari halaman belakang ke Ruang tamu, tapi setibanya diruang tamu maya dan riki pun pamit untuk pulang karena ada urusan
Dan nyonya dimatra sekarang ikut bergabung dengan mereka, ia penasaaran kenapa suami dan anaknya bisa kenal dan dekat dengan bella, sedangkan bella kini bermain dengan rena dan reno yang sudah bangun dari tadi dan sudah rapi dengan baju yang sama membuat orang yang melihatnya gemas terutama bella yang kini duduk dikarpet ruang tamu dengan anak kembar lucu itu
" papa kenal sama bella dimana, kamu juga Sarah ko bisa klop gitu" tanya mama wulan yang menyela pembicaraan antara papa dan anak itu, sedangkan bella hanya menengok ke arah mama wulan yang penasaran tentang dirinya itu, Dan terlintas pikiran jahilnya
" tante mau tau aja apa mau tau banget banget nihh" goda bella pada wanita paru baya itu dengan masih bermain bersama sikembar
sedangkan papa wijaya dan sarah hanya tersenyum mendengar godaan bella pada sang mama dan istrinya itu
"ya ampun bell jangan goda mama dong" saut sarah sambil tesenyum melirik mamanya
"panjang mah ceritanya, tapi papa ceritanya ke intinya saja ya" jawab sang suami pada istrinya itu menghentikan tawanya Dan mama wulan pun mengangukan kepalanya
__ADS_1
flashback
disebuah tempat makan yang cukup ramai disana lah papa wijaya dan sarah melakukan pertemuan bisnis dengan klien mereka,
"selamat siang pak hendra" sapa pak wijaya pada rekan kerjanya itu sambil berjabat tangan
"siang juga pak wijaya" sapa balik pak hendra menerima jabatan tangan pak wijaya dan beralih menjabat tangan sarah yang berdiri disamping sang papa
dengan senang hati sarah menjabat tangan klien papa nya itu, dan mereka langsung melakukan pembicaraan tentang kerja sama antara dimatra dengan surya grup, ketika baru beberapa saat perbincangan mereka terhenti karena keributan yang ada di luar tempan makan itu, yang menarik perhatian banyak orang tidak terkecuali pak wijaya, pak hendra, sarah dan kedua asisten mereka
kenapa pertemuan antara kedua perusahaan besar harus ditempat ramai ini , itu karena kedua pemimpin perusahaan tersebut lebih suka tempat makan yang menurut nya nyaman dari pada melakukan pertemuan dengan keadaan yang membuat kedua Belah pihak merasa tidak nyaman
kembali ke keributan yang ada didepan rumah makan itu, ada seorang gadis yang tengah berdecak pinggang memarai pemuda yang tengah melawan nya itu, dan ada seorang pelayan tempat makan itu yang kini berusaha melerai mereka
" loh dia yang salah pak ini tadi dia mengambil video teman saya dan mba yang tadi lewat pak" kekeh nya dengan sengat marah kepada pemuda yang kembali memarahi gadis itu
"itu ngga benar ya .. kamu kalo ngomong jangan sembarangan" Bela pemuda itu pada dirinya sendiri dan menunjuk gadis itu yang berdiri tepat didepan nya
" udah ya mas, mba jangan ribut lagi" lerai pelayan yang kini berdiri diantara gadis dan pemuda yang bertengkar itu
" bell udah yu" bujuk teman gadia yang marah itu yah ia adalah bella, tapi bukannya berhenti bella malah melirik temannya
" ngga bisa kalo ini dibiarin ini orang akan melakukan tindakan yang jauh lebih buruk dari ini may" kekeh bella yang sudah sangat marah itu
sedangkan pak wijaya, pak hendra dan sarah pun keluar dari dalam rumah makan untuk melihat keributan yang ada didepan, seketika mata bella melihat wanita yang tadi direkam oleh pemuda itu keluar,
dan pemuda itu pun gelagepan ketika melihat wanita yang memang sengaja iya ikuti sejak tadi
__ADS_1