
di sebuah rumah mewah dengan pengawalan ketat Jeny dan marliana mulai menikmati hari-harinya dengan bekerja di rumah itu.
Ilham yang sudah menaruh kecurigaan dengan. marlianan diam-diam menyelidiki wanita itu tanpa sepengetahuan tuanya
Ilham tidak ingin tuanya terjebak untuk kesekian kalinya dengan wanita berwajah cantik,
marliana menghubungi anak buahnya yang ada di kota J untuk melaksanakan tugasnya..
marlianan kini menjadi sosok wanita lembut hingga menarik perhatian Robert pria yang menolongnya.
Robert memilih menduda tanpa menikah lagi setelah di khianati sang istri dan kini sang istri sudah jauh dari kehidupan dan pandanganya..
kehadiran marlianan serta anaknya membuat Robert mulai menaruh hati waktu berlalu begitu cepat tidak terasa Jeny dan marlianan sudah masuk Minggu ke 3 di kota S
Ilham berusaha mencari tau siapa marliana namun sepertinya tak menemukan apa-apa karena minimnya informasi dan tidak ada anak buah yang tinggal di kota J membuat Ilham hanya menaruh kecurigaan namun meletakan sebuah kamera CCTV di rumah tuanya
" Jeny " ucap Robert berjalan menghampiri Jeny yang sedang duduk di teras belakang
" ia tuan" ucap Jeny sopan.
" bagai mana keadaan mu sekarang ? ucap Robert
" sudah agak mendingan tuan" ucap Jeny lagi
" mamamu mana Jeny koq gak kelihatan sejak kemarin? ucap Robert sambil melihat sekeliling yang hanya dikelilingi penjaga dan pelayan rumah
" mami ada di kamar tuan.ada apa tuan mencari mami? ucap Jeny penasaran
__ADS_1
" gak ada apa-apa" ucap Robert sambil berdiri ingin meninggalkan Jeny..
" lebih baik kamu istirahat yang cukup agar cepat sembuh" ucap Robert lagi sambil melangkah jauh
Jeny yang mendengar ucapan Robert hanya mampu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya
"sepertinya Om Robert sudah jatuh ke perangkap mami.aku harus lebih hari -hati lagi demi mami" ucap Jeny dalam hati setelah melihat punggung Robert tak terlihat lagi dari tikungan pintu
"bagai mana apa kalian sudah mendapatkan informasi Reyhan dan istrinya? ucap marliana dengan anak buahnya
" belum ada nyonya.saya dan teman-teman saya masih mengawasi rumah mereka" ucap pria di sebrang sana
" kalian awasi trus jika ada kesempatan lakukan tugas kalian.ingat jangan menghubungiku.cukup kirim pesan saja.mengerti? ucap marliana
" siap nyonya" ucap pria di sebrang sana
" kamu kesini" ucap Robert sambil menggerakkan tangannya memperindah salah satu pelayan rumah
" ia tuan anda memanggil saya tuan? ucap pelayan itu ramah
" tolong kami panggilkan nyonya marliana ke sini " ucap Robert
" baik tuan " tanpa bantahan pelayan itupun menjauhi robert menemui marliana
"tok...tok...tok...tok..suara pintu di ketuk
" permisi nyonya apakah anda di dalam? ucap pelayan wanita itu
__ADS_1
" ia ada apa "marliana membuka pintu
" maaf nyonya.anda di minta untuk menemui tuan Robert di ruang belakang nyonya " ucap pembantu itu membukukan badan tanpa berani melihat siapa lawan bicaranya
"ada apa tuan kalian mencari ku? ucap marliana pura-pura tak mengerti
" saya tidak tau nyonya.sebaiknya anda segera menemui tuan.jangan sampai tuan menunggu lama" ucap pelayan itu..
" baik lah" ucap marlliana
" mari ikutin saya nyonya" ucap pelayan itu sambil mengerakkan taganya untuk memberi arahan
di hati marliana mulai menyusun segala sesuatu untuk memperdaya Robert agar bisa memanfaatkan pria itu
" beliau ada di dalam nyonya.mohon tunggu sebentar biar saya ketukakn pintu untuk anda'
"tok..tok..tokk...permisi tuan nyonya marliana sudah ada di depan pintu"
" suruh dia masuk" ucap Robert dari dalam
"silahkan nyonya" ucap pelayan itu sambil membuka pintu dan di iringi Marlina. di belakangnya
" ada apa tuan memanggil saya? ucap marliana
" tinggalkan kita berdua" ucap Robert sambil menggerakkan tangannya memberi aba-aba meminta keluar
" baik tuan saya permisi"
__ADS_1