Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda
sudah tak bisa lari lagi


__ADS_3

" brengsek kalian semua" teriak marliana,


" teriak aja sampai suaramu putus,,biar aku gak repot lagi memutus lehermu" jawab Dimas yang kini bersama marliana,


"hallo Tuan"ucap Dimas,


" kamu awasi marliana jangan sampai lolos lagi ,jika tidak gantinya nyawa mu,,,mengerti" jawab Daffa


"baik tuan" ucap Dimas slow


.


.


.


" sial... ini dimana lagi,kenapa aku pakai ketiduran segala sih,....tunggu sepertinya pelayan disini gak menyukai Jeny? batin Reyhan


"silahkan tuan" pelayan itu menyodorkan minuman dan makanan yang di perintah oleh Jeny,


"hemmm...tunggu....ini rumah siapa?" tanya Reyhan saat Jeny sudah tidak ada di meja makan itu.


" rumah tuan Robert tuan" jawab ramah,


"Robert " jawab Reyhan pelan


" saya permisi dulu tuan" pamit pelayan itu


.


.


di perjalan Daffa dan Robert saling bercerita dan akhirnya Robert mengetahui tujuan Daffa apa,Robert sempat ikut emosi karena tindakan Daffa yang sangat kasar pada wanita,namun ketika mendengar bahwa marliana adalah wanita yang jahat,karena materi dan tahta dia berani mencelakai siapa pun yang menghalanginya.


setelah mengetahui semua cerita Daffa,Robert memilih diam dan mencerna semua ucapan Daffa,

__ADS_1


Daffa hanya melirik ke om Robert,mungkin karena terkejut melihat dan mendengar apa yang di lakukan Daffa ke pada marliana,


satu jam Daffa dan timenya sampai di rumah Robert dan di situ lah Jeny tinggal d ku jlkali ini Jeny benar-benar tak bisa lari lagi,


PLAK...


PLAK...


PLAK..


suara tamparan dari Jeny membuat hanya melirik dari sudut ekor matanya,


"kami bisa kerja gak sih,kotor kan,,dasar bego" Jeny sambil medorong kepala pelayan itu hingga terjatuh kebelakang,


" Jeny....suara teriakan menghentikan Jeny melakukan hal tak wajar kepada pelayan itu,


" tuan Robert" ucap Jeny pelan jeny sangat gugup ketika mendengar teriakan dari Robert,karena selama dia tinggal di rumah itu Robert tak pernah membentaknya apa lagi memarahinya,


"kenapa kamu terdiam,gak kamu lanjutkan yang tadi" ucap Robert mendekati Reyhan


Reyhan yang mendengar adiknya sudah ada di rumah itu,Reyhan berdiri dari duduknya dan mendekati Jeny,


"sepertinya sudah selesai bermain nya Jeny"


Jeny yang mendengar ucapan dari Reyhan merasa bingung dan hanya terdiam memundurkan tubuhnya beberapa langkah dari tempatnya semula,


"Rey...maksud kamu apa?" suara Jeny mulai ketakutan


" hebat ia...sangat pintar,,.." timpal suara dari balik tembok


" Daffa" semakin takut Jeny dan berusaha mundur tuk menghindari Reyhan dan Daffa namun sial untuk Jeny,


saat bersamaan itu lah anak buah Daffa sudah di belakang rumah Robert,


" biarkan dia berlari"Reyhan memberi peringatan untuk anak buahnya.

__ADS_1


"kak,.." Daffa pun langsung menghampiri Reyhan.


" marliana di mana dia?" tanya Reyhan


" dia sudah di tangan anak buah mu" jawab Daffa yang sambil berjalan melewati Reyhan dan om Robert


"kenapa kamu bisa sama Jeny dan marliana?"


" panjang ceritanya"


"tuan...ini ularnya sudah kami tangkap"


" ular?


"Daffa,,,,Reyhan,,," bingung Robert dengan tingkah adik dan kakak itu di tanya hanya sebuah senyuman geli


" ular betina om" ucap Daffa sambil berlari keluar


sedangkan yang di luar sudah meronta-ronta dengan keadaan tangan di ikat kebelakang


"kalian mau apa? teriak Jeny


" mau mengirim mu menemui Chintya?" 😊


jawaban itu los begitu aja dari mulut Reyhan


...****************...


...----------------...


jangan lupa jaga kesehatannya ia Kaka...


ayo yang suka dengan ceritanya atau pun tidak tidak masalah.boleh tinggalkan komentar apapun ia,,,dan jangan lupa likenya 😊


terima kasih juga yang sudah ngasih vote dan dukunganya...

__ADS_1


__ADS_2