
Langkah kaki Reyhan meninggalkan kita S.
Reyhan saat ini sedang dalam perjalanan kembali ke kotanya, rencananya ingin memberi kejutan untuk olive.
Namun bukan kejutan untuk sang istri, melainkan dia lah yang dapat kejutan oleh olive, olive yang sudah greget karena kemarin telponya di putus sepihak oleh Reyhan, dan kebetulan juga olive gak sengaja mendengar semua percakapan mama Nayla dan pembantu rumah,
Pembantu itu hendak keluar dari dapur dan tanpa sengaja pula ia melewati meja makan itu, betapa terkejutnya pembantu itu melihat olive yang saat ini sedang menikmati makanan yang tersedia di atas meja.
" Nona, olive." ucapan terbata- bata karena terkejutnya pembantu itu ketika melihat olive yang sedang asik menyendok makana dengan cuek.
" Hemmm." olive hanya bergema saja tanpa menoleh.
" Nona mau makan apa biar mbok masakan, ini sudah dingin non.?" ucap mbok di dapur yang kebetulan melihat olive yang hendak makan itu.
" Gak usah mbok,ini aja sudah cukup,perutku cuma minta di isi aja." cengir olive
" Ta,Pi non, ini masakannya sudah dingin." ucap mbok terbata-bata.
" Gak, apa mbok." ucap olive sambil menyendok makanan ke dalam mulut nya.
" Baiklah non, saya permisi dulu non kebelakang." pamit mbok Inah.
" Iya mbok." olive pun melanjutkan makanya setelah melirik sudah gak ada orang yang mengganggunya.
Reyhan yang saat ini sudah memasuki aula rumah, berusaha mencari keberadaan sang istri,saat hendak menuju dapur mama nayfa yang melihat Reyhan, ia pun berjalan mengmenghampiri Reyhan dan langsung memeluk anaknya melepas rindu karena khawatir.
Malam pun sudah menyambut, olive dan seisi rumah pun berkumpul di meja makan dan menikmati hidangan malam itu, namun ada pandangan yang tak biasa dengan Reyhan yang melihat wajah manyun olive yang entah mengapa sedari tadi hanya diam aja.
Makan malam pun berakhir dan mereka masing - masing berpisah masuk ke kamar masing - masing,olive yang merasa di ikutin oleh seseorang pun sontak berbalik badan.
" Mas, malam ini bobo di luar iya." ucap olive sambil menutup pintu kamar,tanpa memperdulikan wajah suaminya yang terkejut.
Tak lama kemudian olive membuka pintu kamar itu, dengan Reyhan yang masih berdiri di depan pintu menahan kesal. olive membawa bantal dan selimut untuk suaminya,dan memberikannya kepada Reyhan yang masih mematung karena bingung.
" Sayang, ini untuk apa?" tanya Reyhan yang sudah menerima selimut dari olive.
" Mas, bobo, di luar." ucap olive.
" Tapi ..." ucapan Reyhan tertahan karena lagi -lagi olive berbicara hal yang sama.
__ADS_1
"Gak, ada ,tapi...tapian." ucap olive sambil menutup pintu kamarnya.
" Brak...." suara pintu kamar olive.
olive memang sedang kesal karena mood kehamilannya.
"Hadeh, niatnya ingin ngasih kejutan dan bisa mesra - mesra an koq malah aku yang di usir, nasip , nasip." Reyhan hanya mampu menepuk jidatnya sambil membawa selimut yang di berikan olive.
" Pasti dia marah,tau gitu kemarin gak pulang." batin Reyhan yang masih ngomel - ngomel,Reyhan pun pergi menuju kamar tamu, tanpa melihat siapa yang ada di ruangan yang ia lewati.
" Kak...kenapa bawa bantal dan selimut?" tanya Daffa,tak lupa alisnya yang naik sebelah dengan sebotol air mineral di tangannya,
" Hemm...di usir olive iya,hahaha." timpal mamy yang kebetulan ingin menuju keruang tengah.
"Hah..huff..hahaha,,,, kukira sukses rencana mu kak,memberi kejutan ke kak olive." ucap Daffa sambil memilih meninggalkan kakaknya yang masih mematung itu, derita Reyhan mendapatkan dirinya di tertawakan oleh adik dan maminya saat berpapasan menuju kamar tamu,
Reyhan pun memilih masuk ke kamar tamu dan memejamkan matanya, tak butuh lama untuk reyhan karena kelelahan, ia sudah tak perdulikan lagi rasa kesalnya terhadap istrinya,
Sedangkan di kamar atas olive yang awalnya gelisah lama tak lama ia pun akhirnya tertidur pulas,karena entah mengapa rasa nya sangat puas mengerjai suaminya.
Suasana sepi senyap di rumah besar itu, karena semua penghuni rumah besar itu sesudah terlelap masing-masing di kamar mereka.
"Apa mas Reyhan,marah ia semalam ku usir" Batin olive, sambil melangkahkan kakinya.
"udah lah,biarin ja"olive berlalu aja.
Reyhan pun ingin mencuekin istrinya ingin tau sampai mana olive akan mengacuhkannya.
"Daffa,ayo,,,"tawar Reyhan
"Ok..." mereka pun pergi meninggalkan rumah.
"hemm..."
"kapan kamu seriusin itu anak?"
" Aku, masih belum tau." ucap Daffa.
"Ratih,gadis baik,bukanya om Rama itu satu rekan bisnis kita?" Reyhan sengaja mengingatkan Daffa.
__ADS_1
"Iya."
mereka pun kini sudah sampai di parkiran di kantor itu,Daffa bergegas turun dan Reyhan menyusulnya,mereka pun berjalan beriringan memasuki kantor,semua mata tertuju kepada mereka berdua,
Daffa yang melihat gadis pujaannya pun hanya diam melewatinya,tak mampu tuk bersapa atau hanya sekedar memandanginya.
Daffa pun memasuki life dan memulai semua aktifitasnya di dalam kantor bersama Reyhan.
Di dalam rumah seorang wanita muda yang sedang mengandung, olive yang saat ini sedang sibuk menata pot bunga bersama mama nayfa karena tak ada kerjaan lain.sedangkan Zidan bermain sendiri,
hari sudah senja.
Reyhan dan Daffa juga sudah pulang dan kini sudah di rumah,di meja makan semua keluarga terkumpul,setelah makan malam,mereka kembali ke kamar masing- masing Reyhan yang berusaha mendekati kamarnya tiba- tiba di tarik oleh olive, dan olive pun langsung menghujat pelukan dan ciuman saat itu.
Mood olive kali ini sedang baik karena rindu dan ingin di manja oleh suaminya ia melupakan rasa ingin mengerjai suaminya lagi,tanpa di sadari keduanya sebuah kejadian yang tak terduga di malam itu,entah siapa yang duluan memulainya mereka kini sudah melakukannya tanpa mereka sadari, mereka hanya mengikuti alur rasa mereka hingga subuh menjelang pagi.
Aktifitas itu mereka lakukan tanpa mereka tau dan sadar.
Saat bangun hanya sebuah pelukan yang mereka temui, bukanya marah atau kesal olive yang bangun lebih dulu memilih pergi membersihkan tubuhnya dan pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan mereka.
Lima belas menit kemudian saat di dapur olive di bantu oleh mama nayfa dan mereka menyelesaikan bikin sarapan bersama beberapa pembantu lainya, kebiasaan itu ia terapkan sejak kecil oleh ibunya, olive saat ini sangat bahagia saat tinggal di rumah mertuanya.
Siapa yang tak menyukai dan betah tinggal bersama mertua jika mertuanya tak memperlakukan menantunya dengan tidak baik, olive merasakan kehangatan di rumah itu, mami nayfa selalu menganggap nya dirinya seperti anak sendiri dan tak membedakan mana menantu dan anak.
pukul 08:00 semua akan sudah tersaji lengkap dan rapi di atas meja makan, olive segera ingin pergi memanggil suaminya, namun tanpa sadar Reyhan dan Daffa sudah ada di meja makan saat olive menggambil Ari minum di kulkas.
" Wah...,enak nih." mata ke dua pria itu terpana melihat ada beberapa jenis makanan kesukaan mereka pagi ini tersaji.
" Ia..tumben mi pagi - pagi sudah ada hidangan seafood dan kue penutup?" tanya Reyhan sambil melempar pandangan ke istrinya, seolah tau siapa pelakunya.
" Memangnya kenapa Rey?" mami nayfa sambil menarik kursi.
" Ini semua siapa yang masak mi?" pertanyaan Daffa sambil mengambil seafood cumi asam manis.
" Olive, katanya sedang pengen makan seafood pagi ini." jawab mami nayfa sambil mengambil beberapa hidangan.
Mata Reyhan melihat istrinya yang duduk di samping mami nayfa bersebrangan dengan dirinya.
Olive yang asik mengambil beberapa hidangan itu tak memperdulikan suaminya yang ada di hadapannya.
__ADS_1