
Hari demi hari olive melewati kehidupannya yang baru bersama Reyhan dan keluarga kecilnya, Reyhan sudah mempublikasi kan pernikahan nya dengan olive.
Kebahagian olive pun bertambah kini usia kandungannya sudah memasuki usia 8 bulan, olive yang tak banyak aktifitas itu karena peraturan di rumah besar itu, entah dari mama mertuanya dan suaminya pasti ada saja yang mengawasi aktifitas olive.
Olive tak pernah marah atau pun membenci keluarga barunya itu, malah dengan adanya peraturan itu olive merasa di perhatikan oleh semua.
Di tempat lain orang tua olive pun ikut bahagia, karena ayah olive sudah bisa beraktifitas lagi dan sudah memulai lagi perjalan bisnisnya dengan sang menantu Reyhan.
Waktu terus berjalan kebahagian itu terus mengalir deras di lingkungan keluarga Reyhan, Reyhan yang super hati - hati terhadap istrinya itu hingga membuat olive kadang risih karena sikap Reyhan, Reyhan tak ingin apa yang dulu terjadi dengannya itu terulang kembali, oleh karena itu Reyhan super memperketat penjagaan sang istri dan anaknya Zidan serta seluruh keluarganya.
Langkah kaki Reyhan terhenti ketika melihat olive yang susah payah hendak turun dari lantai dua, Reyhan yang melihat langsung berlari dan memegangi sang istri dan menuntunnya.
Awalnya olive menolak namun ia mengetahui sikap suaminya itu, oleh karena itu ia mengurungkan niatnya jika bersikeras menolak akan ada keributan.
Sesampai nya di ruang tamu Reyhan meminta beberapa pelayan untuk membawakan makanan kesukaan istrinya dan ia meminta lagi beberapa pelayan itu untuk memperhatikan olive.
Karena terburu- buru harus kekantor karena banyaknya pekerjaan yang menumpuk, Daffa yang pergi karena perjalanan bisnis di luar kota mau tak mau Reyhan yang memberesi semua pekerjaan sang adik hingga Daffa pulang.
Zidan yang melihat sang mama sedang duduk dan membaca majalah itu, niatnya Zidan hendak mendekati nya namun rasa malunya akhirnya ia ingin membelikan tubuhnnya, namun suara wanita yang ia rindukan memanggilnya.
" Sayang, sini nak." olive memanggil Zidan dengan sangat penuh kasih sayang.
Zidan pun mendekati sang mama.
" Zidan kenapa?" tanya olive.
__ADS_1
" Gak apa - apa mah!" ucap Zidan malu.
" Sini, ada apa, coba cerita, kenapa tadi gak langsung datangin mama koq malah diam di sana?" tanya olive.
" Zidan gak mau ganggu mama." ucap polos Zidan,
" Hemmm, bagaimana sekolahnya tadi." tanya olive.
" Zidan tadi di suruh menggambar mah." ucap Zidan.
Akhirnya Zidan pun menceritakan semua aktifitasnya di sekolah dengan semangat, dan ia menunjukan sebuah buku gambar yang sedari tadi ia ingin perlihatkan ke mamah nya itu.
" Wah, terima kasih sayang." ucap olive sambil memeluk dan mengecup kening zidan.
Zidan yang merasa di perhatikan oleh mama barunya itu membuat Zidan merasa seperti di lindungi, Zidan pun tertawa lepas dan bercandaan dengan olive.
Akhirnya olive pun memutuskan mengikuti kemauan anak sambungnya itu,karena melihat jam sudah sore olive pun pergi meninggalkan taman kecil itu, dan berjalan menuju kamarnya sebelum sang suami datang olive sudah bersih dan harum, setelah selesai membersihkan diri dan merapikan penampilannya olive pun turun arah kedapur.
Setelah semua selesai olive pun kembali ke ruang tamu sambil menunggu sang suami pulang, ia juga tak lupa melihat ke kamar Zidan, ternyata Zidan pun sudah rapi dan kini sedang belajar, olive yang melihatnya pun engan tuk menggangunya akhirnya ia meninggalkan kamar Zidan dan memilih ke ruang tamu.
Malam pun tiba Zidan dan sang suami sudah pada ngumpul untuk makan malam bersama, kesunyian di malam itu terasa saat melihat kursi mama nayfa dan Daffa tak ada.
.
.
__ADS_1
.
Waktu trus berlalu kini usia olive sudah 9 bulan 10 hari, seisi rumah kini mulai sibuk mempersiapkan kebutuhan olive saat ini termasuk Reyhan yang mondar mandir gak tentu itu arah. hingga membuat semua orang yang melihatnya pun ikut panik karena ulah satu orang pria yang seperti baru pertama kali mengalami.
Reyhan yang tak bisa menunggu ia pun langsung menggendong sang istri dan membawanya ke rumah sakit bersalin, saat itu semua orang pun di buat tegang oleh Reyhan, ia memilih menemani sang istri di dalam ruang.
Sedangkan yang lain memilih menunggu diluar, hingga menit berikutnya berlalu.
" Alhamdullilah." ucap syukur mami nayfa mendengar suara tangisan bayi dari dalam.
Daffa yang mendengarnya pun hanya tersenyum tipis, karena Daffa sendiri saat ini sedang asik memperhatikan senyum Ratih yang sambil memeluk tubuh maminya.
3 hari kemudian olive pun di izinkan pulang,
Zidan yang sudah tak sabar ia pun mendekati adiknya dan meminta izin kepada sang ayah dan mamanya untuk tidur dengan sang adik, awalnya reyhan ragu namun olive kekeh meminta Reyhan agar mereka semua tidur dalam 1 kamar.
Waktu terus berlalu kebahagiaan keluarga kecil itu pun semakin harmonis reyhan yang sangat peduli dengan keluarganya, ia sekarang lebih mengutamakan waktunya untuk keluarga kecil ya.
TAMAT
...****************...
...----------------...
...****************...
__ADS_1
Terima kasih untuk semua dan mohon maaf jika masih banyak sekali typo yang berhamburan. author akan mencoba lebih baik lagi di novel berikutnya🙏