Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda
kecurigaan penghuni rumah


__ADS_3

"dia milik ku dan tidak akan ada yang bisa memiliki selain aku.apapun penghalang nya akan aku singkirkan dengan cara apa pun.


kebahagian mu saat ini masih kamu mili tapi nanti akan ku balas semuanya.aku harus memanfaatkan pria ini untuk jadi senjataku menghancurkan keluarga Abraham " ucap marlianan dalam hati


tanpa di sadari marlianan sudah ada asisten Ilham yang berdiri di balik tembok memperhatikan gerak gerik marliana dengan rasa curiga Ilham mengikuti hingga di semua tempat di mana marlianan tadi menemui tuanya.


tanpa di sadari tuannya Ilham mengetahui bahwa tuanya mulai menyukai marliana.


" kalian semua perlakukan nyonya marlianan dengan baik ia jangan terlalu memaksakan mereka bekerja berat.mengerti" ucap tuan Robert


" baik tuan kami mengerti" ucap pelayan serentak


setelah memberi perintah ke pelayan rumah Robert meninggalkan dapur itu tanpa di tau marlianan dan Jeny yang sedang asik dengan pikiran masing-masing


"kenapa tuan begitu percaya sama wanita jahat itu ia Samapi memperintah kita untuk tidak memaksanya bekerja berat.padahal kalo gak ada tuan dia semena-mena dengan kita kalo ada tuan baru sok baik" ucap salah satu pelayan itu

__ADS_1


" ia ia tuan belum tau aja itu padahal tuan Ilham dan kepala pelayn juga sudah tau perilaku ibu dan anak yang gak tau diri itu" ucap yang


" sudah kalian gak usah ngerumpi kalian kerjakan aja apa yang di perintah tuan Robert masalah dua wanita itu biar saya dan tuan Ilham yang membuka kedoknya depan tuan Robert" ucap kepala pelayan itu dengan nada tegas namun dapat mengerti jika tak suka


kepala pelayan itu pun meninggalkan dapur setelah memperingati bawahanya agar tak banyak bercerita yang di takutkan pelayan adalah ketahuan oleh ibu dan anak itu jika mereka semua tak suka dengan ibu dan anak itu dan melaporkan ke tuanya sesuatu yang tidak di lakukan oleh bawahanya dan dirinya.


suasana dapur pun mulai seperti biasa hanya sebuah alat dapur yang bersuara sedangkan manusianya hanya bersuara seperlunya itu pun hanya bersuara masalah bahan dapur.


Jeny yang tiba-tiba datang ke dapur dan melihat semua pelayan kerja dengan masing masing keahlianya.


" masak asam manis seafood nona" ucap salah satu pelayan yang sibuk memotong bahan untuk asam manis.


" oh" ucap Jeny yang langsung menuju ke kulkas mengambil air dingin


Jeny tak banyak bicara hanya ingin mengawasi pelayan-pelayan itu saja karena perintah sang mami katanya ada pelayan yang terang-terangan tak suka dengan mereka berdua ada di rumah itu.namun saat Jeny ke dapur semua seperti biasa sibuk memasak

__ADS_1


Jeny yang tak menemukan kecurigaan dari pelayan langsung pergi meninggalkan dapur namun tanpa di sadari Jeny kepala pelayan sudah melihat kehadiran ya siap-siap ingin merekam namun tanpa di sangka Jeny tak berulah di dapur hanya mempertanyakan sa


kepala pelayan itu pun masuk setelah melihat jeni keluar jauh dari dapur dan memperhatikan semua bawahanya bekerja dan hanya memperingatkan untuk semua bawahanya.


" kalian semua harus bisa mengontrol emosi kalian.jangan sampai ketahuan jika kita sedang mengumpulkan bukti prilaku ibu dan anak itu" ucap kepala pelayan


" baik tuan kepala" ucap pelayan serentak


...****************...


maaf ia saya terlambat update soalnya sedang sakit karena cuaca sedang tidak baik daerah saya Kalimantan timur sedang di Landa hujan terus...


buat kalian jangan lupa jaga kesehatan juga ia biar tidak mudah sakit seperti saya...


buat pembaca setia ku terima kasih sudah mau mendukung novel saya dan mau memberi komentar semangat untuk saya .mohon maaf jika masih belum rapi alur ceritanya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2